Honey Doojooni

Honey Doojooni

Ich liebe dich, Honig

honey doojooni

 

Chelsea

Mareiage Life – Romance PG17Ficlet -1.000 words

 

Starring :

Yoon Doojoon [Beast]

Jo Eunhwa (OC)

 

This fiction written before Kick Off ends .

It was inspired by Kick Off, imaging the life of JoonHwa couple after marriage.

Enjoy reading

Honey Doojooni

 

Gutten morgen!”

Aku mengerjapkan mata, mencoba membukanya setelah mendengar suara bass lembut dan sengau itu.

Chu!

Mataku terbuka sempurna merasakan ciuman hangat di pipi. Aku terlentang dan melihat seorang namja mengenakan singlet hitam dan training biru sedang tersenyum. Tanpa menunggu reaksiku, dia membalikan tubuhnya berjalan menuju kamar mandi. Aku melirik jam dan segera bangkit.

Aku beranjak ke dapur, menyiapkan sarapan untuknya setelah membasuh wajahku.

Honey Doojooni

 

Sandwich,omlete, fruit salad, dan susu sudah kutata rapi di meja. Aku melirik jam dinding di ruang makan ini dan bernapas lega karena tidak terlambat menyiapkan sarapan untuknya. Aku merasakan dua lengan kekar memeluk pinggangku dari belakang. Wangi yang maskulin namun lembut dan hangat terasa memenuhi ruang napasku.  Aku menoleh ke kanan belakang sambil mengangkat wajah. Namja yang sudah berpakaian rapi dan wangi ini tersenyum menatapku. Rangkulan ini masih saja membuat tubuhku merinding dan dia merapatkan tubuh kami.

Aku menatapnya dengan sesal, “Entschuldigung, aku hampir terlambat menyiapkan sarapan untukmu.” (maaf)

Dia terkekeh kecil dan mencium pipiku. “Gwaenchana, Jungjeon.” (Ratu, sebutan untuk isteri raja Joseon)

Dia pun melepaskan pelukannya dan duduk. Jungjeon? Sesekali dia memanggilku begitu setelah kami menikah enam bulan lalu.

Aku ikut duduk menemaninya. Dia harus berangkat lebih awal pagi ini ke tempat latihan. Karena kemarin demam, aku tidur lelap sampai hampir terlambat bangun.

“Awas kalau kau memaksakan diri bekerja hari ini,” ungkap suamiku mengeluarkan nada diktatornya.

Aku terkekeh. “Don’t worry, Honey Doojooni. Aku sedang malas.”

Dia tersenyum kecil lalu menikmati makanannya.

Entschuldigung, kalau tidak suka sarapan pagi ini.”

Doojoon tertawa. “Suka tidak suka, aku tetap makan. Bahkan omelete gosongmu.”

Aku menunduk malu. Aku memang tidak suka memasak. Dan di hari pertama kami menepati apartemen di kota Dortmund ini setelah pulang bulan madu enam bulan lalu, aku memasak omelete gosong.

Doojooni, dia tidak keberatan aku memanggilnya seperti itu. Aku merasa lebih dekat saat memanggilnya begitu. Kutatap wajahnya dengan seksama. Wajah yang kusuka dan aku lihat setiap pagi sebelum bertemu matahari. Kulitnya sedikit lebih gelap dibanding orang Korea kebanyakan. Sepasang mata kecil yang sering memperlihatkan tatapan jahilnya. Mataku turun pada bibirnya yang selalu menghujaniku dengan omelan juga ciuman. Bunny teeth-nya yang cute, garis rahangnya yang tegas, jjidatnya yang agak lebar, hidungnya yang bangir.

“Memikirkan apa?” selidiknya dengan mata memicing.

Aku pura-pura acuh.Nichts.” (tak ada)

Doojoon tersenyum tipis. “Semalam kau mengigau.”

Jinja?” tanyaku.

Dia mendekatkan wajahnya. “Kau memanggilku Jusang Jeonha.” (yang mulia raja).

Aku mendelik. “In your dream.”

Ihre,” timpalnya.(yours)

Aku mengalah. Malas debat dengan atlet sepakbola itu. Dan konon dia mencintaiku karena aku juga suka sepakbola. Aku yang tidak cantik, tidak seksi, tidak populer, ternyata jadi yeoja yang ingin dia nikahi. Ya Tuhan, kenapa aku ingin memeluknya sekarang?

Setelah makan, Doojoon minta membereskan meja makan sendiri dan menyuruhku istirahat di ruang tengah. Bahkan saat aku heran kenapa pakaian kotor sudah dicuci, dia berkata dia yang melakukannya.

“Jangan bilang Yoon Doojoon juga membersihkan lantai,” ungkapku.

I did,” teriaknya dari dapur.

Aku menganga sejenak. Apa kalau istrinya sakit, baru dia mau bersih-bersih? Dia tidak serapi penampilannya. Dia sering melempar baju dan kaos kaki kotor sembarangan. Selalu membiarkan piring kotor sampai aku cuci.

Honey Doojooni

 

Aku mengantar Doojoon sampai ke pintu. Dia menghadapkan tubuhnya sebelum membuka pintu. Aku tersenyum memandangnya kagum. Suamiku tetap tampan dan gagah dengan T-shirt putih, training dan jaket Borussia Dortmund. Rambut klimisnya tersisir rapi dengan belahan di kiri. Aku menaikan resletingnya sampai menutup leher dan dia menurunkan kepalanya, membuat wajah kami berdekatan.

“Aku pikir kau hamil,” ucapnya dengan tatapan seduktif.

Ye?” tanyaku sambil melotot.

Doojoon tertawa kecil. Kemarin malam pulang kerja, aku masuk angin. Muntah, demamm, dan pusing. Doojoon langsung membawaku periksa ke dokter. Aku hanya stres terlalu capek.

Mianhae,” ucapnya.

“Untuk?”

“Aku pikir, kau terlalu lelah mengurusku,” jawabnya sambil tersenyum.

Aku tertawa. “Syukurlah kalau Yoon Doojoon sadar bahwa menjadi istrinya bukan hal mudah.”

Doojoon terkekeh lalu menariku ke dalam pelukannya. “Aku sebenarnya hanya suka mendengar omelanmu. Kalau aku selalu rapi, aku bisa gila merindukan omelanmu… Kyaa!

Dia teriak saat aku mencubit perutnya dan menarik diri dari pelukannya. Aku cemberut.

“Jadi selama ini kau sengaja melakukannya?”

Doojoon tertawa puas. Dia tidak menjawab, tapi malah memberiku ciuman kilat di bibir.

Bis später!” (sampai jumpa nanti)

Dia membuka pintu dan pergi sambil tertawa. Meninggalkan aku yang kesal dan ingin memarahaninya.

 

Aku memilih kembali ke kamar dengan perasaan kesal tapi merindukan suamiku. Akhir-akhir ini kami jarang menghabiskan waktu bersama karena jadwal padat Bundesliga dan pekerjaanku.

Honey Doojooni

 

namu restaurant, Dortmund

Aku membuka pintu kamar dan terkejut melihat ranjang rapi. Bahkan kutengok meja rias, tak ada yang berantakan. Bahkan tak ada handuk yang biasa Doojoon lempar sembarang. Daily skincare Doojoon juga berjajar rapi. Aku menyentuh kening, takut demamku memberi efek. Aku duduk di depan meja rias. Aku mendapati secarik kertas memo.

“Get well soon, Jungjeon.

Let’s have a night walk to refresh your mind.

Ich liebe dich, Honig.

 

Aku tersenyum penuh haru. Tiba-tiba saja aku ingin mengejarnya dan memeluknya. I miss you, Honey Doojooni.

Honey Doojooni

 

Sepekan bedrest membuatku cukup bosan. Aku kembali pada rutinitas padatku. Padahal Doojoon menyuruhku resign. Dia bilang gajinya lebih dari cukup untuk hidup di kota Dortmund dan aku sudah pandai memasak. Sebelum berangkat ke klub, Doojoon mengantarku sampai ke depan restoran tempatku bekerja. Baru empat bulan aku bekerja di restoran Korea yang membutuhkan staf keuangan. Aku banyak belajar memasak di sana.

Glück!” ucapnya. (good luck)

Einen schönen tag, Honey Doojooni!” balasku sambil melepas sabuk. (Have a nice day)

Kulihat dia menatapku dengan ekspresi datar. Aku menangkup kedua rahangnya agar wajah kami behadapan lalu mengecup bibirnya sekilas. Tapi tangannya mendorong kepalaku dan membuat kami bercumbu cukup lama. Ciuman seperti ini masih saja membuatku berdebar. Ciuman hangat, lembut, namun terasa posesif. Perlahan dia menarik kepalanya.

Doojoon tersenyum lebar. “Kau tahu kenapa aku memintamu resign?”

Warum?” (kenapa)

“Kau tidak boleh terlalu lelah agar cepat hamil,” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata.

Aku tersenyum kecil. “Kalau tak ingin aku terlalu lelah, jangan jorok dan membuat rumah berantakan. Itu saja.” Aku juga mengedipkan sebelah mata dan dia tertawa kecil

Honey Doojooni

 


Advertisements

23 thoughts on “Honey Doojooni

  1. waaaaa udah lama bgt aku ga ngunjungin paradise,,, abisnya sibuk dg tugas” jdi ga smpt 😉

    ho ternyta da partnya doojooni tha?? 😀

    aahh doojoon baik bgt sih.. pengertian pula, bener2 suami idaman pokoknya.. :v

    smoga aku bisa sering” mampir kesini,, 🙂

    1. Annyeong Ouzcha. Long time no see.
      Makasih banget ya inget FF kami.
      Welcome back dan thanks buat komennya,
      Fighting buat tugasnya 🙂

  2. Demi apa!!! Kangen banget sama blog ini eonni 😦 terakhir baca kick off,itupun lupa part berapa -_- dan sekarang…tiba2 dujun-eunhwa udah nikah….ketinggalan banget ya……

  3. Halllooooo eonnii 😀
    kangen banget sama FF disini,,terakhir baca FF Kick Off ,,itupun lupa part berapa >.<

    dan sekarang ketemu sama ini FF ,,tau2 udah nikah mereka berdua..sungguh aku ini kudet banget -_-

  4. Annyeong, Gee Eonni. This is simple FF. Gak berbelit dan gak ada konflik yg berat. Wkwk
    Iri bnget ma duo couple ini. Romantis abis.
    Doojoon klo mau Eunhwa cepetan hamil, tetep berusaha keras dunk wkwkwk

    Love

    1. annyeong
      Dulu nulis ini abis part Keep the Blue Flag Flying High sambil queueing part selanjutnya 😀
      kan kita udah bahas endingnya sejak awal
      mana dong part Jongi?

      kamsahamnida

  5. kyaaa~ eonni ini yang aku tunggu sequel dari Kick Off , sepertinya ini bukan sequel 😀 .. Udh lama gk pernah buka blog eonni ini, dan aku banyak ketinggalan cerita 😀 .. Okelah untuk pembuka aku baca FF ini, astaga Yoon Doojoon kau membuatku jatuh cinta untuk kedua kalinya, sayang XD *ditabokeunhwa ,, ah ya eonni .. Aku kurang suka dengan penjabaran kata2 nya yang menggunakan pola pikir pemain. Lebih suka yang menceritakan setiap adegan adalah author .. Tapi untuk keseluruhan aku suka 🙂

    1. emang bukan sequel beneran. cuma ambil dari sana aja.
      Unspoken tuh beneran Kick Off
      welcome back.
      Pogoshippo dan makasih banyak 🙂
      nanti saya post sequel beneran

    1. Thanks komennya 😀
      bukan pengantin baru juga. Kan ditulis 6 bulan lalu. Ini sebenarnya di luar Kick Off. Hanya ngambil dari sana. Kalo di Kick Off, bulan juni 2014, Eunhwanya udah hamil n DJ ga ke Jerman

  6. Wuissss, mulai keluar sequel-sequelnya hahahah
    Ini ringan, tapi begitu hangat halaaaahh lupakan
    Mau komen apa, ya? Gak ada yang perlu dikomenin karena ini so sweet. Kapan coba saya bisa bikin genre kayak gini huhuhu

    1. Komen di sini aja. Sweet dan berbekas. Fantastic Four PF ngak bisa jauh2 dari Kick Off. Kalo Wina mau nulis bagian lain KO diijinkan kok selama sesuai konsep PF. Kemarin malah rekues chelsea nulis part Myungsoo di London

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s