The Last Race

TheLastRace

Flash Fiction MotoGP

By :

 Chelsea

|Flash Fiction : 490 words|

Disclaimer :

Flashfiction ini diikutsertakan dalam Giveaway Perjalanan oleh @ManDewi

 

Valencia,

3, 2, 1, go!

Ketika bendera itu terangkat, semua pembalap langsung tancap gas. Kulihat rider nomor 93 yang tadi berbaris paling depan melaju kencang tapi didahului rider yang berjajar di grid belakang. Motor-motor yang tampak bagai semut dari kejauhan itu berderet terlalu dekat. Andai seorang rider jatuh, bisa membuat efek domino.

Rider dengan motor biru melesat paling depan, diikuti rekan satu tim si rider nomor 93. Setelah menjauh dari garis start, kumpulan rider pun memencar menjauh sesuai kemampuan mereka melajukan kuda besi yang mereka tunggangi itu.

Satu putaran berlalu dan rider biru nomor 99 tetap paling depan, diikuti rider nomor 26. Si nomor 93 berada di urutan ketiga. Dia adalah rider muda dan ini musim pertamanya mengikuti turnamen bergengsi ini. Dia tampak bermain aman dan santai tapi berjaga agar tidak dikejar oleh lawan-lawannya.

Di titik-titik tertentu, dia melihat rekan satu timnya, si nomor 26, salip menyalip dengan si rider biru selama beberapa putaran. Setelah melalui sebuah tikungan, rider 26 hendak menyalip rider biru. Rider  biru mencegahnya dengan menyeret motor birunya ke samping kanan track, rider 26 pun terdesak dan keadaan itu dimanfaatkan rider 93. Dia segera melesat menyalip dua seniornya itu dari kiri. Tepuk tangan dan sorak pun menggema. Banner bertuliskan nama dan nomornya tampak berkibar diangkat oleh para fans. Dia adalah kandidat juara terkuat tahun ini. Hanya terpaut beberapa poin dengan rider biru yang menempati posisi runner up di klasemen. Dia tidak perlu menjadi rider tercepat di seri terakhir ini, tapi tidak berarti posisinya aman. Itulah alasan lelaki yang baru berusia 20 itu tampil sedikit santai.

Dia harus menjaga posisinya untuk mendapat nilai cukup tapi tak boleh jatuh. Andai dia terjatuh atau tertinggal jauh, mahkota yang sudah ada di depan mata harus dia relakan pada rider biru. Baru saja rider biru kembali melesat menyalipnya tapi dia tidak mengejar. Dia tidak mau ambil resiko terjatuh kalau tampil agresif seperti biasa. Tapi dia tetap tak ingin melewati balapan terakhir ini tanpa tantangan. Dia tetap melaju cepat dan tak membiarkan rider lain mendahuluinya.

Meskipun dia bermain aman, tapi jantungku mau meledak beberapa kali sejak dua seniornya itu saling menyalip. Ini balapan terakhirnya yang aku saksikan sejak awal musim semi lalu melihatnya pertama kali beraksi di sirkuit Losail, Qatar. Dari semua 18 sirkuit yang dikunjungi tur turnamen motor kelas paling bergengsi ini, seri terakhir inilah yang paling mendebarkan. Setelah melewati tiga musim, mengelilingi dunia dan melintasi benua, inilah akhir perjalanan para rider  dalam musim race tahun 2013.

Akhirnya para rider yang tercepat sudah memasuki lap akhir. Official tim orange tampak tegang menanti pembalapnya melewati garis finish. Rider biru melewati garis finish lebih dulu disusul rider orange nomor 26. Rider nomor 93 pun melewati garis finish dan sorak pun menggema di sirkuit itu meski beradu dengan angin musim gugur. Dia akan berdiri menerima mahkotanya dan mencatat rekor sebagai juara termuda sepanjang sejarah.

Aku pun tak akan berhenti streaming sampai melihatnya berdiri di atas podium terakhir tahun ini.

 

 

 

 

 

Advertisements

14 thoughts on “The Last Race

  1. Waaahh bca the last race jd inget Marquess pasti terinspirasi dr dy yah?? Keceeeeeeeee huhuhuhu
    Cuman eonn, ada sdikit bgt itu ending nya yg typo hehe mian 🙂 coba cek paragraf t’akhir..
    Selebih’y keceeeeee ^^

    1. Annyeong Nana 😉

      si bungsu di antara para juara ini kaya kisah film balapan aja. Tapi kaya seniornya yang udah pensiun dini 😥 hiks kangen Stoner. Sama2 rookie yang langsung jadi juara.

      well, Nana berasa liat di podium kah?
      Berarti Nana cwek yang bawain medal sama bir 😀
      -V-

      Gracias!

      1. pernah nonton driven besutan sylvester stallone? kata org film gagal tapi buat saya, saya belajar banyak di film itu. Racer F1. Klop saat itu lagi suka pembalap Finlandia yang cool.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s