Ghost or People [Part 1]

GHOST OR PEOPLE

(Part 1)

Ghost or people

By:

Kuruta Winn


|Genre/Rate : Sci-fi/General/School|
|Length : Twoshoot|


Cast :

Yoon Jin Hye [OC], Kim Myungsoo,

ZELO, Son Na Eun, Yoon Du Joon,

Song Ji Hyo, Kim Junsu, Kim Tae Hee

 

Disclaimer: FF ini diangkat dari komik detective conan karangan Gosho Aoyama dan dibuat versi korea dengan sedikit perubahan.

 

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

 

“Semua bisa dijelaskan secara ilmiah. Tidak ada hal-hal gaib seperti setan, hantu atau semacamnya. Justru mereka muncul karena ketakutan dalam diri kita sendiri. Di zaman yang semakin dikuasai teknologi ini justru manusia berpikiran makin terbelakang. Kemana penemuan-penemuan yang bisa membantu manusia memecahkan segala problem. Boleh saja percaya kepada hal-hal gaib tetapi jangan sampai kita larut dalam kepercayaan itu. Apalagi sampai menuhankan kepercayaan itu. Karena pada dasarnya kita hanya boleh mempercayai Tuhan. Entah apa yang ada di benak teman-teman sekolahku saat ini, mereka mengatakan bahwa sekolah kami berhantu. Why so serious ? Tapi lebih baik aku dengarkan saja dulu cerita mereka sampai habis,” gumamku dalam hati.

“Sekolah ini dikutuk?” Jin Hye bertanya sekali lagi ke Myungsoo dengan tatapan datar.

“Ya..Ini serius!” sahut Myungsoo dengan muka yang serius seolah menampakkan ketakutan yang mendalam.

“Sudah jadi pembicaraan di seluruh sekolah ini, ” timpa Zelo yang duduk di samping Myungsoo. Ekspresinya tak kalah menakutkan dibandingkan Myungsoo.

“Hmm, yang namanya Tujuh Keajaiban Sekolah kan memang ada! Misalnya piano yang berbunyi sendiri atau tangga yang jumlahnya bertambah,” sahut Jin Hye dengan raut muka yang terkesan tidak begitu peduli disertai senyuman menyindir.

“Ini bukan cerita anak-anak seperti itu!!!” Zelo berbicara dengan nada tinggi karena Jin Hye susah dibuat untuk mempercayai cerita-cerita mistis, “Seminggu yang lalu, seorang murid sekolah ini masuk ke ruang kesenian. Anak itu menyukai lukisan besar yang ada di ruang kesenian. Dia selalu datang ke sana setiap pagi. Tapi pada hari itu ada sesuatu yang berbeda dengan biasanya. Suasananya menyeramkan, dan begitu dia mau kembali ke kelas….” Zelo menggantungkan kalimatnya sambil melihat kiri kanannya dengan muka ketakutan, “Dia melihat pemandangan aneh! Delapan buah patung yang ada di ruang kesenian menatap anak itu dengan mata putih yang dingin,” ucapnya sambil menahan napasnya yang terengah-engah. Kemudian ia menatap Jin Hye dengan mata membesar dan keringat yang bercucuran, “Bagaimana? Misterius, kan?”

Jin Hye hanya tertawa sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal dan menatap Zelo dengan pandangan mengasihani, “Itu cuma kebetulan. Hahahaha…..”

Zelo kembali beragumen sambil berdiri dari kursinya, “Tak mungkin! Sebab dia sudah memastikannya!”

Jin Hye kembali menatap Zelo, “Memastikan?”

Zelo kembali berbicara dengan nada serius diikuti dengan raut muka yang mencekam, “Sepulang sekolah pada hari itu, dia menandai patung dan mejanya! Begitu dia datang pada esok paginya, kedelapan patung itu benar-benar bergerak dalam satu malam!! Akibatnya, sejak hari itu dia sakit, hari ini pun masih tidak sekolah. Bukan cuma dia. Apa kamu tak merasa belakangan ini jumlah murid di kelas kita jadi berkurang?” Zelo mengedarkan pandangannya ke seluruh isi kelas 2A.

“Kudengar sedang musim pilek,” jawab Jin Hye sambil melihat-lihat banyak bangku kosong yang tak terisi di kelasnya.

“Mu, mungkin mereka kena kutukan patung batu itu. Huh, kabar yang kudengar sih ada yang lebih hebat dari patung batu itu!” sahut Myungsoo sambil berbisik-bisik dengan memegang buku fisika.

“Hmm?” sahut Jin Hye.

“Kau tahu kan? Di ruang kesehatan ada boneka yang mengerikan?” jawab Myungsoo dengan wajah serius.

Jin Hye mengerak-gerakkan pulpennya seraya berpikir boneka yang dimaksud Myungsoo tadi, “Hmm..Tubuh model manusia maksudmu?”

“Empat hari yang lalu! Boneka itu berlari di lorong sekolah dengan kecepatan luar biasa!” ucap Myungsoo sambil meremas buku fisikanya karena menahan takut.

“Mustahil…” sahut Jin Hye dengan nada meremehkan dan tertawa kecil.

Myungsoo tak henti-hentinya bercerita dan meyakinkan Jin Hye, “Yang melihat bukan cuma satu dua orang! Lima orang anak kelas 3 melihatnya sepulang dari latihan basket!”

“Apa mereka bukan menakut-nakuti kamu?” tanya Jin Hye sambil menatap Myungsoo dengan tatapan meremehkan.

“Hei, Na Eun! Kasih tau ceritamu juga!” Myungsoo langsung menatap Na Eun yang duduk di samping Jin Hye. Raut wajahnya terlihat murung ketika Myungsoo menyuruhnya bercerita.

“I…Iya” sahutnya pelan sambil menatap ke bawah.

Jin Hye menyadari perubahan ekspresi teman sebangkunya itu. Na Eun terlihat lain, tidak seperti biasanya. Dia termasuk Yeoja periang, feminim, rambut panjangnya sering ia biarkan tergurai bebas.

“Pokoknya bisa gawat kalau kita tidak menyelidikinya,” sahut Myungsoo ketika Jin Hye sibuk memperhatikan perubahan raut wajah  Na Eun.

Pletakkkk…..

“Ji Hyo Seongsenim!” Myungsoo menoleh kebelakang sambil meringis kesakitan memegang kepalanya. Myungsoo kaget melihat guru fisikanya membawa kayu panjang yang biasa dipakai untuk mengajar dan menatapnya evil.

“Dasar! Kamu selalu begini. Kau kusuruh mengerjakan latihan soal. Kalau tak bisa diam dan menerima pelajaran lekas pulang sekarang juga!” bentak Ji Hyo Seongsenim.

“Huh, dasar nenek sihir! Kenapa cuma aku yang dibentak, padahal kalian juga berbicara dari tadi!” ucap Myungsoo sambil menatap ketiga temannya yang menahan tawa setelah Ji Hyo Seongsenim meninggalkan mejanya.

Zelo pun angkat bicara sambil menahan tawanya melihat Myungsoo kesakitan karena kepalanya dipukul tadi, “Makanya kalo mau berdiskusi out of topic dari pelajaran lihat-lihat dulu. Kalau aku tadi kan karena Ji Hyo Seongsenim sedang ke WC tapi ketika kau mulai bicara dia sudah masuk.”

“Ohh, lebih baik diajar oleh Tae Hee Seongsenim. Dia sangat baik,” ucap Myungsoo sambil mengadahkan kepalanya ke atas.

Zelo menepuk-nepuk pundak Myungsoo berharap dia tidak sedih mengenang mantan pengajar yang baik dan cantik itu, “Apa boleh buat, Tae Hee Seongsenim berhenti kerja karena menikah.”

“Tak kusangka penggantinya adalah guru galak seperti itu. Aku tak tahan,” ucap Myungsoo sambil menatap punggung Ji Hyo Seongsenim yang sedang berjalan ke arah papan tulis.

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Sepulang sekolah mereka berempat melakukan piket yang sudah dijadwalkan oleh ketua kelas.

“Na Eun…” panggil Jin Hye, karena dari tadi Na Eun diam saja, “Kamu melihat orang aneh?” tanya Jin Hye sambil berjalan mengangkat bangku untuk diletakkan di meja.

Na Eun mengangguk sambil menyapu lantai, “Ya, tiga hari yang lalu di kelas ini pada malam hari.”

Jin Hye menghentikan aktifitasnya dan menatap Na Eun, “Kenapa kamu datang ke sekolah malam-malam?”

“Habis aku cemas pada ikan-ikan,” Na Eun menunduk malu karena ia takut jika Myungsoo dan Zelo mendengar pasti mereka menertawainya.

“Ikan yang itu?” tanya Jin Hye sambil menunjuk sebuah akuarium yang terletak di pojok kelas.

Na Eun mengangguk sambil melihat akuarium itu, “Ya, hari itu aku lupa memberi makan. Jadi aku datang untuk melihat apakah mereka baik-baik saja. Soalnya akuarium ini kelihatan dari jendela luar. Lalu, di dalam kelas yang gelap ada seseorang. Orang yang menyeramkan yang berkeliaran sambil memakai masker putih. Na Eun membayangkan kejadian tempo lalu yang membuatnya ketakutan.

“Apa kamu lihat wajahnya?” Jin Hye penasaran dengan cerita Na Eun. Dan mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Na Eun hanya menunduk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Jin Hye, “Aku tidak tahu, suaranya juga tidak jelas. Sepertinya dia marah. “

“Kenapa tak bilang Seongsenim?” tanya Jin Hye.

Na Eun menatap Jin Hye, “Sudah kok! Aku mengatakannya juga dengan wakil kepala sekolah yang tinggal dekat sini. Dia janji akan menyelidikinya!”

“Lalu? Apa kata wakil kepala sekolah?” Jin Hye duduk di atas meja menunggu jawaban Na Eun selanjutnya.

Na Eun menjawab dengan mengeluarkan sedikit cairan bening di ujung matanya karena menahan takut, “Dia tidak datang ke sekolah! Kemarin dan juga hari ini. Aku sudah tanya Dae Hee Seongsenim dan pengajar yang lain, tapi mereka bilang tidak tahu. Waktu aku datang ke rumahnya dan membunyikan bel pun, tak ada yang keluar. “

Myungsoo dan Zelo tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan mereka.

“Mungkin dia tidur karena sakit?” Sahut Myungsoo santai sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.

Zelo menatap Myungsoo, “Kalau begitu mestinya dia menghubungi sekolah.”

“Kalau tak salah, wakil kepala sekolah hidup sendirian setelah ditinggal istrinya,” gumam Jin Hye dengan suara nyaris tak terdengar.

“Apa mungkin? Wakil kepala sekolah dibunuh oleh orang aneh itu karena aku memintanya menyelidiki,” ucap Na Eun sambil ketakutan.

Myungsoo menghampiri Na Eun dan menenangkannya, “Kau tenang saja. Itu tidak mungkin. Berhentilah membayangkan yang tidak-tidak.”

 

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©


Di depan kelas nampak Ji Hyo Seongsenim sedang memikirkan sesuatu sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang.

“Oh, Ji Hyo Seongsenim,” tanya salah satu pengajar yang bernama Kim Junsu itu, “Ada apa? Kenapa anda pucat begitu? Anak-anak kelas 2A memang sering bercanda di kelas. Tapi santai saja.”

“Tidak bukan begitu,” jawab Ji Hyo Seongsenim singkat lalu berjalan meninggalkan Junsu Seongsenim.

Junsu Seongsenim hanya menatap punggung wanita yang pergi begitu saja. Ia heran melihat tingkat pengajar baru yang berusia 35 tahun itu, “Kuakui, dia cantik. Penampilannya elegan. Rambutnya pun dia biarkan bebas,” gumamnya.

Jin Hye heran menatap Junsu Seongsenim yang berada di depan kelasnya itu. Terbesit di benaknya untuk bertanya sesuatu kepada pengajar yang sudah 17 tahun mengajar di sekolah itu, “Seongsenim tahu di mana wakil kepala sekolah?”

Junsu kaget tiba-tiba Jin Hye muncul di depannya dengan membawa sekeranjang sampah kertas dan yang lebih membuatnya kaget adalah pertanyaan itu.

“Ti..tidak. Sepertinya dia absen selama dua hari tanpa izin. Na..nanti juga dia pasti datang,” Jawabnya gugup lalu meninggalkan Jin Hye.

Myungsoo, Zelo, Naeun keluar kelas sambil membawa tas Jin Hye.

“Apa dia menyembunyikan sesuatu?” tanya Zelo sambil menatap punggung Junsu Seongsenim yang pergi begitu saja.

“Sial! Semua orang selalu bicara seperti itu,” sahut Myungsoo sambil menendang tembok dengan sepatu hitamnya.

“Hei, jangan tendang-tendang tembok sekolah,” sahut seorang pria tua dengan jenggot panjangnya yang berwarna putih.

“Ke..kepala sekolah!” sahut Myungsoo dan Zelo serentak setelah menoleh ke belakang.

Kepala sekolah memegangi tembok yang di tendang Myungsoo tadi, “Tahun ini usia gedung sekolah 30 tahun. Dia adalah bagian diriku yang sudah lama hidup bersamanya. Kalian harus lebih memeliharanya.”

“Apa kepala sekolah tahu dimana wakil kepala sekolah?” tanya Jin Hye kepada laki-laki yang sudah berumur 71 tahun itu.

Kepala sekolah masih menyentuh tembik itu kemudian mengucapkan kata-kata tanpa menoleh ke lawan bicaranya, “Huh, hal yang disembunyikan suatu saat akan ketahuan. Dia benar-benar malang nasibnya.”

Mereka berempat hanya diam mencerna maksud ucapan kepala sekolah tadi.

 

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

Myungsoo dan Zelo tak patah semangat mengajak Jin Hye ke sekolah pada malam hari guna menyelidiki kisah hantu itu.

“Jin Hye-ya, ada telepon untuk mu!” teriak Du Joon dari bawah.

Nee..nee..” Jin Hye langsung berlari ke bawah. Tanpa sadar Jin Hye menginjak anak tangga yang salah dan kehilangan keseimbangan. “Wuahhhhh…Hyung!” teriak Jin Hye memanggil Du Joon ketika mulai merasakan akan jatuh.

“YAA!” Du Joon berlari dan berhasil memegang Jin Hye agar tidak jatuh.

Jin Hye hanya tertawa sambil menggaruk-garuk kepala, “Gomapta Hyung!”

Oppa…bukan Hyung! Arra?” jawab Du Joon sambil menjitak kepala Jin Hye.

Nee…Yoon Du Joon!” jawabnya langsung pergi agar tidak mendapat jitakan kedua kalinya. 

Yeoboseo…” sahut Jin Hye.

YAA!!! Aku dan Myungsoo sudah di depan rumahmu. Cepat keluar!” sahut Zelo dari seberang sana.

Jin Hye geram melihat tingkah teman-temannya ini. Mereka takut tapi ingin tahu, “YAA!! Aku tidak bisa. Kalian pergi sendiri. Aku sedang menonton.”

Myungsoo merebut telepon yang ada di tangan Zelo, “Benar kau tidak akan ikut? Padahal aku membawa film Hunter X Hunter yang terbaru.”

“5 menit. Jangan kemana-mana tunggu aku,” Jin Hye langsung menutup telpon dan menyambar hoodienya, “Hyung, aku pergi!” sahut Jin Hye buru-buru tanpa menunggu izin dari Du Joon.

Du Joon sibuk mencari flashdisk di ranselnya. Ia tak menyadari kepergian Jin Hye, “Akhirnya ketemu. Jin Hye pasti senang karena aku sudah punya film Hunter X Hunter yang terbaru.”

 

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

 

Mereka berempat telah berkumpul di depan sekolah. Suasana gelap menambah kesan menyeramkan. Myungsoo dan Zelo sibuk memperhatikan keadaan sekitar. Na Eun dari tadi hanya diam saja berdiri di samping Jin Hye.

“Kalian mengerti kan?” Myungsoo memberi pengarahan kepada tiga temannya.

Zelo dengan semangat membalas perkataan Myungsoo, “Ya ! Demi memecahkan misteri yang ada di sekolah ini.”

“Kalian ini sudah 16 tahun. Tapi kelakuan seperti anak SD yang akan pergi bermain bola.” gumam Jin Hye melihat tingkah Myungsoo dan Zelo.

Myungsoo memperhatikan Na Eun yang hanya diam saja, “Jangan takut Na Eun.”

“Tapi bagaimana cara kita masuk? Semua jendela tertutup,” tanya Zelo sambil melihat sekeliling gedung sekolah.

Jin Hye berjalan ke sudut gedung kelas yang terletak di depan lapangan bola, “Kalau tak salah, jendela yang ini terbuka,” Ia mengangkat jendela itu ke atas dan berhasil masuk ke dalam.

Myungsoo, Zelo dan Na Eun mengikuti Jin Hye dan mereka semua berhasil masuk ke dalam. Mereka melakukan swipping ke lorong-lorong kelas.

Myungsoo mengarahkan senternya ke sekeliling lorong, “ternyata gedung sekolah malam hari mengerikan!”

“Iya, aku jadi deg-degan,” sahut Zelo yang berdiri di samping Myungsoo, “Rahasiakan ini pada teman-teman. Bahaya kalau ketahuan guru.”

“Tidak! Pasti ketahuan. Kalau kita tidak membersihkan lumpur di sepatu kita,” sahut Jin Hye.

Na Eun melihat kebawah, “Benar juga. Ayo kita ke toilet dulu untuk membersihkan sepatu kita.”

“Ayo cepat. Mula-mula ke ruang kesenian dulu,” ucap Zelo yang sudah ada di depan pintu toilet bersama Myungsoo.

Na Eun buru-buru membersihkan sepatunya sampai ia lupa mematikan keran air, “Tunggu,” beberapa menit kemudian keran air itu dimatikan oleh seseorang.

 

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

 

Mereka berempat membuka pintu besar ruang kesenian itu. Ruangan itu begitu gelap. Banyak patung-patung manusia yang seolah-olah menatap mereka.

“Lampu, lampu” ucap Myungsoo sambil mencari dimana letak saklarnya.

Jin Hye langsung menghentikan Myungsoo, “Jangan! Mungkin malam ini juga ada yang datang ke sekolah ini. Kalau dinyalakan bisa ketahuan.”

“Itu patung batunya!” ucap Zelo yang berhasil menemukan benda itu.

Jin Hye mengampiri patung batu itu. Dia menemukan keanehan pada patung batu itu. Ada tanda pada titik kontak patung dan meja, “Tampaknya cerita Zelo bukan cuma kabar angin…Apa ini? Ada yang menempel pada dahi patung. Selotip?” Jin Hye mengamati dengan teliti selotip tadi dengan menggunakan senter.

“Kelihatannya tak ada apa-apa,” ucap Myungsoo yang berdiri di depan pintu ruang kesenian.

Zelo melihat-lihat sekeliling ruang kesenian, “Kalo begitu, kita ke ruang kesehatan.”

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

Mereka berempat kini berada di ruang kesehatan. Suasana di dalam begitu sejuk dan sangat tenang.

“Ngg..Model manusia,” sahut Myungsoo sambil berjalan mengelilingi ruang kesehatan.

Zelo mengitari ruangan bersama Na Eun tapi tidak menemukan model manusia tadi, “Aneh, kok tak ketemu.”

Myungsoo berjalan mendekati Na Eun yang sedang melihat sebuah benda yang tertutup kain. “Jangan-jangan dia sedang lari di lorong sekolah, seperti kabar angin itu.”

“KYAAAAA!!!!!” Na Eun membuka tutupan benda itu, betapa terkejutnya ia ketika benda yang ditutupi itu adalah model manusia itu. Refleks, ia pun berlari keluar dari ruangan itu.

Jin Hye terkejut melihat Na Eun keluar ruangan langsung mengejarnya, di ikuti Myungsoo dan Zelo. Na Eun berbelok ke arah bawah tangga. Dan tiba-tiba….

Brukkkkkk…..

Na Eun terjatuh ketika ia menabrak sebuah kardus besar yang berisi boneka-boneka.

“Kamu tak apa-apa Na Eun?” tanya Jin Hye menghampiri Na Eun sambil membantunya bangun.

Na Eun meringis kesakitan sambil memegang dahinya. Kemudian pandangannya beralih ke boneka-boneka itu, “Apa itu?”

“Boneka! Pasti sebelumnya dipakai untuk sandiwara boneka,” sahut Zelo sambil merapikan boneka-boneka itu.

Jin Hye hanya menatap heran pada boneka-boneka itu, “Kok aneh, kenapa barang seperti ini disimpan diluar?” gumamnya dalam hati.

“Lihat ini! Boneka putri ini namanya sama denganku!” ucap Na Eun sambil mengangkat boneka yang terdapat nametag namanya itu.

“Punyaku boneka burung,” sahut Zelo yang juga menemukan boneka yang terdapat namanya.

Myungsoo pun juga menemukan boneka yang bertuliskan namanya, “Huh, punyaku boneka babi!” ketika Myungsoo mengangkat boneka babi itu tiba-tiba leher boneka babi itu putus dan terjatuh kebawah.

 

Na Eun terkejut melihat boneka itu,”Le..lehernya patah,” ucapnya dengan gugup.

Zelo pun tak kalah kagetnya,”Bukan cuma lehernya! Entah kenapa, cuma boneka ini yang hancur,” ucapnya dengan raut muka yang berubah menjadi ketakutan.

Myungsoo pun memundurkan langkah agar menjauhi boneka itu, “A..a..apakah ada yang mau membunuhku?”

“Kebetulan saja namanya sama,” sahut Na Eun untuk menjernihkan suasana.

Zelo pun menghampiri Myungso, “Benar! Ini mungkin nama murid yang memainkan boneka babi pada waktu sandiwara.”

Jin Hye memeriksa kembali boneka-boneka yang ada di kardus itu dengan teliti, “Lihat! Yoon Jin Hye hanya satu di sekolah ini,” betapa terkejutnya Jin Hye ketika namanya juga ada pada salah satu boneka itu. Ia langsung memperlihatkan kepada teman-temannya.

“Jadi ini adalah nama kita?” Sahut Na Eun melihat boneka yang dipegang Jin Hye.

“Apakah ada hubungannya dengan berkurangnya jumlah murid akhir-akhir ini?” Sahut Zelo.

Myungsoo kembali terlonjak kaget ketika menemukan satu fakta yang sukses membuat bulu kuduknya merinding, “Be..be..berarti orang berikutnya yang akan dihilangkan adalah aku?”

“Ti..tidak begitu…Kita cuma terpengaruh oleh kabar angin itu,” Sahut Zelo sambil mengayun-ayunkan telapak tangannya, “Patung batu itu sekarang tetap ada di ruang kesenian. Model manusia itu pun masih di dalam ruang….” ucapnya sambil menunjuk ke jendela yang berada di depannya, “Kesehatan,” Ia melihat ke arah jendela itu. Ada sesosok manusia yang sedang berdiri menatapnya, “WUAAAAAA”

©©©©© GHOST OR PEOPLE ©©©©©

—-To Be Continue—-

Advertisements

5 thoughts on “Ghost or People [Part 1]

  1. Wah terima kasih sudah mau menerima FF saya untuk di post.
    Semua serba teka-teki, padahal pelakunya adalah orang yang tidak diduga2 wkwkwkkwk

  2. Rerun nih.
    Pas pertama baca, penasaran abis.
    pada ke mana murid2 yang absen?
    Jihyo agak2 mencurigakan.
    Kepsek tau di mana Wakasek, tapi orang lain seolah menyembunyikan keberadaan wakasek.

    Worry about Myungsoo 🙂

    Wanna ask something. This part :

    “ Nee..nee.. ” Jin Hye langsung berlari ke
    bawah. ««– Nee di sini maksudnya “Iya”?

  3. Orang pertama yang kucurigai adalah guru baru. Kepala sekolah terlalu mencintai sekolah, bahkan tembok saja tak boleh ditendang. Itu murid-murid kerjain pr di rumah, ngapain ke sekolah nyelidikin hal-hal aneh

  4. Hai Kuruta Winn…

    Weh, feel misterinya berasa banget, untung saya bacanya siang-siang, kalau malem-malem pasti udah merinding deh…

    Cool, saya tunggu kelanjutannya, penasaran apa bener Myungsoo korban selanjutnya? Terus siapa orang misterius yang dilihat Zelo sama Na Eun

    Keep writing ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s