Autumn Blossom

Autumn Blossom

autumn blossom

By :

Chelsea 

| Romance | General | Ficlet : 914 words|

 

 

Casts :

Lee Jong Suk

Seo In Jung [OC]

Seo In Guk

autumn blossoms

Kamsahamnida,” ucapku waktu menerima satu cone es krim vanilla setelah membayar pesanan untuk kubawa pulang.

Pelayan berkata, es krim ini gratis dari Hollys bingsu yang kubeli. Aku membalikan tubuh menuju pintu masuk. Kujilat es krim lembut ini dan mataku tertuju pada meja di sudut kiri coffee shop ini.

Geu namja

 Aku perhatikan setiap sudut wajah namja yang sedang konsentrasi pada ponselnya sementara tangannya memegang cup latte. Wajah tampan cute, matanya berkesan playful. Sepasang alis tebal, rambut tertata dengan style poni miring. Bibirnya tebal dan membentuk kurva sempurna.

Ah, dia memang namja itu.

Yang wajahnya tak mudah aku lupakan. Kulihat keningnya berkerut lalu dia melakukan empat gerakan cepat : menyesap latte, memasukan ponsel ke dalam saku kemeja, berdiri dan mengambil.

 Aku cepat-cepat keluar duluan, khawatir dia tahu kalau aku terpaku beberapa saat memperhatikannya.

autumn blossoms

 

Aku bernafas lega begitu sampai di depan pintu masuk Hollys coffee dan berdiri di trotoar. Kulihat barisan pohon ginkgo di taman ujung jalan sana tampak terang. Mereka terlihat seperti lautan  gold pearl.

 Sekitar dua pekan lalu, aku dan teman-teman sepekerjaan mengunjungi coffee house ini untuk menikmati kopi panas karena di luar turun hujan. Kami bermain truth or dare. Aku mendapat  giliran tantangan dan memilih dare karena truth kuanggap mengganggu privasi. Aku disuruh bertanya pada seorang namja yang tampak duduk sambil menikmati sejenis hollycino sambil browsing melalui tabletnya. Aku harus bertanya berapa jumlah mantan pacarnya.

Kedengar derap langkahnya mendekat dan mencium aroma musk yang maskulin yang lembut. Dia berjalan melewatiku, menuju mobilnya yang ternyata terparkir di depanku. Dia memegang daun pintu mobil dan melihat sekilas ke arahku. 

 

Namja yang memakai kemeja putih dan celana abu tua itu membuka pintu dan hendak masuk. Tapi dia menegakan kembali tubuh tingginya.

 

Aku segera melempar pandangan ke seberang jalan, takut ketahuan memperhatikannya dan dia ingat apa yang kulakukan malam itu, menanyakan berapa jumlah mantan pacarnya.

 

Aroma musk itu semakin jelas karena dia berdiri di arah jam  dan jarak kami begitu dekat. Dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. Aku pun memberanikan diri menoleh. Ah, mata playful itu menatapku dan bibir sensualnya membentuk segaris senyum tipis yang manis. Belahan di bibir bawahnya tampak jelas dan tulang pipinya tampak sedikit meninggi. Is he smiling at me, oh?

“Wae?” tanyaku ragu.

Dia malah tersenyum lebar dan merogoh saku jas yang ditenteng di lengan kirinya. Dia memegang saputangan dan mengasongkan tangannya padaku.

Aku melirik ke belakang, tak ada orang selain kami. “Untukku?”

“Hmm,” jawabnya singkat masih dengan senyum kecilnya.

Aku mau bertanya lagi tapi dia meraih tangan kananku. Sentuhannya terasa hangat karena….

Ya Tuhan….

Dari tadi aku mengabaikan hawa dingin di tanganku. Hawa dingin akibat es krimku mencair, menuruni tanganku.

Namja ini melilitkan saputangannya di tanganku lalu menatapku.

“Jangan melamun di jalan,” ucapnya dengan suara rendah khas lelaki dewasa. “Untung hanya es krim yang mencair. Kalau kau tertabrak saat menyebrang jalan di depan sini, coffee shop langgananku akan terasa menyeramkan.”

Dia tersenyum tipis lalu membalikan tubuhnya.

“Jogi,” ucapku membuatnya menoleh. “Kamsahamnida.”

Dia mengangguk lalu hendak berjalan menuju mobilnya. “Keundae, aku merasa kita pernah bertemu sebelumnya,” ungkapky pura-pura sekedar mengetes.

Dia menghadapkan tubuhnya lagi padaku. “Ah, kau juga masih ingat rupanya?”

Ye?” sial, dia ingat.

Dia tertawa kecil. “Wajah sepertimu mudah diingat.”

Dia melambaikan tangan lalu melangkah masuk ke dalam mobilnya.

Aku menjilat es krimku sebelum semuanya mencair. Dia membuka jendela sebelum melajukan mobil.

“Mianhae, aku sedang terburu-buru,  Seo Injung-ssi.

“Mwo?” tanyaku pelan.

Kulihat sedan warna biru metalik itu melaju cepat. Kulihat beberapa daun ginkgo yang terhampar di jalan, beterbangan setelah dilewati mobil itu.

Bagamana dia bisa tahu namaku?

Aku meraih saputangannya yang berwarna abu ini. Cairan vanilla putih dan choco chips sukses mengotorinya. Aku melihat sulaman di salah satu sudut saputangan :  이종석

“Lee Jongsuk?” aku merasa pernah mendengar nama itu.

autumn blossoms

 

Flash back

Mianhae aku sedikit terlambat,” ucap Lee Jongsuk begitu masuk ruang makan sebuah restoran Jepang.

Dia duduk sambil menyilang kaki dan bergabung dengan beberapa orang lain yang sudah duduk mengelilingi meja panjang itu. Jongsuk makan malam bersama teman-temannya sewaktu kuliah.

 Dia melirik Seo Inguk yang duduk di sebelahnya sedang mengetik pesan melalui phablet-nya dengan tampang serius.

“Bagaimana kasus penggelapan dana Amore Hotel?” tanya Jongsuk

Inguk melirik Jongsuk dan tertawa kecil, “Ada sedikit intervensi dari pejabat yang didanai presdir hotel. Cukup rumit.”

Inguk menaruh ponsel di meja dan Jongsuk sempat melihat wallpaper yang terpampang di muka phablet itu. Foto selca Inguk dengan seorang gadis.

“Inguk-ah, apa dia pacarmu?” goda Jongsuk sambil berpikir merasa pernah melihat gadis itu.

Inguk menyeringai, “Apa kami tampak seperti pacaran?” tanya Inguk.

“Kau sudah punya pacar lagi?” tanya salah satu teman mereka yang duduk di depan.

Jongsuk memperhatikan sosok gadis manis yang berfoto dengan Inguk. ‘Ah, dia yeoja yang kutemui di Hollys,’ Jongsuk ingat pada yeoja yang tiba-tiba duduk di depannya dan bertanya berapa jumlah mantan pacarnya. Saat itu Jongsuk terkejut tapi dia melihat sekumpulan gadis di meja arah jam 11 melihat ke arah mereka. Jongsuk menjawab punya 11 mantan pacar. Jongsuk terkekeh mengingat kejadian itu.

“Kalau bukan pacarku, kau naksir?” tanya Inguk.

Lelaki berbibir tebal itu tertawa. “Hya Seo Inguk, apa aku kurang keren sehingga aku harus menaksir pacarmu.”

Inguk menyesap sake menoleh pada Jogsuk yang sedang menyuapkan katsu. “Dia memang bukan pacarku. Tapi aku tak mau mengenalkannya pada playboy sepertimu. Kuberitahu, namanya Seo Injung,” ucap lelaki yang mengenakan kemeja warna azzuri itu.

Ye?” Jongsuk melotot.

Seorang teman mereka meraih phablet Inguk dan melihat foto itu. “Hya Lee Jongsuk, kau tidak pernah bertemu adik Inguk selama kuliah, eoh?”

autumn blossoms

THE END

Advertisements

9 thoughts on “Autumn Blossom

  1. Hallo author.
    Makin kebayang pesona Jongsuk di story ini. Selalu bisa membuat wanita tak berkutik atau tidak berhenti memikirkannya selama hidupnya (agak berlebihan) wkkwkw
    Ditunggu kelanjutannya.

  2. Onnie, bagaimana bisa dirimu membuat cerita yang bagus. Latar, cast, alur, asli deh ah minder

    Jongsuk-ssi, anda terlalu keren, sampai-sampai saya harus menutup mata biar tidak khilaf berkepanjangan heheheheh

    Yuk ah Onnie, LoN mulai masuk

    1. annyeong dear Sista
      well, U don’t need to feel lower than me.
      here I present a simple story with simple intrisics
      you have your own style, so kamu pasti punya banyak kelebihan
      ㅎㅎㅎㅎㅎ Wajar kalo kita khilaf liat cwo keren

  3. Aku suka semua FF karyamu,,
    penggambaran ceritanya benar2 bagus.

    Maaf sebelumnya,
    aku bisa minta PW KO yg selanjutnya gak?
    aku udah komen dan inbok juga tapi belum dibalas.

    1. Annyeong Kyky 🙂
      Mian baru dibales di sini.
      Baca semua FFku, pasti di sini aja kan?
      Well, terima kasih banyak sebelumnya.
      soal PW KO, mian saya tidak memanage fan page
      nanti ditanyain kamu terkahir baca part mana aja
      kalo udah baca berurutan mungkin bakal dikasih

  4. Aku suka dua kalimat dalam ff ini, Chel

    1. “Untung hanya es krim yang mencair. Kalau kau tertabrak saat menyebrang jalan di depan sini, coffee shop langgananku akan terasa menyeramkan.”

    2. “Hya Seo Inguk, apa aku kurang keren sehingga aku harus menaksir pacarmu.”

    And the story begins. Ha ha ha.

    Aku selalu bergidik baca ffmu, minder. Latar, cast dan alur yang cocok. Dan penggambaran Jongsuk, mian, saya rada jealous sama cast yeojanya. Bawa aku ke Hollys cafe, pliss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s