Die Orchidee

Die Orchidee

Die orchidee

By :

Hello Gins feat Chelsea  

| Romance | General | one shot |

Casts :

Kim Sohyun (Child actress) & Do Kyungsoo (D.O Exo)

Jin Jihee & Kim Saeron (Chlid actress)

 cast

Disclaimer :

The character of Kyungsoo is inspired by Korean Drama Gwaenchana Sarangiya

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

Kim Sohyun, siswa kelas 2 Hanlim Art School, pergi menuju area parkir begitu kelasnya selesai tepat jam 1. Setengah jam kemudian, dia harus berada di studio Starlight Entertainment. Dalam sepekan, pasti ada hari di mana dia terpaksa izin absen atau hanya mengikuti dua kelas dalam satu hari.

 

Sesampainya di studio, Sohyun dan keempat temannya langsung latihan menari. Sudah dua bulan mereka berlatih untuk persiapan album baru. Rekaman beres, tinggal koreografi. Jam 11 malam, lima gadis itu masuk ke van yang dikemudikan manager. Ada yang tertidur dalam perjalanan pulang menuju asrama di dekat taman World Cup. Mereka diberi cuti sepekan saat libur summer. Tapi begitu back to school, langsung dihadapkan jadwal ketat launching album baru bulan depan. Mereka tidak keberatan saat tak punya waktu jalan-jalan dan bermain seperti kebanyakan remaja. Bisa tidur lebih dari lima jam sehari juga adalah hal yang luar biasa.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

 

Sohyun duduk di perpustakaan mengerjakan tugas. Do Kyungsoo berjalan mendekat. Siswa itu adalah aktor pendatang baru yang sedang tayang di stasiun SBS. Kyungsoo duduk cukup lama di samping Sohyun sambil menulis cerita fiksi melalui tabletnya. Dia juga dikenal sebagai penulis dengan nama pena D.O. dan sudah menerbitkan dua novel genre thriller. Kyungsoo sadar Sohyun tak menoleh sedikit pun dan mengabaikannya. Hening cukup lama.

“Sohyun-ah, mau pergi nonton bersamaku nanti sore?” tanya Kyungsoo begitu Sohyun menutup buku.

Mianhamnida, aku tak ada waktu kencan,” jawab Sohyun tanpa perlu berpikir.

Kyungsoo tersenyum lebar. “Aku sudah lama menyukaimu.”

“Bahkan tak ada waktu untuk menyukai seseorang,” tambah Sohyun.

Keundae…” Kyungsoo menatap mata Sohyun dan masih memasang wajah ceria.

Mianhamnida, Sunbaenim,” ulang Sohyun lalu menghindari mata bulat berbinar di wajah Kyungsoo.

Kyungsoo tertawa kecil menatap punggung Sohyun. Sementara Sohyun menunduk lesu. Dia selalu memilih mengabaikan seniornya itu setiap bertemu.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

“Kalian tahu? Waktu di taman tadi, Kyungsoo sunbae menatapku sambil menulis. Aku yakin dia terinspirasi olehku,” ucap Kim Saeron berapi-api.

Jin Jihee memandang sinis Saeron yang duduk meyilang kaki sambil memakan kacang.

“Dia tersenyum padaku,” tambah Saeron yang punya badan paling kurus di antara lima gadis itu. “Tanyakan saja pada Sohyun. Dia melihat Kyungsoo sunbae tersenyum manis padaku.”

Si chubby Jihee melirik Sohyun. Sohyun hanya meringis. Tadi siang di taman, Sohyun dan Saeron duduk di taman sambil waktu istirahat. Kyungsoo duduk di bawah sebuah pohon tak jauh dari sana sambil menulis nulis. Sohyun tahu kalau pemuda imut itu tersenyum padanya, bukan pada Saeron.

Malam sebelum tidur, Sohyun dan teman-temannya berkumpul bersama di ruang tengah dormitory mereka sambil nonton drama yang dibintangi Kyungsoo. Mereka tahu kalau Saeron sangat suka Kyungsoo sejak hari pertama masuk sekolah.

 ✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

Jihee cemberut melihat Sohyun tampak asyik menyemprot bunga anggrek di taman sekolah sore setelah mereka mengikuti kelas tambahan.

Hya, harus berapa lama aku menunggumu?”

Sohyun terkekeh. “Kau boleh pulang duluan menyusul Saeron dan yang lain.”

Jihee menjitak kepala Sohyun. “Kalau ada penguntit bagaimana? Aku ini leader dan seorang teman yang baik.”

Sohyun berdiri lalu mencubit kedua pipi Jihee. “Danke, Jin Jihee.” (terima kasih)

 

Baru saja Jihee mau teriak, Sohyun mengajak pergi dan berlari begitu saja. Keduanya tidak sadar, Kyungsoo duduk di atas dahan sebuah pohon, memperhatikan dari tadi. Dia tersenyum lebar sambil memasukan tablet ke dalam back pack lalu turun dari sana.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

Sebulan kemudian,

Kim Saeron membolak-balik halaman akhir sebuah novel dan bagian tengah. Dia juga membaca ulang bagian yang diberi tanda. Lalu Saeron keluar kamar. Keempat temannya sedang menonton acara belajar bahasa Jerman yang sering ditonton Sohyun. Saeron tampak marah dan berdiri di dekat mereka. Dia melempar novel dengan cover warna orange itu tepat di depan Sohyun.

Waegeurae?” tanya Jihee.

Saeron menatap tajam Sohyun. “Bagaimana bisa tokoh wanita dalam novel baru Kyungsoo sunbae sangat mirip denganmu, Sohyun-ah?”

Keempat gadis itu membaca judul novel yang dilempar Saeron : Die Orchidee.

“Suka anggrek, belajar bahasa Jerman, bisa main piano. Dan judul novelnya sama dengan judul lagu yang kau nyanyikan di pentas musik summer,” ucap Saeron sinis.

Sohyun memasang muka datar. “Aku tak tahu apa-apa.”

Niga mibda,” teriak Saeron lalu lari keluar.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

 

Sohyun menyendiri lagi di perpustakaan. Setelah beberapa saat, seseorang duduk di sampingnya. Dari aroma parfumnya, dia tahu siapa orang itu.

“Sudah baca novel baruku? Kali ini aku menulis genre romantis,” ucap Kyungsoo sambil membuka buku.

Sohyun melirik dan Kyungsoo tersenyum lebar.

“Apa karena Saeron, kau selalu mengabaikanku?” tanya Kyungsoo santai. “Gwaenchana. Aku tak punya maksud apapun.”

Sohyun berdiri, mau pergi dari sana.

“Aku hanya ingin berterima kasih dan minta maaf,” kata Kyungsoo.

Sohyun melirik sekilas siswa beralis tebal itu. Kyungsoo melambaikan tangan sebelum Sohyun melangkah.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

 

Kemarin siang Saeron begitu senang setelah menghadiri launching novel baru Kyungsoo. Saeron membacanya langsung setelah sampai di dorm. Dia keluar kamar malam hari setelah selesai membaca. Sampai hari ini, Saeron masih marah.

Sohyun menghela napas panjang di depan lokernya. Begitu membuka loker, sebuah amplop terjatuh. Sohyun mengambilnya lalu membukanya. Sebuah surat dari Kyungsoo. Sohyun melirik sekitar dan memasukan surat ke dalam sakunya lalu pergi.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

 

Sohyun duduk di dalam van yang dikemudikan managernya. Dia baru pulang setelah selesai jadi MC di acara MBC Music Core. Sohyun mengaktifkan jaringan ponselnya setelah dimatikan selama acara tadi. Sebuah pesan masuk melalui aplikasi Dontalk.

KS DO : Aku senang bisa melihatmu menyanyikan lagi lagu Die Orchidee

 

Sohyun baru ingat belum sempat membaca surat Kyungsoo.

 Entschuldigung. (maaf). Karena menulis tokoh di novelku yang sama persis denganmu tanpa izin. Juga memakai judul yang sama dengan lagumu yang pernah dinyanyikan di pentas musik sekolah. Karena selalu mengganggumu di perpustakaan. Danke. (Terima kasih). Karena menjadi inspirasi yang hebat untukku, membuatku belajar bahasa Jerman. Danke, kalau kau mau datang menemuiku di taman sungai Han setelah matahari terbit. Setelah itu, aku tak akan mengganggumu lagi.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

 

 

Sohyun berlari kecil sambil melihat ke sekeliling lintasan jogging di taman sungai Han. Dia memakai setelan training Adidas warna merah dengan kepala ditutup hoodie. Matahari sudah terbit dari tadi tapi Sohyun tidak melihat Kyungsoo. Lalu dia pun berhenti di pinggir sungai.

Sohyun tersentak saat tiba-tiba sebuah earphone dipasangkan seseorang di telinga kirinya. Gadis itu melihat Kyungsoo berdiri di sampingnya, memakai training biru dan topi hitam. Kyungsoo tersenyum manis.

“Ini sebuah lagu bahasa Jerman yang bagus.”

Sohyun tersenyum kecil. “Aku sudah datang. Katakan kenapa aku harus ke sini?”

Kyungsoo tertawa. “Berkencan.”

Sunbae!” Sohyun mencopot earphone.

Kyungsoo terkekeh. “Aku bercanda. Hanya mau mengatakan sesuatu.”

Mwo?”

Entschuldigung. Aku membuat hubunganmu dan Saeron memburuk.”

Semua orang sekelas Sohyun tahu kalau Saeron sangat menyukai Kyungsoo. Ada juga yang tahu kalau Sohyun adalah tokoh utama dalam novel Kyungsoo. Jadi tidak heran Kyungsoo sudah tahu hubungan.

Gwaenchana. Hal seperti ini sudah sering aku lihat di drama atau cerita fiksi. Aku rasa Sunbae tahu harus bagaimana.”

Kyungsoo tertawa. “Komawo. Aku akan minta maaf pada Saeron dan menjaga jarak denganmu.”

“Tidak usah. Itu hanya akan menyakitinya.”

“Setidaknya kau tak melarangku untuk tetap menyukaimu, kan?”

Sohyun melirik Kyungsoo. “Menyukai sesorang itu hak semua orang. Aku tak akan melarang.”

Kyungsoo tertawa lagi. Matanya tampak berbinar terang. “Kau juga berhak menyukai seseorang meski temanmu menyukai orang itu,” timpal Kyungsoo sambil mengedipkan sebelah mata.

Sekarang giliran Sohyun tertawa. “Rasa percaya dirimu sangat tinggi, Sunbae.”

Kyungsoo meraih tangan kanan Sohyun dan memberikan sesuatu. “Tapi itu benar, kan? Danke, Kim Sohyun,” ucapnya lalu mengacak-acak poni Sohyun sebelum berdiri.

Sohyun tersenyum melihat Kyungsoo berlari mundur sambil melambaikan tangan. Dia melihat benda yang diberikan Kyungsoo tadi. Sebuah bros bunga anggrek warna ungu yang cantik.

✿✿ Die Orchidee ✿✿

Advertisements

3 thoughts on “Die Orchidee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s