KICK OFF : Dream Team

KICK OFF :

Dream Team

@LoveyChelsea

 

By :

♔  CHELSEA ♔

 

Friendship/Sport/Romance/Drama/Commedy | PG 15 | Series

Casts : Will be revealed below the story 😉

 

 Annyeong haseyo!

I’m a Hooligan  😉

FF ini akan menjadi seri yang panjang dengan tema sepakbola. Menceritakan sebuah klub sepakbola fantasy yang saya namai Paradise FC. Terinspirasi dari sejarah Chelsea FC saat reformasi era Roman Empire (Maaf kalo gak ngerti). FF ini akan ditulis bersama beberapa author.

Claime : K-League yang ditampilkan dalam Kick Off adalah fiktif meskipun menggunakan klub-klub nyata K-League

♔ ♔   。kick off。♔ ♔

 


 

Seorang gadis muda bertubuh mungil menepikan mobil di area parkir sebuah butik.  Dia keluar dari mobil dan berjalan cepat memasuki butik main store sebuah merk fashion terkenal di Korea, Quince.

Pegawai butik menyapa gadis itu dengan ramah dan hormat.  Gadis itu bernama Yoon Hyera, anak bungsu pemilik butik, Song Ok-sook. Hyera naik ke lantai atas, menuju ruang tamu tempat ibunya biasa menjamu pelanggan VIP. Hyera merasa sepasang high heelsnya sangat mengganggu tapi dia perlu berjalan cepat. Iya, dia terpaksa memakai high heels di depan ibunya atau dia akan terkena siksaan ceramah.

Begitu sampai di ruang tamu itu, beberapa pelanggan VIP nyonya Song menyapa Hyera. Hyera meminta waktu nyonya Song sebentar untuk bicara berdua. Mereka kini berada di ruang pribadi nyonya Song.

“Kenapa kau menyeret Eomma kemari? Kau lihat kan siapa tamu Eomma?” gerutu nyonya Song, ibu tiga anak yang tampak anggun dan feminim itu.

Hyera duduk santai di sofa diikuti ibunya. “Eomma, apa benar Seungwon oppa pulang?”

Nyonya Song mengangkat alis. “Siapa yang mengatakannya?”

“Doojun oppa,” jawab Hyera menyebut kakaknya yang kedua. “Kenapa Eomma tidak memberitahuku?”

Song Ok-sook menarik napas.  “Aku tak mau membicarakan kedua oppamu itu.”

Hyera melihat ibunya berdiri dan mau keluar. “Eomma!” panggil Hyera.

Wae?”

Hyera berdiri di depan ibunya. “Aku ingin bertemu Seungwon oppa. Katakan di mana dia?”

Nyonya Song mengurut pelipisnya pelan. “Mereka berada di tempat yang sama.”

Ye?” tanya Hyera sambil berpikir.

Nyonya Song pergi.

Eomma, maksudmu Seungwon oppa menonton pertandingan Paradise FC lawan Suwon Blue Wings?” tanya Hyera tapi diabaikan ibunya.

   kick off

Olympic Park Stadium, Songpa-gu, Seoul

aerial 

 

            Suasana stadion cukup ramai. Sebentar lagi kandang milik klub kota Seoul, Paradise FC, akan menjadi tempat sebuah pertandingan persahabatan. Dua tim K-League itu adalah Paradise FC VS Suwon Blue Wings aka Suwon FC.

            Stadion dipenuhi supporter kedua tim. Tapi proporsinya tidak seimbang. Sebagai klub papan atas K-League, supporter Suwon FC lebih banyak dibandingkan The Chaser, sebutan fan club Paradise FC.

            22 pemain dari kedua kesebelasan tampak memasuki lapangan dan mereka berbaris. Kedua kapten kesebelasan bersalaman dan siap mengambil undian kick off. Kim Sunggyu, kapten Paradise FC dan Yoon Doojun kapten Suwon FC. Drawing pun dilakukan dan Paradise FC mendapat kick off pertama.

            Striker Paradise FC, Kim Myungsoo bersama tandemnya tengah berjalan menuju titik putih di tengah lapangan. Myungsoo memandang ke arah barisan tim lawan, dia menangkap senyuman misterius kapten tim lawan, Yoon Doojun, yang tak lain adalah mantan seniornya di Akademi sepakbola FC Seoul dan di SMA.

            Jauh di tribun VIP, seorang pria berkulit kecokelatan, mengamati jalannya pertandingan dari balik sunglasses. Dia duduk santai dengan pakaian casual yang dibalut jaket hitam. Pria itu ingin mengamati permainan Paradise FC, kerjasama tim dan skill individu setiap pemain. Dia menoleh ke arah seorang pemain tampan yang tampak stylish, Yoon Doojun. Pria itu menyeringai melihat adik satu ibunya itu mengenakan ban kapten di lengan jersey birunya.

           

            Baru lima menit bola begulir, Kim Myungsoo mendapat sebuah tendangan bebas setelah terjatuh akibat tackling yang dilakukan Doojun. Striker muda yang lebih terkenal karena tampang dari pada skill bermain bolanya itu akan mengambil sendiri tendangan bebas.

            Myungsoo sudah mengunci target. Dia mengukur kekuatan yang dibutuhkan untuk melewati tiga pagar betis, pemain belakang yang akan memburu bola, sampai ke gawang yang berjarak 15 meter di depannya. Peluit berbunyi, Myungsoo melesakan tendangan dan membuat bola berputar dan melayang melewati beberapa pemian Suwon. Mereka tak berhasil menyundul bola yang melambung itu. Garis gerakan bola tampak melengkung seperti busur panah. Bola seolah berbelok dan jatuh di sudut atas kanan gawang.

            Gol!!!

            Kim Myungsoo terpana sejenak, tak percaya kalau dirinya yang musim kemarin mandul bisa menjebol gawang salah satu tim papan atas  K-League. Dia tersadar saat Kim Sunggyu dan Jang Dongwoo merangkulnya. 1-0 untuk Paradise FC melalui banana kick Kim Myungsoo.

            Pria di tribun VIP itu tampak mencatat sesuatu. Dia kagum dengan gol Myungsoo.

            Babak pertama ditutup dengan skor imbang 1-1 untuk kedua tim, setelah Seo In-guk mencetak gol balasan di menit ke-30.

            Setelah istirahat selesai, tim kedua klub bersiap memasuki lapangan. Doojun mempercepat langkah agar bisa berjalan di samping Myungsoo.

            “Golmu tadi hebat,” bisik Doojun disambut tatapan sinis Myungsoo. Myungsoo mendelik tajam. Doojun tersenyum santai, “Gol itu pemberianku bukan? Aku sengaja melakukan tackling agar kau mendapat free kick.”

            Myungsoo menyorotkan tatapan horror. Tapi Doojun malah tersenyum lebar. Doojun setengah berlari, meninggalkan Myungsoo yang merasa kesal. Lee Joon, rekan Doojun, segera menyusul sang kapten.

            Lee Joon berlari ke lapang bersama Doojun. “Kenapa masih suka menggoda anak itu?”

            Doojun terkekeh, “Aku senang mempermainkan si tempramen itu.”

            Joon geleng-geleng kepala. Seorang rekan satu timnya menghampiri, Lee Hyukjae. “Joon-i, apa Doojun masih suka ribut dengan Kim Myungsoo?”

            Joon mengangkat kedua tangan, “Seperti itulah kapten kita, Hyung.”

            Seisi Suwon FC tampak tahu hubungan tidak baik antara Myungsoo, striker Paradise FC, dengan gelandang serang Suwon FC, Doojun. Yang mereka tahu, hubungan tidak baik itu sudah terjadi sejak mereka berada di akademi sepakbola yang sama, bahkan SMA yang sama.

            Cho Kyuhyun, salah satu pemain bagus di Paradise FC hampir membuat gol di menit ke 60. Tapi pemain pendek bernama Lee Gikwang berhasil menyelamatkan gawang Suwon yng tak bisa diselamatkan penjaga gawang. Doojun tampak geram dan menegur para pemain belakang yang kurang disiplin. Suwon FC memang berada di atas angin. Lee Joon si striker pabo tapi hebat itu menambah skor dengan gol sundulan di menit 68. Menit ke 77, Doojun melakukan eksekusi tendangan sudut, bola mendarat tepat di depan Hyukjae, defender yang kebetulan berada di kotak penalti dan dalam posisi on side. Hyukjae melakukan tendangan salto dan gawang Paradise yang dikawal Lee Kwangsoo bobol untuk ketiga kalinya. Skor 1-3 untuk Suwon bertahan sampai bunyi peluit panjang.

            Pemain kedua tim bersalaman dan Kim Sunggyu bersiap membuka kaos, mau bertukar dengan Yoon Doojun. Tapi Doojun tampak mendekati Myungsoo yang mau membuka kaos untuk Gikwang. Doojun mengambil kaos Myungsoo dan tersenyum dengan hot smirk-nya yang khas, disukai wanita dan dibenci pria seperti Myungsoo. Lalu Doojun memberikan kaos birunya untuk Myungsoo.

            Myungsoo ingin meninju Doojun tapi dia cukup sabar. Akhirnya Gikwang mendapat kaos putih dengan nuansa metal gold pearl milik Sunggyu.

   kick off

 

            Begitu sampai di ruang ganti, Myungsoo melempar kaos Doojun sembarang dan duduk di dekat Sunggyu. Sunggyu menepuk bahu menenangkannya.  Dongwoo memungut kaos nomor 32 itu.

            “Wah, setelah 2x 45 menit plus tambahan waktu, kaos Yoon Doojun masih harum,” komentar Dongwoo.

            Kyuhyun ikut komentar, “Karena itu Yoonique menyebutnya Korean Beckham.” Yoonique, sebutan fan club Yoon Doojoon.

            “Tidak bau sepertimu,” canda Dongwoo pada Kyuhyun.

            “Seperti kita,” tambah Kyuhyun.

            “Kau saja, aku tidak bau,” elak Dongwoo.

            Myungsoo tidak suka topik pembicaraan tentang Doojun yang tak hanya terkenal karena skill permainannya, tapi juga penampilan kerennya. Modis, rapi, selalu harum, dan membuatnya disebut David Beckham Korea. Mungkin karena faktor ibunya pemilik Quince.

            “Apakah klub kita akan benar-benar berakhir?” tanya Jang Dongwoo si defender Paradise FC yang duduk di samping Sunggyu.

            Myungsoo menunduk sementara Sunggyu tersenyum tenang. “Kita hanya bisa berdoa.”

            “Semoga gaji kita cepat dibayarkan,” timpal Myungsoo sarkas.

            Paradise FC berada dalam masalah. Setelah pemilik klub itu yang juga seorang anggoda dewan dituduh terlibat kasus suap dan korupsi, klub pun mengalamni masalah. Hutang besar, ditinggal beberapa manager dan gaji pemain belum dibayar.

            “Aku dengar, seorang miliyarder Jerman akan membeli klub kita,” celetuk Cho Kyuhyun.

            “Benarkah, Hyung?” tanya Sunggyu yang punya mata sipit seperti segaris jarum.

            “Apa benar Hyung juga ditawari klub lain?” tanya Myungsoo sinis.

            Kyuhyun mengangguk pelan. “Aku akan bertahan di sini.”

   kick off

 

            Seorang gadis yang menegankan skinny jeans hitam, kemeja  biru muda dibalut coat abu-abu berjalan mendekati ruang ganti pemain Suwon FC.  Dia memegang map dan berdiri di depan pintu ruang ganti.

            “Eunhwa-ssi?” tanya Lee Joon yang baru mau masuk ruangan karena bernarsis ria di lapangan.

            “Annyeong Lee Joon-ssi, kau bisa panggil Yoon Doojun-ssi?”

            Lee Joon pun masuk ke ruangan itu untuk ganti baju dan memanggil Doojun.

            Eunhwa menyandarkan punggung di dinding depan pintu.  Gadis yang rambutnya dikucir ekor kuda itu adalah asisten Public Relation Suwon FC. Dia melihat pintu terbuka dan matanya melotot melihat pemandangan di depannya. Dia melihat Yoon Doojun yang topless hanya mengenakan handuk putih yang menutup pinggang sampai lutut  berjalan ke arahnya. Namja itu mau ganti baju rupanya.

            Eunhwa menelan ludah melihat tubuh Doojun yang berotot itu basah oleh sisa keringat dan wajah namja itu juga masih mengkilap oleh embun keringatnya.

            “Wae?” tanya Doojun singkat.

            Eunhwa harus menguasai diri. Dia menyodorkan map. “Ini, untuk konferensi pers nanti.”

            Doojon menatap map berwarna biru itu dengan tatapan sinis lalu dia menatap Eunhwa. “Kau pikir aku orang tak berpendidikan yang tak mampu bicara baik saat konferensi pers?”

            “Ah, bukan begitu. Ini hanya pesan manager Park,” jelas Eunhwa.

            Doojun mengerutkan kening dan terkekeh kecil. “Katakan saja padanya, aku ambil skrip ini.” Doojun merebut map itu lalu melangkah meninggalkan Eunhwa, kembali masuk ke dalam ruang ganti.

            Eunhwa tegang karena khawatir Doojun tidak mengikuti arahan manager Park, PR Suwon FC yang berhalangan hadir saat ini.

   kick off

 

            Para pemain Suwon FC melakukan pesta kecil di sebuah pub di kawasan Yeouido, Seoul.  Trio DIJ : Doojun, In-guk dan Joon, dihampiri beberapa gadis seksi yang tampak seperti model. Mereka sengaja tebar pesona menggoda ketiganya, berharap ada yang mau menghabiskan malam bersama. Sayang sekali, Suwon’s Three Musketeers itu hanya senang bercanda bersama mereka. Ketiga namja itu tidak tertarik lebih jauh pada para model itu.

            “Oppa!” teriak seorang gadis yang tidak tampak seperti model. Dia segera menghampiri trio itu.

            “Hya! Apa yang kau lakukan?” bentak Doojun pada gadis manis bertubuh mungil  yang mengenakan blus motif bunga selutut dipadu coat putih itu.

            Gadis itu merangkul Doojun. “Pogoshippo, Dujuni Oppa!”

            Doojun mendorongnya. “Yoon Hyera, kau tidak boleh memelukku sembarangan, ara?”

            Hyera cuek. Dia duduk di antara Doojun dan In-guk. Dia menyapa Lee Joon dan Seo In-guk. Doojun berdiri dan menarik lengan Hyera.

            “Oppa, kita ke mana?” rengek Hyera yang ingin ngobrol lama dengan Seo In-guk.

            “Gadis di bawah umur sepertimu tak seharusnya berada di sini,” jawab Doojun tegas.

            “Aku sudah 23, Oppa.

            Doojun tidak peduli, dia menyeret Hyera keluar dari pub. Saat sampai di luar, Doojun baru ingat dia meninggalkan kunci mobil di meja pub. Dia menyuruh Hyera menunggu sebentar dan mau melangkah masuk.

            “Kau pulang bersamaku saja.”

            Doojun tidak jadi melangkah, dia malah kembali membalikan tubuh mendengar suara berat seorang pria. Doojun melihat seorang pria menghentikan langkah di samping adiknya. Namja umur 35 dengan tubuh atletis, tinggi, tampan tapi sangar.

            “Aku kemari bersama Seungwon Oppa,” jelas Hyera.

               kick off

 

            Tak lama kemudian, ketiga saudara itu berada di dalam mobil. Seungwon di kursi kemudi dan Doojun duduk di samping kanannnya, Hyera duduk di belakang. Doojun mengirim pesan pada Lee Joon agar membawa pulang mobilnya.

Hyung sudah menemui Eomma?” tanya Doojun penasaran. Setahu mereka, Cha Seungwon minggat ke Jerman karena bosan dengan ultimatum ibu mereka untuk segera menikah.

“Memangnya kau sendiri sering menemui Eomma?” Seungwon balik bertanya disambut tawa renyah Hyera.

Aissh!” umpat Doojun dengan senyum kecil.

Karena Seungwon minggat ke Jerman dan tinggal bersama kerabat ayah kandungnya enam tahun lalu, Doojun jadi sasaran omelan ibu mereka. Nyonya Song Ok-sook sibuk mengenalkan Doojun kepada anak gadis teman-temannya. Doojun pun memilih tinggal di Suwon, di asrama klub bersama para pemain lain. Dia menemui ibunya sesekali saja. Setelah Doojun pindah, Hyera jadi sasaran. Nyonya Song mengatur Hyera. Gadis tomboy itu harus berpenampilan feminim dan harus kuliah fashion. Kini nyonya Song berusaha mengenalkan Hyera kepada anak lelaki temannya.

   kick off

 

Aritaum Seonyu cafe, Yanghwa Bridge, Seoul

P5132785

Ketiga bersaudara itu duduk di dalam Ariteum Seonyu Cafe. Mereka duduk di meja pinggir jendela-jendela bulat agar bisa melihat panorama indah sungai Han seperti Seounyudo park dan jembatan Seongsan. Cafe bernuansa western itu berada di kawasan barat jembatan Yanghwa.

Oppa!” panggil Hyera pada Seungwon. “Permainan Doojun oppa keren kan?” tanyanya sambil menikmati white pecan.

Seungwon menyesap latte-nya lalu tersenyum kecil. Dia menatap Doojun sejenak. “Apanya yang keren? Selain jambulnya yang tahan 2x 45 menit itu. Hahaha!”

Doojun melirik tajam kakaknya yang tertawa bersama Hyera. Dia mengusap jambul model Tin Tin-nya.

“Aku penasaran dengan kepulangan Hyung yang tiba-tiba,” ungkap Doojun.

Cha Seungwon yang punya ayah seorang blesteran Korea-Jerman itu terkekeh. “Sebenarnya aku sudah tiba di Seoul sepekan lalu.”

            “Kenapa tidak pulang?” tanya Hyera.

Seungwon terkekeh. Belum saatnya dia mengatakan tujuannya pulang ke Seoul. Apalagi kepada Doojun. Adiknya itu bisa syok. Setelah puas berbincang dan melepas rindu, Hyera memaksa kedua oppa-nya ikut pulang ke rumah.

   kick off

 

“Oh, Seungwon-ah!” ungkap seorang pria sambil memeluk Cha Seungwoon yang jauh lebih tinggi darinya. Dia adalah tuan Yoon, ayah Doojun dan Hyera. “Bagaimana kabarmu?”

“Baik. Bagaimana Abeoji?” tanya Seungwon.

Tuan Yoon senang dengan kepulangan kedua anak lelakinya itu. Sejak menikahi Song Ok-sook, dia menyayangi Seungwon seperti anak kandungnya sendiri. Nyonya Song turun dari kamarnya di lantai atas dan memasuki living room tempat suaminya berkumpul dengan tiga anaknya.

Doojun dan Seungwoon sudah janjian, begitu melihat ibu mereka, keduanya akan memeluknya bersamaan.

Eommamama!” ungkap Doojun. [Panggilan ibu yang hanya diucapkan oleh anak ratu zaman kerajaan Joseon]

Madame, aku pulang!” ungkap Seungwon.

Nyonya Song mendorong kedua putranya dan menatap mereka tajam. Lalu dia beralih menatap Hyera yang duduk di sofa.

“Yoon Hyera, untuk apa kau membawa pulang dua oppa-mu yang tak berguna ini?” bentak nyonya Song disambut tawa semua orang.

   kick off

 

08.00 am KST

Seoul Hospital,

            Seorang gadis dengan coat putih khas seorang dokter berjalan cepat menyusul seorang dokter bertubuh subur.

            “Shin Seonsaeng!” panggil gadis itu.

            Pria gemuk itu menoleh dan tersenyum ramah,  Shin Donghee, seorang dokter muda yang sering dipanggil dokter Shindong.

            “Aku dengar Anda memundurkan diri dari rumah sakit,” ucap gadis itu sedih.

            Dokter Shin menepuk bahunya lembut. “Eunbi-ya, aku harus fokus pada pekerjaanku sebagai dokter  Paradise FC.”

            Gadis itu, Ji Eunbi, dokter magang yang sangat dekat dengan dokter Shin dan mereka sudah seperti saudara.

            “Tapi klub itu kan sudah bangkrut. Bahkan ditinggalkan investor dan beberapa pejabatnya.” Eunbi mengungkap informasi yang dia dengar lewat berita.

            Dokter Shin tersenyum. “Itu akan berakhir,” ungkapnya optimis. “Dan nanti, aku juga akan membawamu ke sana.”

            “Ye?” tanya Eunbi bingung.

   kick off

 

Five days later

            Media Korea sedang dikuasai sebuah headline, Paradise FC dibeli oleh miliyarder Jerman bernama Sven Schweiger dan pemilik sebelumnya  sedang menjalani proses hukum.  Lee Chaerin, perwakilan pemilik baru memimpin konferensi pers bersama manager baru yang akan melatih para pemain PFC, Cha Seungwon. Perempuan anggun itu mengenalkan profil Cha Seungwon. Pria bertampang dingin itu ternyata asisten pelatih timnas Jerman U-21, Rainer Adrion. Cha Seungwon mengatakan, dia diberikan kewenangan penuh untuk merombak tim dan membentuk squad baru.

            Yoon Doojun memasuki sebuah bar eksklusif. Dia berjalan cepat dan tak peduli lirikan beberapa wanita. Dia langsung menuju meja bar, tempat seorang pria duduk dan menikmati whisky. Cha Seungwon yang saat itu mengenakan kemeja putih dibalut coat hitam model konvensional ala Adolf Hitler dan blue jeans yang memberi kesan kasual. Sementara Doojun mengenakan T-shirt putih bercorak garis abstrak warna hitam dan jeans dipadu jaket adidas.

            “Apa Hyung sudah gila?” tanya Doojun begitu duduk di samping Seungwon lalu memesan wine.

            Seungwon terkekeh. “Aku lebih gila karena ingin membawamu dalam timku.”

            Doojun melongo sesaat lalu tertawa renyah. Si ganteng manly itu menatap Seungwon tidak percaya. “Hyung, ini K-League, bukan Premiere League. Apa uang  Schweiger itu dan tangan Hyung mampu merubah Paradise jadi tim bekelas?”

            Seungwon menyesap whisky-nya dengan tenang. “Tidak ada yang tidak mungkin. Chelsea dan Manchester City adalah bukti. Dan aku serius ingin membawamu ke dalam tim impianku.”

            Doojun tertawa lagi. “Maldo andwae!” ungkap Doojun. “Meskipun Hyung pelatih Bayern Munchen, aku tak mau berada di bawah bayang-bayangmu.”

            “Warum?” (kenapa) tanya Seungwon.

            Doojun berpikir sejenak, memahami pertanyaan dalam bahasa Jerman itu. “Karena Hyung seperti eomma, cukup feodal dan menakutkan. Hii!” Doojun merinding.

            “Dummer mensch!” umpat Seungwon pelan. (Pabo namja)

            Mwora?” tanya Doojun tidak mengerti.

               kick off

           

Seorang perempuan muda sedang memimpin latihan fisik di jogging track sungai Han di kompleks world cup park. Perempuan berambut pendek dan bertubuh langsing berisi itu bernama instruktur latihan fisik klub sepak bola putri di salah satu SMA di kota Seoul.

Saat duduk santai di bangku pinggir sungai sambil menunggu anak-anak finish, dia dihampiri dua orang pria berpakaian rapi.

            “Annyeong haseyo! Apa anda nona Lee Hyeshin mantan atlit sprinter nasional?” tanya pria yang tampak berumur 40+.

            “Ye?” tanya wanita itu.

            Pria itu memperlihatkan kartu pengenal. “Kami perwakilan Paradise Football Club.”

            Lee Hyeshin mendapat tawaran sebagai instruktur latihan fisik.

   kick off

 

            Official site Paradise FC sudah merilis daftar nama permain baru yang resmi bergabung dengan salah satu klub kota Seoul itu.

1.       Lee Howon, pemain sayap transfer dari Busan Ipark

2.       Lee Sungjong, striker muda timnas dari Daejoon Citizen

3.       Lee Sungyeol, midfielder  dari Gyeongnam FC

4.       Nam woohyun dari Ulsan Hyundai

5.       Lee Jongsuk yang sebelumnya berkarir di Hamburg SV, klub Bundesliga Jerman

6.       Ok Taecyeon, goal keeper  dari LA Galaxy, Amerika

7.       Nichkhun Horvejkul, pemain timnas Thailand, transfer dari FC Tokyo, Jepang

   kick off

 

Myungsoo sedang main bowling bersama Kim Sunggyu,  Jang Dongwoo dan Lee Sungyeol,  kawan baru mereka di Paradise FC. Mereka bergosip membicarakan pelatih baru yang tampak menyeramkan.

            “Bahkan dia menjual Cho Kyuhyun. Apa kita juga akan dilibas?” tanya Dongwoo yang memegang sekotak minuman fermentasi.

            Strike!

            Myungsoo tersenyum puas dan sekarang giliran Sunggyu. Myungsoo menoleh pada Dongwoo. “Hyung, tampaknya pelatih itu menyukai kita.”

            Dongwoo yang mengenakan celana jeans pendek dan T-shirt itu tertawa. “Oh ya, bukankah malam ini kau akan pergi ke pesta reuni SMA-mu?”

            Myungsoo memasukan kedua tangan ke dalam saku jaket putih motif birunya. “Masih sore. Santai saja.”

            Sunggyu yang bersiap menembak bola kedua ikut nimbrung. “Kau harus bersiap dari sekarang. Dandan yang keren. Jangan kalah dari Yoon Doojun.”

            “Aiiish,” umpat Myungsoo. “Kenapa Hyung menyebut nama itu?”

   kick off

 

08.00 PM KST, Shilla Hotel Seoul

hotel-shilla-ballroom.151

           

Kim Myungsoo keluar dari mobil. Namja bertinggi 180 cm itu tampak semakin tampan denganbalutan formal suit. Setelan celana dan jas hitam, kemeja putih dan bow tie yang sepadan.

            Dia berjalan tenang dengan lagaknya yang agak angkuh menuju ball room Shilla Hotel, tempat berlangsungnya pesta reuni lima angkatan SMA-nya.

            “Annyeong haseyo, Kim Myungsoo!”

            Myungsoo menoleh dan melihat seorang pria tampan yang punya sosok manly. Senior yang laing dia benci, Yoon Doojun yang datang bersama seorang perempuan. Myungsoo menatap sinis keduanya. Dia tahu senyuman Doojun itu adalah senyuman penuh hinaan.

            “Annyeong haseyo, Sunbae!” balas Myungsoo dengan cold smirk andalannya.

   kick off

 

To be continued

CASTS:

Paradise FC :

·         Cha Seungwon (Coach)

·         INFINITE : Kim Sunggyu (Captain), Kim Myungsoo, Jang Dongwoo, Lee Howon, Nam Woohyun, Lee Sungyeol, Lee Sungjong

·         2PM : Ok Taecyeon, Nichkhun Horvejkul

·         Lee Jongsuk, Lee Kwangsoo

·         Suju Shin Donghee (Kepala medis/Dokter Paradise FC)

·         Lee Chaerin (Pengacara Paradise FC) [OC]

Suwon Blue Wings (Suwon FC)

·         Beast : Yoon Doojun, Lee Gikwang

·         Suju Lee Hyukjae, Mblaq Lee Joon, Seo In-guk, etc

·         Ryu Eunhwa (Asisten PR Suwon FC) [OC]

Others :

·         Yoon Hyera (Doojoon’s and Seungwon’s sister) [OC]

·         Lee Hyeshin (Instructure of physical training)

·         Ji Eunbi (A young doctor)

·         Song Ok-sook (Seungwon’s, Doojun’s and Hyera’s mother)

Cameo : Suju Cho Kyuhyun

Advertisements

56 thoughts on “KICK OFF : Dream Team

  1. Yuhuuu…. Annyeong reader baru.. Eva imnida.. #kenalan dulu kekeke
    Keren banget… Nemu Fanficnya tentang bola walaupun sebenernya aku kurang ngerti hehe.. Bakal seru nih kayaknya, apalagi kalo baca terus sampe selesai.. Btw cast segitu banyaknya apa ngga pusing mikirin bagian cast per cast? Banyak banget tuh.. Gomawo udah buat ceritanya yang keren nambah wawasan juga..

  2. akh,,,,kau tau,,,tadinya kupikir,,,,ini akan meembosankan karna latar ceritanya tntang bola,,,,tapi,,,,,karna yg buat chelsea,,,aq pasti nyesel kalo gak baca,,,,jadi,,,,,,saya minta ijin buat obrak abrik di sini,,,,entar saya usahain buat ninggalin remah roti di setiap ff!!!!#bow

    1. Annyeong Arsyie.

      Kamsahamnida masih inget saya n udah berkunjung plus meninggalkan coretan 😉
      FF ini long series dan saya kolaborasi sama penulis lain n bkin sentuhan komedi di cerita ini.
      Happy reading.
      Part 5 ke sana pake kunci.

  3. woahh, ide ceritanya keren tentang sepak bola ^^
    omo itu eunhwa ngeliat dujoon ga pake baju *ciee
    mian ya eon, aku jarang main ke PF 😀

  4. baru pertama kali baca FF tentang sepak bola ^^, aku kira ceritanya bakalan ngebosenin 😀 , tapi ternyata malah bikin aku tambah penasaran dan suka sama ceritanya :), Cast lumayan banyak.

  5. Baru kli ini saya baca ff ttng sepak bola, susah jga sih ngafalin pemainnya 😀
    Tapi ceritanya menarik sekali, bahasanya mudah dimengerti trus pnggambarannya jga nyata banget gampang dibayangin 🙂
    Keren banget deh pokoknya 🙂
    Blm prnah saya nemuin ff sekeren ini 😉

  6. Tokohnya banyak yah,,,
    susah buat diingat.
    Mungkin part ini khusus pengenalan tokoh kali yah,,
    tapi dari yg aku baca mereka benar2 gambaran keluarga yg sempurna.

  7. Hello Chelsea author, I’m Jesh tata. I got the password from Christy Sue author an hour ago.

    You know what, the blues is my favorite team since i saw them at premier league on 2006 and i never read for once about football story whether at asia fanfic or other page.

    And congrats, you definetly success stole my heart, i love it! Although the cast isnt my bias, i enjoy it so much! so im startin to imagine the match is begin run, 22 players , with 2 couch on right side, then referee. Akh, then on half time i found its pretty weird, how madly myungsoo when doo joon made a trouble.

    Btw, author, how many part of kick off series that you make? Is it more like in different match or has been continued of this part?

    1. Hello Jest Tata
      Glad seeing you 🙂

      Welcome to our page

      Ah, it’s interesting meeting a fan of the Blues. I started loving them two years earlier than you 😉

      Writing a football story is our dream. It gives us many challenge.

      Thank you very much for reviewing this part. But I guess this story will be bored for its long series. It is written by many authors.
      Infinite, Beast and 2pm inspired us.
      btw, can tell me who is your bias?

      There’re 39 parts published and it soon ends, less than 45 parts.

      Hopefully you enjoy this blog.
      Have a good time

    1. Hai!
      Makasih udah baca dan meninggalkan komen.

      Tentang jumlah pemain/cast, ini karena dalam satu klub bola pasti banyak orangnya. Dan serial ini juga bisa dibilang panjang buat ukuran FF.
      Password bisa diminta di inbox. Maaf saya gak online PC jadi ga bisa masuk page.

  8. aq haruus bangeet ngikutin cerita nich ff abisnya kereen banget penggambarannya tuh jelas banget bikin yg baca jadi tau tempat atau apapun yg dianggak di ff ini

    mian baru coment thor 🙂

  9. kayaknya harus ngikutin ff ini. nggak boleh kelewat, ceritanya asyik.
    feelnya dapet. hadeuh, nggak tau mau comment apa. pokoknya enak bacanya, penggambarannya jelas.

  10. Ceritanya seru dan kaya real banget. Diksinya juga bagus eon, tapi tadi ada sedikit typo,, but over all, ceritanya tetep keren.

  11. penggambaran latarnya yg sangat jelas.. 🙂 aku jd bsa bayangin stiap kejadian2 di ff ini.. 😀
    ceritanya sangat jelas dan konfliknya jg lengkap bgt. pas baca ga nyadar aja trnyta udh TBC.. 😀
    lanjutkan eonni.. ga sbar nunggu klnjutannya.. 😀

  12. 언니, 늦어서 죄송합니다… *deep bow*

    Dan saya bingung harus komen apaan di sini hehehehe, semua sudah dikomentari. Yang pasti Chelsea Onnie emang paling jago deh kalau soal menggambarkan setting *sampe sekarang ngga pernah bisa huhuhuhu*

    Dan mudah-mudahan saja dengan adanya FF ini, saya bisa sedikit mengerti tentang dunia sepak boal, maklum saja Onnie, saya buta sekali ddengan dunia sepak bola, cuman tau Om Beckham ma Owen aja hahahaha *poor me*

    ps : Onnie, mati gaya bikin part Eunbi nie hiks T_T *Nana ngga dapet tendangan lagi dong, kan udah komen :p*

    1. Angkat badan Nana biar ga bungkuk 😛

      Annyeong, Dear 🙂

      Soal setting mah tinggal liat dan tulis.
      Beckham dan Owen itu mendunia banget era akhir abad 20
      Hehe…
      Saya malah buta Asian Football. Ngikutin Indonesia aja zaman Kurnia Sandi dan Widodo Cahyono Putro ㅎㅎㅎㅎㅎ
      Let’s learn together

      Jangan mati gaya. Just write your part, do your best
      Fighting!

      Tendangannya tidak disahkan wasit. Hehe

      Kamsahamnida

  13. Omo! It’s really daebakk, eonni ^^ Keren..keren 🙂

    Well, jujur aku suka nonton bola waktu SMP hehe.. dari dlu mpe sekarang masih tetep pegang Den Panzer hehe… Mesut Ozil….. arrrghhh *mulai menggila*

    Baca FF nie serasa nonton drama hihi.. penuh lika-liku & konflik.. Kasihan tuh jadi anak yang ibunya kayak Song Ok-Sook, anak ke-1 kabur gak mau dijodohin, eh ke anak ke-2, terus aja muter mpe anak ke-3 haha.. dasar ibu-ibu yee…

    Semua genre masuk nih da intrik politik Football Club mpe seisi-isinya *mang perut*, pertemanan mpe musuhan pula.. kalo berhubungan ma Korea gak jauh-jauh ma family..eits, gak lupa ma drama percintaannya juga kan? hehe…

    Pemilihan cast-nya keren. Karena Sica belum familiar, jadi harus ngafalin satu-satu haha.. PR banget dah..

    Ugh,, dah gak sabar nunggu kelanjutannya nih. Ok, eon jangan lama-lama.

    Keep writing!! ^^

    LOVE

    1. Annyeong Sica
      Danke udah datang kemari
      Wie? Özil?
      Wah saingan dong. Di Jerman Özil. Di Inggris punya Lampard. Belanda RVP #digeplak.
      Saya ga berat sebelah antara England-German. Soale suka sejak bocah. Kalo kadar sama Belanda setingkat di bawah mereka hehe (malah curcol)

      Iya ini cast dua klub plus others. Kebayang njlimetnya kaya gimana. Buat mengenali wajah, pelan2 aja. Kalo.saya pribadi sering menuliskan gimana penampakan fisik si tokoh meskipun FF.
      Buat setiap seri lanjutan, lebih fokus ke masalah individu.
      semua konflik kayanya ada. Hehe
      Mulai internal klub, external sama orang lain dan masalah pribadi. Haduh njlimet. Lebih luas daripada drama Heading to the Ground

      Thanks for reading, for reviewing. And we’re welcome if you interest to join the story

  14. Benar-benar nyata.
    Penulisan sangat rapi. Author memberi penanda berupa huruf “italic” untuk kalimat-kalimat asing jadi kami mengetahui mana kata-kata yang harus dicari tahu artinya. Dan itu juga secara tidak langsung memberikan pelajaran singkat kepada para pembaca tentang arti dari kata tersebut.
    Penambahan foto-foto untuk memperkuat jalannya cerita sangat menarik. Jadi kami bisa membayangkan tempat kejadian berlangsung.
    Semoga part selanjutnya lebih menghebohkan ~~~~

    1. Annyeong Khina 😉

      I’ve just tried hard buat nulis serapi mungkin meski virus typo tak luput 😦
      Soal cetak miring, emang udah gitu aturan nulis yg bener. Meski kadang aku sering kelewat atau format berubah setelah post.
      Kekekeke

      Soal terlihat nyata, aku rela FFku jadi panjang asalkan bisa dilihat, tak hanya dibaca 😉

      I’m happy…. Karena sedikit berhasil

      Kamsahamnida for RCL
      😀

      Don’t miss every story of Kick Off

  15. woaAaaa.. author daebakkkk banget deh soal bolanya.. penggambarannya juga kyaaaa sprti lagi ad d’lpngan bnerannnn.. Hehe.. Apalagi it’s first time aq baca FF yg brkaitan dngan si kulit bundar trus ad DJ oppanya pula.. Jdi pnasaran klanjutannya.. 😉

    Fighting Author..

    1. I said I’m a Hooligan, hehe.
      Dan saya buta sepakbola Asia 😥
      Semoga tidak mengecewakan

      FYI, motivasi nulis FF ini karena Doojun hobi nendang apapun kalo stress pengen maih bola tapi ga bisa. Hehe.
      Pusing punya suami gini. Hehe.

      Kamsahamnida udah baca dan komen 😉

  16. Eeaa~ Akhirnya rilis juga ..

    Meskipun panjang, tapi aku betah bacanya .. Eonni, ini masih pengenalan tokoh atau emang karena tokohnya banyak jadinya di bagi #bingung ..

    Tapi (y) (y) buat eonni ..

  17. Chelsea Lee emang hebat bs buat ff sekeren ini…Luv your imagination Gee <3<3
    this is Really amazing story I read ever!!!
    Di tunggu dgn sabar lanjutannya…
    kajja d lanjut …

  18. Daebak…wlw msh part awal tp konfliknya dh berasa bgt. wlw bkn cerita romance tp ga ngebosenin,seru menarik dan bikin penasaran!! suprise bgt pas Uri epil nungul,aku kira akan jd main cast eh ga taunya cm jd cameo. agak sedih jg pas Dongwoo blg uri epil d jual kyaaa Ahjussi tega sekali padahal kyu kn pgn bertahan d paradise fc.

    Ngebayangin para pria tampan bermain bola omo bikin senyum2 gaje. Aigoo L punya tendangan bebas ala beckham daebak!!!

    1. Annyeong Eonni 😉

      Kamsahamnida udah mampir.

      ㅎㅎㅎㅎ
      Soal Kyu kan ga akan ada lagi di Paradise jadi ditulis cameo. Mianhae. Sujunya masih ada Hyukjae sama Ndong.

      Karena kemampuan itu, ahjusshi suka L. Mestinya dy ya yg disebut K-Becks 😉
      Kalo DJ disebut K-Becks lebih ke penampilan.

      You’re welcome Eonni.
      Justru makasih banget ada Tiffosi yg mau baca.
      Berharap eonni kasih masukan soal bolanya 😉

  19. Kata pertama yang ingin ku teriakan adalah,

    “AMAZING!!!!!”

    Ceritanya bukan hanya sekedar cerita, tapi sangat mendetail, itulah eonni Chelsea yang selalu saya kagumi.

    Walaupun tumben-tumbenan, typo betebaran di mana-mana, typo itu wajar, kkkkkkkkkk
    #karna aku sendiri lebih sering typo :D:b

    Ayoo eonni, jangan lama2 lanjutannya.
    Aku udah berasa nonton pertandingan bola beneran niihh,,

    Hehe

      1. *keringet dingin*

        *ngumpet di balik punggung duo oppa*

        #ide udah numpuk tapi belom bisa menuangkannya

        *acak2 rambut Hoya and Seo In Guk oppa*

    1. Annyeong 😉

      Dibilang rumit enggak koq.
      Hehe justru dari kerangka2 yg dibuat Exclusive (authors) malah ada unsur komedi. Makanya ini genrenya segala masuk

      Percintaan pasti ada.

      Thanks for reviewing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s