Kick Off Euforia

KICK OFF :

Euforia

Euforia Poster copy

By :

Christie Sue, Chelsea Lee, and thecuties

Friendship | Sport | Romance | Drama | Comedy | PG-17 | Series

Cast :

Lee Chaerin (OC), Cha Seungwon

Other Cast :

Ok Taecyeon (2PM), Nichkhun Horvejkul (2PM), Hwang Chansung (2PM),Yoon Doojoon (BEAST), Son Dongwoon (BEAST), Kim Sunggyu (INFINITE), Lee Sungjong (INFINITE), Kim Myungsoo (INFINITE), Lee Sungyeol (INFINITE), Nam Woohyun (INFINITE), Lee Howon (INFINITE), Jang Dongwo (INFINITE), Kim Minjong, Shin Donghee (SJ), Park Sungrin (OC), Shin Gaeul (OC), Ryu Eunhwa (OC), Ji Eunbi (OC)

Previous parts (just click) >> [1] KICK OFF : Dream Team[2] KICK OFF : El Classico [3] KICK OFF : The Special One [4] KICK OFF : Physical Trainer [5] KICK OFF : Paramedic [6] KICK OFF : Playmaker [7]KICK OFF : You’ll Never Walk Alone 1[8] KICK OFF : Offensive [9] KICK OFF : You’ll Never Walk Alone 2 [10] KICK OFF : Defensive [11] KICK OFF : Flying Dutchman [12] KICK OFF : Derby [13] KICK OFF : Club’s Photographer [14] KICK OFF : Foul! [15] KICK OFF : Home and Away [16] KICK OFF : Charity Shield : Counter Attack [17] KICK OFF : El Nino [18] KICK OFF : Der Bomber [19] KICK OFF : FC Hollywood [20] KICK OFF : Injury Time [21] KICK OFF : First Half [22] KICK OFF : The Dynamite [23] KICK OFF: The Red [24] KICK OFF: Kick and Rush [25] KICK OFF: Man of The Match [26] KICK OFF: Red Devils [27] KICK OFF: The Hammer [28] KICK OFF: La Vecchia Signora [29] KICK OFF: Back Pass [30] KICK OFF: Keep The Blue Flag Flying High [31] KICK OFF: La Viola [32] KICK OFF: The Gunner [33] KICK OFF: Taeguk Warriors [34] KICK OFF: Dummy Run [35] KICK OFF: Nerazzurri [36] KICK OFF: Total Football [37] KICK OFF: La Furia Roja [38] KICK OFF: Fair Play [39] KICK OFF: Pressing [40] KICK OFF: Red Card

。‿。Euforia。‿。

“Manajer Cha, kau yakin ingin menggunakan dark chocolate sebagai rasanya?” tanya Sungrin pada Manajer Cha yang baru memakai celemek. Pria itu mengangguk.

“Hasilnya pasti tidak akan seenak jika menggunakan cokelat,” tukas Sungrin  sambil membantu mengikat celemek Manajer Cha.

Bolehkah aku menyentuh six pack-nya?

“Lakukan saja sesuai keinginanku, ara?”

Algeuseumnida!”

Flash Back On

Doojoon membantu Seungwon menuangkan soju ke dalam gelas kecil. Doojoon baru saja merusak saat-saat istimewa Seungwon bersama Chaerin dan ia sadar kalau Hyung-nya itu ingin mencekiknya karena telah muncul di saat yang kurang tepat yaitu saat ia dan Chaerin sedang berciuman.  Namun akhirnya ketika Chaerin masuk ke apartemennya setelah Seungwon berjanji akan berangkat bersama ke klub besok pagi, Hyung-nya mengajaknya minum soju di warung soju yang paling dekat dengan apartemen mereka.

IMG_4592

“Melihat kejadian tadi kukira Hyeongsu sudah mau menikah denganmu?” tanya Doojoon sambil menegak habis isi gelasnya.

“Aku belum menanyakannya lagi,” jawab Seungwon.

Hyung tahu mengapa aku ingin bertemu denganmu?”

Mengingat cara Doojoon muncul di depan apartemennya membuat Seungwon geram lagi namun itu justru membuat Doojoon terkekeh.

“Tidak sengaja, Hyung. Mian. Aku hanya ingin menyampaikan apa yang dikatakan Eunhwa padaku,” tukas Doojoon meminta maaf tapi Seungwon tahu kalau Doojoon sama sekali tidak menyesali perbuatannya malah ia menikmatinya membuat Seungwon kesal.

Doojoon mendehem.

“Untung Eunhwa tidak seperti Hyeongsu, jadi aku tidak perlu pusing seperti Hyung, ” desahnya berusaha memancing keingintahuan Seungwon. Seungwon menatapnya tajam.

“Katakan apa yang kau ketahui,” pinta Seungwon datar.

“Benarkah Hyung melamar Hyeongsu tapi belum pernah mengatakan menyukainya?”

Ye? Apa itu penting?”

Molla. Tapi Eunhwa bilang Hyeongsu bilang begitu,” jawab Doojoon. Seungwon mendesah. Lalu mengusap wajahnya.

“Kusarankan Hyung, kau harus mengatakannya. Tapi tidak perlu sampai harus seperti drama picisan. Aku akan muntah jika kau melakukannya,” tukas Doojoon.

“Berikan aku saran yang masuk akal!”

Doojoon tersenyum dan Seungwon tahu kalau namdongsaeng-nya dapat diandalkan kali ini.

Flash back off

Sekarang Seungwon sedang menjalankan misi itu. Doojoon memberinya ide yang hebat. Ia harus membuat dark chocolate cup cake dengan bantuan Park Sungrin, ahli gizi PFC. Seungwon tahu kalau Chaerin memang menyukai dark chocolate. Doojoon mengatakan pasti Chaerin akan menghargai usaha Seungwon jika Seungwon berhasil membuat cup cake dengan rasa kesukaannya.

Dan aku tidak perlu menanggung dosa masa lalumu!

Dumme Mensch!

“Manajer Cha, kurasa lebih baik Anda mengganti rasanya menjadi strawberry,” teriak Sungrin mengalahkan suara mixer yang dipegang oleh Seungwon.

Ye?”

“Ganti menjadi strawberry. Yeoja lebih suka strawberry!” teriak Sungrin tepat ketika Seungwon mematikan mixer di tangannya. Suasana dalam dapur umum milik Paradise itu menjadi hening seketika.

Ani! Yeoja yang ini berbeda,” balas Seungwon datar. Sungrin mencebik.

Mengapa semua namja seperti tahu apa selera pacarnya sedangkan Dongwoo tidak pernah memberiku hadiah yang sesuai? Huh!

Apa hubunganku dengan Dongwoo?

IMG-20130516-WA0003

Seungwon kembali menghidupkan mixer tepat ketika beberapa pemain masuk ke dapur. Mereka adalah Kim Myungsoo, Ok Taecyeon, Hwang Chansung dan Lee Sungyeol. Melihat sang pelatih sedang memakai celemek dan berlepotan tepung, mereka cukup terkejut.

“Park Sungrin, sekalipun di dapur kekurangan asisten, tidak seharusnya kau meminta Manajer Cha membantumu!” pekik Taecyeon marah. Park Sungrin yang memang masih kesal kepada Taecyeon mencebik lagi.

“Bukan salahku. Manajer Cha yang memintaku untuk mengajarinya membuat cup cake untuk Lee Byeonsa di pesta nanti,” cerocosnya.

Mwo!”

Andwae!”

Manajer Cha memberi tatapan membunuh tepat ke dalam mata Sungrin yang baru merasa ia telah keceplosan membongkar rahasia. Ok Taecyeon terkekeh, Myungsoo tersenyum nakal.

“Hoho!”

“Boleh kubantu, Manajer Cha?” tanya Sungyeol sambil berusaha merebut mixer dari tangan Manajer Cha. Manajer sangar itu menepis tangan Sungyeol dengan gusar sehingga membuat Sungyeol meringis.

“Kalian akan sangat membantu jika kalian pergi,” tukas Manajer Cha.

“Jangan begitu, Coach,” protes Chansung.

Seungwon mengerutkan keningnya berusaha mengingat kejadian tim ingin membuat kue ulang tahun untuk Kim Seungyu dan semua itu berakhir dengan telur yang jatuh tepat di atas kepalanya.

Melihat mimik wajah Seungwon, Myungsoo juga seakan kembali diingatkan kalau dialah pelaku pelemparan itu. Dan ia merasa tak enak. Sementara tangan Chansung yang usil mengutak-atik cetakan bulat dan mencicipi parutan cokelat kasar di piring. Seungwon menatapnya tajam.

“Kalau boleh aku mengusulkan, Coach, bentuk cup cake-nya jangan sesederhana ini,” tukas Chansung sambil mengangkat salah satu cetakan mungil.

Manajer Cha menunggu Chansung melanjutkan kata-katanya meskipun ia sadar tidak ada hal waras yang akan disampaikannya.

“Bentuk ikan hiu saja. Unik!” celetuk Sungyeol.

Lagi.

Seungwon meringis sebelum menatap tajam pada Sungyeol. Sungyeol diam sambil menutupi bibir merahnya dengan tangan.

“Bentuk boxer!” ceplos Taecyeon. Seungwon memberinya tatapan membunuh.

Setelah aku selesai dengan ini, kau selanjutnya.

Chansung terkekeh.

“Mengapa tidak sekalian bentuk thong leopard saja?”

KHA!!!!”

Seungwon benar-benar  meledak dan jika mereka tidak segera keluar, ia yakin ia akan melemparkan adonannya mengenai wajah mereka.

“Kita pergi saja,” bisik Myungsoo sambil menarik Sungyeol.  Chansung dan Taecyeon juga mengikutinya.

“Jangan katakan apa-apa pada Lee Byeonsa atau,”

“Kalian mati!” sambung Sungrin.

Algeuseumnida!” jawab mereka berempat serempak. Tetapi agak jauh, Seungwon mendengar suara Chansung, “ Hidup skandal!”

Seungwon meringis sementara Sungrin juga tersenyum serba salah.

“Berapa lama kuenya selesai dipanggang?” tanya Seungwon ketika adonan tepung itu selesai dibuat.

“Sekitar enam puluh menit,” jawab Sungrin. Seungwon melirik jam berbentuk dinosaurus berwarna hijau di dinding dapur.

“Mengapa ada jam aneh di sini?” tanya Seungwon.

“Jangan begitu Manajer Cha. Menurutku Dinosaurus adalah binatang yang sangat menggemaskan,” tukas Sungrin sambil melirik jam dinding itu. Manajer Cha hanya mengangguk tanpa mengatakan apa-apa lagi. Ia sibuk memperhatikan adonan yang kini sudah dimasukkan dalam mesin pemanggang itu.

Lima belas menit pertama, Seungwon berjalan mondar-mandir sambil beberapa kali melihat omesin pemanggang dan mengulangi pertanyaan yang sama, “Berapa lama lagi?” atau “Apa ini akan berhasil?”

Ini berlangsung terus sehingga Sungrin tidak tahan dan mengusir Manajer Cha dari dapur. Ia berjanji akan segera memanggil Manajer Cha jika kuenya sudah selesai dipanggang. Manajer Cha dengan enggan meninggalkan dapur setelah Sungrin mengatakan kalau karena ketidaksabarannya mungkin saja kue itu akan hancur.

Dongwoo menunggu Sungrin keluar dari dapur sambil mengantukkan kepalanya ke dinding. Ia berharap ia tak akan bernasib sial lagi kali ini. Ia sudah menunggu lebih dari lima belas menit ketika akhirnya ia melihat sebuah bayangan keluar dari dapur umum. Namun orang itu bukanlah Sungrin melainkan Seungwon.

“Manajer Cha,” sapa Jang Dongwoo. Seungwon agak terkejut melihat Dongwoo berapa di sana.

“Mengapa kau berada di sini?”

Nan…”

Jang Dongwoo, matanya menatap ke arah pintu masuk ke dapur umum. Manajer Cha akhirnya mengerti kalau Dongwoo ingin menemui Park Sungrin. Ia terkekeh.

“Gadis aneh itu mengatakan kalau Dinosaurus adalah binatang yang menggemaskan.”

Ye?”

Tiba-tiba Jang Dongwoo mendapatkan ide yang luar biasa. Ia tertawa.

Kamsahamnida Manajer Cha,” ucapnya sebelum meninggalkan Manajer Cha.

Manajer Cha kembali ke ruangannya yang terletak di lantai empat. Ia tidak menggunakan lift namun menggunakan tangga.

Sejak kapan aku menyukai menggunakan tangga seperti Chaerin? Huft.

Ah, tapi menggunakan tangga itu bagus untukku, sanggahnya sendiri.

Ia pun berlari menaiki tangga sampai ke lantai empat. Ketika melewati ruangan milik Chaerin, ia melihat pintu ruangan Chaerin terbuka dan yeoja itu sedang mengetik di layar S4-nya. Seungwon melangkah masuk tanpa ragu.

Gutten tag, Schöne Dame!” [Selamat siang, Wanita Cantik.]

Chaerin meletakkan S4-nya begitu mendengar suara bass itu. Seungwon duduk di depannya sambil memperhatikan layar S-4 Chaerin. Ia baru saja memainkan candy crush saga.

“Bagaimana bisa kau sampai ke level itu?” tanya Seungwon. Chaerin tertawa kecil.

“Si kecil Seungyu yang main, aku hanya melanjutkannya,” jawabnya.

“Aku tidak bisa melewati level 33,” keluh Seungwon. Lagi-lagi Chaerin tertawa.

“Tidak heran,” gumamnya jail. Seungwon memasang wajah cemberut.

“Kau meliburkan semua pemain dari latihan pagi ini?” tanya Chaerin. Sejak ia datang dari pukul tujuh, ia tidak melihat seorang pun berada di lapangan. Sementara pekerjaannya juga telah selesai sehingga ia bisa bermain game sebelum Seungwon masuk tadi. Seungwon mengangguk.

“Ini hari yang istimewa buat semua pemain dan staf PFC. Aku tidak ingin ada yang tampak kelelahan di gala dinner malam ini,” sergah Seungwon sambil duduk  di depan meja kerja milik pengacara itu.

Eoh.”

“Bagaimana kalau kita berangkat bersama?” tanya Seungwon sambil menatap Chaerin. Chaerin tersenyum kecil.

“Kau terlambat, Manajer Cha, ada yang sudah mengajakku,” balas Chaerin. Seungwon cemberut, bibirnya terbentuk sempurna di bawah kumisnya.

Nugu?” tanyanya penuh selidik. Lagi-lagi Chaerin tersenyum.

“Jangan katakan kau cemburu padaku, Oppa,” jawab Eunhwa. Manajer PR Paradise itu berdiri di depan ruangan Lee Chaerin dengan kemeja lengan pendek berwarna gading dengan rok pensil berwarna hitam. Gadis itu tampak elegan.

“Kau merebut pasanganku, Eunhwa-yaa,” ujar Seungwon pura-pura marah. Eunhwa terkikik.

“Kali ini saja, Oppa,” balasnya.

“Apa kalian berdua akan bicara terus tentangku seolah aku tidak berada di sini?” sindir Chaerin pedas. Eunhwa tertawa.

“Tadi aku ingin mengajakmu makan siang bersama. Sekarang karena Eunhwa di sini, bagaimana kalau kita makan siang bertiga?” tanya Seungwon walaupun ia berharap Eunhwa menolaknya. Chaerin menggeleng.

“Aku mau ke hotel, memastikan persiapannya baik-baik saja. Aku akan makan siang di sana,” tolak Chaerin. Seungwon hilang semangat.

“Semuanya baik-baik saja, eoh, Lee Byeonsa?” tanya Eunhwa. Chaerin mengangguk.

Geunyang…. untuk memastikan saja. Kalian berdua makan siang saja tanpaku,” tukas Chaerin sambil berdiri dan menyimpan S-4nya ke dalam tas kerjanya yang berwarna biru dongker lalu menjinjingnya di bahu. Eunhwa sudah menjadi milik Doojoon, tidak ada alasan bagi Chaerin untuk mencurigai hubungan Seungwon dan Eunhwa lagi.

Seungwon teringat kalau ia masih punya misi yang harus segera  diselesaikannya lagi didapur dan ia tidak ingi Chaerin tahu hingga merusak kejutannya.

“Aku tak bisa mengantarmu, ada yang harus kubereskan,” tukas Seungwon dengan nada menyesal. Chaerin tersenyum manis sambil menggeleng.

Gwaenchana, Lotte Hotel tidak jauh dari sini,” tukasnya riang. Seungwon mengeluarkan kunci mobilnya yang berlambang Mercedez Benz dan menarik lengan Chaerin, lalu meletakkan kunci itu ke dalam tangan Chaerin. Chaerin tertegun menatap namja itu. Eunhwa malah tersenyum kecil menyaksikan adegan itu.

Lee Byeonsa, bukankah sudah kukatakan padamu?

Seungwon mengangguk pada Chaerin.

“Pakai saja Lee Byeonsa, bila perlu pamer ke Doojoon kalau kau punya mobil mewah,” goda Eunhwa usil.

Achtgeben,” bisik Seungwon dengan suara rendah. [Hati-hati.] Akhirnya Chaerin mengangguk dan menerima kunci itu.

Jal ga!” pamitnya pada Seungwon dan Eunhwa. Seungwon masih saja bengong ketika Eunhwa berkata, “Doojoon bilang Oppa sangat menyayangi mobil itu tapi sekarang ada yang lebih Oppa sayangi.”

Seungwon mendesah tak jelas sambil menatap punggung Lee Chaerin yang menghilang.

。‿。Euforia。‿。

Aigoo, cup cakes-nya tidak manis sama sekali persis seperti Lee Byeonsa,” gerutu Sungrin setelah mencicipi cup cake yang sudah dihiasi potongan kasar dark chocolate kesukaan Lee Chaerin. Seungwon memberi tatapan horor  pada Sungrin dari tempatnya berdiri membuat Sungrin terdiam dan menunduk lesu.

Apa salahnya dengan rasa strawberry?

“Sentuhan terakhir.”

Seungwon mengeluarkan sesuatu dari sakunya yang sudah dipersiapkannya. Sesuatu yang berkilau. Ia tentu saja berharap kilaunya akan sama dengan mata Lee Chaerin ketika melihatnya. Namja itu meletakkan barang mungil itu di atas hiasan cup cakes yang baru saja selesai dibuat.

Sungrin menahan nafas melihat semua itu. Ia berpikir andai saja ada seorang namja yang rela berlepotan cokelat di dapur  untuk membuatkan cup cakes istimewa untuknya. Meskipun rasanya sama sekali tidak manis.

Seungwon mendekati Sungrin dan memegang kedua bahunya sambil menatapnya.

“Sekarang, bisakah aku mempercayaimu untuk membawa cup cakes ini ke pesta dan berjanji untuk menjaganya?” tanya Seungwon serius.  Sungrin mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia seperti wanita-wanita lainnya yang terpesona oleh daya pikat Seungwon meskipun kadang-kadang Seungwon tidak menyadari ia melakukannya.

Ne, akan kulakukan.”

。‿。Euforia。‿。

Lee Chaerin menatap Ryu Eunhwa yang sedang menyetir mobilnya menuju Lotte Hotel, tempat pesta ulang tahun Paradise Football Club akan digelar. Eunhwa mengenakan tube dress warna hitam melirik Chaerin yang  mengenakan gaun model dewi Romawi berwarna hot pink.  Gaun Chaerin melebar di bagian bawah.

eunhwa

Waeyo, Lee Byeonsa?” tanya Eunhwa ketika menyadari Chaerin masih saja menatapnya dengan rasa heran.

“Sejak kapan kau ikut jadi tukang pamer?” tanya Chaerin . Ia berusaha menghindari nada ketus dalam nada suaranya supaya Eunhwa tidak tersinggung.

“Maksud Lee Byeonsa?”

Chaerin mengikik.

“Aku mengumpamakan pengendara two seats adalah seorang tukang pamer. Mereka tidak suka memberi tumpangan pada orang lain,” tukas Chaerin.

“Tapi Doojoon pernah memberi tumpangan padamu. Dan kau cukup sering diberi tumpangan oleh Seungwon Oppa,” tandas Eunhwa. Tapi selesai berkata demikian ia berpikir lagi.

Two seats, tukang pamer.

Eunhwa tersenyum lalu makin lama senyumnya makin lebar. Sementara Chaerin juga ikut tertawa.

“Kukira aku setuju kalau mereka memang tukang pamer,” tukasnya.

“Eunhwa ssi, bolehkah aku bertanya padamu?” tanya Chaerin. Eunhwa mengangguk walaupun matanya masih menatap lurus ke jalanan. Chaerin menarik nafas sebelum berucap membuat Eunhwa was-was.

“Sejak kapan kau mulai menyukai Doojoon?”

Eunhwa tertawa kecil, membuat Chaerin cemberut, “Aku serius,” tegas pengacara itu

Eunhwa menoleh sekilas sambil tersenyum. “Belum lama sejak aku bergabung di Bluewings. Tapi waktu itu tak terpikir untuk jatuh cinta padanya. Wae?”

“Katakan apa yang membuatmu menyukainya?”

“Karena dia menyukai anak-anak. Lee Byeonsa tahu kalau aku tak pernah melihat ayahku,” jawab Eunhwa. “Mengetahui Doojoon sangat peduli pada anak-anak, membuatku terbayang bagaimana kalau dia jadi ayah suatu saat nanti. Seorang yeoja akan sangat beruntung kalau Doojoon adalah ayah dari anak-anaknya.”

Chaerin tersenyum mendengarnya. “Kau adalah yeoja beruntung itu.”

Eunhwa terkekeh. “Thanks. Tapi kalau orang berpikir aku menyukainya karena dia pemain bola hebat dan tampan, aku tidak menyangkal. Aku juga yeoja normal.”

Kedua yeoja itu tertawa bersama. “Di PFC juga ada beberapa pemain hebat dan tampan,” ucap Chaerin. “Hati-hati tergoda salah satu dari mereka.”

Geokjeongmal,” tanggap Eunhwa. “Selama Doojoon tak memberiku ruang untuk diisi namja lain.”

“Tadinya aku berharap dapat pergi bersama Ji Seonsaeng dan ahli gizi cerewet itu . Tapi Sungrin menolak. Katanya ia harus mengurus sesuatu,” tukas Chaerin sambil mencibir.

“Apa yang ia sibukkan? Kukira ia hanya pergi ke salon saja,” tambah Eunhwa. Lagi-lagi mereka cekikikan.

Eunhwa menghentikan mobil ferrari merah itu tepat di depan parkir vallet Lotte World Hotel Seoul. Ia membuka pintu mobil diikuti oleh Chaerin di sebelah kirinya yang mengepit cluth berwarna emas. Petugas vallet mengambil kunci dari Eunhwa lalu membawa mobil mewah itu pergi.

lotte2

Lets have party,”  bisik Eunhwa sambil menggandeng lengan Chaerin. Walau ia berharap Doojoon-lah yang menemaninya malam ini tetapi ia harus menerima kalau Doojoon bukanlah bagian dari PFC, jadi ia cukup senang bersama Chaerin. Paling tidak, ia tidak perlu sendirian melangkah masuk ke dalam hotel mewah itu.

Namun belum lima langkah berjalan, tiba-tiba sebuah mobil limosin berwarna putih berhenti di depan hotel dan menarik perhatian tamu-tamu lain. Pintu terbuka ketika Eunhwa dan Chaerin menoleh. Dan mereka terkejut.

Limousine-Wedding-Cars7676473673674

Nichkhun keluar dari dalam limosin sambil memamerkan senyumnya pada kedua yeoja itu.

Good night, ladies!

Ia melangkah maju. Chaerin menyipitkan matanya berpikir kalau tidak mungkin hanya Khun yang menumpang mobil itu.

Lalu Ok Taecyeon melangkahkan kakinya keluar dari limosin putih itu. Disusul oleh Chansung, Chris Evans, Lee Jongsuk, Lee Kwangsoo, Lee Howon dan Kang Gary. Penampilan mereka yang mengenakan formal suit hitam kontras dengan limosin putih itu. Khun memilih dasi kupu-kupu begitu juga dengan Ok Taecyeon dan Chansung. Lee Sungjong memilih dasi slim berwarna hitam, rambutnya masih panjang tapi ia menatanya lebih rapi dari biasanya.

“Tukang pamer parah,” bisik Chaerin di telinga Eunhwa. Eunhwa mengikik. Ok Taecyeon menepuk jas formalnya dan mendekati Lee Chaerin. Namun segera diserobot oleh Hwang Chansung.

She is mine. Bagianmu adalah Choi Ahjumma,” tukas Chansung sambil menawarkan lengannya pada Lee Chaerin. Chaerin tertawa dan menggandengan lengan Chansung meninggalkan Ok Taecyeon yang tampak kesal dan mengomel karena diserobot oleh Chansung.

Lalu Khun melangkah mendekati Ryu Eunhwa, menawarkan lengannya kepada Manajer PR Paradise itu dengan gaya seorang gentleman. Ryu Eunhwa tersenyum lebar melihat gaya Khun namun ia tetap menyambut lengan kekar itu dan melangkah bersama Khun menyusul Chansung dan Chaerin yang sudah berjalan duluan. Sementara para pemain  lain termasuk Ok Taecyeon berjalan di belakang mereka bak bodyguard. Namun sewaktu melewati petugas secutiry, kiper bertubuh besar itu sempat berpesan kepada salah satu security yang berjaga di sana sambil mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya.

“Bila melihat orang di dalam foto ini, usir saja.”

Chris Evans sekilas memperhatikan siapa yang ada di dalam foto dan kemudian dia terbahak karena orang dalam foto itu tak lain adalah Choi Inmin.

。‿。Euforia。‿。

Jang Dongwoo berdiri bersandar pada mobil Mercedez Benz putih yang disewanya untuk malam ini. Ia sedang menunggu Park Sungrin, ahli gizi Paradise itu keluar dari dormitory. Dongwoo tahu kalau Sungrin akan berangkat sendiri karena ia melihat mobil Sungrin Kia SX berwarna pink terparkir di depan gedung dormitory.

Jang Dongwoo masih sempat merapikan dasi kupu-kupunya dan bercermin di kaca spion ketika ia melihat Sungrin keluar dengan sebuah kotak besar di tangannya. Dongwoo menyambar boneka dinosaurus berwarna orange dari mobil dan menyembunyikannya di balik badannya.

Annyeong haseyo, Park Sungrin ssi,” sapanya manis.  Park Sungrin yang saat itu mengenakan dress tali spagetthi berwarna hitam dan sepatu berhak lima belas sentimeter terkejut dan hampir terjatuh. Dongwoo langsung menanggkap pinggangnya dan mengembalikan keseimbangannya.sungrin

Gomapseumnida,” tukas Sungrin.

Untunglah cupcakesnya tidak sampai jatuh.

Jang Dongwoo memamerkan senyumnya yang paling memikat sementara Sungrin berusaha melepaskan tangan Dongwoo yang memeluk pinggangnya dengan erat.

“Pergilah bersamaku. Jadilah pasanganku malam ini,” tukas Dongwoo melepaskan pinggang Sungrin dan menyodorkan boneka dinosaurus yang sedari tadi disembunyikannya. Sungrin tertegun dan menatap Dongwoo dan boneka dinosaurus itu bergantian. Entah mengapa ia merasa malam ini Jang Dongwoo sangat tampan.

Jang Dongwoo  mengambil alih kotak besar berisi cup cakes dan menyodorkan boneka dinosaurus itu ke dalam tangan Sungrin.

Let me be your dinosaurs, Sungrin ssi,” bisik Dongwoo. Sungrin menatap boneka imut itu dengan mata berbinar.

Akhirnya ia tahu memberikan hadiah yang tepat.

Sungrin tersenyum manis pada Dongwoo dan namja itu membalas senyumannya.

Gomapseumnida, Dongwoo ssi,” desah Sungrin. Dongwoo berniat memeluk gadis mungil itu tapi Sungrin keburu berteriak, “Hati-hati dengan kotak itu! Kotak itu harus kujaga dengan nyawaku!”

boneka

。‿。Euforia。‿。

Eunbi mematut dirinya sekali lagi di depan cermin besar yang ada di walking closet-nya yang nyaris kosong. Malam ini dia mengenakan black mini dress dengan potongan kemben dan panjangnya sepuluh senti di atas lutut,  Ada sebuah pita besar bermotif  polkadot hitam dan abu-abu yang menjadi penghias gaun tersebut. Eunbi menata rambutnya dengan model cepolan di atas kepala sehingga bahunya terekspos tanpa terhalang apapun,  Ankle strap shoes setinggi sebelas senti sudah menghiasi kakinya. Setelah memastikan tidak ada yang salah dengan  dandannya Eunbi mengambil clutch bag berwarna senada dengan gaun dan sepatunya dari  atas meja riasnya lalu keluar dari kamarnya.

Ddrrtt

Smartphone-nya yang ada di dalam clutch bag bergetar. Eunbi merogoh clutch-nya dan melihat nama Son Dongwoon muncul di sana.

eunbi

Ye, Son Dongwoon-ssi?”

“Aku sudah ada di lobby apartemenmu.”

Okay, aku turun sekarang,” Eunbi memasukkan kembali smartphone-nya ke dalam clutch dan bergegas kelua rmenemui Son Dongwoon.

Seandainya dia dan Woohyun tidak putus,  mungkin malam ini dia akan pergi bersamanya. Eunbi menarik napas panjang dan menghembuskannya cepat. Rasa  sesak ini tidak juga kunjung menghilang dari hatinya dan bersamaan dengan itu Eunbi merasakan panas di kedua matanya. Saat panas itu berangsur menjadi air mata,  pintu lif tterbuka. Cepat, Eunbi mengusap air matanya dan melangkah keluar.  Di lobby, Eunbi bias melihat Dongwoon sudah berdiri menunggunya. Lelaki half Korean itu mengenakan setelan jas hitam bergaris putih, dengan kemeja putih bergaris hitam. Sebuah dasi hitam bermotif titik-titik putih menyembul di antaranya.

“Wow!” Dongwoon mengagumi penampilan Eunbi malam ini yang terbilang seksi. “Nam Woohyun patut menyesal karena sudah memutuskan gadis sepertimu,” gumamnya  yang membuat Eunbi tergelak.

“Sudah jangan membicarakan dia lagi, lebih baik kita berangkat,” ujar Eunbi sambil menyisipkan tangannya di lengan Dongwoon. Lelaki blasteran itu lalu membawa Eunbi menuju Infiniti G35 sport hitamnya.

Walau sempat terhambat oleh banyaknya kendaraan di jalanan akibat malam minggu, akhirnya Dongwoon menghentikan Infiniti G35 sport hitamnya tepat di depan valet parking Lotte World Hotel tempat perayaan ulang tahun PFC diadakan.

Mata Woohyun nyaris keluar dari rongganya saat melihat Eunbi dating bersama Dongwoon, si dokter half Korean yang akan menggantikan posisi Eunbi di klinik PFC, mereka tampak bergandengan tangan ke luar dari lift. Sebenarnya penampilan Eunbilah yang membuatnya terkejut.  Gadis itu tampil dengan pakaian yang sangat terbuka. Ingin rasanya Woohyun membuka jasnya dan menutupi bagian tubuh Eunbi yang terbuka.Tetapi, dia tidak bisa melakukan hal itu, karena saat ini Eunbi bukan lagi kekasihnya. Sesak, Woohyun langsung menyambar segelas air yang dibawa olehpelayan.

Aigo, akhirnya ratu  pesta datang juga,” goda Sunggyu saat sudah berada di dekat Eunbi dan Dongwoon. “Apa kau tidak takut masuk angin dengan pakaian terbuka sepertiitu? Apa kau ingin pamer pada seseorang?” tanya Sunggyu sambil menatap Eunbi dari ujung rambut sampai ujung  kaki.

“Tadinya aku bermaksud untuk meminjamkan jasku ini, agar menutupi bahunya,” canda Dongwoon yang sukses  membuat Eunbi memukul lengannya pelan.

Eunbi mencebik. “Hanya pakaian ini yang tersisa di lemariku, sedangkan yang lainnya sudah masuk ke dalam koper dan sebagian lagi sudah disimpan di rumah orang tuaku,” jawab Eunbi.

“Pembohong! Kau sengaja ingin membuat kesal Woohyun, kan?” tebak Sunggyu yang membuat Eunbi tergelagap.

A… Aniyo, untuk apa aku melakukan itu?” sanggah Eunbi.

“Ayo  kita ke sana,” Sunggyu menunjuk ke arah gerombolan pemain PFC. Eunbi menggeleng. Di sana ada Woohyun, tadi saat mata mereka tidak sengaja bertemu, Eunbi merasakan jantungnya berdebar cepat dan menimbulkan sakit. Dia masih kecewa karena sore tadi Woohyun sama sekali tidak datang menemuinya di O’Sulloc Tea House, padahal Eunbi sudah menunggu di sana selama tiga jam.  Lelaki itu benar-benar tidak ingin memperbaiki hubungan mereka.

“Aku ingin mencicipi cake yang ada di sana,” Eunbi menunjuk meja prasmanan. “Kajja, Dongwoon-ssi,” tanpa menunggu jawaban dari Dongwoon, Eunbi langsung menarik tangan dokter half Korean itu menjauh dari Sunggyu.

Melihat kelakuan sahabatnya itu Sunggyu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tahu sekali kalau Eunbi dan Woohyun masih sama-sama saling mencintai, tetapi karena Woohyun tidak suka berhubungan jarak jauh, maka dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Eunbi.

“Jadi sekarang dia dan dokter baru itu resmi berhubungan?” tanya Woohyun, tanpa bisa menyembunyikan  nada kesal dalam suaranya, pada Sunggyu yang baru bergabung bersama dengannya.

Wae? Kau cemburu?” Sunggyu balas bertanya diikuti tatapan tajam.

Woohyun mendengus kencang. “Aniyo! Aku sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengannya, jadi untuk apa aku cemburu,” sanggah Woohyun.

Ne… Ne… Ne… Bukan  cemburu  melainkan  jealous,” ucap Sunggyu yang membuat Woohyun bungkam.

Jujur saja, saat ini dia memang sangat cemburu melihat Eunbi bersama Dongwoon. Mereka memang sering  bersama saat di markas PFC, karena tuntutan pekerjaan. Eunbi perlu mendelegasikan tugas-tugasnya pada Dongwoon, tapi untuk perkara datang ke pesta bersama itu sudah kelewatan, terlebih sejak tadi dia melihat Eunbi menyisipkan tangannya di lengan Dongwoon. Ini semua benar-benar mengganggu Woohyun.

。‿。Euforia。‿。

7-Lotte-Hotel-Seoul-Photo-by-Wilson-Loo

Pintu lift terbuka, hall tempat berlangsungnya pesta ulang tahun Paradise Footbal Club terpampang di depan mata Chaerin. Gemerlap lampu crystal membuat matanya kabur. Chaerin mengerjapkan matanya beberapa kali lalu ia memicingkan matanya mempertajam visinya. Hatinya terus bertanya apakah persiapannya baik-baik saja. Ia melirik meja prasmanan di sisi kanan dan kiri. Ia melirik gelas-gelas berkaki di atas pentas untuk memastikannya. Dan ia cukup gugup ketika ia melihat punggung kokoh yang mengenakan suit formal hitam yang sedang berbincang-bincang dengan para tamu. Pemilik punggung yang paling dikenalnya. Manajer Cha.

Hwang Chansung yang berdiri di sampingnya mengerti kegugupan Chaerin. Lengannya dicengkram pengacara itu dengan kuat. Chansung menepuk tangan Chaerin yang berada di lengannya. Chaerin menatapnya dan Chansung tersenyum padanya untuk sekedar memberi kenyamanan padanya. Namun itu tetap tidak membuat Chaerin tenang karena pemilik punggung kokoh itu tahu bahwa ada yang sedang memperhatikannya dan ia berbalik.

Sekarang Manajer Cha berdiri menatapnya lurus padahal jarak mereka cukup jauh.

Ada yang berbeda dengan penampilannya, pikir Chaerin.

“Lee Byeonsa, jika kita tidak keluar sekarang, pintu liftnya akan tertutup,” tukas Taecyeon sambil tangannya menahan pintu lift. Chaerin meringis sementara Khun di belakang sedang cekikikan dengan Eunhwa. Lee Chaerin menoleh ke belakang dan berusaha menahan diri untuk tidak menjewer pemain berwajah tampan itu. Chansung lagi-lagi menepuk tangannya dan memberinya kode untuk segera keluar dari lift.

Chaerin melangkah bersama Chansung. Entah mengapa ia setuju saja ketika Chansung malah mengarahkannya ke tempat Manajer Cha berdiri. Masih menatapnya. Dan ia merasa semua orang yang menghalangi jalan mereka malah memberi jalan kepadanya dan Chansung. Ketika ia sudah tiba di hadapan Manajer Cha bahkan sebelum Manajer Cha menyapanya, Chansung meraih tangannya dan tangan Manajer Cha menyambutnya.

“Aku serahkan Lee Byeonsa padamu,” tukas Chansung pura-pura serius. Manajer Cha mengedipkan matanya dan tersenyum  pada Chansung kemudian menyelipkan tangan Chaerin ke lengannya.

Khun masih saja cekikikan di belakang.

“Ini seperti pernikahan abad ini, eoh?” sindirnya ringan.

Eoh!” jawab Eunhwa.

Lalu Manajer Cha menggandeng tangan Chaerin meninggalkan mereka untuk menemui Mr. Schward beserta tamu-tamu lain.

“Hanya seperti itu? Apa Lee Byeonsa akan terus menolak Manajer Cha?” tanya Chansung sedikit kesal.

Molla, kuharap tidak,” jawab Eunhwa.

Dari arah lain Kim Myungsoo berjalan mendekati Eunhwa dan Khun yang sedang mengambil makanan di meja prasmanan. Myungsoo tersenyum samar pada Eunhwa.

Melihat Emma Schward bersama CEO Kim, Nichkhun merapikan kemeja dan jasnya.

“Aku pergi dulu,”  pamit si Thai Prince membuat Myungsoo meliriknya sambil tersenyum.

Where is he going?” tanya Myungsoo saat berdiri di samping Eunhwa.

Asking Crown Princess to dance, maybe,” jawab yeoja itu. Dilihatnya Myungsoo tertawa kecil menatap Nichkhun. “Bagaimana rasanya setelah pertandingan bersama timnas?”

Myungsoo menoleh. “Eoh, it was exciting. Sayangnya waktu itu Doojoon sunbae tidak ikut.”

“Semoga kau mendapat tempat untuk piala dunia,” ucap gadis itu tulus.

Myungsoo menyeringai dingin. “Komawo.”

Eunhwa melihat CEO Kim memberi isyarat tanda acara akan disegera dimulai. Sebagai PR, Eunhwa akan menjadi MC pesta itu.

Park Sungrin memberi beberapa perintah kepada pelayan hotel yang bertugas di pesta sambil menyusun cup cakes itu di atas piring. Sementara Jang Dongwoo tetap menemaninya.

“Benarkah ini dibuat oleh Manajer Cha?” tanya Dongwoo ketika Sungrin meletakkan cup cake terakhir. Sungrin mengangguk.

“Benar-benar romantis. Sulit percaya kalau Manajer Cha bisa seromantis itu,” tukas Sungrin cekikikan. Dongwoo mengangguk.

“Sungrin ssi, maukah kau percaya kalau aku juga bisa seperti Manajer Cha?” tanya Dongwoo serius. Sungrin terpana. Untuk kedua kalinya pada malam ini, pria ini membuatnya terpana.

“Kau tidak perlu memakai sepatu tinggi hanya untuk membuatku suka padamu. Yang kusadari, aku telah menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu di dalam lift yang membawamu ke kantor Lee Byeonsa. Saranghanta, Park Sungrin ssi,” bisik Dongwoo lembut. Mata Sungrin berkaca-kaca mendengar kalimat itu dari Dongwoo.

Sungrin memeluk Jang Dongwoo erat.

“Yang bisa saya katakan di sini adalah, saya senang berada di sini. Sebagai pelatih dan menjadi bagian dari Paradise Football Club. Kita adalah sebuah keluarga. Dan mari kita berusaha layaknya sebuah anggota keluarga untuk menjadi yang terbaik musim ini. Hwaiting Paradise!”

Cha Seungwon mengakhiri pidatonya di depan pentas itu dibarengi tepukan tangan dari seluruh tamu yang hadir. Ia dihujani kilatan cahaya blitz dari ratusan wartawan termasuk Gaeul yang juga mengabadikan momen itu. Tanpa menunggu lagi, ia mengupload foto kakak sepupunya itu ke akun pribadinya.

Lalu bersama dengan pemilik PFC, Mr. Schwards yang berkebangsaan Jerman itu ,CEO Kim Seungwoo dan Manajer Cha,  bertiga mereka membuka champagne dan menuangkannya pada gelas berkaki di atas meja yang diletakkan di atas pentas.

“Untuk kemenangan!”

Sementara itu aku instagram milik Gaeul berbunyi, mengirimkan notifikasi pada gadis tomboy yang malam itu tampak berbeda dengan balutan gaun putih dengan potongan bahu terbuka.

Penampilan baru Old Feodal Hyung. Di mana tunanganku?

Gaeul : Tadi menjadi MC. Mungkin sekarang bersama  El Nino :p

Chaerin memperhatikan sosok Manajer Cha yang sedang berbincang dengan beberapa tamu ketika acara dansa telah dimulai.  Karena banyaknya tamu serta wartawan, Manajer Cha agak mengabaikannya tetapi Chaerin tidak begitu ambil peduli. Ia sibuk memperhatikan tingkah para pemain serta staf Paradise di pesta itu. Park Sungrin yang akhirnya nempel pada Dongwoo. Nam Woohyun yang agak kikuk dengan penampilan Ji Eunbi sampai Nichkhun yang sibuk mendekati putri pemilik Paradise. Chaerin juga menyadari kehadiran seorang yeoja berambut pendek yang menuntut Sunggyu atas tiket masuk nonton pertandingan Paradise selama sebulan dan tentu saja yeoja itu hadir atas undangan dari Chaerin.

party

Chaerin menggerakkan tumitnya karena merasa pegal berdiri terus. Ditambah dengan tumit dua belas senti sepatunya membuatnya harus menahan bobotnya lebih dari biasanya. Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil gelas berkaki berisi wine yang berada di sisi kiri pentas dan menyesap minumannya pelan-pelan. Dari tempatnya berdiri ia bisa berpuas diri melihat pesta ini berlangsung dengan baik. Ia melihat ke arah pentas di mana pemain Paradise bergantian menyuguhkan acaranya. Dimulai dari pemain yang berjulukan Pangeran Thailand, Nichkhun yang memainkan piano dengan merdu yang ia ingat adalah lagu klasik dilanjutkan oleh Lee Sungjong yang menyanyikan lagu Man In Love.

“Eonni-ya,” panggil Ji Eunbi berbisik. Chaerin tersentak dan mendapati Eunbi berada di sisinya.

Ye?”

“Kurasa Eonni boleh mabuk malam ini,” bisiknya lagi sambil dibarengi dengan tawa lebar. Chaerin berkacak pinggang, pura-pura marah pada dokter muda ini.

Aigoo! Aku akan merindukanmu, Eunbi-ya,” tukas Chaerin. Eunbi cemberut.

Ne, mullon,” balasnya sedih.

Besok Eunbi akan bertolak ke Melbourne dan ini adalah malam terakhirnya berada di Seoul.

“Kau datang bersama Son Seonsaeng?” tanya Chaerin yang dijawab anggukan oleh Eunbi.

“Kalau si bodoh itu tidak memutuskanku,  pasti kami bisa tertawa bersama,” gerutu Eunbi sambil menatap ke arah Woohyun yang tengah menggoda Dongwoo dan Sungrin.

Chaerin menyentuh bahu Eunbi lembut. “Woohyun masih belum bisa menerima kepergianmu, aku juga menyesalkan hubungan kalian berakhir, kalian pasangan pertama yang berani melanggar peraturan dari manager Cha, kan?”  ujar Chaerin.

Eoh, tapi itu hanya kenangan.”

“Bersabarlah, mungkin di Melbourne nanti kau akan mendapatkan pengganti Woohyun,” Chaerin merangkul bahu Eunbi.

I  hope so, Eonni,” desah Eunbi tanpa sekali pun mengalihkan pandangannya pada Woohyun. Bagaimana bias dia melupakan lelaki itu? Lelaki yang berhasil membuat traumanya sembuh.

Saat merasakan matanya kembali memanas Eunbi buru-buru menarik napas dan menoleh pada Chaerin, “Sepertinya aku harus pulang sekarang, Eonni.”

Wae? Pestanya baru saja dimulai, kenapa sudah mau pulang?”

“Masih ada beberapa barang yang perlu aku kemasi untuk besok,” Eunbi berbohong. Sebenarnya dia tidak tahan berlama-lama di sini. Dia tidak sanggup terus-terusan memperhatikan Woohyun yang terlihat sama sekali tidak mempedulikan kehadirannya.

“Besok Eonni akan ikut mengantarku ke bandara, kan?” tanya Eunbi.

“Penerbanganmu pukul berapa?”

“Pesawatku akan take-off pukul 19.10, mungkin aku akan ada di bandara dua jam sebelumnya.”

“Aku usahakan untuk datang,” ujar Chaerin sambil tersenyum pada Eunbi.

WellGood bye Chaerin Eonni,” Eunbi memeluk Chaerin erat. “Aku berharap Eonni dan manager Cha segera menikah, agar dia bisa mengurus Eonni saat mabuk.”

“Anak nakal!” Chaerin memukul pelan bahu Eunbi. Gadis itu tergelak kemudian mencium kedua pipi Chaerin sebelum akhirnya pergi meninggalkan hall tempat pesta diadakan.

Woohyun  yang tidak sengaja melihat sosok Eunbi keluar dari hall hanya bisa menarik napas panjang. “Goodbye, Dolly face,” gumamnya lirih.

Ketika Eunbi meninggalkannya, Chaerin mulai merasa ia harus segera mengistirahatkan kakinya. Ia tidak akan mampu berdiri lagi dengan tumit seperti itu. Ia terus berpikir bagaimana mungkin Park Sungrin bisa memakai sepatu seperti ini selama seharian penuh. Chaerin memutuskan untuk meninggalkan pesta karena ia yakin tidak seorang pun akan menyadari kealpaannya di pesta. Ia butuh udara segar sekarang.  Chaerin melangkah keluar lalu ia menaiki tangga dan membuka pintu besar menuju balkon yang memberinya akses melihat keindahan kota Seoul di malam hari.

night view

Chaerin menarik nafas lega ketika ia menatap pemandangan indah itu. Kota Seoul dihiasi lampu-lampu juga gedung-gedung tinggi di sekitar Lotte Hotel berdiri megah pada malam di awal musim semi. Bintang-bintang tampak begitu dekat sehingga seolah bisa diraih oleh tangannya, bulan separuh bergantung di langit. Ia berpegangan pada kaca pembatas balkon dan melepaskan sepatunya tanpa ragu. Ia sedikit kesal karena tidak membawa kamera DSLR-nya. Jika saja ia ingat membawanya maka ia bisa mengambil beberapa objek foto di sini.

Tersenyum meski sedikit kesal memandang indahnya malam membuatnya tidak menyadari kalau ada sosok yang mendekatinya.

“Sepertinya sepatunya menyakitimu, Schöne Dame,” gumam suara berat di belakang Chaerin. Chaerin tersentak.

Cha Seungwon.

Namja tampan itu tersenyum padanya ketika ia membalikkan badannya menatap lurus ke dalam matanya yang berbinar dan menusuk jantungnya. Dadanya bergemuruh hebat.

“Manajer Cha.”

Suaranya bergetar ketika ia menyebutkan nama itu. Sekarang Chaerin tahu apa yang membuat namja ini tampak begitu berbeda malam ini. Ia tampak lebih muda dengan potongan rambut rambut baru dan ia mencukur bersih kumis trade mark-nya.

“Lee Chaerin…”

Chaerin menatap namja itu intens. Ia tahu, entah darimana ia tahu kalau ini merupakan saat-saat yang sangat krusial dalam hidupnya dan ia benar-benar harus mendengar setiap kata yang terucap dari bibir pria itu.

Cha Seungwon tersenyum lembut padanya dan menarik nafas panjang.

“Kau tahu aku sudah membeli mobil baru,”

Chaerin menahan nafasnya menunggu lanjutan kata-kata dari namja itu.

“…bersediakah kau bersamaku mengisi kursi-kursi kosong di jok belakang?”

Ye?

Meskipun bibir Chaerin cemberut namun tetap saja matanya berkaca-kaca menatap ketulusan di dalam mata Manajer Cha. Ia hanya bisa diam, tak bergerak dan menunggu pria itu melanjutkan kata-katanya.

Dan ketika keduanya sama sekali tidak bergerak, hanya saling memandang, dari arah lain, Chaerin mendengar nyanyian acapella. Ia ingin memandang arah suara namun ia sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangan dari Manajer Cha.

http://www.youtube.com/watch?v=aGDZc9bdUZM

How gentle is the rain, that falls softly on the meadow;
Birds high upon the trees serenade the flow’rs with their melodies.
Oh, see there beyond the hill, the bright colors of the rainbow;
Some magic from above made this day for us, just to fall in love.

How gentle is the rain, that falls gently on the meadow;
Birds high upon the trees serenade the flow’rs with their melodies.
Oh, see there beyond the hill, the bright colors of the rainbow;
Some magic from above made this day for us, just to fall in love.

You’ll hold me in your arms, and say once again you love me;
And if your love is true, ev’rything will be just as wonderful.

You’ll hold me in your arms, and say once again you love me

Ketika lagu itu berakhir, Park Sungrin muncul dibantu oleh Jang Dongwoo membawa cup cakes dark chocolate ke hadapan Chaerin. Chaerin memandang cup cakes itu lalu menatap Sungrin.

dark-chocolate-earl-grey-cupcakes-_from-arts-and-tarts21

“Manajer Cha sibuk seharian mengerjakan ini untukmu. Kurasa Lee Byeonsa tidak boleh menolak niat baiknya,” bisik Sungrin namun ia sengaja mengeraskan suaranya sampai bisa didengar oleh Manajer Cha. Sungrin menyodorkan piring berbentuk segiempat berisi cup cakes dark chocolate itu. Chaerin melihat bahwa cup cakes yang diletakkan di tengah begitu berkilau dan istimewa di antara hiasan berbentuk bunga dari dark chocolate itu. Ia bahkan tidak tahu harus tertawa atau menangis karena ia sadar yang berkilau adalah cincin berlian. Cincin dengan model sederhana, emas putih dengan hiasan berlian di tengahnya. Ketika ia mendongak menatap Cha Seungwon yang sedang tersenyum padanya.

Beberapa orang yang Chaerin tahu kalau Kim Myungsoo termasuk salah satunya bersiul.

“Lee Byeonsa, sekarang saatnya untuk makan, eoh?”

Itu pasti Ok Cat!

Chaerin menutup wajahnya dengan tangannya.

Jebal, aku ingin merasakan cup cake buatan Coach!” sungut Chansung.

“Aku tahu aku namja yang paling bodoh karena tidak tahu cara melamarmu, Lee Chaerin. Mulai saat ini, ajari aku caranya untuk menjadi namja yang selalu ada untukmu. Bersediakah kau, Lee Chaerin ssi menerimaku?”

Chaerin tersenyum dan mengangguk lalu mengambil cup cakes yang di tengah yang paling berkilauan itu. Cha Seungwon maju dan mengambil cincin itu dari cup cake-nya namun karena cincin itu sekarang berlepotan cokelat, ia harus membersihkannya dulu sebelum Chaerin memakainya. Ia mengeluarkan sapu tangan putih dari saku jas resminya dan membersihkannya.

Lalu dengan sejuta perasaan yang bergejolak ia menyematkan cincin itu ke jari manis tangan kiri Lee Chaerin. Cincinnya pas di tangan Chaerin.

engagement

Para pemain yang berdiri di belakang Cha Seungwon bertepuk tangan.

“Chukae!”

Manajer Cha masih menggenggam tangan Chaerin. Tangannya mengalirkan kehangatan ke dalam tangan Chaerin. Eunhwa yang ternyata ada di barisan paling akhir mendekati Chaerin dan memeluknya dengan hangat.

Cukhae, Lee Byeonsa,” ucapnya. Seungwon mengerutkan keningnya dan menatap Eunhwa.

“Bukankah seharusnya kau mengubah panggilan itu?” tanyanya. Eunhwa terkikik.

Jika Lee Chaerin menikah dengan Cha Seungwon dan Eunhwa dengan Doojoon maka status Chaerin sekarang adalah kakak ipar Eunhwa.

Hyeongbu. Hanya untuk menyenangkanmu, Oppa!” sungut  Eunhwa tajam tapi tetap saja Seungwon senang dengan sindirannya.

“Bukannya seharusnya sekarang Manajer harus mencium Lee Byeonsa?” tanya Sungjong sok tahu. Mata Chaerin masih basah oleh air mata namun ia melotot pada Sungjong. Sungjong terkekeh.

Chukhae, Lee Byeonsa. Kalau tadi Lee Byeonsa menolaknya, aku akan menendang bokong Lee Byeonsa,” tukas Sungrin membuat Chaerin tertawa di antara tangisannya.  Cha Seungwon menariknya ke dalam pelukannya. Menghapus air matanya dengan tangannya karena sapu tangannya sekarang telah berlepotan cokelat. Para pemain bersiul menyaksikan itu.

“Hidup skandal!”

Cha Seungwon mendelik ke asal suara yang tak lain adalah suara Chansung. Namun Chaerin menepuk punggungnya dan menenangkannya.

“Lee Byeonsa, cup cake-nya.” Park Sungrin mengingatkan kalau cup cake itu masih di tangan Chaerin. Chaerin tersenyum manis, menatap Seungwon.

Gomawo, Seungwon ssi,” desahnya lalu ia menggigit cup cake itu. Para pemain beserta Sungrin memperhatikan mimik wajah Lee Chaerin ketika ia menelan kue itu tapi dinilai dari mimik wajahnya, ia seakan mengatakan bahwa cup cake buatan Seungwon memang sangat lezat. Ok Taecyeon tidak mau menunggu lagi dan langsung menyambar salah satu cup cake yang tampak sangat menggoda selera itu dari piring di tangan Park Sungrin. Ia melahap kue dengan rakus sementara Kim Myungsoo dan Chansung memperhatikannya seolah mereka bisa menebak kalau kue yang dibuat Seungwon seharian itu tidak layak makan. Mereka menunggu Taecyeon memuntahkan kembali kue itu namun kiper itu tidak melakukannya.

Otthe?” tanya Chansung penasaran.

“Hm!”

Chansung dan Kim Myungsoo segera menyambar cup cake karena mereka kuatir tidak akan kebagian lagi. Keduanya  melahap kue itu bersamaan namun di saat yang sama mereka juga memuntahkannya. Taecyeon langsung tertawa terbahak-bahak.

Yhaa!!!” protes Cha Seungwon. Park Sungrin mengikik. Ia sudah tahu bagaimana rasa cup cake buatan Cha Seungwon sewaktu mereka memberi sentuhan terakhir pada cup cakes-nya. Ia bahkan memberi masukan agar Seungwon membuat ulang cup cakes dengan rasa lain, cokelat atau stawberry, misalnya tapi tetap saja Manajer sangar itu menolaknya. Ia tetap lebih menyukai rasa dark chocolate dan berkeras memang seperti itulah rasa cokelat asli. Pahit dan asli.

Hyung, apa Hitler lupa menambahkan gula pada adonannya?” tanya Myungsoo dengan wajah kecut. Chansung mengangguk kemudian menatap Chaerin dan Taecyeon bergantian merasa kalau kedua orang itu telah menipu dirinya dan Myungsoo.

Howon, Sungjong dan Khun juga penasaran dengan rasa kue itu. Ketiganya langsung menyambar kue itu dan melahapnya namun ketiganya melakukan hal yang sama dengan Chansung dan Myungsoo, memuntahkan kembali cup cake. Hal itu membuat Seungwon meringis.

“Lee Byeonsa, kau sukses menipu kami,” erang Lee Howon kesal. Chaerin tertawa sambil menggandeng lengan Seungwon. Namja itu menyambut tangannya.

“Tentunya aku harus terbiasa dengan rasa seperti itu, eoh?”

Howon meringis. Ia pikir kalau rasa cup cake buatan Seungwon itu terlalu pahit, malah rasanya lebih mirip dengan cup cake hangus. Tapi pendapat Lee Chaerin benar, jika ia menjadi pendamping Cha Seungwon, maka ia harus terbiasa dengan rasa pahit dari dark chocolate itu.

Dari dalam ruangan pesta, sayup-sayup mereka mendengar alunan lagu waltz dan itu menandakan kalau acara dance sudah dimulai. Kim Myungsoo mendehem, ia melangkah maju mendekati Chaerin. Ketika berhadapan dengan Chaerin ia mengulurkan tangannya.

May I, Mam?”

Yaa, ia mengajak Chaerin berdansa dengannya?

Seungwon menjewer telinga Myungsoo.

Appo!”

Nichkhun cekikikan. Chaerin melepaskan lengan Seungwon dan menggandeng Myungsoo sehingga Seungwon terpaksa harus melepaskan Myungsoo. Myungsoo merapikan rambutnya dan berdiri tegak karena Chaerin sudah menggandengnya.

Kajja!” ajak Chaerin meninggalkan Seungwon.

Yaa, Kim Myungsoo! Kau merebut pasanganku!” raung Seungwon tidak berdaya melihat Chaerin meninggalkannya begitu saja. Chaerin menoleh dan tersenyum jail pada Seungwon. Begitu juga Myungsoo, ia tersenyum penuh kemenangan mengejek pelatihnya itu yang tertinggal di belakang mereka.

Mianhae Seungwon-ssi tapi Myungsoo duluan yang mengajakku. Kau harus memintaku lebih dulu jika kau ingin melantai bersamaku,” tukas Chaerin nakal. Seungwon menelan ludah. Chaerin sengaja melakukannya.

Mullon, mereka berdua partner in crime.

Chansung menepuk bahu pelatih muda itu yang terbengong melihat Chaerin meninggalkannya bersama Myungsoo dan membuatnya harus memberinya semangat pada Manajer Cha.

Hwaiting Coach. Tapi setelah aku,” bisik Chansung sambil mengedipkan sebelah matanya. Seungwon langsung lemas ketika Chansung meninggalkannya untuk segera menyusul Myungsoo dan Chaerin.

Ddrttt.

Seungwon tersentak karena dering ponselnya menandakan chat masuk. Ia mengeluarkan ponsel S-4 dari dalam saku jasnya.

Donjuan : Bagaimana pestanya? Eunhwa odinte?

Seungwon mengetikkan beberapa kalimat di layar sentuhnya.

Ucapkan selamat! Akhirnya aku berhasil.

Send!

Beberapa detik kemudian.

Donjuan : Selamat atas keberhasilan waxing kumis, Hyung!

Seungwon : Dumme Mensch! Kukira kau senang kalau Chaerin menerimaku.

Don Juan : Ah, akhirnya Hyeonsu menerima eoh? Kau lakukan dengan baik? Tidak seperti drama, eoh? Eunhwa odinte?

Seungwon : Tidak di depan wartawan, tidak di tempat pesta. Tidak seperti drama picisan.

Send.

Don Juan : Kapan? Eunhwa odinte?

Seungwon : Ajik mollayo. Kami belum bicara tentang itu.

Send.

Ponselnya kembali berbunyi tapi kali ini Doojoon langsung meneleponnya. Seungwon dengan wajah gembira mengusap layar terima.

Yeobseoyo! Ingin mengucapkan selamat secara langsung, Don Juan?

“Eunhwa odinte?”

Yaa!!!”

Ara! Cukhae! Sekarang katakan padaku di mana Eunhwa?”

“Terakhir kulihat dia masuk ke ruangan pesta bersama Nichkhun. Mungkin juga bersama El Nino.”

Hyung, jangan biarkan Eunhwa dekat-dekat dengannya. Jarak sepuluh meter,” raung Doojoon di seberang dengan nada memelas. Seungwon tampak kesal dan berteriak, “Urus saja masalahmu sendiri.”

Lalu ia mengusap layar tutup dengan kasar.

。‿。Euforia。‿。

Lee Chaerin kembali ke apartemennya diantar oleh Cha Seungwon karena Eunhwa menolak memberinya tumpangan lagi. Chaerin pura-pura marah pada Eunhwa namun Eunhwa tahu kalau sebenarnya Chaerin hanya tidak enak meninggalkannya sendiri.

Hyeongbu, aku cukup tersinggung ketika kau menudingku tukang pamer,” tukas Eunhwa mengacuh pada ferarri milik Doojoon yang dipakainya. Chaerin cemberut.

“Kalau kau ingat Hyeongbu, Oppa menawarkan kepadamu untuk mengisi jok belakang,” tukas Eunhwa membuat wajah Chaerin memerah. Tiba-tiba Nichkhun yang sedang bersama Eunhwa menyelipkan botol kecil dalam tangan Chaerin. Ia mengedipkan matanya dengan nakal pada Chaerin.

“Paket dari Thailand. Berikan pada Coach,” bisiknya. Chaerin bengong menatap botol kecil itu dan tak mengerti apa yang dimaksud dengan paket dari Thailand itu. Di tangannya kini ada sebotol bubuk bertuliskan Thai Cobra Powder. Botol itu hanya sebesar telunjuknya. Ia mengendus botol itu dan mencium bau obat-obatan yang sangat menusuk hidung. Namun sebelum ia bertanya lebih lanjut pada pemberinya, Khun sudah menghilang karena mengejar putri Mr. Schwards.

Ia baru ingat memberikan botol itu pada Seungwon sebelum ia menekan nomor sandi di depan apartemennya.

Igye mwoeyo?” tanya Seungwon ketika ia menerima botol dari tangan Chaerin. Chaerin menggeleng.

Molla. Nichkhun memintaku memberikannya padamu,” tukas Chaerin sambil memasukkan sandi di depan apartemennya. Pintu terbuka. Dan ia berbalik menatap Seungwon. Seungwon baru saja memasukkan botol itu ke dalam saku jasnya dan sama sekali tidak berminat untuk mengetahui apa yang diberikan oleh Khun padanya.

Jal ga, Seungwon ssi,” gumam Chaerin lemah. Tanpa Seungwon sangka Chaerin mencium pipinya. Ini untuk pertama kalinya Chaerin yang mengambil inisiatif untuk menciumnya. Seungwon tampak senang dengan kemajuan ini. Dan ia pun sejak awal tidak pernah punya rencana untuk berpisah dari Chaerin malam ini. Tangan kanan Seungwon menyusup ke helaian rambut Chaerin yang tergerai sebahu sementara tangan kirinya menarik pinggang Chaerin agar lebih mendekat. Seungwon menggerakkan lehernya, mengarahkan agar bibirnya menyentuh bibir Chaerin. Lalu ia menyapukan bibirnya di bibir merah itu.

Desah nafas Seungwon bagai irama musik yang sejalan dengan dentuman jantung Chaerin. Ia merasa kepanasan. Selalu saja begini jika ia bersama Seungwon. Chaerin kehabisan nafas karenanya, lidah Seungwon menuntut Chaerin untuk berperan sama sepertinya. Seungwon sama panasnya seperti dirinya. Namja itu merasa sesak. Celananya tiba-tiba mengecil satu nomor dari biasanya.

“Seungwon-ah,” desah Chaerin gemetar. Ia tahu jika mereka tidak segera berhenti maka mereka akan terbakar. Seungwon berhenti namun ia mengecup kening Chaerin sekilas.

“Aku harus masuk,” bisiknya bergetar.

Lebih lama lagi, aku akan jatuh.

Chaerin berniat berbalik namun Seungwon menahan lengannya.

“Jangan tinggalkan aku. Sedetik pun, Schöne Dame,” bisiknya tak bertenaga. Chaerin menatap ke dalam mata kelam itu. Mata yang mengungkapkan kalau ia benar-benar tidak bisa berpisah dengan Chaerin lagi.

“Aku tidak ingin berpisah darimu malam ini untuk melihatmu kembali berubah pikiran tentangku,” bisiknya berat. Chaerin menggigit bibirnya. Harus diakui kalau kata-kata Seungwon itu benar-benar sangat menggodanya. Ketika Chaerin mengangkat tangannya untuk menyentuh wajah tampan kekasihnya itu, ia tahu mereka tidak bisa berbalik arah lagi. Seungwon tidak akan pergi begitu saja malam ini. Seungwon menciumnya lagi dengan rakus dan mendorong pintu dengan kakinya. Dan mereka masih berciuman ketika pintu apartemen Chaerin tertutup rapat.

Mianhae kalau ini akan berlangsung lebih cepat,” bisik Seungwon menahan nafsu yang sudah membakar jiwanya. Berbulan-bulan ia sudah menahan gejolak dalam hatinya, memimpikan Chaerin dalam pelukannya, panas dan membara. Ia membuka jas formalnya dan melemparkannya secara sembarangan.

。‿。Euforia。‿。

Seungwon terbangun ketika dering ponsel memanggilnya. Ia bergerak sehingga membuat Chaerin yang berada dalam pelukannya juga ikut menggeliat. Ia ingin mengabaikan suara dering ponselnya. Tapi orang yang menghubunginya sepagi ini pasti sudah kerasukan sehingga tetap saja mengganggunya. Seungwon berusaha duduk tanpa mengganggu Chaerin.

Nugu ya?” desah Chaerin pelan. Seungwon mencari-cari ponsel. Dan ia menemukannya di atas nakas di sebelah tempat tidur Chaerin yang didominasi oleh warna putih. Ia tertegun baru menyadari kalau selain poster JT dalam ukuran yang besar, di sebelahnya Chaerin menggantung jersey merah milik Korea Selatan dengan namanya. Jersey 2002 miliknya.

Suara ponsel lagi.

Seungwon menggerutu. Ia sama sekali tidak melihat layar ketika mengusap tanda terima. Matanya hanya menatap Chaerin yang masih terlelap.

Jam berapa kami tidur tadi?

Yeobseoyo!”

“Aku ada di depan apartemenmu!”

Madame!

Seungwon berjengit. Kesadarannya langsung pulih.

Wae?”

“Buka pintunya.”

“Aku, aku sedang keluar. Datang saja nanti.”

“Kalau begitu aku akan ke apartemen Chaerin.”

“Madame!”

Nyonya Song sudah memutuskan sambungan teleponnya. Seungwon kelabakan. Chaerin terbangun mendengar suara bel.

Nugu ya?” bisiknya lemah sambil menggosok matanya. Yeoja itu hanya menggenakan kamisol dan celana pendek dan tentu saja tidak memakai bra. Jika saja tidak ada Nyonya Song di depan maka Seungwon akan dengan senang hati bergabung dengan Chaerin kembali ke atas tempat tidur dan melupakan sarapan, bahkan bisa saja mereka juga melewatkan makan siang. Tapi ini, Nyonya Song datang di saat yang sangat tidak tepat.

“Madame,” desis Seungwon. Chaerin melonjak. Seungwon memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kamar tidur. Chaerin ikut membantunya.

“Aku akan lewat balkon. Kita tidak boleh membiarkan Madame tahu aku di sini semalaman,” bisik Seungwon ketika ia menemukan seluruh pakaiannya. Chaerin mengantarkannya sampai ke balkon. Saat itu Seungwon hanya memakai boxer dan menenteng pakaiannya tanpa memakainya kembali.

“Aku akan menemuimu nanti,” bisiknya lagi sambil mencium kening Chaerin sementara bel pintu berbunyi lagi. Chaerin menghela nafas membiarkan kekasihnya meloncati balkon apartemennya menuju apartemen sebelahnya.

Sementara itu seorang dari lantai atas sedang membidikkan kamera ke arah mereka dan mengirimkannya lagi dengan pesan :

Eommamama, Hyung sangat photogenic.

Chaerin bergegas memakai kimononya sebelum membuka pintu. Ia tentunya tidak mau membuat Nyonya Song menjadi curiga padanya hanya karena ia telat membuka pintu. Chaerin berusaha memasang wajahnya sealami mungkin untuk menutupi kenyataan bahwa kemarin malam Seungwon menginap di apartemennya.

Pintu terbuka.

Nyonya Song berdiri  di depan dengan kemeja kuning  dipadu dengan rok selutut berwarna hitam sambil menenteng tas Hermes juga berwarna hitam. Penampilannya kontras dengan Chaerin yang tampak tidak rapi dengan rambut yang bahkan tidak disisir.

“Song manim,” sapa Chaerin. Nyonya Song menatap Chaerin penuh selidik

“Pagi Chaerin, di mana putraku?”

Sebagai pengacara, Lee Chaerin sudah terbiasa menghadapi intimidasi seperti ini namun tetap saja berhadapan dengan ibu dari Seungwon tetap membuatnya merasa gentar. Wanita ini mengirimankan signal yang cukup mempengaruhi Chaerin. Mata Nyonya Song berusaha menerobos ruangan apartemen Chaerin. Chaerin bergeser mempersilahkan Nyonya Song untuk masuk.

“Silakan masuk, Song manim,” tukas Chaerin seramah mungkin. Jika ia menahan Nyonya Song berlama-lama di depan apartemennya maka Nyonya Song akan semakin menaruh curiga padanya. Nyonya Song melangkah masuk ke dalam apartemen Chaerin. Ia menyapukan pandangannya ke seluruh ruangan di dalam apartemen itu. Ada beberapa berkas masih berserakan di atas meja dapur namun semua itu masih masuk akal bagi Nyonya Song.

apartemenLCR

“Seungwon odisseo?” ulang Nyonya Song menekan Chaerin dengan tatapannya yang mengandung aura menakutkan.

“Putra Anda tidak berada di sini,” jawab Chaerin berusaha dengan nada yang meyakinkan. Nyonya Song tersenyum lembut. Tangannya menyambar sesuatu dari meja di ruang tamu dan menunjukkan ke wajah Chaerin.

“Kau bisa jelaskan ini?”

Arloji milik Seungwon. Arloji yang berwarna cokelat dengan kulit berwarna senada dengan angka penunjuknya berhuruf Romawi itu membuat Chaerin terdiam tak berkutik.

“Ini milik putraku. Limited edition, hadiah ulang tahun dari Doojoon,” tambah Nyonya Song manis. Chaerin menunduk, memejamkan matanya.

Berapa usiaku sampai aku harus dihadapkan dengan situasi seperti ini? pikir Chaerin.

Nyonya Song mengernyitkan alis. Lalu ia menarik tangan Chaerin ke luar dari apartemennya menuju apartemen di sebelahnya. Nyonya Song menekan bel dengan tidak sabar di depan apartemen milik Seungwon.

Beberapa detik kemudian namja yang baru keluar dari apartemen Chaerin dari balkon itu muncul dengan wajah pura-pura malas. Sekarang ini sudah memakai t-shirt strip tiga garis di bahu berwarna putih dengan celana training hitam.  Chaerin berusaha memberi kode samar padanya namun namja itu sama sekali tidak menyadarinya.

“Madame, Chaerin, kejutan yang menyenangkan!” tukas Seungwon bersemangat menghilangkan wajah malasnya. Nyonya Song meliriknya dengan perasaan sebal. Ia mendorong Seungwon hingga Seungwon memberi akses baginya untuk masuk ke dalam apartemennya. Nyonya Song menarik Chaerin ikut masuk bersamanya.

Dan tepat pada saat Seungwon berniat menutup pintu, Doojoon, adiknya juga muncul.

“Kebetulan kau datang, Doojooni. Bisakah kau perlihatkan foto Seungwon yang photogenic itu sekarang?” tanya Nyonya Song sambil menatap lurus kepada putra bungsunya.

Foto apa?

Seungwon memberi kode pada Doojoon. Doojoon hanya meringis pelan.

“Kapan kau akan menikahinya? Berikan tanggal yang pasti!” perintah Nyonya Song dengan nada otoriternya. Chaerin akhirnya mengerti kalau Seungwon menurunkan sifat seperti itu dari ibunya.

“Madame, begini, kami…”

Nyonya Song mengeluarkan ponselnya, memperlihatkan foto Seungwon yang baru saja diambil Doojoon dari apartemennya. Foto yang menunjukkan Seungwon meloncati balkon apartemen Chaerin dengan keadaan setengah telanjang.

Seungwon membeku di tempatnya.

“Aku tidak ingin foto seperti ini muncul di majalah. Segera berikan tanggal pernikahan!”

“Madame,” panggil Seungwon dengan suara berat. Doojoon merasa Seungwon sedang mengeluarkan lagi jurus terbaiknya dalam menakhlukkan hati orang, termasuk juga Nyonya Song. Doojoon diam saja menyaksikan semua itu. Ia ingin tahu apakah Seungwon masih bisa melepaskan dirinya lagi sekarang atau tidak. Rasanya ini sangat menyenangkan melihat Hyung-nya terjebak.

“Sebenarnya aku baru saja melamar Chaerin kemarin malam dan Chaerin sudah menerimanya,” aku Seungwon sambil mengangkat tangan Chaerin yang memakai cincin pemberian Seungwon. Doojoon mendekat, berusaha melihat cincin itu dari dekat untuk memastikan kalau Hyunya kali ini benar-benar akan menikah.

Cincin berlian dengan desain sederhana itu memang melingkar manis di jari Chaerin.

Keurom,” Nyonya Song beralih pada Chaerin dan menggenggam tangannya sementara yeoja itu masih menunduk, tidak berani menatap Nyonya Song.

Eommamama, kurasa tanggalnya kau saja yang menentukan. Tetap musim panas tahun ini supaya Eommamama bisa menggendong cucu pada musim semi nanti,” tukas Doojoon cepat.

Ruhe!” [diam] gerutu Seungwon dengan tatapan horornya mengarah pada Doojoon. Doojoon malah terkekeh. Ia pura-pura tak peduli dengan pembicaraan Nyonya Song dengan Seungwon dan Chaerin namun ia tetap akan mencari kesempatan berusaha membuat Seungwon meledak marah. Doojoon pun pura-pura tertarik pada barang-barang milik Hyung-nya yang diletakkan secara sembarangan. Ia menemukan salah satu botol aneh di meja  dapur sementara telinganya masih terus menguping.

“Dua minggu. Aku beri kau waktu dua minggu untuk mempersiapkan pernikahanmu, Seungwon.”

Seungwon menatap Chaerin segera setelah Nyonya Song mengatakan ia memberinya waktu dua minggu.

“Dua minggu? Satu minggu saja, Eommamama, Hyeongsu sudah punya gaun pengantin,” celoteh Doojoon riang.

“Tutup mulutmu, Doojoon!” teriak Nyonya Song kesal.

Eommamama, aku tidak mau Hyung kabur lagi, dia sudah kabur dari 3 kali pertunangan!” pekik Doojoon sebal. Ia tidak mau mengambil resiko Seungwon mundur di saat-saat terakhir dengan meletakkan pernikahannya dan Eunhwa sebagai bahan taruhannya.

Pokoknya Hyung harus menikah. Namun dengan wanita yang dicintainya tentunya.

Dan ia yakin kalau Seungwon mencintai Chaerin. Hyung-nya tidak pernah mengejar-ngejar wanita, tidak pernah sampai ia harus mengakui di depan Nyonya Song kalau ia memang ingin menikah.

“Dua minggu, kau dengar itu Chaerin, ssi?” tanya Seungwon pada Chaerin. Ketika dilihatnya Doojoon hendak memprotes, Seungwon membentak, “Ruhe!” tanpa menoleh dengan tangan menunjuk pada Doojoon. [diam.]

Doojoon segera mengunci mulutnya. Tapi tangannya terangkat dengan botol bertuliskan Thai Cobra Powder.

“Bukankah ini obat kuat?”

“Tunggu sampai aku selesaikan urusanku, Don Juan!”

apartemenCSW

Seungwon menarik Chaerin ke dalam kamarnya meninggalkan Nyonya Song dengan putra bungsunya yang membuat Seungwon cukup pusing dengan komentarnya yang sama sekali tidak perlu.

Seungwon mendudukkan Chaerin di tempat tidurnya. Tempat tidur Seungwon tampak rapi karena pria itu sama sekali tidak tidur di sana kemarin malam. Kamar yang didominasi dengan warna kelabu yang masih sama seperti yang Chaerin ingat ketika ia terakhir kali menginap karena ia mabuk.

Seungwon menggenggam jemari Chaerin ketika mereka berdua sudah duduk bersama di tepi tempat tidur dengan bed cover berwarna kelabu. Seungwon menyibakkan rambut Chaerin yang mengganggu di wajahnya.

Chagia deudgi,” bisik Seungwon lembut di telinga Chaerin. Nada suara Seungwon yang berat terdengar indah di indera pendengaran Chaerin. Cinta telah merusak akal sehatnya, ia yakin itu.

“Aku tidak ingin kau merasa tertekan dengan desakan Madame dan Doojoon. Lakukan apa pun keinginanmu. Intinya, kita tetap akan bersama,” bisik Seungwon sambil mengecup jemari Chaerin. Chaerin tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau ingin menghindar dari pernikahan, Seungwon-ah?” tanya Chaerin dengan nada menyindir. Seungwon mengerutkan keningnya menatap wanita yang dikaguminya.

Aniya…”

“Aku akan menikah denganmu, dua minggu lagi. Atau seminggu lagi seperti saran Doojoon?” Chaerin menyanggupi. Dada Seungwon serasa penuh. Chaerin menerimanya. Ia akan menikah. Ia menarik nafas lega. Sekalipun Chaerin tidak mau menikah, ia akan tetap menghargai keputusannya, dan ia tidak peduli dengan keinginan Madame. Yang penting baginya mereka tetap bersama.

Tapi ini benar-benar di luar dugaan. Setelah ditekan oleh pemain, Chaerin tetap menolaknya bahkan ketika ia terjebak di antara Nyonya Song dan Doojoon pun, Chaerin tetap menolaknya. Pagi ini, sungguh luar biasa, ketika Seungwon memberikan kebebasan baginya, ia justru ingin menikah dengan Seungwon.

Jinjayo?” tanya Seungwon. Chaerin menggangguk.

“Aku menikah denganmu dengan alasan supaya kau menghapus peraturan tentang tidak ada skandal dalam tim,” tukas Chaerin sambil tertawa. Seungwon ikut tertawa.

“Juga untuk menekan biaya sewa apartemen yang dikeluarkan Paradise,” lanjut Chaerin. Lagi-lagi pria itu tertawa.

“Untuk tampil modis sebagai menantu Quince!”

Seungwon tampak berpikir.

“Aku tidak suka kau bergaya seperti Sungrin,” tukasnya. Kini Chaerin yang tertawa.

“Menurut Shin Donghee, menikah bagus untuk kesehatanku,” ujar Chaerin. Seungwon mengangguk setuju.

“Aku menikah denganmu karena kau punya six pack.”

Seungwon memonyongkan bibirnya tapi ia mengangguk mengerti.

“Aku menikah denganmu dengan alasan membebaskan anak-anak dari hukuman kejammu dan juga membebaskan dirimu menjadi lajang terakhir di kota ini,” tandas Chaerin. Seungwon cemberut. Ia berpikir kira-kira siapa yang menuliskan memo itu. Tebakannya adalah antara sahabatnya Kim Minjong atau si bandel Myungsoo.

“Tapi yang penting di antara semua itu, Seungwon-ah, na saranghanta,” bisik Chaerin dengan suara yang paling kecil di telinga Seungwon. Baginya tidak masalah kalau Seungwon tidak pernah mengatakan mencintainya tapi ia akan terus mengucapkan kalau dirinya mencintai Seungwon dan ia yakin kalau namja itu tidak akan pernah bosan mendengarnya. Seungwon menunduk mencium kening Chaerin. Dan ia selalu merasa tidak akan pernah ada kata cukup jika ia mencium Chaerin.

Tok tok tok.

Doojoon bahkan tidak  susah-susah menunggu dipersilahkan masuk karena ia menerobos pintu kamar tidur sebelum Seungwon menjawab. Chaerin menyadari kalau Seungwon kesal pada Doojoon yang seenaknya masuk ke kamarnya.

Hyung!”

Doojoon menyodorkan secangkir kopi kepada Seungwon. Melihat cangkir kopi yang dibuat oleh Doojoon, mau tidak mau, Seungwon melemah. Ia menerima kopi itu dan bertanya pada Chaerin, “Kopi?”

Chaerin menggeleng. Seungwon benar-benar membutuhkan kopi setelah kurang tidur semalaman dan serbuan yang dilakukan oleh Nyonya Song dan Doojoon pagi ini. Ia langsung menegak kopinya.

“Rasanya aneh,” tukasnya tapi tetap saja ditelannya juga kopi yang disediakan oleh Doojoon. Doojoon terkekeh.

“Aku mencampurnya dengan Thai Cobra Powder yang ada di mejamu. Kukira itu obat kuat,” tukasnya jail. Seungwon tercekat. Ia berusaha memuntahkan kopi yang sudah diminumnya.

Yhaa!!!”

Doojoon cekikikan.

“Darimana kau dapatkan Thai Powder itu, Chagiya?”

Ye?”

“Botol berisi bubuk yang kau berikan padaku kemarin malam.”

Chaerin mencoba mengingat botol kecil berisi bubuk itu.

“Khun. Nichkhun yang menitipkannya padaku untuk diserahkan kepadamu. Katanya paket dari Thailand.”

Doojoon tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

Annyeong, Hyung. Selamat berusaha! Tak perlu mengantarku dan Eommamama. Kami cukup mengerti!”

Doojoon menutup pintu sebelum bantal yang dilempar Seungwon itu mendarat di kepalanya.

“Tsk, tapi benarkah kau kabur dari tiga kali pertunangan, Seungwon-ah?”

。‿。Euforia。‿。

Nyonya Song berjalan menuju apartemen Eunhwa bersama dengan Doojoon segera setelah meninggalkan apartemen putra tertuanya. Ia tampak berpikir keras.

“Doojooni, tadi kau mengatakan, aku akan menggendong cucu pada musim semi. Bukankah seharusnya ia lahir pada musim gugur?”

Doojoon terdiam. Ia tahu kalau ia telah keceplosan bicara. Nyonya Song masih percaya kalau Chaerin benar-benar hamil.

“Ah ye, Eommamama salah dengar. Aku tidak mengatakannya,” elak Doojoon. Nyonya Song menyipitkan matanya, menatap Doojoon penuh selidik. Ia yakin kalau anaknya itu menyimpan sesuatu.

“Aku akan bertanya pada Seungwon,” tukas Nyonya Song berbalik arah. Tapi Doojoon segera menarik lengan Nyonya Song.

Eommamama, jangan sekarang. Hyung pasti sedang sibuk. Kita juga harus menemui Eunhwa,” alasan Doojoon sambil meringis. Berharap Nyonya Song benar-benar mengikutinya ke apartemen Eunhwa. Nyonya Song menghela nafas, kemudian mengangguk dan bersama dengan Doojoon menuju apartemen Eunhwa.

Eunhwa melotot melihat nyonya Song dan Doojoon dari mini monitor. Dia bergegas membuka pintu.

Annyeong haseyo!” sapanya sambil membungkuk sopan pada nyonya Song.

Ibu dua putra itu tersenyum ramah pada Eunhwa. Dia melihat gadis itu agak kikuk, mungkin karena baru mandi dan wajahnya polos. “Lama tidak bertemu, Eunhwa-ya!”

Eunhwa mempersilahkan mereka masuk dan duduk di sofa living room.

“Kami ingin mengajakmu keluar bersama untuk sarapan.”

Eommamama, lebih baik Eunhwa saja yang menyajikan sarapan untuk kita,” ucap Doojoon usil. “Kau tidak keberatan kan?” tantang Doojoon sambil menatap yeoja-nya.

Eunhwa tersenyum kaku. Tapi melihat nyonya Song tampak mengharapkan kesanggupannya, gadis itu pun mengiyakan. Eunhwa pergi ke pantry diikuti Doojoon, sementara nyonya Song menunggu di living room sambil membaca.

Eunhwa membuka lemari es, mengeluarkan beberapa sayuran.

“Kenapa semalam mematikan ponsel?” todong Doojoon  saat Eunhwa mau mencuci sayuran-sayuran itu.

Eunhwa meliriknya tajam. “Karena kau sangat berisik. Aku sangat sibuk di pesta. Karena terlalu lelah saat pulang, aku lupa menyalakannya,” jelas gadis itu. “Tolong cuci ini.”

Eunhwa menyerahkan sayuran-sayuran itu pada Doojoon lalu mengeluarkan daging dari freezer.

Spoiler Epilog :

Chaerin menerima pesan masuk di layar ponselnya. Ia segera mengusap layar lihat. Matanya mendelik membaca pesan chat di akun linenya.

Sungjong : Lee Byeonsa, Howon Hyung dimintai keterangan oleh polisi sehubungan dengan laporan seorang yeoja yang mengaku diperkosa olehnya.

。‿。To Be Continued。‿。

Notes :

Euforia adalah suatu kondisi mental dan emosional ketika seseorang merasa sangat bahagia. Dalam sepak bola euforia itu sering terjadi ketika seorang pemain atau sebuah tim memenangi suatu pertandingan.

Akhirnya saya berhasil menulis genre komedi dan sport ini sampai tamat. Seperti kata Chelsea, kami masih punya 1 PR lagi yaitu epilog.

Mianhamnida kalau scene proposenya jauh dari bayangan. Seperti yang dibilang DJ kalau SW tidak cocok melamar dengan gaya-gaya romantis yang bisa membuatnya muntah.

Thanks to Minhwa and Chelsea buat ide-ide segarnya.

21 thoughts on “Kick Off Euforia

  1. akhirnya lamaran cha seungwon diterima jg ma chaerin,
    cepet-cepet dapat aegi deh, biar madame song gak uring-uringan trz..

  2. ​¸.•*¨)¸.•*¨)
    =-?W̲̅a̲̅K̲̅=))¸.•*¨)¸.•*¨)
    (¸¸.•´ (¸¸.•´=-?W̲̅a̲̅K̲̅=))¸.•*¨)¸.•*¨)
    (¸¸.•´ (¸¸.•´=-?W̲̅a̲̅K̲̅=))
    (¸¸.•´ (¸¸.•´ . Ini gilaaa! Aigo2 dibuat sakit perut lagi eon.

    Semua adegan membuat saya kehabisan kata2. Tapi untuk adegan Manager Cha melompat di balkon itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jadi saya harus mengomentarinya wkwkwk.

    “Eommamama Hyung memang photogenic.” Wkwkwkwkkw. *sakit perut gara2 ngakak.

    Terus itu obat kuat yang dicampur ke kopi. Aigo2 pasti Lee Byeonsa sedang sibuk membuat efek samping itu agak segera terealisai wkwkkwkwk.

    1. Cetar!

      Emang enak kena sidik Madame pagi2. Untung apartemen sebelah juga. Tinggal lompat. Sayangnya lupa memperkirakan saeng durhaka yang tinggal ngak jauh. Ngebet nikah juga. Tapi ngak dikasih ijin kalau si sulung belum.

  3. HIDUP SKANDAL

    hhahahaaahahaha yeiiiii chukae CSW lee byeonsa Akhirnyaaa sweet banget
    yaach walaupun agak extrim dilamar dengan dark chocolate tapi sesuai laah sama jiwa mereka
    bener”euforia nich harus dirayain
    aseeeek kayaknya bakalan punya cucu cepet nich eomamama cos serbuk cobra khunnie
    kkkk
    sungrin akhirnya dino berhasil juga tinggal eunbi nih ma wahyoon 😦

    aduh sunggyu wae???

    PANAS PANAAAAAAAAS

    1. Sama sekali gak sweet tapi masih bolehlah daripada sebelumnya dilamar dengan alasan dia calon suami yang tidak buruk. Kkkkkkk.

      Madame masih nyangka Lee Chaerin hamil karena ngak ada yang kasih tahu kebenarannya.

      Terima kasih karena sudah mendukung dari awal. Nantikan epilognya.

  4. chukae… chukae……
    akhirnya diterima juga lamarannya……..

    csw sweet banget….. manager cha punya cara sendiri buat nglamar lee byonsa.. dan akhirnya diterima… ngga perlu ngikutin saran anak2 pfc…^^

    ngga kerasa part csw udah end aku kira mau smpe nikah…..
    tapi semuanya terbayar dengan lamaran manager cha yang bener2 sweet banget menurut aku…….

    1. Ya akhirnya part propose kelar juga. Sama sekali ngak manis seperti rasa dark chocolate. Tapi Lee Byeonsa akhirnya bisa menerima kekurangan Manajer Cha yang tidak romantis.

      Nantikan epilognya ya.

  5. Waaah chukkae bwt manager cha. ., akhirnya d trima jga lmaran’a 😉 , dongwo jga d trima ma seungrin gara” boneka dinosaurus hahaha, 😀

    lgi enak” tdur brng tb” calon mertua dtng, kasian bgt sh ;-(
    DJ sneng bgt bkin hyung stu”nya naik darah, udh ngambl fto tnpa izin, ftonya bwt ngancem pula, hahaha tpi g pa” lah SW ma chaerin kan jdi cpt nikah, trus DJ ma eunhwa jga cpt nyusulnya, ^_^
    bdw ko chaerin jd pengen cpt” nikah sh?

    Knp d spoiler epilog’a howon d kantor polisi? Trus wnita yg ngaku d perkosa howon siapa?
    Smoga tu ga bnr. . . 😦

    1. Seungwon dan Doojoon senang bikin Nyonya Song marah tapi sebaliknya DJ senang bikin SW marah. Chukhae akhirnya berakhir bahagia.

      Terima kasih karena baca fari awal sampai part ini. *Bow

  6. Semua last part…

    Chukkae bwt Hitler and Lee Byeonsa.. Chukkae uga bwt Sungrin ma Dongwoo…

    Wkwkwkwk dark cocolate yg pahit 😀
    Pasti kangen sama KO nie #huuuuufth kangen saat2 bersama…

    Waduuuuh,Kenapa bisa Howon d’kantor polisi sech??
    Penasaran ma epilog’y, epilog’y yg panjang ea eonnie2ku 😀

  7. Ah demi apa ini sweetnya pake banget ..
    Semuanya berakhir bahagia, Sungrin yang yeah akhirnya denga Dongwoo ..
    Dan Mananger Cha dengan Lee Byeonsha ..
    Walalupun sempat sedih dan mewek dengan part Woohyun #pukpuk Oppa ..

    Wow, semuanya tamak wow di pesta ..
    Daebak ..

    Eum, makin penasaran dengan kalimat terakhir ..
    What the problem? Ada yeoja yg ngaku di perkosa Howon?
    Minta di jitak pake panci ..

    Chukkae eonni2 ..

    1. Demi apa ini sama sekali ngak sweet. Sweet ngak cocok buat SW. SW dari belahan bumi mana ya sampai lamaran pun harus tersirat dan melibatkan tim.

      Cukkhae Dino! Akhirnya bener juga hadiahnya pdhl hanya sederhana.

      Thanks dah mendukung dan membaca sejak awal.

      Sungrin memang kepo dan centil tapi ngak nyebelin dan ngak kejer2 namja

  8. ㅎㅎㅎㅎㅎ
    Standing applause
    akhirnya kita hampir sampai pada masa full time

    Perlu baca ulang semua sebelum LCR, kekeke balikin singkatan just like Unni said.

    CSW punya cara sendiri yg Sungrin bilang romantis
    Dari awal Sungrin bilang ganti stroberi, udah kebayang rasanya. Kekeke
    Chukae Dino, akhirnya sukses kasih hadiah yg bener 😉

    Beuh Taecyeon dan rombongannya pamer parah
    Tsk tsk tsk
    Yeojadeul sekseh bo
    Tapi Eunbi emang wow, untung kelakuan anak2 ga kaya MV Inconvenient truth ㅎㅎㅎㅎ

    Ajib itu DJ bisa memperkirakan SW bakal lewat balkon sampe niat banget motret

    ㅎㅎㅎㅎㅎㅎ serbuk dari Thai itu bikin ngakak

    Haduh ini terpost, jadi saia yang kejar tayang 😦

    Congrats Seungrin/Chaewon couple

    1. Kalau menurut saran Sungrin, yang menikmati cup cake bakalan ok cat dan Chansung. Untung pakai dark chocolate.

      Kalau tahu setim tukang pamer parah, mending Lee Byeonsa dan Eunhwa naik kereta kuda aja kali. Wkwkwkwk.

      DJ kepo motret supaya bisa menjebak. Pakai acara lapor Madame supaya disidak.

      Kejar tayang Partner

  9. Hallo Exclusive.
    Sepertinya akan tamat karena semua mengatakan bahwa “Ini part terakhir” haha

    Akhirnya, setelah gregetan dengan sikap SW yang kelamaan nyatain cinta dan pas nyatain so sweet “…bersediakah kau bersamaku mengisi kursi-kursi kosong di jok belakang?” #untung gak pake cetakan thong leopard tu cup cake :p
    Sempat mikir kalau titipan Khun itu bubuk merica ala Thai wkwkkkw
    SW benar-benar gak sabaran, cinta diterima malam itu juga bertindak wkwkkwkw
    Ngakak dengan sikap wanti2 Ok yang langsung kasih foto Ahjumma berkalung sorban itu ke security biar gak merusak pesta #usir saja kalau perlu musnahkan.
    Byeonsa tetap karakter yang menepati janji walau sudah punya SW. Kirain tadi pas L ngajak dansa Byeonsa bakal nolak ternyata diluar dugaan wkwkkw

    Masih penasaran apa reaksi Byeonsa waktu tahu kalo titipan dari Khun itu obat kuat. Jangan2 Byeonsa juga ikutan minum tu obat lagi :p

    1. Lee Byeonsa ngak tahu bubuk apa itu. Kan dah diendus dan baunya obatnya nyengat. Lagi pula ngak ada kasiatnya buat yeoja. Saya curiga justru DJ ikut minum karena langsung sidak ke aprt Eunhwa. Kkkkkk

      Musnahkan Ahjumma itu beserta konco2nya sampai ke akar2nya. Ok Cat tahu aja siapa yang bisa merusak pesta

  10. Yippie… Akhirnya LCR dan CSW bersatu *dari dulu juga udah ada sinyal bakal bersatu cuman belum dilamar aja hehehehe*

    Walaupun scene proposenya ngga heboh, cuman tetep sweet kok Onnie, pake cupcakes yang terbuat dari dark chocolate itu udah suatu usaha yang keren banget. Kasian banget yang pada nyoba itu cupcakes pait wkwkwkwkwkwk

    Dan ngakak banget pas scene Seungwon keluar dari balkonnya LCR, dan difoto sama DJ, tetep ya jail hahahahahahahaha

    Anak-anak PFC tetep ya, pamer gitu pake limosin hehehehehe dan khusus buat Ahjumma centil itu, bukannya hanya ke hotel, tapi kalo bisa juga dia kagak usah ada di dunia ini *ups*

    Okay Onnie, mari kita menggarap PR kita… Hwaiting!!

    1. Iya aku ingin Choi Ahjumma menghilang. Ngak perlu ada dalam kehidupan paradise. Tapi namanya kehidupan. Kita harus kenalan dengan orang seperti dia agar lebih dewasa.

      Yang romantis jadinya anak2 Paradise. Nyanyi lagu Lover Concerto. Kira2 ini ide siapa ya? Setelah ide pergi mati semua akhirnya SW nemu cara unik meski tanpa kata romantis.

      WH aku masih pengen getok kepalamu. Kalau saja Lee Byeonsa tahu maka habislah kau.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s