Kuruta Winn

Test….
I’m Wina Savitri Albert, seorang bocah ingusan yang pertama kali memecah suara tangisnya pada tahun 1992 dari rahim seorang wanita keturunan Minang. Beremental Sumatera yang terkadang emosinya meledak-ledak jika suatu kondisi tidak sesuai dengan keinginannya.

Berharap menjadi pemain sepakbola setelah lulus SMA, tapi takdir berkata lain dan mengharuskannya menjadi seorang Engineer. Waktu luang dihabiskan dengan menggambar Anime. Anime? Ya, karena bocah ingusan ini adalah seorang Otaku, walau tidak akut. Target Manganya adalah Detective Conan dan anime kolot era 90′an lainnya. Terkadang dijual ke teman-teman sesama Otaku.

Bukan tipe orang yang rajin belajar. Sebisa mungkin bolos atau titip absen jika benar-benar tidak ada jalan lagi cara terakhir adalah mengikuti jalannya pelajaran dengan amat sangat terpaksa.

Tidak peduli dengan penampilan dan terkesan seperti pemberontak. Terobsesi menjadi pemimpin dimanapun berada.

FF? Mencoba memulai untuk membuat tulisan karena selalu mencaci-maki tulisan orang ketika alur tidak sesuai yang diinginkan tapi tidak dalam bentuk komentar melainkan hanya bergumam di depan PC. Maklum mantan siderz sejak 2 tahun yang lalu. Mulai mempublikasikan tulisan dari Maret 2013.

Story pertama menyampaikan tentang kisah Detective yang tak lain adalah Detective Conan. Sedang mencoba berbagai genre untuk meningkatkan pola pikir dalam menulis.

Seorang Liverpudlian sejak 2004 dan Steven G selalu menjadi sosok pemain yang sempurna di mata bocah aneh ini. David Villa pun tak lepas dari acuan pemuda incaran walau itu hanya sebatas angan manusia bodoh.

Fandom? Hmmm, netral. Tapi hanya music GDRAGON yang selalu masuk otak. Selalu menghapal lirik GD ketika lagu baru rilis. Menyukai music tempo cepat. Menyukai GD bukan berarti seorang VIP. Bocah ingusan ini netral dan hanya aliran music GD yang sesuai dengan gaya anehnya.

ID ada 2 macam. Kuruta Winn dan Plum. Tapi lebih menyukai ID “Kuruta Winn” karena Kuruta diambil dari marga Kurapika di Hunter x Hunter dan karakter dia sesuai dengan gayanya. Plum? Ya, ini ID terpaksa dipakai karena disesuaikan dengan unsur-unsur yang berkaitan “Summer Fiction”. Sebetulnya tidak suka dipanggil dengan “Plum” karena terkesan seperti suara yang dikeluarkan ketika membuang feses.

Oke, sekian. Ini semakin memuakkan jika terus dilanjutkan. Bye!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s