KICK OFF : El Classico

KICKOFF :

El Classico

Chelsea's El Classico

By :

  CHELSEA

 

|Friendship/Sport/Romance/Drama/Commedy |

|PG 15 | Series

Casts :

Yoon Doo Joon [Beast], Kim Myung Soo / L [Infinite]

Ryu Eun Hwa [OC]

Yoon Hye Ra [OC], Cha Seungwon, Song Ok Sook

 

Previous part >>KICK OFFDream Team

 Annyeong haseyo!

This is my second story of Kick Off. Part ini fokus pada individu. Tidak menyangkut klub 😉

   kick off


Normal

Ryu Eunhwa mengucir rambutnya dengan model ikatan ekor kuda sambil bercermin. Dia mengenakan pakaian formal : midi skirt warna navy dipadu dengan kemeja putih yang kerahnya membentuk pita dan blazer senada dengan rok. Ponselnya berbunyi. Dia bergegas meninggalkan kamarnya yang berdesign tradisional itu. Eunhwa tinggal di sebuah hanok milik bibinya. Bergitu sampai di beranda luar kamar, ia mengenakan high heels. Bibinya tampak duduk  di bangku besar yang terletak di halaman yang dikelilingi bangunan. Eunhwa berpamitan, menghampiri bibinya yang sedang membuat acar.

Eunhwa membuka gerbang dan menatap ke mobil yang baru tiba di seberang jalan. Dia berjalan mendekat dan berdiri di luar pintu kanan mobil. Tampak jendela sedikit terbuka.

“Masuklah!” ucap seorang namja yaang memakai sunglasses.

Ne, kamsahamnida,” balas Eunhwa lalu membuka pintu dan duduk di kursi kanan. Dia menaruh tas di pangkuan dan segera memakaikan sabuk pengaman. Eunhwa menatap jalan tapi kemudian dia heran karena si pengemudi belum menyalakan mesin. Eunhwa menoleh ke samping, mendapati Yoon Doojun melepas sunglassees dan menatapnya serius.

Waeyo, Doojun-ssi?” tanya Eunhwa.

“Kau mau pergi ke mana dengan pakaian seperti itu?” tanya Doojun lalu melirik sinis Eunhwa dari ujung kepala ke ujung kaki. Eunhwa pun tampil dengan riasan hariannya, natural flawless look dengan polesan BB krim, lipgloss dan eyeliner.

Eunhwa merasa risih. “Memangnya kenapa?”

Doojun tersenyum sinis. “Tidak membawa pakaian lain?” Eunwha menggeleng. “Kau mau menemaniku ke pesta bukan?” tanyanya tegas disambut anggukan Eunhwa. “Apa kau mau mempermalukanku dengan penampilan seperti itu?”

Eunhwa bingung. “Aku kan hanya melakukan pekerjaan.”

Doojun memotong, “Baru sekarang aku melihat yeoja se-konvensional ini.” Dia memakai lagi sunglasses-nya lalu menylkan mesin.

Doojun akan menghadiri sebuah pesta reuni SMA. Setiap ada pesta, Doojun selalu didekati yeoja dan itu jadi sasaran empuk papparazi. Eunhwa mendapat tugas menemani Doojun ke pesta itu untuk menghindarkan Doojun dari yeoja. Iya, playmaker Suwon Blue Wings itu tak hanya pandai bermain bola. Dia cukup populer di kalangan perempuan. Entah itu selebriti atau gadis biasa.

Doojun tak banyak bicara. Dia melajukan mobilnya. Perjalanan mereka dari Suwon ke Seoul sangat hening, hanya ditemani lagu yang dimainkan secara shuffle melalui music player. Doojun juga tak mau peduli tenang perempuan kaku itu.

 

Doojun menghentikan Ferrari merahnya di depan sebuah butik ternama di kawasan Myeongdong, Quince, milik ibunya.

“Ayo turun!” ucap Doojun seraya keluar dari mobil dan melepas sunglasses. Saat itu matahari baru tenggelam.

Eunhwa turun dan berjalan di belakang Doojun yang saat itu tampil begitu simple dan casual dengan T-shirt hitam dan jins putih. Pelayan butik menyambut Doojun dengan ramah.

Oppa!” teriak seorang gadis dari tangga, yang tak lain Yoon Hyera.

Hyera berlari menghampiri Doojun dan merangkulnya manja. Doojun mengacak poni adiknya itu. Eunhwa menatap mereka heran.

“Sudah kau siapkan pakaian Oppa?” tanya Doojun.

Ne,” jawab Hyera riang. “Aku simpan di atas.”

Komawo,” jawab Doojun seraya menjawil hidung Hyera.

Oppa!” panggil Hyera lalu mengarahkan pandangannya pada Eunhwa.

Doojun tersenyum tipis. “Dia asisten PR Suwon FC.”

Annyeong haseyo, Ryu Eunhwa imnida,” sapa Eunhwa sambil memperhatikan Hyera yang mengenakan kaos oversize dan skinny jeans.

“Yoon Hyera imnida. Satu-satunya adik Yoon Doojun,” balas Hyera ramah dengan senyum manis khasnya.

Eunhwa baru tahu siapa gadis itu dan dia hampir lupa kalau ibu Doojun adalah pemilik Quince.

“Hyera-ya, aku butuh bantuanmu,” ucap Doojun. Lalu namja itu berbisik. Hyera tampak tersenyum riang sambil menatap Eunhwa. Lalu Doojun pergi, naik ke atas.

Hyera mengajak Eunhwa mengikutinya.

 

Doojun bercermin. Dia sudah memakai formal suit dan berdandan. Celana dan jas dark navy, kemeja putih dan dasi hitam. Ada aksen hitam di kerah jas. Rambutnya ditata lebih rapi. Doojun meninggalkan ruangan itu lalu turun ke bawah. Pelayan mengatakan mereka masih di ruang fitting. Doojun pun duduk di sofa besar dekat etalase aksesoris. Dia menunggu sambil membaca majalah fashion. Doojun melihat sebuah majalah olahraga dengan cover dirinya. Dia tersenyum kecil.

“Oh, tenyata Eomma Mama menyimpan ini,” gumannya pelan.

Tak lama kemudian, Hyera datang dan Eunhwa berjalan di belakangnya. Hyera duduk di samping Doojun dan membuat namja itu menatap Eunhwa tanpa kedip sejenak. Hyera mengajak Eunhwa duduk untuk menikmati secangkir teh.

Eunhwa tampak risih dengan dress selutut warna broken white yang dia pakai. Bagian atas tanpa lengan dan cukup ketat, memperlihatkan bentuk tubuh. Roknya membentuk siluet A dengan model bertumpuk. Rambutnya digerai dengan sedikit layer. Dia juga memegang clucth warna gold pearl dan strap heels yang serasi. Hyera menambahkan riasan sesuai untuk pesta malam. Wajah Eunhwa tampak glowing seperti dewi dengan make up innocent glamour.

Eotte?” tanya Hyera pada Doojun.

Namja itu pura-pura tidak terpesona. “Good job. Ternyata si tomboy ini pintar mendandani orang.”

Doojun pun memberikan kartu kredit pada pelayan. Dia tidak pernah mau menerima layanan gratis di butik ibunya itu.

Nyonya Song Ok-sook datang ke butik. Dia terkejut melihat Doojun bersama wanita. Hyera juga tidak tahu kalau ibunya akan kembali ke butik. Doojun mengajak Eunhwa berdiri.

Annyeonghaseyo Eomma Mama!” sapa Doojun lalu memeluk ibunya.

“Dia siapa?” tanya nyonya Song sambil menatap Eunhwa serius. Eunhwa memberi salam dengan sopan.

Doojun terkekeh. Dia melirik Eunhwa sejenak sambil tersenyum lalu berbisik pada ibunya, “Nae yeoja chingu. Jadi Eomma Mama harus berhenti mengenalkanku pada yeoja.”

Song Ok-sook melotot. Doojun belum pernah menyebut perempuan manapun sebagai pacarnya. Setiap gosip beredar, Doojun selalu menyangkal : gadis itu bukan pacarku.

“Ehm! Namanya Ryu Eunhwa, Eomma Mama,” ucap Doojun seolah senang melihat tampang syok ibunya.

Eunhwa merasa risih mendapat tatapan tajam nyonya Song. Saat itu pelayan mengembalikan kartu kredit Doojun.

“Kami pergi dulu. Have a nice Saturday night, Eomma Mama!” ucap Doojun sambil membungkuk lalu menarik lengan Eunhwa dan beranjak dari sana.

Jamkanman!” ucap nyonya Song nyaris tak terdengar karena syok.

Eomma!” panggil Hyera, “Oppa berkata apa?”
“Beri aku air dingin!” pinta nyonya Song.

Eunhwa heran melihat Doojun tertawa puas di dalam mobil.

   kick off

 

08.00 PM KST, Shilla Hotel Seoul

          Kim Myungsoo keluar dari mobil. Namja bertinggi 180 cm itu tampak semakin tampan dengan balutan formal suit. Setelan celana dan jas hitam, kemeja putih dan bow tie yang sepadan.

          Dia berjalan tenang dengan lagaknya yang agak angkuh menuju ball room Shilla Hotel, tempat berlangsungnya pesta reuni lima angkatan SMA-nya.

          “Annyeong haseyo, Kim Myungsoo!”

          Myungsoo menoleh dan melihat seorang pria tampan yang punya sosok manly. Senior yang laing dia benci, Yoon Doojun yang datang bersama seorang perempuan. Myungsoo menatap sinis keduanya. Dia tahu senyuman Doojun itu adalah senyuman penuh hinaan.

          “Annyeong haseyo, Sunbaenim!” balas Myungsoo dengan cold smirk andalannya. Lalu Myungsoo beranjak meninggalkan Doojun, menghampiri teman-teman satu angkatannya.

          Doojun mengambil dua gelas wine dari nampan yang dibawa pelayan. Dia memberikan satu untuk Eunhwa.

          “Kalau ada perempuan yang mendekatiku, selamatkan aku,” ucap Doojun lalu menyesap wine.

          Ye?” tanya Eunhwa.

          Doojun meliriknya tajam, “Bukankah itu pekerjaanmu sekarang? Agar aku tak berakhir kencan dengan wanita.”

          Eunhwa tampak bingung.  Doojun mendengus kesal. “Aku pasti didekati perempuan. Cari cara untuk jauhkan aku.”

          “Wae? Aku kan hanya…”

          Doojun memotong, “Pokoknya lakukan saja seperti itu.”

 

          Myungsoo sedang berbincang bersama teman-temannya yang duduk mengelilingi meja bundar. Mereka sudah mendengar tentang revolusi Paradise FC dan tak sabar menunggu musim liga tahun ini dimulai. Salah satu dari mereka tiba-tiba membicarakan Doojun.

          “Apa itu pacar baru Doojun sunbae?” tanya seorang teman Myungsoo yang pakaiannya serba hitam. Seketika semua mata tertuju pada Yoon Doojun yang sedang bergabung dengan teman-temannya dan dia duduk di samping Eunhwa.

          Namja bertubuh gemuk ikut bertanya, “Apa dia seorang model atau selebriti?”

          Seorang yeoja yang mengenakan dress merah menjawab, “Aku tidak mengenalnya.”

          “Aku dengar Doojun sunbae sering kencan buta yang diatur oleh ibunya,” timpal yeoja berambut sebahu. “Mungkin gadis itu salah satunya.”

          Myungsoo menengak wine dengan cepat. Dia benar-benar tidak suka mereka membicarakan Doojun.

          “Kau masih membencinya?” tanya si namjagemuk tiba-tiba.

          Myungsoo terperanggah. “Mwora?”

          Si plontos menimpal, tak peduli tatapan horror Myungsoo, “Apa kalian menonton duel El-Classico di Olympic stadium pekan lalu?”

          Kim Myungsoo dan Yoon Doojun terkenal sebagai rival abadi sejak SMA. Waktu itu Myungsoo baru kelas satu dan Doojun sudah kelas 3. Sejak SD, mereka saling kenal karena sesama siswa akademi FC Seoul. Jadi, setiap kedua namja itu bertemu, seperti duel klasik antar tim sepakbola yang sudah menjadi rival sejak lama.

          Pelatih klub sepakbola SMA mendiskusikan siapa saja anggota klub yang pantas masuk tim inti, menjelang kompetisi nasional antar SMA. Doojun sebagai kapten tim punya suara untuk ikut memilih. Selama pertandingan latihan Doojun dan Myungsoo tidak bisa bekerja sama  bila berada dalam satu tim. Myungsoo tahu dirinya terancam tidak masuk tim inti. Dia menantang Doojun di tempat latihan akademi. Mereka pun melakukan one on one. Myungsoo kalah. Tapi dia mencoba bicara pada Doojun tentang keinginannya.

Saat itu Doojun berkata, “Kau jelas tidak bisa kerja sama dengan tim. Karena itu pelatih mau mencoretmu.”

Myungsoo merasa Doojun saja yang tidak menyukainya secara pribadi. Dia tahu Doojun sebagai kapten punya hak untuk ikut memilih pemain tim. Saat itu, mereka berkelahi. Dan akhirnya Myungsoo benar-benar dicoret dari tim sekolah sekaligus mendapat hukuman disiplin dari akademi.

Hal itu membuat Myungsoo berusaha bermain bola lebih baik dari Doojun agar mengalahkannya di akademi. Tapi sayang, Doojun lebih dulu dikontrak klub profesional. Saat Myungsoo mendapat kontrak, Doojun sudah bersinar. Bahkan saat ini dia dibayar mahal oleh Suwon Blue Wings, mendapat ban kapten dan masuk timnas.

 

 

          Doojun diajak seorang temannya menghampiri beberapa teman lain. Eunhwa sibuk sendiri memakan cupcakes. Dia menoleh ke arah Doojun berdiri dan namja itu menatapnya. Eunhwa melihat seorang gadis mengajak Doojun berbincang. Eunhwa mengerti maksud tatapan Doojun. Seolah minta diselamatkan. Tapi Eunhwa cuek, dia berpikir Doojun bisa menangani sendiri. Dia pun malah melangkah membelakangi Doojun memilih tidak memperhatikan namja itu. Eunhwa maumengambil teh. Dia berdiri di depan sebuah meja dengan beberapa poci teh. Dia meraih cangkir kecil dan menuangkan teh aroma bungi yang wangi.

          Seorang namja berdiri di sampingnya, Kim Myungsoo. Sambil menyesap tehnya, Eunhwa melirik namja tampan itu sekilas. Myungsoo menuangkan teh ke dalam cangkir kecil. Mata Myungsoo bergerak melirik Eunhwa. Gadis itu terkejut.

          “Kenapa sendiri?” tanya Myungsoo cuek membuat Eunhwa menatapnya.

          “Ye?”

          Myungsoo menarik cold smirk sebelum menyesap pelan tehnya. Lalu dia membalikan tubuh, membelakangi meja dan menghadap ke sudut di mana Doojun berdiri memperhatikan mereka. Eunhwa ikut membalikan tubuh dan melihat Doojun memalingkan muka.

          Myungsoo tertawa kecil, “Oh, jadi kau ditinggal sendiri seperti ini sementara dia berbincang dengan yeoja lain?”

          Eunhwa terbelalak. Memangnya kenapa kalau Doojun berbincang dengan seribu wanita, dia bukan kekasihnya. Eunhwa pun tersenyum kecil. “Wae? Ada yang salah?”

          Myungsoo meliriknya tajam, seolah menusukan jarum melalui kedua matanya. “Hhhm. Kau agak menarik. Tampak tidak peduli dengan Yoon Doojun padahal kalian datang bersama.”

          Eunhwa tertawa kecil. “Kalau kau peduli, temani saja dia.”

          Myungsoo menganga. Tidak mengira mendapat jawaban itu. Eunhwa malah menyesap santai teh dari cangkir putih yang dia pegang. Myungsoo terkekeh, merasa lucu. Dia memperhatikan Eunhwa. Gadis itu memang cute, cantik dengan riasan dan gaunnya. Sekilas tampak innocent tapi sorot matanya tidak. Myungsoo yang tidak tahu bahwa Eunhwa adalah asisten PR yang mendapat tugas mengawasi Doojun, mengira mereka dikenalkan dalam blind date, seperti yang digosipkan teman-temannya tadi. Jadi mungkin Eunhwa bersedia pergi bersama Doojun tapi belum tentu akan berlanjut pada hubungan serius. Dia kenal Yoon Doojun, playmaker lapangan hijau yang pandai memainkan hati perempuan. Yoon Doojun yang digosipkan gonta-ganti pacar.

          Eunhwa melirik meja kecil tak jauh dari sana, tempat  cocktail dipajang. Dia menghampiri meja itu, di mana dua orang wanita sedang mengambil cocktail. Eunhwa ikut mengambil dan dia agak terkejut saat Myungsoo mengikutinya. Dia juga mengambil gelas berisi cocktail. Eunhwa merasa risih. Terdengar musik klasik mengalun, mengiringi beberapa pasangan di lantai dansa. Myungsoo terus mengajak Eunhwa bicara. Gadis itu tidak suka.

          “Setelah ini, mau berdansa denganku?” tanya Myungsoo cuek.

          Eunhwa membuang napas kesal. “Kenapa tidak mengajak temanmu?”

          “Karena aku ingin berdansa denganmu,” jawab Myungsoo datar dengan tatapan fokus ke dalam dua bola mata Eunhwa.

Eunhwa tidak suka pria seperti itu. Keduanya kini saling menatap. Myungsoo memberikan tatapan liar yang sangat dingin, tatapan yang mampu membekukan hati wanita. Eunhwa menatapnya tajam, menunjukkan perasaan tidak suka.

“Sudah puas menikmati dessert-nya, Agasshi?”

Myungsoo dan Eunhwa menoleh ke sumber suara, Doojun sudah berdiri di dekat mereka. Eunhwa mengangguk pelan, entah kenapa dia berharap Doojun membawanya menjauhi Myungsoo. Eunhwa tidak suka digoda.

Myungsoo tersenyum licik lalu berbisik pada Eunhwa, bisikan tidak pelan yang disengaja agar Doojun mendengar. “Kenapa tidak balik bertanya, sudah puas berbincang dengan gadis seksi?”

Doojun dan Eunhwa sama-sama menatap Myungsoo tajam. Mata Eunhwa berkilat dan Myungsoo tertawa kecil dengan lagaknya yang santai.

Doojun mengambil gelas dari tangan Eunhwa dan menyimpannya di meja. Dia menarik tangan Eunhwa untuk menyingkir dari sana. Eunhwa menarik napas lega.

 Doojun melirik gadis itu dengan tatapan tidak suka. “Kenapa berbincang dengannya?”

 “Dia mengikutiku,” jawab Eunhwa dengan tatapan masih menyisakan kekesalan.

Mereka berdiri di salah satu sudut ruangan, berbaur dengan tamu lain.

“Kenapa kau diam saja saat aku dihampiri yeoja?” tanya Doojun.

Eunhwa membuang napas kesal lagi. “Kau bisa melepaskan diri sendiri bukan?”

Doojun speechless. Eunhwa kemudian meliriknya dengan senyum kecil.

“Doojun­-ssi, namja tadi sepertinya tidak menyukaimu,” ucap Eunhwa.

Doojun terkekeh, “Karena itu dia sengaja mendekatimu. Mengira Eunhwa-ssi pacarku.”

Doojun menceritakan tentang El-Classico antara dirinya dengan Myungsoo. Doojun merasa kalau bocah itu hanya iri dan merasa hebat.

“Oh ya, aku mau pulang ke rumah ayah. Kau bagaimana?” tanya Doojun.

Eunhwa kebingungan. “Aku mau pulang saja.”

Doojun menoleh cepat, “Jeongmal? Ini selesai jam 10, setengah jam lagi. Menginap saja di sini. Besok pagi kita kembali ke Suwon bersama.”

“Aku mau pulang saja naik bus atau….”

Doojun memotong dan melirik tajam, “Turuti saja saranku. Aku tak akan mengantarmu ke stasiun.”

Eunhwa ingat, ini bukan pertama kalinya Doojun memotong pembicaraan. Gadis itu pun tahu kalau Doojun sedikit diktator.

   kick off

 

09.00 am, Mr Yoon’s and Mrs. Song’s manison

          Profesor Yoon senang karena dia bisa sarapan bersama anak sulungnya, Doojun. Bahkan Cha Seungwon berhasil dibujuk Hyera untuk sarapan bersama. Gadis itu senang bukan main. Nyonya Song bersikap dingin karena Doojun pulang tengah malam. Pagi ini ruang makan mereka terasa lebih hidup. Profesor Yoon sudah mengenakan pakaian formal dan akan segera berangkat ke Dongguk University, tempat dia mengajar. Dia berhadapan dengan nyonya Song dengan gaya aristokratnya, akan pergi mengunjungi tempat untuk fashion show besok. Hyera memilih mengenakan blus dipadu blazer untuk menemani ibunya pergi ke sana. Dia duduk di samping kanan Doojun, berhadapan dengan Seungwon

          “Doojuni, pemain sepakbola Barat banyak yang menikah muda. Kau sudah 27. Jangan terlalu lama melajang,” ucap nyonya Song.

          Doojun nyaris tersedak. Namja yang mengenakan jeans dan T-shirt putih itu terkekeh. Dia minum sedikit air minera lalu bicara. “Jangan khawatir, Eomma Mama. Aku tak akan menjadi bujang tua seperti Hyung.”

          Seungwon menatap Doojun tajam. Tapi Doojun cuek. Profesor Yoon tertawa bersama Hyera. Walaupun nyonya Song membentak Doojun agar tidak memanggilnya Eomma Mama, Doojun tidak peduli.

          “Kapan kau ada waktu luang, temui anak jaksa Han,” ucap nyonya Song cuek.

          Doojun tertawa kecil. Hyera menatap ibunya. “Eomma, bukankah Oppa mengatakan wanita kemarin adalah pacarnya?”

          “Siapa?” tanya Profesor Yoon. “Benar kau mengenalkan seorang wanita pada ibumu sebagai pacar?”

          Seungwon terkekeh, “Jadi Don Juan sudah mengenalkan seorang yeoja kepada Madame?

Doojun meringis. Sementara Hyera menginjak kakinya. Kedua bersaudara itu saling menatap dan Hyera mengedipkan sebelah mata.

          “Ne,” ucap Hyera. “Doojun Oppa tak pernah mengakui wanita manapun sebagai pacarnya. Tapi kemarin…” Hyera melirik ibunya.

          Nyonya Song no comment, malah tampak asik makan. “Siapa gadis itu?” tanyanya tanpa menoleh.

          Doojun nyengir dan Hyera tersenyum senang. Pertanda keisengan Doojun kemarin akan membuat ibunya berhenti mengatur kencan buta.

          “Eomma,” rengek Hyera. “Memangnya pacar Doojun oppa harus seperti apa?”

          Prof Yoon hanya tersenyum setiap topik pembicaraan ini. Nyonya Song menatap Doojun yang makan santai dan cuek.

          “Pokoknya tidak boleh model, selebriti dan harus berpendidikan,” ucap nyonya Song. “Keluarga baik-baik.”

          “Tidak perlu kaya kan?” tanya Doojun. “Aku tak butuh kekayaan keluarga yeoja.”

          Nyonya Song malas berdebat denagn Doojun. Lalu dia menoleh pada Seungwon, “Bagaimana kencanmu?”

          “Sukses,” jawab Seungwon asal.

 

          Seungwon dan Doojun mengantar keluarganya ke halaman depan. Prof Yoon akan berangkat bersama supir. Hyera bersama ibunya. Sebelum masuk mobil, Hyera bicara pada dua oppa-nya.

          “Doojuni Oppa, ternyata kepura-puraanmu membuat eomma akan berhenti menjodohkanmu. Apalagi dia konsentrasi pada Seungwon oppa,” Hyera terkekeh dan mendapat jitakan di jidat dari Seungwon.

          Doojun menatap adiknya heran, “Dari mana kau tahu aku hanya pura-pura?”

          Hyera terkekeh, “Pokoknya aku tahu. Yeoja seperti Ryu Eunhwa tak akan suka dengan namja sok keren seperti Oppa.”

          “Hya!” bentak Doojun tapi Hyera segera masuk mobil.

          Seungwon terkekeh, “Aku kira Don Juan benar-benar punya pacar, ck ck ck.”

 

          Sekitar jam 10, Doojun menjemput Eunhwa di Shilla Hotel dan mereka kembali ke Suwon. Kini mereka berada di dalam Ferrari merah dua pintu yang dibeli Doojun enam bulan lalu dari keringatnya sendiri. Hasil menabung dari gaji, bonus dan iklan.

             kick off

 

The next day,

          Pagi sebelum latihan, Doojun dihubungi manager Park, PR Suwon Blue Wings. Doojun pergi ke kantor PR di markas klub. Dia sudah menebak arti panggilan ini. Dia tahu media kembali membuat gosip tentang dirinya. Begitu masuk ke ruangannya, manager Park menyerahkan sebuah surat kabar harian dan tablet yang menampilkan berita.

          Doojun melihat artikel dan foto-foto dirinya semalam di pub bersama beberapa temanya. Satu foto lain menunjukan Doojun memeluk seorang yeoja. Lalu ada penyataan karyawan Shilla Hotel yang mengaku melihat Doojun masuk ke dalam hotel bersama yeoja.

          “Bagaimana ini bisa terjadi?” bentak Manager Park.

          “Ini salah faham,” ucap Doojun santai.

          “Ara,” ucap manager Park, pria umur 42 itu. “Aku sudah punya cara menyelesaikannya. Kau hanya perlu diam dan tidak melakukan aktivitas selain latihan. Hindari wartawan.”

          Manager Park akan bicara pada wartawan. Doojun diam sejenak. Lalu dia ingat Eunhwa. Manager Park tidak membahasnya. Doojun tahu kalau pria itu akan menyalahkan Eunhwa.

          “Bagaimana dengan Ryu Eunhwa?” tanya Doojun.

          Manager Park duduk santai di kursinya. “Tidak perlu mengurus gadis itu. Dia sudah dipecat.

          “Mwo?” tanya Doojun kaget.

   kick off

 

To be continued

 

Advertisements

36 thoughts on “KICK OFF : El Classico

  1. DAEBBAK ^^

    sneng bngt pas Doojun Bilang ke ibunya alo EunHwa adalah YC nya 😀 Doojun Ngebully Ibunya weeehh 😀

    Aku juga Suka Pas Ibunya Bilang “Aku Tak Butuh Kekayaan Keluarga Wanita” Hwaaahh, I Like 😉

    EunHwa di Pecat ? o.O ckckckck -_- Santai dong Bang DooJun 😉

    Aku Suka Karakter EunHwa Di Sini ^^ Dia Cuek PoloS dan Cantik ^^

    Doojun Pria Yg Aaarrgghh 😀

    Aku Suka ^^

  2. ibunya doojon masih gak nyerah juga buat ngejodohin anak2 nya , Myungsoo ngira Eunhwa beneran pacar nya Doojoon , suka sama keharmonisan keluarga Yoon 🙂 .. Oh ya aku lupa Anna Imnida 96Line 🙂 , dipart satu lupa memperkenalkan diri 😀 .. bangapta eon 🙂

  3. Bingung mau komen sndri tiap pt mempunyai daya tarik sndri aku bnr2 suka ma Ko
    knpa eunhwa hrs di pecat kshn eunhwa
    kayanya ada cnta segi tiga antr doojun,myungso,eunhwa tapi mnrt aku lebih pas doojun sama eunhwa…. tapi trsrh author,a aja lah…..
    pnggln doojun,csw ke ibi,a lucu eoma mama… madame… wkwkwk^^
    bwt para author fighting…..

  4. astaga, tnyata masa lalu mreka sdikit terungkap knapa bisa bermusuhan dan itu kluarga DJ koq..hahaha eomma yg berusaha menjodoh2kan anaknya..dan itu lucu banget reaksinya pas DJ bawa eunhwa kerumahnya trus dikenalin sbg pacarnya..hahaha
    tapi kasian juga ya akhir2nya eunhwa malah dipecat dr pekerjaannya..
    pnasaran apa yg bakal DJ lakuin ke eunhwa deh~

    1. annyeong Jihye
      Wah seneng ketemu lagi sama kamu di sini, boleh hugs?
      Iya dong khas konflik bola : rivalisme. karena saya ga menampilkan sejarah kedua tim saingan abadi macem Madrid-Barca, saya pake konflik masa lalu. Kalo macem Madrid-Barca ada rivalisme CR-Messi, yg masing2 playmaker tim (jadi neglantur)
      Well, makasih banget ya mau baca lagi tulisanku.
      *bowing

  5. eomma mama? hahaha boleh dicoba buat panggilan sayang nae eomma.
    lucu deh yang ini, apalagi di acara reuni. myungsoo ngejer eunhwa, doojun minta tolong euhwa juga. tapi kasian eunhwa dipecat, jangan donk.

    1. Annyeong Newclears.
      Aku pilih panggilan itu, yang aslinya hanya diucapkan anak ratu atau raja kepada ibunya. Berarti DJ sangat menghormati dan menyayangi ibunya.
      Kamsahamnida

  6. Hallo author.
    Disini sudah mulai diberi penjelasan mengenai kejadian2 masa lampau antar myungsoo dan doojun. Tapi permainan emosi antar tokoh belum nyata disini.
    oia, apa menurut author pemberian “POV” itu perlu dihilangkan atau tidak ? karena menurut saya itu kontroversi. Sebenarnya hanya dengan melihat penggunaan kata ganti orang kita sudah tahu itu dari sudut pandang siapa. Tetapi yang membaca FF ini kan golongan umurnya tidak bisa ditebak, jadi mungkin pemberian “POV” ditambahkan agar orang yang baru terjun ke dunia FF tidak bingung.

  7. Uwaaaaaa.. Aq telat bacanyaaaaa..
    Tpi smakin keren..
    Udh trungkap pula apa yg membuat L dn DJ jdi musuhan kayak gitu..
    Huhu.. Next part bakalan makin seru nih..

  8. Aduh, Eonni dah posting ja, Sica ketinggalan.. Well, yang penting komen wkwkwk…

    Ternyata oh ternyata Doojun nyebelin tingkat dewa *lebay*, tapi tetep yaa bikin hati klepek2 biarpun semenyebalkannya dia hehe.. Uggh, dia ngajakin Eunhwa ternyata ada maunya supaya gak dideketin ma cewek2. Itu sih resiko jadi orang ganteng yee.. wkwk…

    Gak nyangka ternyata L ma DJ musuhan dari kecil ckck.. L yang emosional dipanas-panasin ma DJ. ya, dah dech.. api berkobar-kobar hehe..

    Aduh, kayaknya bakalan ada cinta segitiga nih roman-romannya *lagi-lagi sotoy*
    Untuk kakak-adik Seungwoon+DJ+Hyera emang kompak abis buat godain ibu mereka haha.. patut dicontoh tuh hihi…

    Poor Eunhwa gara2 nolongin DJ, dia dipecat. Aduh, DJ bakal nolongin balik gak yaa?
    Penasaraan ma nasib Eunhwa selanjutnya, Eonni..
    Aah, mendingan nunggu part selanjutnya aja deuh hehe.. 😀

    Well, Eonni jangan lama-lama yaa.. Ditunggu hehe 😉
    Keep writing ^^

    LOVE

    1. annyeong Dear Sica 😉

      DJ ga ngajak Eunhwa, tapi Eunhwa disuruh atasannya. hehe
      emang dia nyebelin pake banget. ini belum seberapa
      ㅎㅎㅎㅎ

      Cinta siap dinyalakan 😉

      Gee sendiri cinta sama trio bersaudara itu
      sama2 tengil padahal ibu mereka aristokrat gitu 😀

      Thanks for your long review

  9. andwee…. kenapa Eunhwa d pecat?
    apa Eunhwa bakal pindah k paradise FC? hahaha 😀
    ini kayaknya udh masuk k konflik cintanya nii.. 😀
    makin keren, lanjutkan eonni.. 🙂

  10. W.O.W

    Ferari merah #peeeengen 😀 ngebayangi gmn manly’y Doojun…

    Aduuuuh Myungsoo ma Doojun kyk Tom and Jery iiich d’mana2 sindir2an mulu…

    Kenapa uga Eunhwa d’pecat? Salahkan Doojun tuch #uuuups k’ceplosan 😀

    Next part d’tunggu eonnie 🙂

  11. Omo kasian Eunhwa di pecat?!! Doojuni kau harus tanggung jawab
    ckckck L sampe segitunya keki sm Doojun,sampe2 mw ngedeketin Eunhwa eh mlh bikin Eunhwa sebel kkkk poor L
    Suka bgt sm hubungan kakak beradik Hyeraa dan dua oppanya bikin envy..

    Jadi suka sm karakter Doojun d sini,menarik bgt!!!
    Chelsea bs bikin reader jatuh cinta sm karakter yg d buatnya d ff

    Next part giliran siapa nich yg d explore?? Coach tampan kh??atau musuh bebuyutan Doojuni?? wah tak sabar menanti
    Next please….

    1. 😀
      Saya terinspirasi karakter asli Doojun yang tengil dan tukang bully hehe.
      Dimodifikasi lagi melalui tulisan saya 😉
      Masing2 author bakal bahas masing2 personal story.
      Eonni baca semua ya 😉

      Thanks for always RCL

      *bowing¡

  12. Duo Oppa benar2 bikin pusing kepala,,

    Aku bingung mau komen apa,,pokoknya eonni brhasil bikin aku sakit perut gra2 nahan ktawa,,
    kkkkkkkkkk

    skaligus bikin aku ikutan jengkel ma karakter Donjuan alias Doojun Oppa,,,,,

    😀 :p

  13. Onnie, untuk membayar keterlambatan komen di part sebelumnya, saya muncul cepat-cepat, siapa tahu bisa jadi first commentator :p

    Aduh, Doojoon iseng banget ya ngebohongin Ibunya biar ngga ada lagi blind date yang diatur hehehehehe

    Hyera tipikal adik manja yang sering ngegodain kakak-kakaknya ya hihihihi lucu

    L segitu kekinya sama Doojoon, sampe-sampe deketin Eunhwa yang dia kira pacarnya Doojoon biar gantian Doojoon yang keki hahahahahaha

    Kasiannya Eunhwa dipecat, terus gimana nasibnya Eunhwa? *sok nanya gini hahaha*

    Okay, terlepas dari typo, ceritanya buatan Chelsea Onnie selalu kece deh, ditunggu next part dari series ini *giliran siapa ya yang diceritain? hehehe*

    1. kamu keduluan sama Dino’s girl *tunjuk Winda*
      ㅎㅎㅎㅎㅎ

      DJ bener2 minta diruntuhkan jambulnya. Bakal nyebelin luar binasa. Tapi loveable :-*

      Eunhwa siap2 move ke tempat baju

      Typos selalu nempel, ㅠ_ㅠ

      Thanks 😉

  14. Kim Myungsoo?? Yoon Doo Jun sanga Donjuan ..

    Eonni, jujur di part awal sebelum ini, atau yang katanya Hye Raa prolog, aku sama sekali gk ngeh ..

    Tapi di bagian ini, aku sangat paham ..

    Aku suka deh pokoknya ..

    Jadi ngingetin aku sama idola sepak bola aku, Bhe Phe ..

    1. annyeong
      wah first komen.

      Kyahaha Don Juan tanggung dy.
      L keki setengah mati.
      Bakal lanjut rivalisme ini. Padahal DJ nanggapnya santai ㅎㅎㅎㅎ

      Hmmm, berarti part prolog kurang ya? Syukurlah kalo sekarang udah jelas 😉

      Siapakah idolanya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s