KICK OFF : Physical Trainer

KICK OFF :

Physical Trainer

Ryu Chan featuring Christie Sue

Friendship/Sport/Romance/Drama/Commedy | PG 15 | Series

Casts :

KIM SUNGGYU [INFINITE]

LEE HYESHIN [OC], LEE CHAERIN [OC], CHA SEUNGWON

*Extended cast below

Last Chapter

KICK OFF : Dream Team | KICK OFF : El Classico | KICK OFF : The Special One

♔ ♔   。‿。kick off。‿。♔ ♔

 

Hyeshin masih asyik dengan kegiatannya sampai seorang pria berumur pertengahan tiga puluhan menghampirinya. Hyeshin memandang dengan tatapan menyelidik, rasanya dia belum pernah bertemu dengan Ahjusshi ini sebelumnya. Hyeshin mendelik seolah tak percaya begitu membaca nama yang tertera dalam kartu nama beraroma wood tersebut.

Hyeshin mengajak Ahjusshi tersebut duduk di bangku dan taman, dan terlibat pembicaraan serius dia antara mereka berdua.
Deal!” kata itu meluncur begitu saja dari mulut yeoja 24 tahun ini.

Ahjusshi tersebut berdiri lalu pamit. Hyeshin masih terpaku seolah takjub dengan pendengarannya sendiri.

♔ ♔   。‿。kick off。‿。♔ ♔

Hyeshin memandang gedung di hadapannya ini, bukan gedung super mewah bahkan terkesan biasa saja. Dengan ringan dia masuk dan dibawa staff menemui Lee Chaerin pengacara Paradise FC. Lee Chaerin membawa Lee Hyeshin menuju ruangan sembari memberikan sedikit arahan dan point-point penting yang harus dikerjakan Hyeshin. Hyeshin memperhatikan dengan seksama.

“Kalau Hyeshin-ssi, setuju dengan pointnya, kita bisa segera tanda-tangan,” tukas Lee Byeonsa lugas.

Hyeshin membaca ulang proposal kontrak dirinya menjadi instruktur gym di klub sepak bola ini. Ia tersenyum lega ketika ia tidak menemukan satu point pun yang memberatkannya.

Eotthokhe?” tanya Lee Byeonsa.

Hyeshin mengangguk tanpa ragu. Ia mengambil pulpen yang disediakan oleh Lee Byeonsa dan membubuhkan tanda- tangannya tanpa ragu.

“Oke. Fasilitas tempat tinggal, kau akan pindah sesegera mungkin. Dan Manager tadi berpesan kalau besok pagi jam 6.00 harus berkumpul di lapangan bersama pemain. Ia akan memperkenalkan dirinya secara resmi kepada pemain. Tapi kurasa kau harus hadir sebelumnya. Kau tahu, anak-anak mungkin susah diatur.”

Ne. Di mana tempat berkumpulnya?”

Lee Byeonsa mengangguk, kemudian berdiri dari duduknya diikuti oleh Hyeshin.

Hyeshin mengagumi sosok lugas Lee Byeonsa. Ketika berdiri Lee Byeonsa tampak tinggi, Hyeshin melihat ia bahkan tidak memakai sepatu high heels. Tulang bahunya sejajar pertanda ia suka melatih ototnya. Hyeshin akan langsung mengenali tubuh yang sering diajak berolah raga. Dan Hyeshin langsung tahu kalau Lee Byeonsa adalah orang yang suka berolah raga.

Kajja, kita jelajah tempat ini. Sekalian berkenalan dengan anak-anak,” ajak Lee Byeonsa sambil mengedipkan mata.

Hyeshin merasa ada yang aneh dengan kedipan mata dari Lee Byeonsa tapi ia tetap mengikuti Lee Byeonsa yang mengajaknya tour keliling dorm.

Hyeshin melihat meskipun kelihatannya dorm terlihat sederhana di luar tetapi memiliki fasilitas yang sangat memadai. Hampir menyamai asrama atlit Olympiade yang dulu menjadi tempatnya.

Hyeshin mendesah teringat kenangannya itu. Sebuah mimpi yang harus terhempas. Beberapa tahun yang lalu, ia adalah seorang atlit sprinter. Ia sudah dipanggil masuk tim Olympiade sampai suatu kecelakaan menjelang keberangkatannya ke pesta olah raga tersebut. Hyeshin harus melupakan mimpinya.

“Nah, anak-anak ada di sana.”

Lee Byeonsa menunjuk lapangan sepak bola di sebelah dorm.

Hyeshin memandang arah yang ditunjuk Lee Byeonsa. Ada sekitar dua puluh pria sedang melakukan peregangan di rumput hijau. Tidak semua sih. Ada yang sedang bermalas-malasan tiduran di rumput. Ada yang sibuk dengan head phone dan ada yang sedang bernyanyi atau lebih tepatnya ngerap.

Lee Byeonsa menyodorkan map kepada Hyeshin. Hyeshin menerimanya.

“Nama dan profil semuanya lengkap.”

Lalu Lee Byeonsa memberikan pluit kepada Hyeshin.

“Kau mungkin butuh ini,” katanya sambil tersenyum.

PRITTTTTTTT!!!!!

Para pemain yang ada di lapangan serentak menoleh ke arah Hyeshin. Lee Byeonsa melambaikan tangan meminta mereka berkumpul.

Ada beberapa yang bersungut-sungut karena mengganggu kenyamanan mereka.

“Ada apa, Byeonsanim?” tanya pria bermata segaris.

Noona Byeonsa, annyeong. Kau masih secerah matahari.”

“Kapan pelatih akan datang? Kami bosan.”

Dan meskipun bersungut-sungut dan mengomel, para pemain tanpa terkecuali membentuk satu barisan panjang. Hyeshin menghitung ada dua puluh orang. Lalu ia membuka map yang baru diberikan Lee Byeonsa. Ada dua puluh, lengkap.

“Aku ingin mengenalkan instruktur fisik kalian. Lee Hyeshin, silakan.”

Lee Byeonsa mundur dan memberi ruang untuk Hyeshin.

Annyeonghaseyo Lee Hyeshin imnida,” ujar Hyeshin memperkenalkan diri seraya membungkuk hormat. Yeoja tomboy terkesan cuek dengan penampilan sederhana dalam balutan training sport bermerek Nike dan sepatu bermerek sama. Di tanganya membawa sebuah map berisi data fisik para pemain juga stop watch dan peluit.

Annyeonghaseyo, Kim Sunggyu imnida, kapten klub Paradise,” teriak Sunggyu seolah tanpa tenaga.

Hyeshin menilai orang yang menyebut dirinya kapten. Mata segaris, tubuh kurus tanpa otot besar layaknya pemain bola.

Mwo? Kamu kapten di Paradise FC?” ucap Hyeshin mendelik tak percaya ke arah Kim Sunggyu.

“Ada yang salah?”

Aniyo,” jawab Hyeshin pendek.

“Lee Kwangsu imnida. Kiper Paradise.”

“Taecyeon Imnida. Kiper Paradise.”

“Kim Myungsoo.”

I am Nichkhun.”

“Lee Sungyeol.”

“Lee Sungjong.”

Hyeshin menyerah, yang lainnya ia akan kenal pelan-pelan. Bukan hal yang mudah mengingat dua puluh orang dalam waktu sehari.

Lee Byeonsa tampaknya mengerti. Ia hanya tersenyum melihat kebingungan Hyeshin dan berbisik, “Gwenchana, Lee Hyeshin-ssi. Pelan-pelan saja.”
Hyeshin memandang satu persatu wajah para pemain Paradise FC yang mengenakan tarining full body, mencermatinya. Dari informasi yang dia dapat sebelumnya Paradise FC hampir saja gulung tikar, tapi tertolong berkat seorang malaikat dari Jerman.

Malaikat? Batin Hyeshin sinis.

“Tim. Jangan lupa besok pukul 6.00 tepat berkumpul di tempat ini. Pelatih baru akan datang bersama asistennya.”

Mwo? Pukul enam katamu, Instruktur?” keluh Dongwoo

“Mengapa harus pukul enam?” keluhan lain dari Woohyun si tukang telat bangun.

Protes terdengar di mana-mana. Hyeshin tersenyum sinis. Dulu ketika ia bergabung di tim Olympiade, pukul 5 ia sudah lari keliling lapangan. Perasaannya mengatakan, ia akan lebih sulit dari yang ia bayangkan.

“Aku serahkan keadaan di sini padamu, Lee Hyeshin-ssi.”

Algesseumnida.”

Lee Byeonsa segera meninggalkan mereka.

Hyeshin menghela napas sebelum meniup pluitnya untuk mendapatkan perhatian tim.

PRITTTTT.

“Baiklah kita bisa memulai latihan sekarang?” ajak Hyeshin.

“Latihan, bukannya kamu fan kami?” gurau Myungsoo si pemilik bermata tajam.

Fan? Aku menjadi fan team menyedihkan seperti kalian?” Hyeshin balik bertanya.

“Cih, yeoja menyebalkan sepertimu menjadi Physical Trainer di team kami, aku yakin tidak akan berhasil,” Sunggyu Si mata segaris tampak memberi tatapan mata menghina.

“Tapi setidaknya aku lebih baik darimu, kapten bermata segaris. Aku heran bagaimana kamu bisa melihat bola dengan mata segarismu itu,” balas Hyeshin cuek.

“Kau!” ucap Sunggyu kesal. Tapi kekesalan Sunggyu tertahan karena sepasang mata cokelat lebar Hyeshin tepat menembus retinanya.

Gyu mulai mengatur timnya, mereka berbaris dan mendengar aba-aba Hyeshin. Matahari tak cukup menghangatkan tubuh mereka di akhir musim dingin itu. 20 namja dengan perhatian mendengarkan instruktur Lee. Yeoja yang awalnya mereka kira adalah fans yang beruntung untuk bertemu mereka.

Physical Trainer

Priiiiiiiiiiiiiiiiiit.

Peluit panjang Hyeshin  terdengar menggema di seluruh lapangan, bagai terompet perang yang bisa membuat gendang telinga yang mendengar menjadi pecah begitu saja. Perintah instruktur Lee untuk berlari 30 menit tanpa berhenti setelah pemanasan bagai sebuah pembantaian di musim panas. Keringat bercucuran membanjiri tubuh mereka.

“Taecyeon, Nichkhun, Woohyun stamina kalian stabil. Myungsoo jangan memforsir energimu, Jang Dongwoo, Lee Sungjong hentikan main-main kalian,” teriak Hyeshin kesal, rasanya suaranya bisa habis dan dia perlu membeli stok suara agar tim bandel ini mau mendengarkannya.

Dengan sesekali menyeka keringat mereka berlari, mungkin sudah beberapa kali putaran, di menit ke 25 mendadak Sunggyu terhenti, napasnya memburu dan ngos-ngosan.
“Kim Sunggyu, kenapa kamu berhenti mendadak, hah?” tanya Hyeshin galak.

“Paru-paruku butuh asupan air dan udara,” jawabnya.

Aishh, bagaimana mungkin Paradise FC mempunyai Captain sepertimu,” sembur Hyeshin.

“Hei, aku manusia bukan robot,” balas Sunggyu tak kalah kesal. Darahnya sudah di ubun-ubun. Kalau tidak ingat Hyeshin adalah instruktur fisik mungkin sudah dicekiknya yeoja ini.

“Kalian cepat minum, dan ulangi berlari, lalu lompat tali 100 kali dalam waktu 40 menit.”

Mwo?” seru mereka seakan mendengar petir di tengah terik.

Hyeshin mendelik tajam.

“Ingat, siapa melakukan kesalahan satu tim harus ikut menanggung akibatnya!”

Kalimat penegasan Hyeshin mendapat protes keras dari mereka.

Killer Lady ini benar-benar membantai kita semua,” umpat Sunggyu

“Berusahalah Captain agar kita semua tidak lebih menderita,” ucap Nichkhun seraya menepuk pundak Sunggyu.

Setelah tiga jam, latihan yang mereka sebut penyiksaan akhirnya berakhir. Lee Hyehin mencoret-coret dokumennya, tampak menulis sesuatu kemudian menghampiri mereka.

“Baiklah, latihan hari ini selesai. Nichkhun,Taecyeon stamina kalian tergolong paling bagus dibandingkan pemain yang lain, kecepatan lari kalian stabil pertahankan itu, Nam Woohyun, Jang Dongwoo kalian juga bagus dalam berlari stabilkan terus. Kim Myungsoo kamu terlihat lebih emosional dan tidak sabar dalam menyelesaikan lari. Yang lain kalian jaga stamina dan minum vitamin terutama Kim Sunggyu, lebih baik kamu minum vitamin lebih banyak dari anggota lain, kamu paling payah,” ucap Hyeshin di sertai penekanan dalam kalimatnya.

Mwo? Tidak bisakah cara bicaramu diperhalus Instruktur Lee?” sahut Sunggyu.

Hyeshin hanya mendelik dan menggoda Sunggyu dengan menirukan mata sipitnya. Anggota lain setengah mati menahan tawa mereka melihat kejadian tersebut.

“Baiklah bersiaplah untuk besok, jam 6,” ucap Hyeshin

Nde, Instruktur Lee,” jawab mereka serempak.

♔ ♔   。‿。kick off。‿。♔ ♔

Dengan langkah lebar Cha Seungwon menuju lapangan tempat latihan tim Paradise. Kim Minjong, asisten pelatih telah memberitahukannya kalau anggota tim berjumlah 20 orang beserta para official telah menunggunya di sana.

Lee Chaerin Byeonsa mengikutinya dari belakang. Suara langkah kakinya tidak terdengar karena Lee Byeonsa memakai flat shoes tanpa tumit.

Cha Seungwon heran dengan selera Lee Byeonsa.  Biasanya yeoja dewasa seperti dia akan lebih suka memakai sepatu high heels jika sedang bekerja tapi Lee Byeonsa malah memakai sepatu yang sama sekali tidak menunjukkan kekuasaannya sebagai wanita.

Cha Seungwon berhenti melangkah, Lee Byeonsa juga berhenti.

“Mengapa kau tidak suka memakai high heels?” tanyanya iseng.

Ye?”

Cha Seungwon menyeringai ketika Lee Byeonsa terdiam dengan pertanyaan bodohnya. Dan dengan enteng ia berjalan lagi. Ia tahu Lee Byeonsa tetap mengikutinya meskipun ia masih bingung.

Di lapangan, para pemain pilihannya telah berdiri rapi. Lee Byeonsa berdiri di sisi kanan Cha Seungwon dan membuka map berisi nama dan profil pemain. Lalu ia bertanya pada Lee Hyeshin,

“Lee Hyeshin-ssi, sudah lengkap?”

Wajah Hyeshin nampak muram. Kim Minjong, asisten pelatih yang merangkap pelatih kiper  berdiri di sisi kiri Cha Seungwon langsung mendekati sang instruktur. Ia adalah orang yang menemui Lee Hyeshin dan menawarkan pekerjaan sebagai instruktur kepada Lee Hyeshin.

Lee Hyeshin nampak segan menatap wajah sangar si pelatih.

“Sembilan belas. Ada dua puluh orang. Mengapa hanya sembilan belas?” tanya sang asisten. Si sangar masih belum bersuara.

Mianhamnida, Asisten Kim.”

“Kapten Kim Sunggyu!”

Suara Cha Seungwon menggelegar. Lee Hyeshin juga kaget saking garangnya suara itu sehingga bisa memekakkan telinga.

Ne, Coach!” jawab pemain sipit yang berdiri paling kanan.

Cha Seungwon mendekati pemain itu.

“Kim Sunggyu?”

Ne!”

“Timmu telat, kau dihukum keliling lapangan 20 kali.”

Mworago?”

Terdengar suara terkejut dari beberapa pemain yang berdiri membentuk satu barisan memanjang.

“Instruktur Lee?”

Hyeshin agak terkejut dipanggil oleh pelatih yang belum memperkenalkan diri tetapi sudah memberikan hukuman kepada Kapten tim Paradise.

“Cha Seungwon imnida, saya Manager dan penanggung jawab di sini. Awasi jalannya hukuman.”

Ne, Coach.”

Jamkanman!”

Seorang pemain tengah berlari-lari mendekati lapangan tempat semua berkumpul. Ketika ia tiba di depan pelatih baru, nafasnya masih terengah-engah.

“Nama?” tanya Kim Minjong datar.

“Kim Myungsoo.”

Cha Seungwon melirik pemain yang pernah mencuri hatinya sewaktu Paradise berhadapan dengan klub Suwon FC.

“Kim Myungsoo?”

Ne. Mianhamnida, aku terlambat.”

Cha Seungwon mengangguk-angguk lalu beralih pada Hyeshin.

“Awasi mereka. Khusus Kim Myungsoo, 30 kali tanpa henti.”

Pemain bermata tajam itu menatap pelatih baru dengan tatapan membunuh andalannya.

Coach! Ini namanya penyiksaan!” protesnya dengan keras. Cha Seungwon hanya meliriknya sekilas.

“Kau mau jalan sekarang atau menunggu mataharinya tinggi?”

Arrgh!”

Sunggyu, kapten tim itu segera menarik lengan Kim Myungsoo agar segera menjalankan hukuman. Tapi Kim Myungsoo yang kesal malah mengumpat.

“Ia persis Hitler!”

“Hyeshin-ssi, lima puluh kali untuk Kim Myungsoo.”

Arasseo, Coach!”

Dalam hati Lee Hyeshin juga bergidik dengan hukuman ala Hitler itu.

Kim Myungsoo dan Sunggyu dengan hati mendongkol terpaksa mulai menjalankan hukuman itu diawasi oleh Hyeshin.

Lalu Cha Seungwon mengangguk pada Lee Byeonsa, memberinya kode agar ia dapat memulai acara perkenalan yang tertunda akibat keterlambatan salah satu pemainnya.

“Tim Paradise, kalian semua pasti sudah tahu kalau tim akan diasuh oleh pelatih baru. Perkenalkan pelatih baru beserta asistennya, Cha Seungwon dan Kim Minjong.”

Gutten Morgen, Cha Seungwon imnida.”

“Kim Minjong, asisten merangkap pelatih kiper.”

Kim Minjong hanya sedikit mengangguk.

“Meskipun aku sudah mengetahui profil kalian masing-masing, namun aku ingin kalian memperkenalkan diri kalian masing-masing. Dimulai dari kau!” perintah Cha Seungwon sambil menunjuk pemain paling tinggi nomor dua setelah Lee Kwangsoo yang tak lain adalah kiper Taecyeon.

“Ok Taecyeon posisi kiper.”

“Lee Jungsuk imnida.”

“Lee Kwangsu imnida.”

“Nichkhun.”

“Dongwoo.”

“Lee Sungjong.”

“Lee Sungyeol.”

“Howon.”

“Gary Kang.”

“Chris Evans.”

“Hwang Chansung.”

Cha Seungwon memejamkan matanya lalu ia menggerakkan kepalanya dengan pelan sambil mendengarkan pemain meneriakkan nama mereka.

Lalu setelah semua selesai memperkenalkan diri, ia bicara dengan nada acuh.

“Aturan nomor 1. Tidak ada headphone selama latihan fisik.”

Terdengar suara menggumam pelan dari anak-anak. Asisten pelatih langsung menyita headphone para pemain.

Cha Seungwon menyipitkan matanya, sinar matanya garang menatap lurus satu persatu pemain Paradise.

“Aturan nomor 2. Tidak ada ponsel selama latihan.”

Argh!”

Cha Seungwon mengangkat tangannya.

“Yang ketiga, tidak ada pemain bintang yang akan mendapat perlakuan khusus. 4, pemain yang belum pindah ke asrama harus segera pindah sebelum jam 12 malam.”

“Akan ada berapa peraturan?” bisik Sungjong kepada Chansung yang paling dekat posisinya.

“Entahlah…” gumam Chansung bingung. Peraturan yang telah disebutkan oleh Manager sudah sampai di nomor delapan belas.

“Yang terakhir dan tidak kalah penting.”

Para pemain menahan nafas.

“Tidak boleh ada skandal dalam tim.”

Chansung memekik.

“Ada masalah?” tanya Kim Minjong. Chansung menggeleng.

Cha Seungwon beralih kepada Hyeshin yang masih mengawasi Myungsoo dan sang Kapten keliling lapangan. Hyeshin merasa diperhatikan langsung mengangguk pada Manager.

♔ ♔   。‿。kick off。‿。♔ ♔

 

Pabo!

Lee Chaerin menyampirkan tas kerjanya di bahu. Jam masih menunjukkan pukul lima pagi dan ia harus segera ke dorm. Ia harus segera menemui tim Paradise sebelum mereka latihan. Jam sembilan perwakilan dari jersey Fila akan datang dan meminta proposal kerjasama.

Ia merasa kalau tim Paradise butuh seorang PR. Dan ia sudah mengatakan itu kepada Manager Cha. Tetapi Manager Cha sendiri, karena masih baru dan ia sendiri juga sibuk mengurus tim.

Manager Cha…

Chaerin sedikit menyesal mengapa kejadian malam itu harus terjadi antara ia dan Manager Cha. Sekarang mereka harus bekerja sama. Setelah Manager tahu kalau ia adalah pengacara tim, ia berlaku seolah kejadian malam itu tak pernah terjadi. Pada saat konfrensi pers, Manager Cha bahkan sama sekali tidak bicara padanya. Mengabaikan arahannya selama acara itu berlangsung.

Huft.

Kikuk membayangkan akan terus bersamanya.

Lee Chaerin memakai sneakersnya dan memasukkan sepatu flat ke dalam tas besar yang juga memuat pakaian resminya. Ia tidak memiliki mobil. Tetapi untunglah apartemen fasilitas sebagai dari klub itu jaraknya tidak jauh. Ia tidak suka naik bus, ia suka jogging menuju dorm yang juga merupakan kantornya.

Dengan berlari santai Chaerin tiba di dorm dalam waktu lima belas menit. Ia langsung menuju lapangan tempat tim biasanya berkumpul.

Para pemain semuanya berada di sana bersama instruktur Lee Hyeshin dan Manager yang membuatnya kehilangan udara segar.

Annyeong Noonanim, meskipun masih pagi, kau tampak cantik bagai bunga,” sapa Sungjong seperti biasanya.

Chaerin tersenyum tipis padanya namun tidak mengurangi rasa nervous menatap pria sangar yang membelakanginya.

Annyeong,” sapanya.

“Pagi sekali kau datang, Lee Byeonsa. Kami baru mau latihan keliling lapangan,” sapa Lee Hyeshin.

Ne, aku kuatir kalian akan latihan ke luar. Aku butuh tanda tangan semua pemain dan pelatih untuk jersey tim jadi aku datang cepat.”

“Nanti saja, jam sembilan, kan?” tukas Manager Cha datar bahkan tanpa menatap Chaerin.

Chaerin mengangguk.

PRITTTTTT

Kajja, keliling lapangan,” teriak Hyeshin.

Noona, ikut saja. Kau toh pakai sepatu olah raga. Kajja,” ajak Sungyeol.

Ye?” Chaerin menunduk melirik sepatunya.

Kajja, Noonim!”

Chaerin masih bingung karena para pemain mengajaknya jogging.

Kajja, Lee Byeonsa.”

Bahkan instruktur Lee juga mendesaknya.

Sungjong langsung menarik tangan Chaerin dan tidak membuatnya bingung lebih lama lagi. Taecyeon mengambil tas kerja dan meletakkannya di pinggir sehingga membuatnya ketinggalan dari teman-temannya yang lain.

Manager Cha membuka jaketnya memperlihatkan otot-otot di tangannya dan ikut berlari mengejar tim Paradise.

“Wow, kau lihat itu? Hitler punya tato di lengannya?” tukas Woohyun sambil bersiul.

“Ototnya juga,” tambah Sungjong.

“Paling juga tato tempel,” tukas Myungsoo dengan wajah cemberut.

“Aku ingin punya otot seperti itu,” sahut sang Kapten.

Hyeshin yang memimpin barisan malah tertawa dengan menghina.

Hya, Kapten. Kalau kau ingin otot seperti itu, kau harus lebih keras berlatih.”

Sunggyu menatap Hyeshin dengan mata segarisnya. Dan itu menimbulkan rasa segan di hati Hyeshin.

“Apa maksudmu Killer Lady?”

Hyeshin berkacak pinggang menantang Sunggyu.

“Kau lebih baik bersungguh-sungguh jika kau punya mimpi. Jangan sampai kau kehilangan impianmu,” jawab Hyeshin tak jelas.

Sunggyu menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal untuk memahami perkataan yeoja tomboy itu.

Taecyeon yang berlari di posisi paling belakang bersama Sungjong dan Chaerin ternyata memiliki stamina yang luar biasa. Dalam beberapa putaran, ketika pemain lain sudah berteriak minta ampun, ia masih saja fit bersama Nichkhun, si pemain dari Thailand. Ia bahkan sempat mengover-lap Sunggyu dan yang lain selama dua kali.

Kim Minjong tampak puas dengan staminanya.

Setelah selesai latihan keliling lapangan, Manager Cha membagi pemain menjadi dua grup dan mereka saling bertanding. Manager Cha dan Kim Minjong ikut ambil bagian sehingga tim menjadi pas sebelas orang.

Hyeshin harus mengakui kalau Manager Cha memiliki stamina yang masih stabil meskipun ia bukan pemain sepak bola lagi.

♔ ♔   。‿。kick off。‿。♔ ♔

Keesokan harinya mereka berkumpul di tepi pantai, tapi otak Hyeshin sukses down dibuat oleh Kim Myungsoo, Myungsoo lupa bahwa hari ini mereka harus keluar dorm, namja ini bangun kesiangan, akibatnya mereka semua harus push up di lapangan 100 kali karena dihukum oleh Manager Cha.

“…1..2…3..Hana..De..Sul…” ucap mereka serempak di tepian pantai sambil berlari.

Slowly, ini bukan maraton,” tegur Hyeshin dari atas sepedanya.

“Instruktur Lee, sampai kapan kita terus berlari?” tanya Sungjong, wajah tirusnya kelihatan memerah.

“Entahlah, mungkin saja ujung pantai Jepang,” goda Hyeshin. Sungjong hanya manyun.

Aish, kau benar-benar Killer Lady.”

“Dan orang pertama yang kubunuh adalah kamu, Kim Sunggyu,” jawab Hyeshin terkekeh. Yeoja ini membuntuti mereka dari belakang.

Gubraak!

Suara berdegum dari Dongwoo dan Sungjong, terjerembab ke pasir pantai hingga menyebabkan mereka basah, mulut Dongwoo bahkan mencicipi rasa pasir.

Hyung, mengapa kau mendorongku?” protes Sungjong.

“Jang Dongwoooo!”

Ekspresi Hyeshin benar-benar mengerikan, seakan Dongwoo adalah santapan lezat untuknya. Dan anggota lain mendadak pias.

Mianhae, Instruktur Lee,” ucap Dongwoo ketakutan, bibirnya bergetar.

“Apa yang kau lihat sampai kamu terjatuh?”

Dongwoo menunjuk seorang gadis yang asyik berselca sendirian. Yeoja berwajah menarik dengan bibir kecil sedikit tebal dan mata lebar. Hyeshin memandang yeoja tersebut, dengan kesal dia menyuruh Dongwoo mengikutinya.

Annyeonghaseyo, Agasshi,” sapa Hyeshin ramah. Dongwoo melongo tak percaya begitu dekat dengan gadis yang membuatnya terjatuh tadi.

Annyeonghaseyo,” jawabnya ramah.

Agasshi, bisakah anda menuliskan nomor telepon dan nama anda di sini?” ucap Hyeshin seraya menyodorkan sebuah kertas dan bolpoint.

“Untuk apa?” tanya yeoja ini tak mengerti.

Babo namja di sampingku ini, begitu terpesona melihat Anda sampai jatuh ke pasir, aku rasa dia menyukai anda. Jadi tolonglah berikan nama dan nomor telepon Anda padanya?”

Yeoja ini melonggo, tapi berkat paksaan Hyeshin akhirnya dia mau menulis nama dan nomor teleponnya.

“Park Ha, nama yang bagus. Kamsahamnida,” ucap Hyeshin seraya menarik kerah Dongwoo yang masih mematung.

Agasshi lain kali datanglah melihat pertandinganku, Paradise FC aku menunggumu,” teriak Dongwoo.

“Teruskan larimu, baru akan berikan kertas ini.”

Nde, Instruktur Lee, kamsahamnida.” ucap Dongwoo riang rasanya dia baru saja mendapat asupan energi yang begitu besar.

“Kenapa kamu jadi begitu baik?” sindir Sunggyu

“Bukan urusanmu,” ucap Hyeshin ketus. Dia berjongkok menyadari kedua pasang tali sepatunya lepas. Saat tangannya sibuk membantu membenarkan tali sepatunya, ada tangan lain yang membetulkan ikatan di sepatu kirinya. Hyeshin terperanjat kaget, menatap sang pemilik tangan Kim Sunggyu. Jarak wajah mereka sepersekian senti, rasanya dia seakan tak percaya. Ada rasa aneh yang mulai menjalari tubuhnya.

“Selesai,” ucap Gyu tesenyum seraya menatap Hyeshin yang benggong dan namja ini melempar senyum.

Gomawo,” ucap Hyeshin kikuk.

Sunggyu hanya membalas ucapan Hyeshin dengan senyuman, dan dia berlari menyusul teamnya.

“Sekarang kita bersenang-senang,” ucap Sungjong riang seraya mencipratkan air pada Hyung-hyungnya.

Hyeshin menyuruh mereka untuk berendam di laut, tapi malah tingkah mereka seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Hyeshin membiarkan saja tanpa berkomentar sedikitpun.

“Hati-hati bajumu basah, nanti kamu bisa sakit dan merepotkan kami,” ucap Sunggyu.

“Tidak usah menghawatirkanku, aku bisa menjaga diriku sendiri!”

“Tapi aku tidak menyukai seorang yeoja memakai baju basah.”

Hyeshin tak mengerti dengan maksud ucapan Sunggyu tapi pemuda itu terlanjur kembali bermain dengan teamnya.

Sudut bibir Hyeshin menyunginggkan senyum kecil, entahlah rasanya ada hal manis hari ini.

♔ ♔   。‿。kick off。‿。♔ ♔

TO BE CONTINUED

EXTENDED CASTS:

Paradise FC :

  • Cha Seungwon (Coach)
  • INFINITE : Kim Sunggyu (Captain), Kim Myungsoo, Jang Dongwoo, Lee Howon, Nam Woohyun, Lee Sungyeol, Lee Sungjong
  • 2PM : Ok Taecyeon, Nichkhun Horvejkul, Hwang Chansung
  • Lee Jongsuk, Chris Evan,
  • Running Man : Lee Kwangsoo,  Kang gary
  • Lee Chaerin (Pengacara Paradise FC) [OC]
  • Kim Minjong (Asisten pelatih)
Advertisements

26 thoughts on “KICK OFF : Physical Trainer

  1. loncat ke part ini makin seru biarpun ngelewatin part sebelumnya.. Dan tentang skendal kayaknya ngga bisa ngehindar.. Suka banget sama Sunggyu juga Hyesin.. Udah punya panggilan sayang killer lady,, n Hyesin kyaknya perhatian banget ma Sunggyu.. Lebih dari yang lain..

  2. “Tidak boleh ada skandal dalam tim” yaki tuh manager cha? Wkwkwwkwk 😀
    CSW sama Hitler?? mirip sih..:P

    Tega banget sih manager cha cuekin Lee Byeonsa??

    Makin seru ceritanyaa… 🙂

  3. omo…omo… aku bnr2 suka KO cerita disetiap partnya selalu mnrk…..
    csw knp hrs bkn prtrn ga blh ada skandal dlm tim….? aku rasa manager cha sndr yang bkl melanggr peraturannya…. bknnya manager cha tertarik sama lee byonsa.. wkwk^^

  4. kapten gyu fightiiing kejar teruus killer lady
    cie..cie.. my thai prince kuat bangeet *lap keringat khunnie*

  5. hahaha namu oppa suka telat bangun. mangkanya oppa, buruan nikah, ntah aku yang bangunin. eh tapi, namu oppa kan tinggal di dorm -_-
    myungsoo pembangkang banget jadi orang, kalo begitu nggak maju-maju, makin menanglah DJ.

  6. Hallo author-author.
    Duet yang sejalan dan beriringan.
    Menurut Saya, konflik yang terjadi disini sebenarnya tidak ada tapi penggunaan ungkapan untuk situasi yang sedang terjadi sangat baik jadi pesan yang ditinggalkan dapat dimengerti.
    Hanya ada beberapa yang masih Saya belum mengerti tentang penggunaan kata sapaan “Noonanim” apa tidak lebih baik menggunakan panggilan “Noona” saja, karena biasanya kalau ada akhiran “nim” itu menyatakan kepemilikan, sedangkan Lee Chaerin disini hanya sebagai pengacara.

  7. Woahhhhh critanya makin keren deh..
    Mulai banyak bumbu2nya.. Hihi..

    Btw author boleh daftar jadi tukang hafal nama ga..? Hihi.. Jadi klu coach ga inget nama ntar aq yg ingetin.. *alesan biar bisa deket sma pelatih.. Haha.. *digetok lee chae rin..

  8. Hahaha… suka bagian ini..
    Suka bagian Sunggyu ma Hyeshin, dah mulai ada bumbu2 percintaannya hehe..

    o.O Dongwoo gara2 ngeliat cewek, mpe makan pasir segala wkwk.. Tuh Hyeshin baik bgt, mau2nya nolongin Dongwoo minta nama and nomor si cewek haha..
    Sunggyu kayak dah mulai punya rasa2 ke Hyeshin nih kayaknya hihi.. 🙂

    Manager Cha Seungwoon ma Hyeshin galak amat pas ngelatih ckck.. pantes aja mereka dapet julukan Hitler ma Killer Lady wkwk…

    Penasaran next part bagian siapa yang diulas..

    Keep writing Eonni 😉

    LOVE

  9. Jiaaahhh Dongwoo sampe terpesona liat Park Ha lg selca sampe jatuh segala kkkk…
    Suka bgt scene LCR d ajak lari bareng tim truz manager Cha ikutan gabung really sweet moment…jd ngebayangin Otot lengan CSW yg bertatoo fiuuhh *Lap keringet CSW #plak di getok Lee byeonsa
    aih aih sang kapten dh tebar pesona sm Lady killer…
    Huaa makin seru…Kehidupan para pemain sepak bola dr sisi profesialisme dan Romantisme kehidupan mereka..menarik untuk selalu d tunggu…

    Lanjuuuutttt dong

  10. Seorang Chae rin bisa nervous uga ea kalo berhadapan ma Seung won 😀

    Yaaa ampun abng Dongwoo jelalatan uga lg latihan uga sempet2’y ngelirik cwe, Park ha #jdi k’inget Rooftop Prince

    Next part d’tunggu 😀

    #Standing aplus bwt author udh bkn aq jatuh cinta ma ff’y ❤

  11. Wahahaha Dino matanya belanja, kasian Jongi 😉
    Errrr serem juga ya instruktur Lee.
    Myungsoo, lari yang rajin, biar body makin OK

    Ciye Lee byeonsa pasti kesel ya.
    Coach Cha cuek gitu

    Ayo kapten Gyu, bisakah kau menaklukan Killer Lady???

  12. Huwee, abang dino ku kok jelalatan sih? Sampai nabarak” gitu liat Park Ha selca ..

    Dan Manager Cha, kenapa kau buat aku tergila” sama kamu ..

    Biasanya kalo di tim sepak bola, aku suka captain kalo gk kiper .. Di paradise fc aku suka pelatihnya ..

  13. aaiihh,,bunga-bunga romance sudah sedikt dimunculkan niihh,,ehem,,

    aku berharap sunggyu oppa bsa sdikit romantis lgi. 😀

    Itu Dongwoo oppa minta di jitak yee kpalanya,,ahah,,bisa2 aku yg di jitas master kokinya#gubraks

    kajja2 besok giliran siapa,,silahkan dilanjut
    *tuing2*

    😀 :b

  14. Aku curiga Lee Byeonsa juga tidak hapal 20 pemain makanya dia senyum waktu Instruktur Lee garuk kepala. Jangan kuatir, jersey akan selesai dan nama serta nomor punggung akan tercetak.

    Btw mengapa sang kapten bilang tidak suka yeoja basah? Ada-ada saja.

  15. Pas baca part ini udah kebayang gimana pusingnya Instruktur Lee menghafal wajah dan nama kedua puluh pemain (ngga kebayang kalau saya yang ada di sana, bisa-bisa masing-masing pemain saya suruh bawa papan nama biar saya hapal hehehehe)

    Coach Cha ada-ada aja bikin peraturan ngga boleh ada skandal di tim, terus soal dia sama pengacara Lee gimana tuh hehehehehe *digatak sama LCR Onnie*

    Dino… Matanya meleng aja sie, jadi jatoh kan hahahahahha… Cie cie Captain Gyu sama Instruktur Lee, awal aja berantem terus dikasih julukan Killer Lady, eh malah dibantuin ngiket tali sepatu hahahahaha

    Okay, besok giliran siapa lagi nie yang muncul? Ngga sabar >,<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s