KICK OFF : Defensive

KICK OFF :

Defensive

defensive

By :

Christie Sue

 

|Friendship/Sport/Romance/Drama/Commedy |

|PG 15 | Series |

Casts :

 Cha Seungwon, Lee Chaerin (OC), Kim Myungsoo/L (Infinite), Taecyeon (2 PM), Nichkhun (2 PM), Lee Sungjong (Infinte)

Previous parts (just click) >> [1] KICK OFF : Dream Team  [2] KICK OFF : El Classico  [3] KICK OFF : The Special One [4] KICK OFF : Physical Trainer [5] KICK OFF : Paramedic [6] KICK OFF : Playmaker   [7]KICK OFF : You’ll Never Walk Alone 1  [8] KICK OFF : Offensive [9] KICK OFF : You’ll Never Walk Alone 2

***

Chaerin berdiri di sisi lapangan di mana para pemain sedang berlatih passing. Pengacara itu memakai pakaian olah raga berwarna putih dengan celana training panjang warna biru tua. Ia juga mengenakan jaket sport berwarna putih untuk menahan hawa dingin udara pagi. Hari masih pagi dan ia sedang tidak ada kesibukan dengan pekerjaannya. Lagi pula sejak PR itu bergabung dan mengambil alih bagiannya, pekerjaan Chaerin mulai berkurang.

Chaerin memperhatikan para pemain itu mengoper bola. Lalu ia melirik manajer berwajah dingin yang sedang memberi pengarahan kepada Lee Hyeshin, instruktur fisik.

“Taecyeon-ah!” panggil Chaerin dengan nada pelan. Taecyeon, sang kiper bertubuh tinggi itu menoleh padanya.

Chaerin mengambil sebuah bola yang menganggur di dekat kakinya.

“Ajari aku menendang bola.”

Ye?

Taecyeon tampak bingung dengan permintaan Chaerin. Tapi ia tetap mendekati Chaerin dan memperlihatkan cara mengoper bola.

Chaerin mendesah pelan.

“Bukan mengoper tapi menendang. Tendangan yang keras,” tukas Chaerin dengan mata tajam.

“Itu.”

Taecyeon meletakkan bola di dekat kakinya lalu ia mundur tiga langkah.

“Ingat Byeonsanim, kau harus fokus.”

Taecyeon menfokuskan diri lalu tap….

Bola melambung, lurus, terarah dan cepat.

Kim Myungsoo bersiul dan Sungjong yang berada tak jauh dari Taecyeon bertepuk tangan.

“Tendangan yang bagus!” puji Sungjong.

Taecyeon dengan gaya gentleman meletakkan bola di kaki Chaerin.

Kajja, Byeonsanim. Kau pasti bisa!” Sungjong memberi semangat. Chaerin mengangguk dan menghela nafas.

“Mundur tiga langkah…”

Stop Byeonsanim! Jangan terlalu terpaku pada teori.” Taecyeon mengingatkan. Chaerin mengangguk, gugup.

Tanpa perkiraan yang tepat, bola itu ia tendang. Bola melempeng. Melenceng ke samping tanpa tenaga. Kim Myungsso menutup wajahnya dengan tangan.

“Hwating Byeonsanim!” teriak Sungjong memberi semangat. Taecyeon mengambil sebuah bola lagi dan kembali meletakkannya di kaki Chaerin. Chaerin menendang lagi. Melenceng lagi. Taecyeon tidak kenal lelah, ia meletakkan sebuah bola lagi, Chaerin menendang lagi, namun tetap hasilnya sama. Sampai berulang-ulang kali Chaerin yang biasanya selalu bersemangat dalam jogging ngos-ngosan.

“Taecyeon-ah, bisa kau tolong aku?” tanya Chaerin sambil menatap tajam pada suatu titik di depannya.

Ne Byeonsanim. Apa pun,” jawab Taecyeon manis.

“Bisa kau tendang bolanya dan jatuh tepat di kepala Manajer Cha?”

MWOOOOO!!!!” Taecyeon melonjak kaget.

Bukan hanya Taecyeon yang kaget, Sungjong juga meringis ngeri. Bagaimana tidak? Target tendangan adalah Hitler. Dan itu saja artinya dengan cari mati. Ia bisa dihukum penyiksaan ala kamp Nazi.

Byeonsanim, ini.”

Taecyeon tampak serba salah. Sudah berjanji akan meluluskan permintaan Chaerin tapi takut pada Hitler.

“Biar aku saja, Byeonsanim,” bisik Myungsoo pelan di telinga Chaerin.

Jinjayo?”

Mata Chaerin berbinar menatap Myungsoo. Tatapan mata Myungsoo bersinar jenaka. Ini saatnya pembalasan dendam kepada Hitler karena telah menghukum dan mengatakan dirinya adalah seorang pembohong. Jika Hitler akan menghukumnya, ia tak perlu kuatir karena ini merupakan perintah Lee Byeonsa. Lee Byeonsanim akan melindunginya.

Kim Myungsoo menaikkan telunjuknya.

“Perhatikan ini, Byeonsanim. Ini caranya menendang yang baik.”

Chaerin mengangguk lalu memperhatikan sasaran mereka yang berdiri kira dua puluh meter dari tempat mereka berdiri.

Byeonsanim ingin bolanya mendarat di mana? Di kumisnya?” gurau Myungsoo. Taecyeon meringis, ia mulai kuatir kalau ulah Chaerin dan Myungsoo akan membuat mereka semua dalam masalah besar.

Chaerin terkikih.

“Aku bercanda Noona. Aku tidak bisa menembak kumis Hitlernya dari sini.”

Gwenchana. Di kepalanya saja. Pastikan ia langsung hilang ingatan,” pesan Chaerin mantap.  Myungsoo mengangguk lalu mencium bolanya sebelum ia meletakkannya di kakinya.

Lalu Myungsoo mundur tiga langkah, melirik sasarannya dengan ekor matanya sementara sasarannya masih tidak sadar. Matanya bersinar jenaka. Myungsoo menyeringai tajam lalu ia maju, menendang bola dengan keras. Tendangan itu melayang, lurus, terarah dan jatuh tepat….

Di kepala sang Manajer.

YAAAAAAA!!!! NUGUYAAAA!!!

Manajer Cha langsung berbalik dan menghadap ke Myungsoo sambil memegangi kepalanya yang baru dihantam tendangan geledek milik Myungsoo. Para pemain dan beberapa official yang berada di sana langsung menganga. Tidak menyangka akan terjadi pristiwa seperti itu.

“Ouw!”

“Myungsoo, kenapa dia tidak langsung hilang ingatan?” bisik Chaerin. Myungsoo mulai menyembunyikan dirinya di balik tubuh Chaerin.

Manajer Cha dengan tatapan mata membunuh langsung mencurigai Kim Myungsoo. Dengan langkah lebar ia mendekati mereka.

“Siapa yang melakukannya?” tanyanya menggelegar sebelum ia sampai di tempat Chaerin.

Chaerin kini berhadapan dengannya. Tim Paradise merasakan sesuatu kobaran api yang tak kelihatan yang terpancar antara Manajer Cha dan Lee Byeonsa.

Nuguya?”

“Aku.”

“Aku.”

“Aku.”

Tiga suara itu adalah milik Taecyeon, Sungjong dan Myungsoo yang sekarang maju dan berdiri melindungi Chaerin.

Manajer Cha dengan lagaknya yang angkuh, mencibir dan menatap mereka satu persatu.

“Kalian bertiga menendang satu bola?” sindirnya pedas.

“Aku yang melakukannya.” tukas Chaerin dingin.

Manajer Cha menaikkan alisnya dan menatap Chaerin dengan mata tajamnya.

“Kalian bertiga, push up. Jangan berhenti sampai aku bilang berhenti.”

Yaa!!!” protes Lee Chaerin.

Taecyeon dan Sungjong langsung memekik ngeri. Myungsoo bahkan sempat memberi tatapan penuh kebencian kepada Hitler.

“Dan kau!”

Chaerin masih berdiri berkacak pinggang menantang Manajer Cha.

“Kau dilarang mendekati lapangan selama para pemain berlatih. ARAAA!”

Chaerin mendelik. Ia suka memperhatikan para pemain berlatih, kadang-kadang ketika ia sedang tidak sibuk memperhatikan mereka seperti sebuah hiburan yang menyenangkan.

Chaerin menghentakkan kakinya sementara Manajer Cha meninggalkannya.

“Sampai kapan masa hukumanku?” teriak Chaerin.

Manajer Cha berhenti, ia berbalik menatap Chaerin yang tampak sangat marah

“Sampai aku bilang berakhir,”  jawabnya manis.

“Ini tidak adil!”

Manajer Cha tidak peduli, ia membalikkan badannya dan menyibukkan dirinya lagi dengan tim. Sementara Taecyeon, Sungjong dan Myungsoo menunaikan hukuman.

Defensive

Seorang gadis berusia sekitar 24 tahun berdiri di depan dorm Paradise FC. Gadis manis dengan wajah bulat, berbibir tipis dengan senyuman memikat. Di lengannya terkepit sebuah map bertuliskan Resume Park Sungrin, ahli gizi.

“Anda harus meninggalkan tanda pengenal, Agasshi,” beritahu kepala keamanan yang betugas di pos jaga.

Gadis itu Park Sungrin, mengangguk. Mencari tanda pengenalnya di dalam tas yang disandangnya, lalu menyerahkannya kepada petugas. Petugas menerima dan meneliti keabsahan kartu itu. Sudah menjadi tugasnya melakukan hal seperti ini. Ini merupakan perintah langsung dari atasan. Tidak seorang pun yang tidak berkepentingan boleh keluar masuk dorm. Bahkan para pemain sendiri.

“Pakai tanda pengenal ini, Agasshi.”

Petugas itu menyerahkan tanda pengenal kepadanya.

“Akan kuantar Agasshi sampai ke kantor Lee Byeonsa.”

Gadis itu tersenyum dan mengangguk.

Ia kemudian mengikuti sang petugas. Sang petugas mempersilahkan ia masuk ke lift dan menekan tombol empat.

Di lantai tiga lift berhenti. Pintu terbuka.

“Yaa, Dongwoo, kau mau turun, mengapa kau tekan tombol naik?”

Beberapa namja berdiri di depan lift.

Anyeong haseyo!” sapa sang petugas.

Anyeong haseyo, Ahjussi,” balas mereka pada petugas.

Mianhamnida, si Dino ini salah tekan tombol,” kata salah seorang pemain yang bermata tajam sambil menjitak kepala temannya yang menatap lurus pada Park Sungrin.

Park Sungrin bergidik ketika namja dengan tampang bodoh itu tersenyum dengan bibirnya yang lebar.

Gwaenchana Kapten.”

Sang petugas kembali menekan tombol. Namun sebelum pintu tertutup, Sungrin masih sempat mendengar.

Anyeong haseyo, Jang Dongwoo imnida.”

Park Sungrin terbengong.

“Mereka sebagian dari pemain Paradise. Ada dua puluh namja.”

“Dua puluh?”

Sang petugas mengangguk sebelum pintu lift terbuka.

“Sampai di sini saja Agasshi. Kantor Lee Byeonsanim ada di sebelah kanan, paling ujung.  Ia sudah menunggumu.”

Kamsahamnida Ahjussi.”

Pintu lift tertutup ketika Park Sungrin mengangguk hormat pada petugas itu. Lalu ia berjalan ke arah kanan. Langkahnya ringan seringan ia menyongsong masa depannya. Ia menyukai dorm ini, setidaknya begitulah pendapatnya terlepas dari si pemilik senyum bodoh yang tadi membuatnya bergidik. Ia sudah membaca proposal yang dikirimkan tim Paradise. Ia menyukai pekerjaan yang ditawarkan ini. Daripada ia harus bekerja pada restoran yang bahkan tak membutuhkan keahliannya sebagai ahli gizi.

Don Juan, jangan suka ikut campur. Ye?”

Sungrin mendengar suara berat dari dalam sebuah ruangan yang pintunya terbuka sedikit.

“Aku tidak sudi. Aku muak.”

Suaranya menimbulkan rasa penasaran.

Molla, aku sibuk.”

Sungrin mengabaikan perintah otaknya, ia melirik ke dalam ruangan. Seorang pria sedang duduk membelakanginya, menghadap jendela. Dari jendela, Sungrin dapat melihat hamparan lapangan sepak bola.

Dumme Mensch!”

Bagi Sungrin itu seperti makian walau Sungrin tidak mengerti bahasa yang diucapkannya. Tapi suaranya itu benar-benar membuat Sungrin merasakan sesuatu getaran.

Tiba-tiba pria itu berdiri, tapi ia masih belum membalikkan badannya. Sungrin tidak dapat melihat wajahnya. Hanya rambutnya yang hitam dan rapi serta tubuhnya yang menjulang seperti raksasa. Rupanya ia sedang berbicara di ponsel. Sungrin yang takut ketahuan segera angkat kaki.

Ia kuatir kalau sampai ketahuan menguping maka pekerjaan yang ditawarkan akan segera melayang.

Lee Chaerin Byeonsa.

Sungrin berdiri di depan pintu. Sambil mengatur nafasnya agar tenang, ia mengetuk pintu.

“Masuklah.”

Sungrin mendorong pintu di depannya.

Seorang yeoja dewasa yang kemeja sutra berwarna toska dipadu celana skinny hitam membalut kakinya yang jenjang berdiri di depannya.

“Park Sungrin ssi?”

Nde, Lee Byeonsa?”

Sungrin agak gugup, entah karena menguping pembicaraan seorang namja atau karena bertemu dengan Lee Byeonsa.

Lee Byeonsa memiliki senyum yang menenangkan. Park Sungrin langsung menilai akan menyukai Lee Byeonsa jika ia jadi bekerja di sini.

Lee Byeonsa mempersilahkan Park Sungrin duduk di depannya.

Otthokhe? Kau sudah baca kontraknya kan?” tanya Lee Byeonsa langsung.  Park Sungrin mengangguk.

Keurom, kita bisa langsung tanda tangan.”

“Secepat itu?”

Lee Byeonsa tersenyum.

“Sebelum menghubungimu, kami sudah membaca semua profilmu. Itulah cara kami bekerja. Kami butuh ahli gizi secepatnya.”

Park Sungrin mengangguk. Dan tanpa ragu lagi ia menandatangani kontrak yang disodorkan oleh Lee Byeonsa. Dalam kontrak disebutkan kalau ia harus tinggal di dorm jadi ia juga harus segera mempersiapkan kepindahannya ke dorm.

“Selesai. Kajja, kuajak kau ke dapur.”

Lee Byeonsa berdiri diikuti oleh Park Sungrin. Mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan Lee Byeonsa sambil membicarakan beberapa point penting dalam pekerjaan Park Sungrin.

Tiba-tiba Lee Byeonsa memperlambat langkahnya, Sungrin menduga ada yang tidak beres. Lee Byeonsa seperti was-was.

Seorang namja, berumur tiga puluh lebih berjalan ke arah  mereka. Namja itu mengenakan t-shirt putih polos dan celana training berwarna biru navy sehingga mencetak seluruh otot di tubuhnya.

Pipi Lee Chaerin memanas ketika berhadapan dengan namja itu, yang tak lain adalah Cha Seungwon.

Anyeong Manajer Cha.”

Guten Morgen, Lee Byeonsa,” balas Cha Seungwon datar tapi matanya menusuk langsung sampai ke dada Lee Chaerin.

“Aku menemukan ahli gizinya. Park Sungrin,” tukas Lee Chaerin sambil memperkenalkan Park Sungrin kepada Cha Seungwon.

“Park Sungrin, ini Manajer Cha Seungwon, pelatih dan penanggung jawab klub Paradise.”

Cha Seungwon melirik sekilas. Park Sungrin membungkuk hormat.

Anyeonghaseyo, Park Sungrin imnida.”

“Selamat bekerja Park Sungrin-ssi.

Sungrin mengangguk. Dan ia sadar, kalau pria inilah yang tadi diintipnya sebelum masuk ke ruangan Lee Byeonsa.

“Aku akan mengantarkan Park Sungrin ke dapur.” pamit Lee Chaerin. Cha Seungwon hanya mengangguk dan mengabaikan keinginannya untuk menahan Lee Chaerin lebih lama lagi.

Tidak bisakah kau meminta maaf? guman Cha Seungwon.

Namun ia sadar dengan kehadiran ahli gizi baru itu maka waktunya tidak tepat.

Defensive

Byeonsanim, tolong aku,” pinta Lee Jongsuk, pemain yang dibeli dari Hamburg, Jerman menerobos ruangan Lee Chaerin dua hari sebelum pertandingan tandang mereka ke Jeju.

Waeyo?”

“Aku ingin pindah kamar. Sungyeol mendengkur, aku tidak bisa tidur. Jebal juseyo, Byeonsanim.” rengek Jongsuk.

Lee Chaerin menghela nafas panjang. Ia pusing dengan keadaan seperti ini. Dulu sebelum bergabung dengan tim Paradise, ia semangat karena menjadi pengacara tim akan menjadi suatu tantangan baru. Tetapi nyatanya, ia harus berhadapan dengan dua puluh namja dengan sifat dan kepribadian masing-masing. Ditambah lagi dengan sifat dingin Manajer Cha yang menjadi-jadi sejak insiden tendangan itu.

Byeonsanim, jebal…”

“Jongsuk-ah, ini…”

Chaerin memijat kepalanya yang seperti digetok palu. Ia benar-benar tidak tahu cara menangani semua ini. Pengalamannya sebagai pengacara tidak sampai harus menangani hal seperti ini.

Ah, kalau saja Jongsuk tahu, Chaerin tidak pernah mau masuk ke asrama mereka kalau tidak terpaksa. Asrama yang ditempati dua puluh namja itu seperti kapal Titanic. Chaerin bahkan pernah melihat sepatu Myungsoo  di atas ranjang. Saat itu tanpa sengaja Chaerin masuk ke asrama karena ada keperluan mendadak. Aigoo!!!

“Akan kucari bagaimana cara menangani ini,” janji Chaerin.

Paling tidak hanya itu yang bisa dikatakannya saat ini. Ia sendiri bingung harus bagaimana. Cha Seungwon sudah menegaskan dalam peraturan nomor bla bla bla, kalau tidak ada pemaian bintang yang akan mendapat perlakukan khusus. Ini juga akan berlaku untuk Jongsuk yang bahkan pernah main di luar Korea.

Otthokhe?”

Chaerin mengantukkan kepalanya ke meja begitu Jongsuk meninggalkan ruangannya.

Huft!

Bagaimana kalau Jongsuk tukar kamar dengan pemain lain yang bersedia. Seperti yang dikatakan oleh Manajer Cha bahwa tidak ada seorang pun yang akan diperlakukan secara istimewa maka Jongsuk tidak akan mendapat kamar tersendiri.

Chaerin harus mencari pemain yang dengan suka rela mau bertukar kamar dengannya.

Tapi siapa?

Molla, pasti ada seseorang yang bersedia.

Masalah terbesarnya adalah…

Manajer Cha.

Para pemain adalah tanggung jawabnya, bagaimana ini bisa berbicara kepada Manajer kalau mereka saling menghindar seperti yang terjadi sekarang? Huft!

Chaerin menghela nafas berat.

Lagi-lagi ia memijit kepalanya.

Salah satu kebiasaan  Chaerin jika dalam keadaan tertekan adalah olah raga. Chaerin melirik jam digital di dinding ruangannya. Hari sudah malam dan biasanya jam segini, para pemain sudah selesai berlatih dan lapangan sudah kosong jadi ia bisa menggunakannya sendirian. Ia dilarang mendekati lapangan jika anak-anak sedang berlatih dan Manajer Cha belum mengatakan kalau hukuman itu berakhir. Ia sedih karena hanya bisa melihat mereka berlatih dari jauh.

Chaerin membuka  tasnya. Sejak bergabung di tim Paradise FC, ia selalu membawa pakaian olah raga di dalam tas kerjanya. Segera ia mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian olah raga berwarna putih itu dan memakai sepatu sneakernya serta memakai jaket berwarna senada. Lalu ia mengikat rambutnya ke atas dan ke luar dari ruangannya.

Ia sempat melirik ruangan di depannya, ruangan milik Manajer Cha. Membaca namanya saja menimbulkan rasa sesak dalam hati Chaerin. Ia terus berpikir, mengapa namja itu bisa mengabaikannya dan bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dan Chaerin. Lalu mengundangnya makan bersama Eunhwa dan Doo Joon lalu mempermalukannya. Itu alasan kuat bagi Chaerin untuk menendang bola ke kepalanya.

Dengan langkah lunglai ia menuruni tangga. Ia sengaja tidak menggunakan lift. Ia heran, office hanya memiliki empat lantai dan memiliki lift adalah suatu yang terlalu berlebih-lebihan. Office dengan para pemain sepak bola dan para official, dengan lift, itu sangat menggelikan.

Chaerin melakukan beberapa pemanasan sebelum ia mulai mengelilingi lapangan.  Sambil berlari, ia menghirup udara malam agar memenuhi rongga paru-parunya.

Defensive

Cha Seungwon duduk nyaman di ruangannya sambil menatap ke luar jendela. Para pemain sudah selesai berlatih dan sekarang mungkin sedang makan malam di ruang makan umum. Ia sadar kalau Chaerin sengaja menghindarinya, ia tidak pernah muncul di dining room saat jam makan, menghindari tempat-tempat yang akan dilalui Cha Seungwon jadi sekarang Cha Seungwon juga  lebih suka makan di ruangannya sambil mengintai kegiatan Chaerin di depan kantornya.

Cha Seungwon menggerakkan otot bahunya. Ia merasa gerah karena belum mandi. Tapi ia masih ingin melatih otot-ototnya. Ia memutuskan untuk pergi ke ruangan fitness yang ada gedung lain. Ia segera menyambar botol minuman dan  handuk yang tersampir di kursi. Namun matanya menangkap sesuatu di bawah sana. Di lapangan latihan tempat biasanya para pemain berkumpul.

Bukan pemain yang berkumpul di sana sekarang karena Cha Seungwon yakin kalau ini adalah jam makan. Ia telah menetapkan jadwal yang harus dipatuhi oleh semua pemain dan ia memastikan kalau tidak ada seorang pun yang akan melanggar.

Sosok yang berlari mengitari lapangan itu adalah seorang yeoja, bertubuh tinggi yang Cha Seungwon yakini adalah Lee Chaerin Byeonsa.

Apa yang dilakukannya malam-malam begini, pikirnya.

Tanpa menunggu lagi, Cha Seungwon turun ke bawah, menuju ke tempat Chaerin.

Chaerin masih berlari di sepanjang track ketika Cha Seungwon sampai di lapangan. Ia sama sekali tidak menyadari kehadiran orang lain selain dirinya di tempat itu.

Cha Seungwon mendekati Chaerin tanpa suara.

“Apa kau sering jogging malam-malam?”

Hya!!!”

Chaerin kaget dan hampir terjatuh namun tangan Cha Seungwon yang kokoh menahan tubuhnya tidak sampai terjatuh.

Wie?”

Chaerin menegakkan tubuhnya dan refleks mendorong tubuh Cha Seungwon. Bersentuhan dengan namja itu hanya akan membuatnya terbakar.

“Kau gemar membuat orang terkejut?” tanya Chaerin tanpa bisa menyembunyikan rasa kesalnya.

Cha Seungwon mendengus.

“Aku kan masih dalam masa hukuman. Hanya bisa jogging malam-malam.” sindir Chaerin pedas.

Chaerin melanjutkan kegiatan jogingnya dan berharap Seungwon segera meninggalkannya. Tetapi namja itu malah ikut berlari di sampingnya.

Chaerin mencoba mengacuhkannya. Ia telah memutuskan jika dalam satu putaran lagi Manajer Cha tidak segera pergi maka ia yang akan meninggalkannya. Tadinya ia ingin berpikir tapi mana bisa ia berpikir dengan tenang jika ada namja yang bisa membuatnya tersengat ribuan voltase di sampingnya.

“Ada yang sedang kau pikirkan?” tanya Manajer Cha sambil memperhatikan wajah Chaerin dengan seksama.

Aniya.” jawab Chaerin pendek.

“Bukankah sudah ada PR baru yang membantu pekerjaanmu, mengapa kau masih kelihatan tertekan?” tanya Seungwon dengan suara khasnya.

Chaerin masih cuek. Jika sebelumnya ia tertekan dengan perlakukan Manajer Cha terhadap dirinya maka sekaranglah waktunya membalas perlakuan Manajer Cha yang sok acuh padanya namun berlaku manis pada Ryu Eunhwa, public relation Paradise. Bahkan ia meminta Eunhwa memanggilnya Oppa.

“Aku bicara padamu, Lee Byeonsa.”

Manajer Cha berhenti di tempatnya sementara Chaerin tetap berlari meninggalkannya.

“Lee Byeonsa!” teriak Manajer Cha.

Chaerin berhenti dan menatap Manajer Cha dengan sengit.

Mianhamnida, aku ingin minta pendapatmu.”

Ye?”

Mereka sedang berjarak sepuluh meter saling berhadapan. Chaerin bahkan sedang berkacak pinggang.

“Lee Jongsuk minta pindah kamar.”

Manajer Cha mengerutkan keningnya dan mengangkat tangannya ingin memotong pembicaraan ini.

“Dengarkan aku dulu!”

Manajer Cha menatap Chaerin dengan tatapan mata yang sulit diartikan. Chaerin tidak gentar padanya.

“Aku tahu dalam peraturan tim nomor bla bla  bla tidak ada pemain yang akan mendapat perlakuan khusus. Lee Jongsuk dalam hal ini tidak bisa tidur karena terganggu dengan suara mendengkur  milik Lee Sungyeol. Aku berpikir demi kebaikan semua pihak.”

Chaerin memperhatikan wajah Manajer Cha sebelum melanjutkan kata-katanya. Manajer Cha mendesah kemudian ia maju mendekati Chaerin.

“Dengarkan aku. Aku mungkin bisa mencari orang yang berganti kamar dengan Lee Jongsuk,” ucap Chaerin terbata-bata karena gugup Manajer Cha mendekatinya. Tanpa ia sadar ia melangkah mundur.

“Berhenti di tempatmu!” perintah Manajer Cha dengan suara diktatornya.

Ye?”

“Bagaimana aku bisa mendengar suaramu jika kita berjauhan?”

Chaerin tampak kesal. Setelah ia menjelaskan permasalahan Lee Jongsuk, Manajer Cha malah mengatakan ia tak bisa mendengar Chaerin.

Dengan wajah memendam kesal ia segera meninggalkan Manajer Cha. Ia bahkan bisa mendengar suara berat Manajer Cha memanggil namanya namun tak ia hiraukan.

Defensive

Pagi menjelang keberangkatan tim Paradise FC melakukan latih tanding ke pulau Jeju, Lee Jongsuk menerobos masuk ke ruangan Lee Byeonsa. Wajah namja berhidung mancung dan berdagu lancip itu berseri-seri dan mengguncang tangan Chaerin sambil berkata,

Kamsahamnid, Byeonsanim. Kwangsoo hyeong mau bertukar tempat denganku. Sekarang aku bebas dari si tukang mendengkur itu.”

Lee Chaerin Nampak bingung dan mencerna satu-persatu kata-kata Lee Jongsuk.

Dan ketika Lee Jongsuk pamit dari ruangannya, ia baru mengerti kalau sebenarnya kemanrin malam ketika ia bicara pada Manajer Cha, namja itu  mendengar kata-katanya dan memberikan jalan keluar bagi masalah Lee Jongsuk.

Dalam hati Lee Chaerin berpikir kalau Manajer Cha, si namja sangar itu tidak begitu jahat seperti yang ia kira.

Defensive

Jeju Island

Day 1

Manajer Cha membawa semua pemain beserta para official tim untuk berlatih. Bahkan Park Sungrin yang baru bergabung sebagai ahli gizi juga ia boyong.

Para pemain tiba di Jeju setelah langit gelap. Memang di dalam jadwal kegiatan yang disusun tidak ada jadwal di hari pertama, hanya wawancara yang dilakukan di bandara Jeju dan ditangani oleh PR Ryu Eunhwa. Para pemain dan official tim langsung beristirahat di Haevichi hotel and resort di wilayah Seongsan Ilchulbong, sebuah bangunan resort yang langsung menghadap ke pantai dengan fasilitas terbaik disediakan untuk mempersiapkan diri mereka latihan keesokan harinya.

Day 2

Pagi ini, Instruktur Lee Hyeshin memberikan aba-aba kepada para pemain sebelum memerintahkan mereka berlari di sepanjang pantai. Kapten Sunggyu berlari di depan bersama Taecyeon, Lee Kwangsoo, Myungsoo disusul oleh pangeran Thai Nichkhun, Jongsuk, Howoon dan Woohyun. Yang tertinggal di belakang adalah pemain muda Sungjong yang tetap tampak santai meskipun mendapat tatapan tajam dari Sang Manajer dan asisten Kim.

Mata Manajer Cha menangkap sosok yang sangat dikenalnya berjalan santai di sepanjang bibir pantai. Ia memakai kemeja tipis berwarna putih dan memadukannya dengan celana pendek bunga kuning, kakinya hanya memakai sandal tali ikat.

Lee Chaerin sendirian berjalan di tepi pantai. Tanpa sadar Cha Seungwon mengusap kepalanya. Wanita ini cukup mengerikan karena berani memerintahkan Kim Myungsoo menendang bola ke kepalanya. Dan Cha Seungwon telah mengultimatum Chaerin kalau ia tidak boleh dekat-dekat dengan para pemain selama perjalanan ke Jeju ini. Kalau tidak Seungwon akan segera memulangkannya.

Ia bahkan tidak maaf atas perbuatannya, geram Seungwon kesal.

Sepanjang minggu itu Lee Chaerin mengabaikannya terus. Saat sarapan, makan siang dan makan malam, Chaerin tidak pernah muncul di dining room. Ia tidak pernah muncul di saat Seungwon keluar dari kantornya. Padahal Seungwon menunggunya beberapa lama di depan pintu memberinya kesempatan agar ia minta maaf dan Seungwon dapat mencabut ultimatumnya. Tapi Chaerin sepertinya tahu dan tetap keras kepala.

Sekarang,  melihatnya sendirian berjalan di tepi pantai, timbul keinginan untuk mengajaknya bicara.

Cha Seungwon memberikan sedikit instruksi kepada Asisten Kim dan Lee Hyeshin sebelum meninggalkan tim dan menyusul Chaerin.

Chaerin berjalan berlawanan dengan para pemain Paradise FC.

Cha Seungwon mengikutinya dan Chaerin sama sekali tidak menyadarinya.  Chaerin mendengar suara ombak yang memukul sambil menarik nafas, mencium bau khas pantai.

Tanpa sadar ia tersenyum. Chaerin selalu menyukai pantai, ombak dan pasir. Ia memiliki cita-cita untuk bepergian ke seluruh pantai indah di seluruh dunia dan kemudian ia akan menuliskan semua pengalamannya itu dalam sebuah blog. Ia akan mencoba asinnya air laut, diving dan bermain dengan penyu, ikan dan karang.

Chaerin bahkan sudah merencanakan akan mengunjungi Maldives. Dari sebuah majalah tentang perjalanan wisata pantai, Maldives merupakan surga bagi pecinta pantai. Hotel yang menghadap langsung ke bibir pantai dan bentuknya sangat unik. Melihatnya dari hasil searching saja telah membuat dada Chaerin bergelora apalagi kalau ia benar-benar bisa mewujudkan impiannya.

Namun, Chaerin mengerutkan keningnya,  jika ia menikah seperti keinginan Eommanya, apakah ia bisa melakukan semua itu.

Eomma…

Mianhamnida

Kurasa aku tak akan pernah menikah, gumamnya dalam hati. Apalagi sekarang aku benar-benar patah hati.

Er, patah hati bahkan sebelum memulai.

Bayangan pemilik wajah sangar dan tatapan dingin muncul di kepalanya. Ia selalu menghindari Manajer Cha sejak insiden tendangan bola ke kepalanya. Dan Chaerin mematuhi keinginannya untuk tidak mendekati lapangan. Buat apa ia mendekati lapangan dan melihat Manajer Cha bermanis dengan PR baru itu.

Itu hanya akan membuatnya tampak tidak normal.

“Apa yang membuatmu tersenyum lalu nampak sedih seperti itu?”

Chaerin melonjak. Pemilik suara berat itu sekarang sudah ada di sampingnya. Tanpa sadar Chaerin berbalik, melihat ke arah pemain Paradise berlatih.

“Bukankah Manajer seharusnya ke arah sana?” tanya Chaerin menunjuk ke arah yang berlawanan.

“Ada yang keberatan aku berada di sini?” Manajer Cha menjawab pertanyaan Chaerin dengan balas bertanya. Chaerin angkat bahu, pura-pura tak peduli. Lalu segera berjalan menelusuri pantai lagi. Manajer Cha mengikutinya.

“Tidak ada yang ingin kau bicarakan?” tanya Manajer Cha memancing.

“Soal tendangan itu?”

“Bukan hanya itu kan?”

“Mengapa Manajer Cha selalu menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan?” tanya Chaerin kesal.

“Mengapa kau selalu memanggilku dengan panggilan Manajer Cha?”

“Jadi aku harusmemanggilmu Oppa?” sembur Chaerin keras. Mengingat kejadian makan malam di apartemen milik Manajer Cha itu membuat Chaerin makin kesal. Bagaimana namja ini hampir membuatnya memuntahkan seluruh isi perutnya ketika ia meminta Ryu Eunhwa memanggilnya Oppa.

Ye?”

Dwaesso, kha. Mereka membutuhkanmu.” tukas Chaerin sambil menarik nafas. Ia tidak suka berada di dekat Manajer Cha. Berdekatan hanya membuat emosinya naik dan itu sangat tidak baik untuknya. Ia tidak ingin tampak lemah di hadapan namja ini.

“Aku belum selesai denganmu.”

Fine! If you want me to say I’m sorry. I say it now, I’m sorry,” tukas Chaerin dengan nada tinggi. Ia lalu membalikkan badannya dan meninggalkan Manajer Cha.

Wait! Aku akan memaafkanmu jika kau berhasil mengalahkanku. Kita lomba renang di sana. Tempat Instruktur Lee berdiri.”

Manajer Cha sudah menarik lepas kaos putihnya sebelum Chaerin mengatakan apa-apa.

“Aku tidak peduli kau memaafkan aku atau tidak.” jawab Chaerin menekan nada suaranya agar lebih datar. Ia sendiri gemetar melihat tubuh berotot Manajer Cha yang terekpos setelah ia melepaskan kaosnya. Rasanya ia lebih berotot dibanding sejak terakhir kali Chaerin melihatnya tanpa pakaian.

“Kau tidak tertarik kalau aku katakan jika kau bisa mengalahkan aku maka kau boleh kembali melihat anak-anak latihan.”

Jinjayo?” tanya Chaerin sambil menyipitkan matanya.

Seungwon merasa kalau pancingannya telah berhasil mendapat perhatian dari Chaerin. Ia tersenyum. Tetapi bagi Chaerin senyuman itu tampak seperti hinaan. Manajer Cha pasti mengira Chaerin tidak akan bisa berenang di pantai.

“Kau yang mengatakannya,” tukas Chaerin.

“Kau boleh start dulu.”

Chaerin tertawa. Ia merasa Manajer Cha terlalu memandang rendah dirinya. Lalu ia melepaskan pakaian luarnya di pasir, rupanya ia telah memakai pakaian renang putih di balik pakaiannya. Lalu ia mencopot sandalnya. Dan tanpa menunggu lagi ia segera masuk ke dalam air dan mulai berenang menuju tempat Instruktur Lee.

Seungwon tertawa menyaksikan bagaimana Chaerin begitu bersemangat berenang. Ia memang bisa menebak kalau yeoja ini pasti sangat mahir berenang, tapi ia masih yakin akan kemampuannya sendiri. Ia menghitung sampai sepuluh sebelum akhirnya ia juga masuk ke dalam air dan mengejar Chaerin.

Chaerin bertempur untuk menang sedangkan Seungwon bertempur untuk mempermainkan Chaerin. Chaerin memiliki beban yang lebih berat. Jika ia menang makan ia boleh memakai lapangan di dorm lagi. Dan alasan itu benar-benar membuatnya sangat ingin menang. Apalagi ia ingin mempermalukan Manajer Cha di depan para pemain Paradise FC. Seorang pelatih muda kalah oleh seorang yeoja dan ini disaksikan oleh para pemain. Ini akan mengembalikan harga diri Lee Byeonsa dan ketiga pemain yang dihukum Manajer Cha karena ulah Chaerin.

Chaerin sadar meskipun ia tidak bisa mendengar dengan jelas kalau para pemain sedang bersorak dan memberi semangat. Meski ia tidak tahu siapa yang mereka dukung, dirinya atau Manajer Cha. Ia tetap fokus. Tangan dan bahunya saling mengejar. Ia tidak boleh kalah. Ia tidak dilahirkan untuk kalah dalam berenang.

Seungwon malah berenang dengan tenang. Staminanya yang lebih kuat dan pernafasan yang lebih baik membuatnya lebih unggul. Apalagi ia tanpa beban.

Tiga kali pernafasan lagi akan tiba di posisi finish.

Hep.

Lagi.

Anak-anak bersorak meskipun dikalahkan oleh suara deburan ombak.

Hep.

Lagi.

Manajer Cha sudah berhenti. Asisten Kim mengangkat tangannya memberi kode kalau Manajer Cha sudah mencapai finish duluan.

Manajer Cha keluar dari air ketika Chaerin berhenti. Dengan gaya meremehkan ia berbalik menghadap Chaerin.

“Kau kalah, Lee Byeonsa,” tukasnya datar. Lalu ia mengambil handuk yang disodorkan oleh Asisten Kim kepadanya.

Gwenchana, Byeonsanim. Kau juga hebat!” puji Sungjong sambil mengulurkan tangannya membantu Chaerin keluar.

Ne, kau perenang hebat,” tukas Instruktur Lee setuju. Wajah Chaerin merah padam kontras dengan warna pakaian renang putihnya. Demi apapun ia ingin menang, bukan hanya karena ultimatum. Ia ingin mempermalukan namja ini tapi sekarang ia yang malu karena ia kalah. Ia kalah meskipun Manajer Cha telah memberinya kesempatan untuk start duluan.

Chaerin menggigil. Bukan karena kedinginan tetapi karena kesal ia harus mengakui kekalahannya.

“Hukumannya tetap berlaku,” tukas Manajer Cha dingin. Dan tanpa diduga Chaerin, Manajer Cha membalutkan handuk besar  itu ke tubuhnya menutupi tubuhnya yang terekpos.

Bagi pemain Paradise FC itu tampak seperti sikap gentleman. Tapi bagi Chaerin, itu tampak seperti penghinaan. Ia tidak butuh namja berlaku demikian padanya. Apalagi itu dari namja seperti Cha Seungwon. Namja yang pernah one night stand dengannya dan setelahnya menganggap seolah tak pernah terjadi apa-apa. Namja yang telah mengenal setiap inci dari tubuhnya.

Defensive

01.00 pm

Para pemain Paradise FC dan Jeju United memasuki lapangan. Paradise FC mengenakan jersey tandang berwarna biru dipimpin oleh Kapten Sungyu yang berjalan di depan sambil mengepit bendera logo Paradise berwarna biru. Di belakangnya Ok Taecyeon sang kiper yang berhasil menggeser tempat Lee Kwangsoo sebagai kiper utama, lalu Kim Myungsoo yang mendapat julukan L-Nino dan telah memiliki fans club sendiri eLement, diikuti bule Evanss, Gary, Dongwoo, Woohyun, Khun, Howoon, Jongsuk dan Chansung.

Manajer Cha mengenakan jaket khas Nazi  ditemani oleh Asisten Kim duduk di kursi pelatih, di sebelah Asisten Kim duduk dokter berwajah ramah Dr. Shin dan official lainnya.

Lee Byeonsa, PR Ryu Eunhwa, dan Instruktur Lee duduk bersama di kursi VIP. Hyera bersama para pengurus fan club berada di kursi paling depan. Di salah satu kursi VIP, Yoon Doojoon duduk tenang dengan topi dan kacamata yang bisa menyembunyikan identitasnya

“Kau yakin akan menang, Manajer Cha?” tanya Asisten Kim sambil tersenyum.  Cha Seungwon menyeringai dan Asisten yakin bahwa seringainya itu diartikan sure.

Jeju FC bukanlah lawan yang terlalu tangguh buat Sunggyu CS. Sebelum kedatangan Manajer Cha, bisa jadi Paradise FC hampir saja terdegradasi namun berkat perombakan yang dilakukannya dan kedisiplinan yang diterapkannya, Paradise FC telah menjadi sebuah tim muda yang memiliki daya jelajah tinggi dan pantang menyerah. Jeju United yang dikapteni oleh Seo Yunho bukanlah lawan yang imbang bagi Paradise FC. Nichkhun sebagai motor serangan dari Paradise memborbardir gawang Jeju terus menerus.

Manajer Cha tampak tenang duduk di kursi, tak terlalu memberikan instruksi. Hasil akhir 4-0 sampai akhir pertandingan dan L-Nino Myungsoo berhasil mencetak hattrick dan satu gol lainnya dicetak oleh Thai Prince Khun yang merupakan assist dari Lee Howon, pemain yang baru saja dibeli musim ini.

Manajer Cha dan Asisten Kim tampak puas dengan hasil ini.

Defensive

“Kita benar-benar bebas jadwal dari sore ini? Jadwal kosong,” ungkap Myungsoo pada Sunggyu ketika mereka berada di ruang ganti pakaian.

“Jadwalmu kosong tapi jadwalku padat,” tukas Sunggyu cuek. Myungsoo menggeram lalu mengirimkan sinyal kepada Taecyeon. Taecyeon mendekat. Berikut Nichkhun, Sungjong, Evans, Jongsuk dan Chansung.

Kajja rayakan ini ke pub,” bisik Myungsoo sambil mengedipkan matanya.

“Tapi jangan sampai kalian buat masalah ya.” pesan sang Kapten.

Defensive

Chaerin heran, ketika ia menyadari bahwa semua menghilang usai pertandingan. Resort yang mereka sewa tampak lengang.  Mungkin para pemain sedang melepaskan penat setelah bertanding dan merayakan kemenangan bersama. Dan Chaerin tidak diajak dalam pesta kemenangan itu. Ia menghela nafas kesal. Ia memang bukan bagian tim. Jadi tidak heran kalau ia ditinggal sendiri. Bahkan PR Ryu Eunhwa juga diajak. Tentu saja, dia kesayangan Manajer Cha. Calon pacarnya mungkin.

Mengapa kau membenci Ryu Eunhwa?

Ya, mengapa?

Aku tidak suka tampang innocentnya. Aku tidak suka kesederhaannya yang memikat semua orang.

Aku tidak suka cara Manajer Cha bicara dengannya?

Aku benci  Manajer Cha memintanya memangginya, Oppa.

Chaerin mengacak rambutnya.

Huft!

Chaerin menghela nafas sambil menghempaskan tubuhnya di kursi. Mungkin sebaiknya ia berenang saja. Melepaskan semua kekesalannya. Ia berdiri berniat masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.

Tapi ia teringat, berenang. Ia baru saja dipermalukan oleh Cha Seungwon. Ia tidak akan berenang lagi selama beberapa waktu sampai ia melupakan peristiwa ini.

Akhirnya ia menyambar kamera Nikon DSLRnya, memutuskan untuk ke luar dan memotret pemandangan di resort.

Defensive

Cha Seungwon menyadari kalau Lee Chaerin baru saja keluar dari lobby. Ia pasti mengira hanya dirinya  yang ditinggal di resort. Chaerin sama sekali tak menduga masih ada Cha Seungwon di resort. Berdiri bersembunyi di balik tembok dan memperhatikan gerak-gerik Chaerin,mondar-mandir dan tampak kesal karena tidak memiliki teman.

Cha Seungwon sebenarnya juga tidak mengerti mengapa suasana resort bisa sesepi ini. Biasanya ia bisa mendengar suara Taecyeon dan Khun yang sedang bernyanyi sambil ngerap atau suara ceriwis Sungjong. Tapi kini, suasana benar-benar sepi.  Para pemain pergi entah ke mana, Asisten Kim minta ijin jalan-jalan, Ryu Eunhwa menghilang, Hyera entah ke mana, Instruktur Lee mungkin sedang melakukan olah raga ekstrim. Dr. Shindong, Dr. Ji Eunbi dan ahli gizi itu.

Cha Seungwon memakai jaket khasnya memutuskan mengikuti langkah Lee Chaerin. Memperhatikan apa yang dilakukan yeoja itu di sepanjang pantai. Awalnya Seungwon mengira yeoja ini akan berenang lagi tapi tampaknya kekalahannya dalam lomba tadi pagi sangat memalukan dan melukai harga dirinya. Cha Seungwon memang sengaja memberikan sedikit waktu start kepada Chaerin agar kekalahan Chaerin tidak akan tampak melukainya. Tetapi kenyaaannya, kekalahan apapun bentuknya akan selalu melukai Lee Chaerin Byeonsa.

Tidakkah ia pernah kalah di ruang sidang?

Huft!

Mungkin harga dirinya juga terluka ketika aku bersikap seolah tidak pernah terjadi apa-pun antara kami setelah kami resmi menjadi rekan satu tim di Paradise FC? pikir Cha Seungwon

Dia tidak tahu betapa tersiksanya aku karena menganggap hal itu tidak pernah terjadi.

Tapi bagaimana pun aku tidak bisa memberikan contoh yang buruk untuk para pemain.

Atau dia kesal karena aku telah menghina pilihannya John Terry dan David Beckham di depan Eunhwa dan Don Juan.

Huft!

Defensive

 

Sepertinya ada siluet di belakangku, pikir Chaerin.

Bayangan itu bertubuh besar dan sangat familiar.

Chaerin merasakan déjà vu.

Tanpa menunggu lagi, ia berbalik. Dan matanya bertemu dengan mata tajam dengan alis bertaut. Mata milik seorang namja yang paling tampan yang selalu memenuhi pikirannya. Mata gelap milik Cha Seungwon.

“Aku kesepian. Mau naik kapal bersamaku?”

Defensive

Myungsoo, Taecyeon,  Nichkhun, Jongsuk, Chansung dan Sungjong melangkah masuk ke pub yang ramai pengunjung itu. Myungsoo sudah minta ijin pada kapten Sunggyu kalau mereka akan pergi ke bar dan merayakan kemenangan mereka. Sunggyu mengingatkan agar jangan menyebabkan masalah dan kembali sebelum pukul sepuluh. Myungsoo mengiyakan saja tapi ia tahu mana mungkin mereka bisa kembali sebelum pukul sepuluh. Myungsoo mengajak Sunggyu ikut serta tetapi Sunggyu mengatakan ia ingin pergi ke tempat lain jadi Myungsoo cs pergi tanpa kapten Gyu.

“Kau mau minum apa, Khun?” tanya Myungsoo pada Khun, si tampan dengan alis lebat yang berada di sampingnya.

“Bolehkah kita pesan bir?” tanya Jongsuk. Myungso teringat akan pesan Sunggyu sebelum ia pergi. Lalu ia melirik Jongsuk. Jongsuk dan Sungjong menatapnya dengan tatapan mata memohon.

“Aku rasa segelas saja tidak apa-apa.” jawab Myungsoo dengan mata berkilat nakal.

Segelas saja pasti tidak akan menyebabkan masalah, pikirnya.

Defensive

Aku kesepian. Mau naik kapal bersamaku

Dan di sinilah aku berada, pikir Chaerin.

Manajer Cha menggandeng tangannya menaiki yacht.

Bukannya dia bersama, Ryu Eunhwa? Mengapa mengajakku?

Mengapa aku ikut saja?

Argh! Molla!

Manajer Cha membantu Chaerin memakai life vest yang disediakan oleh pemilik yacht sebelum ia memakai vestnya sendiri. Chaerin tidak mengerti mengapa Manajer Cha harus memakai jaket itu, toh, bila kapal tenggelam dan ia jatuh, dengan kemampian berenang seperti yang ia miliki sekerang ia tidak akan tenggelam.

Chaerin duduk di sebuah kursi santai di yacht ketika kapal itu mulai berlayar. Manajer Cha berbicara dengan nahkoda kapal. Chaerin tidak tahu mereka sedang membicarakan apa.

Chaerin mengeluarkan kameranya dan mulai membidik beberapa pemandangan dari tempatnya. Bayangan matahari yang hampir terbenam membentuk lingkaran halo yang sangat indah tak Chaerin lewakan begitu saja. Ini adalah surga baginya.

Klik!

Chaerin mengubah sudut potretnya. Ke atas layar.

Klik!

Jungmun memang luar biasa.

Chaerin membuka life vestnya karena mengganggu pergerakannya mengambil sudut potret.

Klik!

Gunung Halla di ujung sana.

Klik!

Bahkan jaring pengaman yang membentang di atas air laut juga tak luput dari kameranya.

Chaerin membidik sudut lain. Kameranya menangkap sosok tinggi dan tegap itu berdiri di buritan kapal. Membelakanginya.

Cha Seungwon juga telah melepaskan jaket keselamatannya, ia mengenakan jas ala Nazi berwarna abu-abu, kakinya yang panjang dan kokoh terbalut celana jeans dan ia memakai pantofel berwarna putih. Sebelah tangannya bersandar di geladak kapal. Lingkaran halo matahari seolah membingkai tubuhnya yang kokoh, menciptakan sebuah objek foto yang luar biasa. Tanpa sadar Chaerin mengangkat kamera kesayangannya, tidak melewatkan kesempatan ini, memotret beberapa kali ke arah manajer Cha.

latardefensive

Sampai Manajer Cha tiba-tiba berbalik dan memergoki kalau dirinya merupakan objek potret Chaerin. Chaerin terpaku. Manajer Cha memakai kacamata hitam. Ia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan namja itu.

Tetapi dari balik kacamatanya, Manajer Cha tersenyum. Bukan senyum menghina seperti saat ia mengalahkan Chaerin di pantai tadi tapi senyum yang hangat dan menyejukkan.

Chaerin mengangkat kameranya kembali, memotret senyum milik Manajer Cha.

“Kau ingin makan malamnya di catamaran (ruang televisi) atau di geladak kapal?” tanya Manajer Cha lembut.

Dan Chaerin menjawab,

“Di geladak kapal.”

Manajer Cha segera meminta pemilik kapal menyiapkan malam malam di geladak kapal. Makanan khas barat berupa steak Wiener Shnitzel disajikan berikut sebotol anggur Bordeaux tahun 1980 tertata rapi di meja. Manajer Cha sendiri yang mengatur tata letak meja dan hidangannya.

Chaerin masih sibuk dengan kameranya ketika Manajer Cha menggiringnya ke meja makan.

Let Abendessen, Schöne Dame.” bisiknya sambil menarik kursi untuk Chaerin. Chaerin meskipun tidak mengerti bahasa Jerman tapi baginya itu seperti Manajer Cha mengajaknya makan malam.

Manajer Cha duduk di hadapannya.

“Makanlah.”

Chaerin mulai memotong steak yang ada di piringnya. Steak Wiener Shnitzel yang disajikan dengan saus krim dan diberikan irisan lemon ini memang mengundang selera makan Chaerin. Manajer Cha memotong steak menjadi potongan kecil kemudian ia menukar piringnya dengan piring milik Chaerin. Chaerin menerima saja dan mengucapkan terima kasih.

Ketika Chaerin mulai makan dalam hening hanya terdengar suara ombak.

“Kau menyukai pantai?” tanya Manajer Cha memecah keheningan.

Eoh?”

“Pernah diving?”

Sure.”

“Sudah kuduga. Di sini?”

Chaerin mengangguk.

“Dan beberapa tempat lainnya.” jawabnya seolah jawabannya tidak begitu penting. Ia masih sibuk melahap steak Jermannya.

“Di mana?”

“Whitehaven Australia, Kuta dan Sanur Bali, Okinawa, Boracay, Phuket dan Redang Island.” jawab Chaerin.

“Woow!”  Bibir Manajer Cha membentuk sudut yang sangat menggambarkan dirinya.

Next destination is Maldives.”

“Maldives, place you must visit before you die.” tukas Manajer Cha. Mata Chaerin tampak bersinar ketika Manajer Cha menyebut nama tempat itu.  Bagi Manajer Cha tatapan seperti itu membuat Chaerin luar biasa.

“Manajer Cha pernah mengunjungi Maldives?” tanya Chaerin bersemangat. Ia bahkan melupakan steaknya.

Manajer Cha mengangguk.

“Tahun lalu. Ketika aku menjadi asisten pelatih timnas Jerman U-21 tahun. Kami latihan di sana.” jawab Manajer Cha. Ia cukup senang karena berhasil menarik perhatian Chaerin. Dan situasi mereka sekarang tidak sekaku dan sedingin biasanya. Ia bersyukur sebagai pemain sepak bola dan pelatih, ia pernah mengunjungi tempat-tempat yang luar biasa indah.

“Bagaimana Maldives? Maksudku, pasirnya, ombaknya?” tanya Chaerin menggebu-gebu. Manajer Cha tersenyum.

“Aku bisa mengajukan agar tim bisa berlatih di sana.” tukasnya nakal sambil mengedipkan sebelah matanya.

“Aku lebih suka mengunjungi tempat itu seorang diri.”

Manajer Cha menautkan alisnya, bibirnya bergerak  naik sehingga kumisnya juga mengikuti gerakan bibirnya.

“Maksudmu, kau mengunjungi semua pantai kau sebutkan tadi, seorang diri?” tanya Manajer Cha tidak percaya. Chaerin tertawa lalu mengangguk.

“Tempat-tempat itu aman, jadi apa yang kutakutkan.”

Manajer Cha bertepuk tangan, tanda ia salut dengan keindependenan Chaerin. Lalu ia mencondongkan kepalanya ke arah Chaerin dan berbisik lembut,

Now, tell me, your next tourist destinatination.”

“Bukankah sudah kukatakan. Maldives.”

Alone?”

Sure.”

Chaerin tahu dalam nada suara milik Manajer Cha, Manajer tampan itu sedang menggodanya. Tapi entah mengapa ia juga merasa kalau suara bergetar ketika menjawab pertanyaan Manajer Cha.

Tatapan Manajer Cha menusuk jantung Chaerin sampai ke dasar palung laut yang paling dalam.

“Kau mau wine?” tanya Manajer Cha sambil berdiri dan mengambil pembuka botol. Tanpa menunggu jawaban Chaerin ia menuang anggur merah itu dalam dua gelas berkaki.

“Aku juga menyediakan dark chocolate, jika kau ingin dessert.”

Kamsahamnida.” tukas Chaerin sambil menerima gelas berisi wine itu.

Defensive

Jungmun Pub.

Beberapa pemuda memasuki Jungmun pub dengan gaya arogan seolah mereka adalah pemilik tempat itu. Seorang pemuda berwajah manis bahkan mendorong kasar seorang pelayan yang menghalangi jalan mereka.

Mereka adalah para pemain Jeju United yang baru saja dikalahkan oleh Paradise FC di pertandingan siang tadi.

“Beri aku bir dingin!” teriak Yong Imjong , seorang pemain bintang yang merupakan putra dari keluarga kaya di Jeju.

Palli!” teriak temannya menakuti pelayan itu. Pelayan itu gemetar dan buru-buru mengambil pesanan mereka.

“Lihat! Ada pemain Paradise di sini. Wah wah wah!”  kapten tim Jeju Seo Yunho menunjuk Myungsoo dengan tatapan menghina. Myungsoo hanya melirik dengan ekor matanya. Berusaha untuk tidak terpancing.

“Ini dia pencetak gol hattrick dan headline hari ini. Kim Myungsoo!” tukas Woo Leebang. Yong Imjong terkekeh.

Kajja kita pergi,” ajak Khun pada Myungsoo yang masih memainkan gelasnya.

“Ah, lihat siapa ini. Mommy I’m coming. Thai Prince! Apa kabar Mommymu?” tanya Yong Imjong menghina. Khun mengepalkan tinjunya tapi Taecyeon menariknya.

Mommy pelacur!”

“Sial!”

Khun bangkit menyambar botol. Tapi sebelum ia beraksi, Myungsoo sudah mendaratkan tinjunya ke wajah Yong Imjong, diikuti oleh Sungjong. Taecyeon masih berusaha menghalangi Sungjong tetapi malah Khun yang lepas. Khun meninju pemain berdagu permak yang lancip dan panjang seperti corong es krim itu.  Pemain Jeju yang bertatto di lengannya menghantam tubuh Taecyeon yang besar. Chansung tidak terima. Ia menendang pemain itu tepat di dada. Semua pemain Jeju akhirnya maju, Taecyeon yang awalnya berusaha menghalangi juga akhirnya terseret dalam perkelahian itu. Pengunjung ketakutan dan meninggalkan tempat itu.

Defensive

Manajer Cha menggandeng tangan Chaerin dengan posesif menuruni kapal pesiar yang telah membawa mereka melihat matahari terbenam di pantai Jungmun. Chaerin mengucapkan terima kasih dengan kikuk. Manajer Cha hanya menjawab dengan anggukan.

“Kita jalan kaki saja menuju resort.” usul Manajer Cha dan disetujui oleh Chaerin.

Manajer Cha belum melepaskan genggaman tangannya. Tangan Chaerin digenggam erat olehnya. Kamera Chaerin juga diambilnya dan disampirkan ke lengannya yang bebas.

Chaerin mulai bertanya-tanya kapan Manajer Cha akan melepaskan tangannya. Lututnya mulai goyah saat melangkah.

Hening.

Aku tahu kau suka pantai. Aku tahu kau suka dark chocolate sebagai desert.  Katakan sesuatu Cha Seungwon, jangan biarkanwaktui berlalu begitu saja.

Mianata karena telah mempermalukanmu tadi pagi.”

Chaerin tersenyum tajam.

Bukankah itu memang keahlianmu?

“Seharusnya aku tidak menyambut tantanganmu, kan?” balas Chaerin.

Manajer Cha terkekeh. Ia tidak mungkin kalah dengan yeoja dalam hal berenang.

Hening.

“Kau masih kesal soal ultimatum itu?”

Aku kesal dengan semuanya! Bermula dari kau mengacuhkanku, munculnya Ryu Eunhwa, dan soal ultimatum itu. Meskipun itu memang salahku. Tapi itu memang tidak adil buatku.

Mian, karena tendangan itu.”

Manajer Cha mendehem.

Akhirnya dia minta maaf. Berhari-hari aku menunggumu melakukannya. Dan aku bisa langung mencabut ultimatum itu.

“Apa kepalamu baik-baik saja?” tanya Chaerin pelan. Manajer Cha tanpa sadar melepaskan tangan Chaerin dan mengusap kepalanya.

Ja. Es geht mir gut.

Chaerin tampak kesal karena ia sama sekali tidak mengerti bahasa Jerman kecuali kata yang familiar yang pernah ia tanyakan pada Khun. Liebing. Chagi.

“Aku tidak mengerti bahasamu!” tukas Chaerin galak. Lalu ia berjalan dengan cepat meninggalkan Manajer Cha yang tersenyum penuh arti.

Sementara resort sudah ada tampak di depan mata.

“Kameramu?”

Chaerin masih tidak mempedulikannya. Ia terus berjalan meninggalkan Manajer arogan itu. Sementara itu Manajer Cha penasaran dan mulai melihat objek foto dalam kamera Nikon milik Chaerin.

“Kelihatannya, aku memang objek foto yang luar biasa.”

Chaerin membeku. Pancingan Manajer Cha mengena. Chaerin berbalik menatap Manajer Cha. Sementara tangan manajer Cha sudah siap membidik Chaerin.

Yaa, don’t touch my camera!”

Klik!

Chaerin tampak kesal. Manajer Cha senang sekali membuatnya naik darah. Ah, rasanya ia harus benar-benar belajar menendang bola supaya setiap Manajer Cha membuatnya marah maka ia bisa sesuka hati menendang bola ke kepalanya.

“Lee Byeonsa, kurasa foto yang ini bisa mengganti poster John Terry yang ada di kamarmu.” kata Cha Seungwon manis sambil menunjuk kamera berisi foto dirinya. Chaerin mengepalkan tangannya, menahan keinginan untuk meninju wajah Manajer Cha.

Hyera. Ini pasti Hyerayang mengatakan padanya kalau ada JT di kamarnya, gumam Chaerin sambil menggigit bibirnya.

“Chaerin ssi.”

Chaerin menatap mata dengan alis bersambung itu.

“Kau boleh menggunakan lapangan lagi bersama para pemain.” ucap Manajer Cha lembut. Mata Lee Chaerin berbinar.

Jeongmalyo?”

“Manajer Cha, Lee Byeonsa. Akhirnya aku bisa menemukan kalian.”

Chris Evans berlari-lari menghampiri Manajer Cha dan Chaerin. Wajahnya kelihatan kalut dan cemas.

What happened, Chris?” tanya Chaerin. Bule itu menyentuh lengan Chaerin dan membuat Manajer Cha meninggikan alisnya.

“Myungsoo dan yang lainnya terkena masalah.”

Wajah Chaerin memucat. Manajer Cha segera menghampiri mereka.

Slowly, Chris.” perintah Manajer Cha.

“Mereka, Myungsoo, Taecyeon, Khun, Sungjong,  Gary dan Chansung ditahan di kantor polisi karena tawuran.”

MWORAAA?”

Defensive

Manajer Cha memerintahkan Kim Minjong menghubungi Ryu Eunhwa dan memintanya segera menyusul, menyerahkan keadaan para pemain yang masih berada di resort kepada Sungyeol yang masih mendengkur ketika dibangunkan secara paksa. Lalu meminta Doongwoo yang sedang bermain di kolam renang bersama ahli gizi itu untuk mencari keberadaan sang Kapten yang menghilang entah ke mana.

Manajer Cha dan Chaerin tiba bersamaan dengan  Ryu Eunhwa di depan kantor polisi. Ia memerintahkan Eunhwa menghalangi berita tawuran ini sampai ke pihak media. Lalu ia dan Chaerin masuk untuk menemui anak-anak.

Chaerin segera menemui polisi yang mengurus masalah ini. Sementara Manajer Cha mendekati Myungsoo. Myungsoo tampak luka di pelipis kanan dan bibirnya. Lalu Manajer Cha memperhatikan satu persatu para pemain yang berdiri berjajar dan tidak berani menatap mata tajamnya. Sementara tak jauh dari sana tujuh pemain Jeju United berdiri dengan sikap arogannya.

Manajer Cha bahkan tak mengatakan apa-apa. Hanya memperhatikan luka-luka di wajah para pemain. Yang lainnya hanya luka gores, Myungsoo yang mendapat luka paling parah.

“Manajer Cha, mianhamnida,” ucap Sungjong dengan nada menyesal. Manajer Cha hanya meliriknya sekilas, tanpa ekspresi.

Matilah kita! Gumam Sungjong sambil memberi kode pada Myungsoo. Myungsoo pura-pura tak melihat. Dengan tatapan tajamnya ia malah melirik anak-anak Jeju United.

Chaerin menghampiri  Manajer Cha.

“Mereka menghancurkan pub! Menurut saksi mata,” Chaerin melirik Myungsoo sebelum melanjutkan kata-katanya. Manajer Cha juga meliriknya dengan tatapan mata Hitlernya.

“Myungsoo duluan yang memukul.”

“Keluarkan mereka dari sini. Sebelum wartawan dating,” perintah Manajer Cha datar tanpa ekspresi.

Algeuseumnida.”

“Ha ha ha! Ketakutan, Banci?” sindir salah seorang pemain Jeju United yang bertatto di tangannya.

“Yaa, wajahku memang cantik, tapi aku bukan banci!” teriak Sungjong melawan pemain Jeju berwajah manis dan berbadan lembing yang lebih cocok jadi cheerleaders. Para pemain Jeju United menertawakannya.

“Dasar dagu corong es krim!” desis Khun.

“Kau anak pelacur!”

“Tutup mulutmu!” teriak Chaerin pada pemain Jeju yang memaki Khun.

Pemain kurang ajar berwajah cantik itu malah mendekati Chaerin dan berkacak pinggang menantang.

“Seorang lagi pelacur bersama anak pelacur!”

Myungsoo maju, Cha Seungwon juga maju tetapi semua terlambat karena tonjokan dari Lee Byeonsa sudah mendarat di dagu pemain manis bernama Yong Imjong itu. Yong Imjong jatuh menimpa kursi. Kursi bergeser dan ia terpelanting ke lantai keras.

Sungjong bersorak. Taecyeon bersiul.

“Aku akan menuntutmu! Daddyku akan menuntutmu!”

Chaerin maju dan mendekatinya sambil menahan rasa kebas di tangannya yang ia gunakan memukul dagu itu. Lalu ia berjongkok di depan pemain yang membuatnya muak itu.

“Sebelum Daddy menuntutku, aku akan menuntutmu duluan karena kau menghinaku, ara! Seluruh polisi di sini akan menjadi saksi. Kau boleh panggil pengacaramu, sekarang!”

Chansung bertepuk tangan diikuti oleh Myungsoo.

“Aku peringatkan kau. Jangan pernah main-main dengan kami!”

Lalu dengan gaya angkuh ia berdiri dan mengibaskan tangannya. Manajer Cha menatapnya dengan kagum meskipun ia berusaha untuk menutupinya.

Chaerin mendekati polisi yang menangani kasus itu. Yang melongo memperhatikan Chaerin memukul Yong Imjong.

“Boleh aku membawa klienku ke rumah sakit? Aku ingin mereka divisum atas tindakan penganiayaan. Kami juga akan mengajukan tuntutan perbuatan tidak menyenangkan, perbuatan tidak senonoh yang tadi dilakukannya padaku.”

Sang polisi menyerahkan berkas kepada Lee Chaerin.

“Kau boleh tanda-tangan di sini.”

Lee Chaerin mengucapkan terima kasih dan membaca berkas perkara itu dengan seksama. Sementara tangannya masih berdenyut karena ia menggunakan tenaga penuh ketika meninju Yong Imjong.

“Eunhwa-ya, kau sudah datang?”

Chaerin berhenti membaca berkas. Ia mendengar suara Manajer Cha yang khas mengucapkan nama Eunhwa dan itu membuatnya bergidik. Lalu seolah tidak peduli, ia melanjutkan tugasnya. Menandatangani berkas perkara dan menyerahkan berkas itu pada polisi.

Kamsahamnida,” ucapnya lugas sambil berdiri dan membungkuk hormat pada Kepala Polisi.

Cheonmaneyo. Kami juga sudah cukup kesal dengan ulah para pemain berandal seperti mereka. Cukup membuat kami pusing. Meskipun kami mencintai Jeju United tapi kami kesal dengan kelakukan mereka,”  kata Kepala Polisi sambil menunjuk Yong Imjong. Chaerin bahkan tidak mau menatap pemain berengsek itu.

“Aku akan membawa mereka ke rumah sakit,” tukas Chaerin tanpa menatap Manajer Cha.

“Tidak perlu. Eunhwa yang akan mengantarnya. Kau pulang saja bersamaku.”

Ye?”

“Manajer Cha, apa kau akan menghukum mereka,” tanya Chaerin dengan nada kuatir ketika mereka berada di luar kantor polisi.

Manajer Cha menatap para pemain yang terlibat tawuran itu. Para pemain dan Eunhwa berdiri agak jauh dari mereka.

“Eunhwa-ya,”

Ne, Oppa.”

Chaerin meringis.

“Jika urusan mereka sudah selesai di rumah sakit, suruh mereka istirahat baik-baik. Malam ini merupakan malam yang melelahkan.”

Eunhwa mengangguk mengerti.

“Kau tidak akan menghukum mereka karena tindakan mereka yang melanggar aturan?” tanya Chaerin seolah tidak mempercayai kata-kata Manajer Cha barusan.

“Tindakan indisipliner apa? Mereka membela seorang ibu.” jawab Manajer Cha sambil berjalan pergi.

Chaerin bengong.

Kajja.”

Defensive

Manajer Cha mengantar Chaerin sampai ke kamarnya. Mereka kembali dengan menggunakan taksi dan mereka hanya membicarakan masalah tuntutan hukum yang akan mereka ajukan kepada Jeju United dan membahas semua kemungkinan termasuk kemungkinan kalau mereka akan menuntut balik.

“Mengapa kau meninjunya?” tanya Manajer Cha ketika mereka sampai di kamar Chaerin

Mianhamnida, kalau aku tidak melakukannya, Myungsoo akan meninjunya lagi.”

Manajer Cha berkata dengan nada otoriter.

“Biar kulihat tanganmu!”

Ye?”

“Tanganmu. Pasti sakit meninju dagu oplas itu.”

Manajer Cha langsung meraih tangan Chaerin tetapi Chaerin malah mundur dan menyembunyikan tangannya.

“Lee Chaerin ssi! Biarkan aku melihat tanganmu.” perintahnya lagi. Lalu ia menarik tangan Chaerin. Dengan lembut ia mengusap tangan Chaerin. Chaerin menggerakkan tangannya hanya untuk membuktikan kepada Manajer Cha kalau tangannya tidak apa-apa.

“Ini pasti sakit.” tukasnya dengan suara rendah.

Aniyo, ini.”

Tanpa disangka Chaerin, Manajer Cha mencium punggung tangannya. Chaerin lemas. Meskipun hanya ciuman di kulit tangannya tapi efeknya membuat seluruh tubuhnya panas dan bergetar hebat.

“Jangan lakukan ini lagi. Biarkan namja yang menjagamu,” bisik Manajer Cha.

Chaerin hanya bisa menatap mata tajam itu dengan menahan gemuruh di dadanya seperti ombak yang memukul-mukul bibir pantai.

Gute natch, Schöne Dame.(Good night, Beautiful Lady).” bisiknya.

Sementara itu tak jauh dari sana, Chris Evans mengintip dari balik tembok.

Mereka hilang bersama dan muncul bersama. Ada apa di antara mereka?

TO BE CONTINUED

EXTENDED CASTS:

Paradise FC :

  • Cha Seungwon (Pelatih dan Penanggung jawab Paradise FC)
  • INFINITE : Kim Sunggyu (Captain), Kim Myungsoo, Jang Dongwoo, Lee Howon, Nam Woohyun, Lee Sungyeol, Lee Sungjong
  • 2PM : Ok Taecyeon, Nichkhun Horvejkul, Hwang Chansung
  • Lee Jongsuk, Lee Kwangsoo, Chris Evan, Kang gary
  • Lee Chaerin (Pengacara Paradise FC) [OC]
  • Kim Minjong (Asisten pelatih)
  • Shin Donghee “Sindong” (Dokter klub)
  • Ji Eunbi (Asisten dokter) [OC]
  • Lee Hyeshin (Physical Trainer)[OC]
  • Ryu Eunhwa (PR Paradise FC)[OC]
  • Park Sungrin (Ahli Gizi)[OC]

27 thoughts on “KICK OFF : Defensive

  1. manajer cha gengsi bgt sh, bikin chaerin salah sangka.
    wih, chaerin ganas jg, smua smpai bengong liatnya.
    paradise fc emang keren.

  2. Woahh..ternyata CSW juga bisa romantis yaaa, jadi iri sama Lee byeonsa :3

    Gara2 ulah para pemain jadi kepotong deh acara romantis2an CSW sama Lee byeonsa -_-
    Keren banget part ini… (y)

  3. Suka banget sama karakternya csw diam2 peduli sama lee byonsa…

    adegan di kntr polisi bnr2 keren lee byonsa emang bnr2 seorang ibu peri csw aja sampe kagum….

    jadi iri sama lee byonsa bisa dinner romantis sama csw….

  4. kyaaa ini malah pada kabur sama cuople nya yach

    lee chaerin kereen abiis satu pukulan bisa membuat satu namja ambruk 🙂

    ciee..ciee CSW sweet bangeet disinii

    siapa tuh yg bilang khunnie anak pelacur sini kalo berani*asah golok*

  5. Hallo Exclusive.
    Ini part yang sangat lucu. Perdebatan hati masing-masing antara Chaerin dan Manajer Cha sangat unik.
    Karakter Chaerin disini benar-benar dibuat sebagai ibu yang melindungi anak-anaknya. Para pemain juga sangat Gentlemen (see kejadian di kantor polisi).

    Semoga cerita selanjutnya makin menggambarkan sosok keibuan Chaerin. #BOW

  6. Omo!! So romantic banget,, jadi pengen kayak LCR yang dinner di atas yacht.. Kapan, yaa aku ma Sungjong #plakkk

    Oh, nae Sungjong knapa dikau berantem n masuk kantor polisi pula ckck,, L mang paling emosian dech. Bener2 iri jadi LCR dibela ma anak2nya hehehe… dibantu bales dendam pke cara nendang bola ke kepala CSW hihi.. asli jahilnya bikin ngakak.

    Adegan di kantor polisi bener2 Daebak! hihi.. LCR pukul pemain yag rada ngeselin aduh mana kata2nya kasar, gak heran lah dia nampol tuh orang.. Lanjutkan perjuanganmu buat nuntut tuh pemain Jeju United!! wkwkwk..

    Aduh,, salah paham masih berlangsung.. Kapan LCR tahu kalo Eunhwa tu deket ma CSW gara2 DJ? Supaya gak cemburu terus ma Eunhwa hihi…

    o.O ada penambahan cast baru ternyata.. jadi penasaran couple-an ma siapa? Dino kah? hehe… Penasaran tingkat dewa nihh.. 😀

    Lanjut Eonni.. bsok giliran siapakah??

    Keep wriiting ^^

    LOVE

    1. Enaknya kerja di Paradise FC. Kkkkkk.

      Ngak enaknya? Di part physical trainer dikatakan jam 6 pagi tiba di kantor.

      Itu pemain lebay dagu corong minta ditonjok. Untung saja yang nonjok bukan Hitler. Hiii serem

      Kamsahamnida Sica dah jadi penonton tetap buat Paradise.

      Kick the ball

      Forza Paradise

    1. Selanjutnya saya mesti putar otak lagi.

      Gumawo atas kecerewetan Hyera, Chaerin jadi mati kutu di depan Manajer Cha.

      Hwaiting for next part.

      Kick the ball.

  7. Ah apa ini, koment saya di borong Nana, huft!

    Aq udah baca beberapa kali dan tetep aja ngakak gulung-gulung

    khamsahamnida untk ff nya

  8. Lee Byeonsa kereeennnn…like this
    Buahahaha ketawa ngakak pas scene tendangan bola k kepala CSW,iihh Lee byeonsa segitu kekinya sm CSW

    Suka bgt Scene d Yacht so romantic…ga nyangka CSW bs sweet bgt
    semakin seru aja nich dan tambah bikin penasaran…apa yg akan terjadi dgn CSW dan Lee byeonsa nantinya??wajib d tunggu

  9. Myungsoo, raaaaccccuuuunnnn… Asli ngakak sampe perut sakit pas baca scene L nendang bola dan kena kepala Manager Cha wkwkwkwkwk *ROFL*Myungsoo, raaaaccccuuuunnnn… Asli ngakak sampe perut sakit pas baca scene L nendang bola dan kena kepala Manager Cha wkwkwkwkwk *ROFL* Lee Byeonsa segitu gedegnya sama Manager Cha, sampe pengen nendang bola hahahahaha dan akhirnya malah ngga boleh ke lapangan deh

    Nah, ada kemunculan gadis baru nie, ahli gizi yang sepertinya bakal jadi incerannya Dino hehehehehehe

    Manager Cha biar keliatannya acuh, tapi dia mau bantuin Lee Byeonsa ngurus soal perpindahan kamar Jongsuk itu keren deh hehehehe

    Dan…. Saya envy berat sama Lee Byeonsa yang bisa ngedate romantis di yatch bareng Manager Cha, itu romantis buanget hehehehe *tenang, saya tidak berani melirik Manager Cha, yang bikin iri cuman momentnya aja hehehehe*

    Hadeuh, ada aja masalah yang muncul saat Manager Cha dan Lee Byeonsa ngga ada, tapi perkelahian yang terjadi di bar itu bagus kok, kan mereka ngebela seorang ibu *meng-copy omongan Manager Cha hahahaha*

    Nah kan, udah mulai ada yang tahu tuh soal Manager Cha sama Lee Byeonsa, jadi? Skandal dalam tim? Hihihihihi

    Menunggu giliran siapa selanjutnya 😉

    1. #Myungsooracun wkwkwkwk. Saya ngakak pas dia nanya

      mau mendarat di mana.

      Myungsoo – Chaerin partner in crime.

      No skandal?

      Apa yang dilihat Evan?

      wkwkwkwk.

      Kamsahamnida sudah jadi tim paradise.

      Kick the ball

  10. kyahahahaha

    ngakak sampe mewek
    oh L, neo jeongmal L-nino, bandel banget 😛

    CR-SW gengsi tingkat tinggi

    a ciye cruisingnya bikin ngiri

    Sungyeol cakep2 punya dengkuran fenomenal

    ini part Kick off paling panjang tapi ga kerasa pas pertan baca
    nyadar pas edit aja 8000 kata kurang dikit.

    semua campur aduk.
    Commedy romance yang kuat « ciri khas Kick Off
    tegang juga iya

    heran ya pemain berbadan lembing itu blagu banget.
    mana ada dagu corong es krim
    kakakakaka

    KICK OFF…. FORZA!!!

    1. Kamsahamnida sudah kasih ide pemain dagu lembing berikut si tatto tempel dan teman-temannya. Juga art poster yang bikin ngiler. Untungnya si Manajer berwajah tampan. Ngak malu-maluin disandingkan sama anak2.

      *colek Taecyeon yang manis.

      Kick the ball

      Forza

  11. Yeeee stlah senewen gegara KO gak ngepost akhir’y 😀 #Jingkrak2 GAJE

    Da yeoja baru nie kali nie couple’y cpa ea??

    Aduuh duuh marah’y coach Seung won menggelegar and aq pengen liat otot’y coach Seung won #ngayal 😀

    Ckckckck tuch mulut pemain Jeju pengen aq robek2 apa,kasar!!:@

    Hadeuuuh GAWAT mulaI da yg tau hbungan coach Seung won ma Lee byeonsa. Etteokhe???

    Next part jngan lama2 ea eonnie2ku 😀

  12. Aaah, so sweet ..
    Lee byeonsha cemburu nich yee ..

    Myungsoo, kau anak nakal rupanya ..gimana bisa kamu menendang bola itu tepat di kepala manajer Cha? Kau mau mati?

    Dan, dan ada aku ..
    Meskipun baru sebagian#plak, aku suka suka dan suka ..

    Manager Cha, kau menyukai Lee Byeonsha? Tapi terbentur dengan aturan konyol yang kau buat sendiri ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s