Ghost or People [Part 2-end]

 

GHOST OR PEOPLE

(Part 2 – End)

Ghost or people

By:

Kuruta Winn
|Genre/Rate : Sci-fi/General/School|
|Length : Twoshoot|
Cast :

Yoon Jin Hye [OC], Kim Myungsoo,

ZELO, Son Na Eun, Yoon Du Joon,

Song Ji Hyo, Kim Junsu, Kim Tae Hee

 

Disclaimer: FF ini diangkat dari komik detective conan karangan Gosho Aoyama dan dibuat versi korea dengan sedikit perubahan.

Part 1

 

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

 

 

Jin Hye berlari menghampiri Zelo, “Zelooooo…”

“Di…di depan ruang kesehatan ada model manusia itu,” sahutnya sambil menundukan kepala.

Jin Hye, Myungsoo, Na Eun berlari ke dekat pintu untuk melihatnya.

Myungsoo geram karena ia tidak melihat apa-apa. Ia meninggikan suaranya, “Mana, kok tak ada?”

“Ta..tapi tadi benar-benar ada kok!” ucapnya dengan gugup.

Jin Hye berlari ke ruang kesehatan untuk mengecek itu.

“Jin Hye….Tunggu!” panggil ketiga temannya.

Ketika sampai di ruang kesehatan, Jin Hye langsung mencari letak model manusia itu.

“Ternyata masih di tempatnya,” sahut Myungsoo sambil melihat ke arah Zelo.

Na Eun tersenyum melihat ke arah Zelo, “Kamu pasti salah lihat karena ketakutan.”

“Tidak! Yang dilihat Zelo pastilah ini,” sahut Jin Hye yang sedang jongkok di bawah model manusia itu, “Lihat bagian ganjal manusia ini,” ucapnya sambil menyorotkan senter ke arah kaki model manusia itu, “Saputangan yang kau bawa dari rumah apa masih ada?” tanyanya ke Na Eun.

Na Eun langsung mengecek saku celananya, “Eh, kok tidak ada?”

“Lihat. Saputangan peach yang ku hadiahkan pada Na Eun dan bertuliskan SN di pojok kiri bawah tersangkut di sana,” ucap Jin Hye sambil menunjukkan letak saputangan yang berada di bawah kaki model manusia itu, “Dengan kata lain, boneka ini bergerak setelah kita meninggalkan ruang kesehatan.”

Na Eun tekejut mendegar penuturan Jin Hye, “Ja..jadi boneka ini bergerak sendiri?”

“Pabo! Pasti ada seseorang yang menggerakkannya!” sahut Jin Hye dengan muka meremehkan.

“Tapi untuk apa?” tanya Zelo.

“Apa untuk menakut-nakuti kita?” timpa Myungsoo.

Jin Hye kembali kesal dengan penuturan teman-temannya ini. Takut tapi pura-pura berani, “Kalau menakut-nakuti, dia tak akan sengaja mengembalikannya ke tempat semula. Aku tak tahu apa yang ingin dia lakukan dengan memakai model manusia ini. Tapi dia mengembalikannya karena tak ingin diketahui oleh kita.”

“Tapi syukurlah, bukan karena hantu,” ucap Na Eun diiringi dengan senyum manisnya.

Jin Hye berjalan menyusuri lorong, “Huh, daripada hantu, yang paling menakutkan adalah orang yang tengah malam begini melakukan perbuatan aneh di sekolah secara diam-diam.”

Tanpa mereka sadari, seseorang telah memperhatikan mereka dari kejauhan. Jin Hye merasakan hal itu, “Si…siapa itu?”

“Ada apa?” teriak Myungsoo ketika Jin Hye berlari menyusuri lorong.

“Aku melihat bayangan orang yang mengintip ke sini di balik jendela di seberang!” teriak Jin Hye sambil berlari.

Jin Hye berlari hingga sampai ke tempat ia melihat bayangan tadi, tetapi ternyata tidak ada siapa-siapa. Hanya ada suara hembusan angin malam.

“Mana? Kok tak ada siapa-siapa?” tanya Zelo dengan napas terengah-engah karena mengejar Jin Hye.

Mereka berempat berjalan menyusuri lorong kelas sambil melihat-lihat ke dalam kelas.

Zelo berjalan sambil melihat ke kiri dan ke kanan, “Soalnya aku melihat model manusia itu dari jendela kelas yang bersebrangan dengan ruang kesehatan kan. Jika si pelaku segera mengembalikan model manusia begitu mendengar teriakanku, lalu mengintip dari jendela ini. Dia pasti akan berpapasan dengan kita yang sedang menuju ruang kesehatan,” papar Zelo.

Na Eun hanya bisa menyapu keringat yang mengucur dari dahinya dan berjalan di samping Myungsoo, “Pasti kamu salah liat, Jin Hye.”

“Tidak. Memang ada seseorang di sini,” sahut Jin Hye yakin, “Lihat jendela itu!”

“Jedela?” Sahut Na Eun sambil mengikuti arah tangan Jin Hye.

Jin Hye menunjukan adanya kabut kabut putih di jendela tersebut, “Ini bukti bahwa seseorang mengintip sambil menempelkan pipinya ke kaca jendela. Dia diam memperhatikan seperti mau memangsa kita berempat.”

Myungsoo, Zelo dan Na Eun kaget mendengar pemaparan Jin Hye. Hal itu sukses membuat mereka makin merapatkan diri ke tubuh Jin Hye.

“Pokonya bahaya kalau cuma kita saja. Lebih baik panggil penjaga sekolah,” ucap Jin Hye sambil berpikir bagaimana menghubungi penjaga sekolah disaat suasana sedang kalut seperti ini.

Zelo segera menyadarkan Jin Hye bahwa masih ada telepon di ruang guru yang digunakan. Zelo langsung berlari dan membuka ruang guru kemudia ia masuk diikuti Myungsoo dan Na Eun.

“Tidak mungkin ruang guru tidak terkunci. Berarti orang yang tadi kemungkinan besar adalah orang sekolah ini,” gumam Jin Hye sambil menatap ruang guru.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

KRING…KRING…KRING..KRING…KRING
Suara telepon berkali-kali menghubungi penjaga sekolah tapi tak ada jawaban sama sekali. Di sisi lain penjaga sekolah sedang tertidur sambil memeluk sebotol soju.

“Tak ada jawaban?” tanya Myungsoo dengan muka frustasi.

Jin Hye yang sudah mengerti mengapa telepon ini tidak di angkat hanya tersenyum kecut. “Tidak, kelihatannya dia ketiduran karena mabuk.”

“Bagaimana kau bisa tahu dia mabuk?” tanya Na Eun bingung.

Hyungku sering memberi tahuku. Karena dia juga sekolah di sini dulu,” jawab Jin Hye sambil duduk di kursi salah satu guru.

Jin Hye duduk sambil menatap telepon, “Tidak mungkin aku memanggil polisi, soalnya tak ada kasus berarti tapi bingung saat ini yang bisa dilakukan hanyalah….” gumam Jin Hye sambil menekan angka-angka di telepon.

Yeobseo…” sahut seorang namja dari telepon.

Raut wajah Jin Hye menunjukkan kesenangan, “Hyung…”

“YAA!! Kau kemana? Mengapa keluar rumah tidak bilang-bilang?” bentak Du Joon di telepon.

Jin Hye mendengus kesal, “Aku sudah mengatakannya padamu tadi. Kau saja yang tidak mendengar. Aishhhh….” ucapnya sambil menggertakkan gigi.

Keundae, ada apa kau menelponku?” tanya Du Joon dengan nada datar.

Hyung, bisakah kau datang ke sekolah ku sekarang?” ucap Jin Hye.

Du Joon hanya mendengus menanggapi pertanyaan Jin Hye, “2 jam lagi. Karena aku dan Ji Yong sedang bermain WE. Tunggu saja di depan sekolah. Aku tutup telepon. Annyeong,” Du Joon langsung menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari adiknya.

“YAA!!!! Yoon Du Joon!!!” teriak Jin Hye kesal kemudian ia meletakkan telepon ke tempatnya dengan kasar, “Sudahlah, lebih baik kuselidiki sedikit lagi sekolah ini sampai Hyung datang,” Jin Hye berlari ke arah tangga.

Zelo, Myungsoo, Na Eun mengikuti Jin Hye, “HYAA!!! Tunggu Jin Hye.”

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Du Joon kembali ke kamarnya untuk melanjutkan permainannya bersama Ji Yong.

“Siapa?” tanya Ji Yong yang baru keluar dari kamar mandi.

Du Joon kembali menekan tombol start untuk melanjutkan permainannya, “Jin Hye minta di jemput di sekolah nanti.”

Ji Yong duduk di samping Du Joon dan memegang stick PS nya, “Jam berapa ini? Adikmu sekolah malam?” tanya Ji Yong sambil memperhatikan layar TV.

“Entahlah. Tenang saja, dia akan baik-baik saja walau sendiri. Aku percaya padanya,” ucap Du Joon singkat.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Mereka berhenti berlari ketika akan menaiki tangga sekolah. Dan mulai berjalan pelan untuk menaiki tangga.

“Tapi apa yang dilakukan penjahat di sekolah pada malam hari ini?” ucap Zelo seraya mengarahkan senter ke anak tangga.

“Yang jelas bukan hal yang baik,” sahut Myungsoo sambil memegang perutnya, “Tak ada makanan, gelap lagi,” ucapnya sambil berpegangan pada penyangga saat menaiki tangga.

Saat Zelo mengarahkan senternya ke atas, ia melihat kepulan asap putih, “Da..dari mana asap ini?” ucapnya dengan gugup.

Myungsoo merasakan tangannya menyentuk cairan saat menaiki tangga, ketika ia melihat telapak tangannya, “WUAAA darah!” teriaknya

“Bukan darah, cuma cat lukis biasa,” sahut Jin Hye ketika menghampiri pegangan tangga itu dan melihatnya dengan teliti cairan yang dikira darah oleh Myungsoo.

“Cat lukis?” tanya Zelo.

Jin Hye mengarahkan senternya ke atas. Hingga seluruh pegangan anak tangga yang ada di lantai selanjutnya terlihat, “seseorang menumpahkan cat lukis dari atas melalui pegangan tangga.”

“Asap ini?” tanya Zelo penasaran.

Jin Hye hanya tersenyum kecil menjawab pertanyaan Zelo, “Es kering untuk percobaan fisika yang dimasukkan ke air. Aku menemukannya di tangga,” ucap Jin Hye sambil memperlihatkan bongkahan es yang ia temukan.

“Jadi, si pelaku mau menakut-nakuti kita agar kita pulang?” tanya Myungsoo geram.

Na Eun angkat bicara, “Baiklah, kita ke atas dan tangkap dia!” ucap Na Eun dengan percaya diri.

Jin Hye diam memikirkan sesuatu, ia mendapatkan ide, “Percuma, dia bisa lari. Tapi kalau itu maksud dia kita……..WUAAA ADA HANTU! HANTU!!! AKU TAKUT!” teriak Jin Hye tiba-tiba.

Myungsoo, Zelo dan Na Eun terkejut melihat tingkah Jin Hye yang berubah tiba-tiba. Sebenarnya terkesan lucu karena ini pertama kalinya mereka melihat Jin Hye ketakutan.

“Ayo, kalian juga lakukan!” sahut Jin Hye sambil berbisik ke arah teman-temannya.

Mereka hanya menuruti apa yang dikatakan Jin Hye, “KYAAA!! Tolong!!!” teriak Naeun di ikuti teriakan Myungsoo, “Kami akan dibunuh!!”, Zelo pun ikut teriak, “Aku tak mau lagi kesini,” teriak mereka bertiga.

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka dari tangga paling atas.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Satu Jam Kemudian,

 

“Hei, apa kita sudah bisa keluar?” tanya Myungsoo. Mereka berempat bersembunyi di dalam toilet.

Jin Hye yang sudah gerah akhirnya keluar, “Ya” dan yang lain mengikuti sambil berjalan pelan-pelan. Jin Hye memperhatikan jam tangannya, “Kenapa Hyung lama sekali!” gumamnya.

Ketika Zelo, Myungsoo dan Na Eun melihat ke arah jendela yang berada di depan toilet. Mereka terkejut karena di seberanga gedung ada seseorang yang sedang berjalan memegang kayu. “Haaaaaa….”

“A…ada orang!” bisik Zelo pelan sambil melihat ada banyak orang di seberang gedung yang ternyata adalah kelas mereka.

“Bu..bukan cuma satu dua orang!” sahut Myungsoo dengan tatapan tidak percaya.

Jin Hye memperhatikan dengan seksama, ia terkejut saat melihat pemandangan itu, “Apa! Me..memang ada 10 orang. Apa yang mereka lakukan gelap-gelap begini di kelas? Tunggu dulu! Orang itu bermasker! Jadi itu orang yang dilihat Na Eun. Apa itu? Dia memegang sesuatu!” gumam Jin Hye dalam hati kemudian ia berjalan jongkok agar tidak dilihat orang itu.

“Eh, kau mau kemana Jin Hye?” tanya Myungsoo melihat tingkah konyol Jin Hye yang berjalan sambil jongkok.

Jin Hye menoleh ke belakang sambil tersenyum, “Aku mau menangkap si penjahat.”

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Tanpa di aba-aba. Myungsoo, Zelo dan Na Eun mengikuti Jin Hye. Akhirnya mereka berempat tiba di depan kelas yang bertuliskan “2A”. Jin Hye mengetuk pintu dengan santai kemudia membukanya. Mereka berempat masuk dan melihat pemandangan yang menyenangkan.

“Waaah, apa ini? Boneka-boneka yang tadi dikumpulkan di sini!!” sahut Na Eun menghampiri boneka-boneka yang tergeletak di atas meja.

Zelo menghampiri jendela, “Di pinggir jendela ada patung batu,” sahut Zelo.

Myungsoo berjalan ke arah belakang kelas, “Model manusia juga ada!” sahutnya keras.

“Hmm…kertas apa ini? Kenapa ada tulisan orang tua di dahi model manusia ini?” tanya Zelo heran memperhatikan model manusia itu.

Na Eun menghampiri model manusia itu, “Seperti hari kunjungan orang tua.”

“Benar si pelaku sedang berlatih malam-malam dengan menjadikan boneka sebagai murid, model manusia dan patung batu sebagai orang tua murid. Latihan kunjungan orang tua murid yang akan diselenggarakan minggu depan. Dia memakai masker agar suaranya tak terdengar keluar. Benar kan? Wali kelas 2A yang sedang bersembunyi di bawah meja guru, Ji Hyo Seongsenim!!” papar Jin Hye sambil tersenyum kemudian berjalan menghampiri meja guru.

Na Eun yang sudah dulu sampai di meja guru langsung melihat ke kolong meja guru dan tersenyum mendapati wali kelasnya sedang berjongkok di sana, “Wah, benar juga! Ji Hyo Seongsenim.”

“Jadi, kabar angin tentang patung batu yang berpindah posisi dan model manusia yang berlari itu…” sahut Zelo sambil mengira-ngira.

“Ji Hyo Seongsenim yang membawanya ke sini setiap malam! Pandangan patung batu yang jadi satu itu cuma kebetulan, sedangkan model manusia yang berlari itu pastilah Ji Hyo Seongsenim membawanya dengan terburu-buru,” ucap Jin Hye.

Ji Hyo Seongsenim keluar dari kolong meja guru dan menghampiri mereka.

Myungsoo mendengus kesal, “Tapi, sebelum latihan seperti itu, tolong Seongsenim lebih ramah lagi kepada kami.”

“Benar! Lebih baik Seongsenim segera memperbaiki sikap yang tak suka anak-anak murid,” sahut Zelo dengan menunjukkan wajah kecewa.

Ji Hyo Seongsenim hanya terunduk sambil berkata, “Tidak..justru sebaliknya. Seongsenim sangat suka pada kalian, para murid.”

Mereka berempat terkejut mendengar penuturan Seongsenim mereka.

“Di sekolah yang sebelumnya, aku tak bisa marah karena murid-murid sangat baik. Tapi aku gagal waktu tampil pada hari kunjungan orang tua murid yang pertama. Waktu itu seorang murid laki-laki mengejekku sehingga dia berkelahi dengan anak yang di sebelahnya, keduanya terluka. Aku tak ingin hal yang sama terulang lagi di sekolah ini. Aku ingin mengubah sikap menjadi tegas pada diri sendiri dan pada murid-murid. Tapi setiap kali hari kunjungan orang tua tiba, hal itu selalu terbayang di kepala. Seongsenim jadi tak bisa diam, jadi berlatih seperti ini setiap malam,” ucap Ji Hyo Seongsenim panjang lebar sambil menatap Myungsoo denga sendu.

Myungsoo merasa bersalah karena penilaiannya selama ini terhadap Ji Hyo Seongsenim.

“Myungsoo mirip dengan anak yang berkelahi waktu itu, Seongsenim jadi cemas,” ucap Ji Hyo Seongsenim.

Jin Hye menatap Ji Hyo Seongsenim dengan heran, “Jadi itukah sebabnya cuma boneka Myungsoo yang rusak?” tanyanya.

“Gara-gara ini, murid-murid jadi ketakutan dan aku dijuluki nenek sihir. Mungkin memang tak pantas jadi Guru,” ucap Ji Hyo Seongsenim sambil menahan cairan bening yang sebentar lagi turun.


Na Eun menghampiri Ji Hyo Seongsenim dan berkata, “Tidak begitu! Aku tahu sebenarnya Seongsenim sangat baik! Sebab cuma Ji Hyo Seongsenim yang memberi air pada bunga dan mengganti air akuarium setelah semua pulang!” ucap Naeun sambil tersenyum.

Ji Hyo Seongsenim hanya diam.

“Ya, guru kelas lain tidak melakukan itu,” sahut Zelo sambil tersenyum.

Myungsoo pun angkat bicara, “Semua orang bilang, itu hal yang aneh untuk seorang nenek sihir,” ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Pokoknya, membohongi diri seperti apapun, tak akan bisa menipu mata para murid. Karena sudah ketauan, bukankah lebih baik kembali seperti semula?” ucap Jin Hye sambil menatap Ji Hyo Seongsenim dengan muka senang kemudian berubah menjadi kecut, “Tapi, Seongsenim kelihatannya akan lebih dulu menjaga gengsi.”

Ji Hyo hanya tersenyum mendengar kata-kata Jin Hye, “Aku tahu!!”

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

 

Du Joon segera mematikan PS nya dan mengambil kunci mobil yang terletak di atas meja makan.

“Kau mau kemana? Kenapa dimatikan,” tanya Ji Yong bingung.

Du Joon memakai jaket hitamnya, “Kau mau ikut? Aku mau menjemput Jin Hye dulu.”

Ji Yong langsung berjalan ke arah  kasur Du Joon, “Tidak, aku ingin tidur. Hati-hati di jalan,” ucap Ji Yong yang langsung menghambur ke kasur.

“Aissshhh dasar! Jangan sampai kau membuat pulau lagi di bantal ku,” ucap Du Joon lalu berjalan meninggalkan Ji Yong.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Na Eun menggengam tangan Ji Hyo Seongsenim dan berkata, “Tapi Seongsenim jahat! Menakuti kami dengan asap dan cat lukis.”

Seongsenim kan yang mengintip kami dari balik jendela?” sahut Zelo.

Ji Hyo Seongsenim hanya tersenyum menanggapi pernyataan anak muridnya itu, “Bukan! Seongsenim baru pertama kalinya melihat kalian malam ini! Soalnya setelah mengembalikan model manusia karena mendengar teriakan Zelo, Seongsenim segera bersembunyi di dalam ruang kesehatan.”

Jin Hye menyadari keganjalan yang terjadi, “Jadi, siapa yang membuka kunci ruang guru?” tanya Jin Hye dengan wajah gusar.

“Ruang guru? Apa maksudmu?” tanya Ji Hyo Seongsenim heran.

Jin Hye langsung berlari dan meninggalkan ruang kelas 2A, “Sudah kuduga! Ada orang lain selain Ji Hyo Seongsenim.”

Ketiga temannya langsung berlari mengikuti Jin Hye, Ji Hyo Seongsenim yang tampak bingung juga mengikuti anak-anak muridnya.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

“Ada cahaya dari ruang guru!” ucap Jin Hye saat berlari kemudia melihat cahaya dari ruang guru. Ia langsung berlari dan membuka pintu ruang guru, “Di sana!” ucapnya sambil menyorotkan senternya ke arah seseorang yang sedang berjongkok.

Jin Hye terdiam menahan tawa ketika melihat orang yang sedang berjongkok itu. Myungsoo, Zelo, Na Eun dan Ji Hyo Seongsenim juga kaget dan menahan tawa ketika sampai di ruang guru, “Wa…wakil kepala sekolah! Ke..kenapa kepala anda?” sahut mereka serentak sambil menahan tawa melihat wakil kepala sekolah yang setahu mereka rambutnya lebat, tapi kini pitak.

“HAHAHAHAHA…..” akhirnya tawa mereka pecah saat melihat penampilan wakil kepala sekolah.

“Jadi yang menakuti kami agar segera pulang adalah wakil kepala sekolah,” sahut Zelo sambil tertawa.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Du Joon sampai di depan sekolah. Ia menunggu di dalam mobil. Tak lama kemudian, ia melihat seseorang yang sedang memperhatikan sekolah itu sambil tertawa dari dalam mobil.

“Bukankah itu kepala sekolah?” ucap Du Joon saat memperhatikan dengan teliti orang itu. Ia segera turun dari mobilnya dan menghampiri mantan kepala sekolahnya itu.

Annyeong haseyo Sangjanim…” sapa Du Joon.

Kepala sekolah mendengar seseorang menyapanya karena kebetulan kaca mobilnya terbuka. Dan ia langsung turun ketika melihat orang yang dikenalnya itu, “Annyeong haseyo Du Joon-ah. Orenmaniya. Sedang apa kau kemari?”

Du Joon tersenyum menjawab pertanyaan itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,” Aku menjemput adikku, Sangjanim.”

“Yoon Jin Hye?” sahut kepala sekolah.

Du Joon hanya menganggukan kepalanya. Kemudian kepala sekolah menyuruhnya masuk untuk menunggu bersama di dalam mobil.

“Aku ingin mengembalikan sesuatu pada tempatnya,” ucap kepala sekolah sambil tersenyum. Kemudian ia mengeluarkan sekantong plastik dari dalam box yang ada di mobilnya.

Du Joon tidak mengerti apa yang di katakan kepala sekolah, “Maksudnya?”

“Dua hari yang lalu di ruang guru, ada seorang guru yang tak sengaja membuka jendela  kemudian angin berhembus kencang sehingga rambut palsu wakil kepala sekolah melayang. Aku hanya tertawa melihatnya. Tak lama kemudian aku menemukan rambut palsu itu dan menyimpannya,” ucap kepala sekolah sambil menahan tawa.

Du Joon juga menahan tawa karena waktu ia masih sekolah, ia juga pernah melihat rambut asli wakil kepala sekolah, “Dasar orang tua tidak ada kerjaan. Sudah bau tanah begini, masih mengerjai orang lain,” gumamnya dalam hati sambil melihat ke arah kepala sekolah yang rambut serta jenggotnya sudah memutih.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

 

“Tidak ada di mana-mana,” sahut Myungsoo sambil memeriksa kolong-kolong meja di ruang guru.

Zelo pun naik ke atas meja sambil mendengus kesal, “Bagaimana kalau menyerah saja?”

“Tak bisa, aku tak bisa muncul di sekolah tanpa itu!” sahut kepala sekolah sambil mencari dengan semangat.

Ji Hyo Seongsenim dan Na Eun hanya tertawa sambil mencari rambut palsu itu.

“Benar-benar gila! Malam ku kali ini dihabiskan untuk mencari rambut palsu!” gumamnya dalam hati.

 

—-END—-

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Ghost or People [Part 2-end]

  1. Pas baca komiknya juga tegang ternyata endingnya diluar dugaan.
    Kalo L asllinya penakut gimana ya? Gak kebayang kkkkkkkk

    Thank you for publishing my FF 🙂

      1. Sayang ganteng2 penakut tapi boleh lah ya tetap stay cool kalau lagi sama orang kkkk
        Jadi gak sabar liat L #35HariLagi

  2. Asli endingnya mengejutkan 😀
    Penasaran, tegang, goosebump dari awal.
    Meski sering nonton film spy, belum bisa bikin kaya gini.

    Thanks for letting us sharing this 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s