LITTLE LADY IN PARADISE

 

LITTLE LADY IN PARADISE

400625_10200278637423155_120254049_n

By :

Chelsea 

 

Genre : Drama

Rate    : General

Lenght : Ficlet (900+ words)

Casts :

·         JUNG MINSEO [Child Actress]

·         SHIN INHYUN [OC]

·         LEE SUNGYEOL [Infinite]

 

little lady in paradise

 

Aku pernah mendengar bahwa anak-anak yang belum punya dosa, setelah meninggal akan jadi penghuni surga.

Seoul, World Cup Park, May 2013,

Haneul park di musim semi seperti sekarang, tampak semakin indah. Haneul yang berarti langit, taman di kompleks Seoul World Cup Park yang dibuka resmi tahun 2002 ini berada di kawasan paling tinggi di antara lima taman World Cup park. Rerumputan dan ilalang hijau, pepohonan berdaun, berbunga dan berbuah, bunga-bunga bermekaran, angin yang menyejukan, membuat tempat ini seperti miniatur surga. Meskipun keindahan surga di dunia setelah kita meninggal nanti, tak akan sanggup manusia lukiskan sempurna.

Aku berada di Pyeonghwa Park, menatap taman langit itu dari bawah sini. Kini kakiku melangkah memasuki Blue Bridge, jembatan yang menghubungkan Pyeonghwa Park dan Haneul park. Banyak orang mengunjungi taman langit ini. Mulai dari muda-mudi, pasangan, turis, keluarga. Aku menjatuhkan pandanganku pada sepasang suami istri yang sedang meminta bantuan pengunjung lain untuk mengambil foto keluarga di jembatan ini. Mereka ingin berfoto bersama tiga putri mereka dengan latar belakang kincir kecil berwarna warni di sepanjang sisi jembatan.

Ketika melintasi mereka, aku tersenyum melihat sepasang suami istri dan tiga gadis kecil itu berpose dengan senyum ceria. Aku tebak usia ketiga anak mereka, yang paling besar sekitar 13 tahun, yang kedua 9 dan paling kecil 6 tahun. Aku menatap anak kedua mereka.

Waeyo?” tanya seorang namja yang mengajakku kemari.

Aku menoleh dan tersenyum pada namja tinggi ini. “Aku senang melihat mereka.”

Lee Sungyeol melirik keluarga itu dan tersenyum manis padaku, “Ingin segera punya anak, eoh?” godanya membuatku mencubit pinggangnya.

Dia kemudian meraih tanganku dan menggenggamnya. “Kajja, kita lalui anak tangga yang semuanya berjumlah 291 itu.”

Aku mengambil langkah yang sama dengan Sungyeol dan kami tiba di anak tangga dengan tulisan angka 1. Aku mendongakan kepala, melihat tangga berliku ini, mencari ujung anak tangga yang punya nomor 291. Aku sempat menoleh ke belakang, kembali melihat anak gadis kecil tadi yang punya rambut halus dan ikal di ujungnya. Dia menunjuk World Cup Stadium yang berada di bawah sana, sebelah kanan jembatan. Aku tersenyum penuh haru karena senyum dan tawa gadis kecil itu mengingatkanku pada seseorang.

little lady in paradise

-Flash back-

Daehyun Elementary School, Ulsan city,  April 2012

Suara piano mengalun di ruangan musik, membuat sekelompok anak mulai menyanyi.

Twinkle twinkle little star, how I wonder what you are

Up above the world so high, like a diamond in the sky

Twinkle twinkle little star, how I wonder what you are

 

Begitu lagu terakhir itu selesai dinyanyikan, bel tanda pulang terdengar. Para siswa kelas dua yang selesai mengikuti kelas musik, bersiap meninggalkan music room itu.

Seonsaengnim,” seorang anak perempuan mendekati meja guru seni musik ketika teman-temannya mulai meninggalkan kelas. Anak itu bernama Jung Minseo, dia memasang tampang kesal.

Waeyo, Minseo-ah?” tanya Shin Inhyun dengan senyum kecilnya, guru seni musik Daehyun Elementary School.

“Han Jinwoon dan Lee Seungyu terus menggangguku,” keluh Minseo sambil menunduk.

Inhyun berdiri di samping Minseo dan mengelus kepala anak manis yang cerewet itu. “Kwaenchana. Nanti aku akan beritahu wali kelasmu. Mungkin mereka menyukaimu.”

Minseo merinding, “Ih, maldo andwae!”

Inhyun terkekeh kecil melihat tampang imut Minseo yang menggemaskan. Dia mencubit pipi gadis kecil itu. Mereka keluar ruangan bersama.

Seonsaengnim, aku dengar kau akan pergi ke Seoul untuk mendampingi siswa yang mengikuti lomba.”

Ye. Bulan depan. Minseo-ah, kau mau ikut?”

Mata Minseo berbinar. “Aku ingin sekali ikut. Aku ingin mengunjungi Haneul Park karena membaca buku tentang taman itu di perpustakaan. Benarkah aku boleh ikut?

Inhyun tersenyum kecil. “Ye. Kau boleh ikut.”

Minseo menceritakan apa yang dia baca, mulai dari blue bridge yang punya bentuk melengkung seperti busur panah, sungai kecil di atas bukit, patung-patung di antara padang rumput, bunga-bunga dan ilalang. Dia menyebutnya surga kecil.

“Tapi ini rahasia kita ya. Kalau kau sebarkan, nanti semua siswa juga ingin ikut. Yaksoke?” Inhyun mengacungkan jari kelingkingnya di depan Minseo.

Minseo mengikatkan jari kelingkingnya, tanda janji. “Yaksoke,” ucap gadis yang punya mata bening itu.

flash back ends-

little lady in paradise

Minseo-ah, janji kita tak bisa terlaksana. Tahun lalu kau batal ikut ke Seoul karena sakit. Tahun ini, aku kemari. Aku menaiki tangga yang ingin kau hitung. Kau bisa melihatku dari sana kan? Sebentar lagi tangga ini akan mengantaku pada surga kecil yang ingin kau lihat.

Setelah mengunjungi beberapa tempat, Sungyeol mengajakku istirahat di sebuah tempat yang bisa membuat orang melihat pemandangan kota Seoul dari atas.

“Shin Inhyun, kau pernah menyebutnya little paradise?” tanya Sungyeol.

Aku baru saja menangkap sebuah pemandangan bagus melalui digicam-ku. Aku menatap lurus mata pria ini. “Bukan aku, tapi si kecil Jung Minseo.”

Sungyeol tersenyum kecil mendengar nama itu. “Ah, aku hampir lupa kalau kau dulu pernah bercerita. Musim semi tahun lalu kau pernah berencana mengajaknya mengunjungi tempat ini kan?”

Aku mengangguk kecil. Kulihat namja yang punya bibir merah ini menatap langit yang azzuri sempurna di atas. “Dia pasti melihatmu dari surga sesungguhnya,” ucap Sungyeol lalu menoleh padaku.

Aku mengangguk. Tak terasa mataku menghangat. Aku mengedarkan pandangan, berharap angin musim semi membuyarkan riak-riak titik air yang mulai naik ke permukaan mataku. Kurasakan tangan Sungyeol menyentuh pundakku, membuatku terpaksa menatapnya.

“Dia kini berada di tempat indah bersama Tuhan. Berdoalah untuknya,” ucap Sungyeol.

Aku mengangguk dan tersenyum lebar. Membayangkan malaikat kecil itu sudah tidak merasa sakit dan berlarian dengan tawa cerianya di surga.

Jung Minseo, muridku yang belum lama meninggal. Gadis kecil yang ceria dan  tegar, tak pernah menunjukkan sisi lemahnya di dalam kelas. Padahal dia punya penyakit sejak bayi. Bahkan ibunya bercerita padaku di saat terakhir.

Eomma, maafkan Minseo yang selalu membuat Eomma susah. Relakan Minseo, agar Eomma tak dibuat susah lagi karena rasa sakit ini.”

Kini angin kecil menerpa wajahku. Aku bisa merasakan arahnya bertiup ke depanku, ke atas menuju langit. Aku mengikuti arah angin yang tampak itu. Kalau ia menuju langit, aku ingin menyampaikan pesanku untuk Jung Minseo.

Minseo-ah, kau gadis kecil kuat dan tegar. Orang tuamu pasti bangga padamu. Berbahagialah di sisi Tuhan.

.***TheEnd***

 

Decicated to my beloved child ‘Bela’ Abelia Nursiva [8 or 9 years old], passed away on May 5th 2013.

Semoga dia berada di tempat paling baik di sisi-Nya. Amin.

We love you, Bela. Your parents must be proud of you.

little lady in paradise

 

Advertisements

6 thoughts on “LITTLE LADY IN PARADISE

  1. tadi udah baca dan sekarang ngulang lagi. hiks, suasananya sendu sendu. feelnya agak kurang, soalnya nggak diceritain lebih detail kenapa minseo anak kesayangan inhyun, dengan suatu kejadian misalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s