First Time

first time

First Time

By ansicangel

Fluff, Romance | Drabble, Oneshot | PG-15

Cast :

Lee Sungjong (Infinite), Shin Gaeul (OC)

Other Cast :

Choi Seunghyun (TOP Big Bang), Nam Woohyun (Infinite)

Ѡ First Time Ѡ

Ѡ First Sight Ѡ

“Aku tak menyangka gadis seperti Shin Gaeul bergaul dengan Jang Dongwoo,” gumam Woohyun sarkatis.

Sungjong yang sedang membenahi kameranya, mau tak mau mendongakkan wajahnya untuk menatap sahabatnya. Ia dapat melihat jelas ada raut tak suka yang tercetak di wajah teman baiknya itu.

Waegurae?”

Woohyun membalas dengan cara menunjuk dengan dagunya. Sungjong pun mengikuti arah pandangnya. Alisnya bertaut ketika melihat seorang gadis cantik sedang berbicara dengan seorang pemuda -yang dapat dikatakan berbahaya di kampusnya- duduk di atas motor besarnya.

“Hmm, bukankah dia adalah laki-laki yang mengendarai motor secara kebut-kebutan dan juga sering sekali membuat ulah di kampus?” kata Sungjong memastikan.

Woohyun mengangguk.

“Lalu apa hubungannya dengan gadis yang bernama Shin Gaeul?”

Kali ini Woohyun menepuk keningnya keras, ia benar-benar lupa kalau sahabatnya itu adalah pemuda yang pemalu dan tertutup. Namun, ia benar-benar tak menyangka jika Sungjong sekuper itu.

Yakk! Jangan katakan kau tak tahu tentang Shin Gaeul?” bentak Woohyun tak percaya.

Sungjong mengerjapkan kedua matanya, tak mengerti. Woohyun mengetahui jelas apa jawaban Sungjong hanya dengan melihat sekilas dari wajahnya saja.

Aissh! Baiklah, kuberitahu. Dengarkan baik-baik. Shin Gaeul itu, teman satu jurusan dengan kita. Menurut kabar ia adalah anak mafia. Ia bahkan dikeluarkan dari asrama kampus karena berkelahi dengan kakak tingkat. Ada yang bilang ia pula kerap keluyuran keluar malam dari asrama tanpa izin. Hah! Yang penting ia juga berbahaya.” cerocos Woohyun.

“Kusarankan jangan dekat-dekat dengan orang seperti mereka, jika hidupmu ingin tenang, tentram, dan damai Sungjong-ah.” lanjutnya.

Sungjong melempar tatapan polos ke arah orang-orang yang menjadi buah bibir mereka barusan.

‘Apakah benar-benar berbahaya? Kasihan sekali mereka. Sepertinya aku harus berhati-hati’ pikir Sungjong.

 Ѡ First Chat Ѡ

Sungjong mengerjap kaget saat melihat seseorang yang berada dihadapannya kini. Shin Gaeul sedang berdiri menatapnya tajam.

JweoJweosonghamnida,” kata pemuda itu terbata-bata.

Lelaki itu sungguh menyesal mengapa kejadian itu dapat terjadi. Menyalahkan kecerobohannya sendiri karena tak berhati-hati. Gara-gara terburu-buru menuju kelasnya yang sebentar lagi akan dimulai, ia tak memperhatikan jalannya yang menyebabkan mereka berdua bertabrakan dan kertas-kertas yang mereka bawa berceceran di lantai.

Gaeul mendesah, “Berhati-hatilah,” ujarnya dingin lalu memungut kertas-kertasnya.

Sungjong pun segera mengambil kertas-kertas yang berisi tugasnya. Entah mengapa hatinya berdebar-debar takut saat berada di dekatnya.

“Ini milikmu,” kata Gaeul sembari memberikan beberapa lembar kertas yang dipegangnya pada Sungjong.

“Ah, ne. Gamsahamnida.” ucap Sungjong mencoba bersikap ramah.

Gaeul hanya mengangguk sekilas kemudian berlalu.

Pabbo! Kenapa aku tak melihat ke depan? Sial,” desisnya sambil menepuk kepalanya pelan.

Namun, sepertinya keberuntungan belum mau singgah di sisinya karena ternyata Gaeul berjalan menghampirinya. Jantung Sungjong berdegup kencang ketika mengetahuinya.

Eoh? Kenapa dia menghampiriku? Apakah aku telah berbuat salah padanya?’ tanyanya kalut dalam hati.

Gaeul memperhatikan wajah Sungjong dengan cermat dan ragu-ragu, membuat Sungjong salah tingkah.

“Namamu Lee Sungjong, ‘kan?” tanyanya memastikan sambil menatap Sungjong tajam.

Pemuda itu melongo tak percaya, “Dari mana kau mengetahui namaku?”

Gadis itu merogoh saku jaketnya.

“Ini kepunyaanmu, bukan?” katanya dengan menyerahkan sebuah pastel berwarna hitam yang bertuliskan ‘milik Lee Sungjong’ di bagian labelnya. Sedikit lucu.

“Dari mana kau menemukannya? Kukira benda ini hilang,” lagi-lagi Sungjong bertanya, kini dengan nada ingin tahu.

Ia teringat bagaimana bingungnya mesti mencari benda itu yang merupakan hadiah terakhir dari ayahnya sebelum meninggal.

“Tempo hari di ruang bahasa. Pastel itu tertinggal di mejamu,” ungkap Gaeul.

Ingatan Sungjong melayang pada tiga hari yang lalu. Ia datang terlambat memasuki kelas bahasa Inggris dan tak menyadari jika teman sebelahnya adalah Gaeul.

“Terima kasih banyak,” ucap Sungjong penuh suka-cita.

“Kembali,” balas Gaeul datar, “Berhati-hatilah. Jangan sampai terjatuh lagi. Itu pastel untuk sketsa ‘kan? Kulihat kau suka melukis,”

Sungjong mengangguk, tak menyangka. Ternyata gadis itu sangat perhatian. Usai berkata demikian gadis itu menghilang dari pandangannya.

“Ternyata dia orang yang baik,” bisik Sungjong.

Ѡ First Teamwork Ѡ

Sungjong menatap penampilannya di cermin, setidaknya seragam kerjanya cukup modis dan tidak tampak kuno. Mulai saat ini ia bekerja paruh waktu di sebuah café yang baru saja didirikan tak jauh dari kawasan kampusnya.

Sungjong hampir terjatuh saat menaiki tangga untuk membetulkan papan nama yang agak miring kala melihat sosok gadis yang ia kenal memasuki café tersebut. Gaeul berjalan dengan memamerkan senyumnya sementara matanya sibuk mengamati isi café.

Sungjong tertegun melihat sikapnya yang sangat berbeda di kampus, terkesan lebih ceria. Gaeul sedang bercengkerama secara kasual dengan pemilik café, Choi Seunghyun, menandakan mereka saling mengenal.

“Pertama kali bertemu denganmu di bar tempat kau bekerja sebelumnya, aku sangat tertarik padamu. Bukan hanya kau fasih berbicara dalam bahasa Perancis, tetapi juga racikan minumanmu. Sungguh nikmat,” puji Seunghyun pada Gaeul.

Jinjjayo? Gumawo,” kata Gaeul dengan tersenyum sinis.

“Maka dari itu, begitu mendengarmu dipecat karena bertindak heroik, berkelahi dengan beberapa pelanggan hanya untuk menolong temanmu yang dirayu, aku sangat senang sekali. Karena aku dapat mempekerjakan seorang bartender hebat sepertimu,” tutur Seunghyun panjang.

“Aku tak heran jika kau dapat mengetahui itu semua, Seunghyun-ssi.” sindir Gaeul.

Seunghyun menyunggingkan senyumannya, tak berniat membalas perkataan Gaeul.

“Baiklah, bersiap-siaplah dari sekarang. Café akan buka 4 jam lagi,” ujarnya lalu berjalan meninggalkan gadis itu.

Sungjong yang hanya memperhatikan mereka dari jauh menelan ludahnya dengan paksa. Well, sepertinya ia tidak dapat berjauh-jauhan dengan gadis itu sekarang. Kalau bisa ia ingin mengutuk. Menghadapinya di kelas bahasa saja sudah susah payah, apalagi kini mereka harus menjadi teman kerja. Oh God! Masih hangat di otaknya bagaimana ia ketakutan saat Gaeul mengembalikan pastelnya beberapa hari yang lalu.

“Oh, Sungjong-ssi.”

Sungjong dapat merasakan peluhnya mengalir di area punggungnya, memandang Gaeul menghampirinya.

“Kau juga bekerja di sini?” tanyanya dengan tatapan menilai penampilan pemuda itu.

Ye,” jawab Sungjong canggung.

Ia melihat Gaeul menganggukkan wajahnya, “Semoga kita dapat bekerja sama.”

“Ngomong-ngomong, seragamnya sangat cocok kau kenakan,” kata gadis itu datar sebelum beranjak.

Sungjong terpaku tak percaya mendengarnya. Tiba-tiba saja akal sehatnya tak berfungsi, jantungnya pun bertalu aneh, kali ini bukan berdebar takut. Dan ia tak tahu apa itu.

 

 Ѡ First Fact Ѡ

Omo! Jadi Gaeul digosipkan sebagai anak mafia, benar begitu?” tanya Seunghyun memastikan, tak menyangka apa yang baru saja di dengarnya dari mulut Sungjong.

Sungjong mengangguk risih. Wajahnya terasa panas sekarang. Ia tak habis pikir mengapa ia mau-maunya menuruti perintah bosnya untuk menceritakan sosok Gaeul di kampus. Ia tak bisa membedakan apakah dirinya termasuk orang yang bodoh atau terlalu polos. Seunghyun tertawa keras sementara Sungjong mengernyitkan dahinya heran.

Aigoo! Ternyata kau ini polos sekali, ya? Aku tak tahu ibumu mengidam apa saat mengandungmu. Benar-benar lucu,” ujar Seunghyun geli sambil memegang perutnya.

Aigoo! Kenapa aku mempunyai pegawai selugu kau. Ckck. Mungkin aku pun akan berpikiran sama seperti kau kalau tak mengenalnya” lanjutnya setelah menghentikan tawanya karena melihat Sungjong terdiam seperti anak kucing yang tersesat.

Ia berdehem, tak tega menggodanya lebih lanjut.

“Asal kau tahu, Shin Gaeul itu bukan anak mafia. Ayahnya orang Jepang dan ibunya orang Korea. Mereka tinggal di Yokohama saat ini dan merupakan pembisnis di bidang property yang terkenal. Ibunya adalah sepupu ayahku,”

“Oh, berarti kalian masih berhubungan saudara, pantas saja dekat sekali.” ujar Sungjong kaget bercampur lega.

Wae? Kau cemburu?” kata Seunghyun telak membuat Sungjong tersedak meminum soft drink-nya.

Aniyo,” elak Sungjong malu.

“Tak ada gunanya kau berbohong padaku, Sungjong-ah. Aku selalu memperhatikan kalian. Ah, dia memang dingin, sinis, dan cuek juga kadang-kadang omongannya sangat pedas, tetapi dia perhatian pada orang-orang terdekatnya. Namun, ia tak mau memperlihatkan perhatiannya. Benar-benar orang yang aneh,” kata Seunghyun panjang.

Sungjong membenarkan perkataan bosnya itu. Setelah berteman selama 3 bulan terakhir ini, ia mulai mengenal siapa sosok Gaeul sebenarnya.

“Tapi, kenapa saat kalian bertemu di sini, sikap kalian tak  mencerminkan sepasang saudara?” tanyanya ingin tahu.

Seunghyun tersenyum lebar, memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi, “Hm, bagaimana ya? Mungkin itu disebabkan sikap kami yang sama-sama tak perduli,”

Gaeul yang sedari tadi mengelap meja bar usai café tutup, hanya mendengar sebal karena mereka berdua duduk tak jauh darinya.

“Apa kalian pikir, aku ini bukan tipe orang yang bisa sakit hati?” sindirnya ketus sambil mencuci gelas.

“Mengesalkan!” umpatnya.

Yakk! Kau akan bertambah tua jika keningmu berkerut seperti itu, Gaeul-ah.” goda Seunghyun yang dibalas desisan gadis itu dan gelak tawa dari Sungjong.

Ѡ First Conflict Ѡ

“Bukankah mereka teman-temanmu?” tanya Gaeul dengan nada sangsi pada Sungjong.

Wae?” tanya Sungjong ingin tahu.

Ani. Hanya saja sikap mereka sama sekali tak memperlakukanmu selayaknya teman. Mereka sedang tidak berpura-pura tidak mengenalmu, bukan? Mereka tidak malu mempunyai seorang teman yang bekerja sebagai pelayan café, kan? Kulihat mobil mereka keluaran Benz, Rolls Royse terbaru, terbayang mereka adalah anak orang kaya.” ujar Gaeul sinis.

“Tetapi, yang kuherankan padamu mengapa kau sempat menghindari mereka pada awalnya? Atau jangan-jangan dirimu sendiri yang malu berhadapan dengan mereka? Sikap seperti itu sangat pengecut, menurutku.”

Sungjong mengakui teman-teman kuliahnya yang brengsek itu yang kini sedang duduk di salah satu sudut café tempat ia bekerja, bersikap acuh padanya. Jujur, ia membenci mereka karena tingkah mereka yang seenaknya dan sok berkuasa. Namun, entah mengapa kata-kata yang Gaeul sampaikan padanya terasa menyakitkan. Tepat di ulu hatinya.

Sungjong mengepalkan tangannya erat untuk melampiaskan kekesalannya. Tanpa sepatah kata pun Sungjong pergi meninggalkan gadis itu. Ia sungguh tak mengerti mengapa ia tak membalas kata-kata gadis itu. Mulutnya seakan terkunci rapat dan ia membenci hal itu.

“Apakah kalian ada masalah?” tanya Seunghyun pada sepupunya itu setelah beberapa hari mereka tak saling bicara.

“Sepertinya begitu,” sahut Gaeul cuek.

Yakk! Sepertinya begitu bagaimana? Apa yang terjadi?” kata Seunghyun penasaran.

“Mungkin dia tersinggung karena perkataanku tempo hari. Pasti begitu,” ujar Gaeul sambil membuatkan minuman.

“Hmm, kau pasti berkata yang membuatnya marah. Aku yakin itu,” kata Seunghyun sembari menyesap brandy-nya.

Gaeul mengangguk, “Kukira demikian,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu di ruang ganti.

“Apakah kau dan Gaeul bertengkar?” tanya Sunggyu, salah satu teman kerja Sungjong, saat mereka sedang berganti pakaian, “Kalau benar selesaikanlah secara baik-baik,”

“Aku hanya kesal pada diriku sendiri, Hyung.” desah Sungjong.

Ia merasa dirinya adalah lelaki payah dan pasif, sama sekali tak dapat mengambil keputusan cepat. Separuh hatinya membenarkan ucapan Gaeul, tetapi berbeda dengan sisanya. Ia merasa sakit hati. Apa benar ia sepengecut itu?

Sunggyu tersenyum tulus dan menepuk pundak Sungjong yang sudah dianggapnya seperti adiknya itu, memberinya semangat.

Ѡ First Sorry Ѡ

Sungjong mendengus ketika melihat Gaeul menuruni tangga kampus. Ia berpura-pura acuh dan mencoba bersikap wajar saat menaiki tangga. Dia berjalan terburu-buru, jelas ia ingin menghindari gadis itu. Namun, tiba-tiba kakinya tidak menginjak dasar tangga. Ia akan terjatuh.

Alih-alih merasakan sakit, Sungjong tak merasakan apa pun. Ia merasakan sebuah tangan mencengkeram lengannya erat. Sangat erat. Sungjong pun menelusuri tangan orang itu. Matanya terbelalak sempurna begitu melihat Gaeul yang menolongnya.

“Hampir saja. Kalau tidak kau pasti sudah terjatuh dan masuk rumah sakit,” ujar Gaeul dingin dengan nada sarkatis.

Jantung Sungjong berdegup dengan cepat dan nafasnya tersengal, tak percaya apa yang baru saja terjadi.

‘Hampir saja,’ katanya dalam hati.

Gwaenchanha?” tanya Gaeul membuat Sungjong sedikit tersentak.

Gwaenchanha,” jawab Sungjong ketus sambil berusaha melepaskan diri dari gadis itu.

Gaeul segera melepaskan genggamannya, “Oh, begitu. Syukurlah,” ujarnya.

Ia memandangi punggung pemuda itu menjauh. Ketika kakinya akan melangkah, ekor matanya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya. Tanpa pikir panjang, Gaeul mengambilnya. Ternyata itu adalah dua buah tiket menonton di bioskop untuk hari Minggu.

Gaeul mencoba untuk menahan tawanya saat melihat tampang Sungjong sedang kebingungan. Pemuda itu berkali-kali mengeluarkan isi tasnya ke meja sembari menggarukkan kepalanya dan dengan mengerucutkan bibirnya. Benar-benar mirip seperti bayi.

“Apakah kau mencari ini?” kata Gaeul datar sambil menyodorkan tiket yang ia temukan tadi.

Sungjong menatap kedua manik Gaeul dengan raut wajah yang tak terbaca, membuat Gaeul harus menahan jeritannya bagai seorang fans girl karena melihat wajah Sungjong yang sangat imut.

Ye. Gumawo.” ucap Sungjong,

Mianhae soal tempo hari. Ucapanku sangat pedas padamu,” sesal Gaeul.

“Aku juga minta maaf padamu, apalagi untuk hari ini. Aku agak emosional,” balas Sungjong.

Gaeul mengangguk, “Kita impas sekarang.”

Sungjong pun mengangguk, “Tetapi, memang ucapanmu sangat pedas, membuat bulu kudukku merinding.”

Gaeul tertawa lepas mendengarnya, “Oh, jadi kau mulai berani rupanya. Tak malu-malu lagi,”

Sungjong mengatupkan bibirnya, “Aku tak ingin menjadi orang pengecut lagi.”

Gaeul tertegun sejenak kemudian mengangguk dengan bibir melengkung sempurna.

Ѡ First Date Ѡ

Sungjong berjalan mondar-mandir di depan gedung bioskop menunggu kedatangan Gaeul. Arlojinya sudah menunjukkan pukul 1 siang, tetapi gadis itu tak kunjung datang. 10 menit lagi film yang akan mereka tonton akan segera dimulai. Ia pun semakin cemas.

Dua tiket menonton yang ia dapat secara cuma-cuma karena memenangkan sebuah quiz, ia putuskan untuk memberinya sebuah untuk gadis itu. Awalnya Gaeul sempat menolaknya, tetapi atas paksaan Sungjong, Gaeul menerimanya.

“Maaf, jika membuatmu menunggu lama.” kata Gaeul tiba-tiba membuat Sungjong tersentak.

“Dan maaf telah mengagetkanmu,” lanjutnya dengan senyum jahilnya yang jarang ditunjukkan pada siapa pun.

Sungjong terpaku memandangi mimik wajah gadis yang sebelumnya dianggapnya kaku itu, kini terlihat manusiawi.

“Mau sampai kapan kau terus berdiri di situ? Kau tak ingin masuk? Lima menit lagi filmnya akan segera diputar,” ujar gadis itu membuat lamunan Sungjong buyar.

Detik kemudian Sungjong menarik tangan Gaeul memasuki bioskop, membuat Gaeul sedikit terperangah.

Mereka berjalan menelusuri taman sambil memakan es krim selesai menonton film. Sesekali Sungjong melirik ke arah gadis yang menurutnya hari ini berpenampilan agak girly ketimbang biasanya yang lebih cenderung tomboy dan cuek.

“Bukan berarti ini kencan ‘kan?” seloroh Gaeul tanpa tedeng aling-aling, membuat Sungjong terbatuk pelan.

Aniyo,” sahut pemuda itu cepat, “Kenapa kau berpikiran seperti itu?”

“Aku hanya sedikit merasa ini seperti kencan. Menonton film, berjalan-jalan, makan es krim…”

“Hm, kau bilang sedikit. Wae?” potong Sungjong ingin tahu.

“Biasanya orang yang berkencan akan berbelanja, bermain di wahana hiburan, bahkan makan malam bersama,” jawab Gaeul.

“Oh, begitu ya. Ne, kajja!” ajak Sungjong sambil mengamit tangan Gaeul.

Yakk! Kita mau pergi kemana?” tanya Gaeul syok karena kaget.

“Seperti kau bilang tadi. Ayo kita kencan!” kata Sungjong ceria sembari membawa gadis itu berlari bersamanya.

 

Ѡ First Love Ѡ

Gaeul mengerling ke arah pemuda yang sedari tadi berjalan beriringan bersamanya. Sesekali ia menyeringai melihat tampang Sungjong yang cemberut.

“Ada apa denganmu? Kenapa bermuram durja?” tanyanya sok berpuitis.

“Itu karena namja-namja lain mendekatimu,” sahut Sungjong cepat.

Pasalnya beberapa pelanggan dan seorang pegawai baru tampak berusaha merayu gadis itu, membuat hatinya mendidih.

Wae?”

“Aku tak suka,” jawab Sungjong ketus.

“Kau cemburu?” kejar gadis itu lagi.

Ne. Wae?” ujar Sungjong dengan nada meninggi.

Gaeul tertawa, “Ada apa denganmu? Kau menyukaiku?”

Ia menghentikan langkahnya ketika mengetahui Sungjong terdiam.

“Sungjong-ah,” panggilnya.

“Aku tidak menyukaimu.” ujar pemuda itu membuat Gaeul tersentak.

Arraseo,” kata Gaeul kemudian dengan senyum miringnya.

Hening.

Sungjong menghelakan nafasnya panjang.

“Aku benar-benar membencimu karena dirimu membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya. Aku membencimu karena kau telah membuatku berantakan, membuat pikiranku kacau balau, bahkan setiap malam kau hadir di mimpi-mimpiku. Sangat menyebalkan. Tak tahukah kau, dirimu membuatku sesak, merasa sangat kerdil?” tutur Sungjong panjang.

“Aku bahkan tak tahu kapan aku mencintaimu. Aku memang pria bodoh. Menyatakan cinta di tengah jalan, tanpa bunga. Sungguh tak romantis,” lanjutnya.

Gaeul tergelak.

Yakk! Kau bahkan menertawakanku,” bentak Sungjong kesal bercampur malu.

Gaeul menatap lelaki itu dalam-dalam, tersenyum simpul. Ia dapat merasakan pipinya memanas.

“Aku sama sekali tak memerlukan bunga, tempat mewah atau apa pun itu. Bagiku sosok Lee Sungjong yang polos dan pemalu sudah cukup. Aku tak ingin apa-apa lagi,” kata Gaeul tulus.

Nado saranghae, Sungjong-ah.” lanjutnya sambil tersenyum manis.

Sungjong menatap Gaeul dengan mata melebar. Ia benar-benar tak percaya apa yang baru saja di dengarnya. Gadis itu baru saja menerima cintanya. Ia tak bertepuk sebelah tangan ‘kan? Ia bertambah yakin ketika melihat Gaeul mengangguk kepadanya.

Dunianya terasa lengkap sekarang. Dengan tiba-tiba ia merengkuh tubuh gadis itu, memeluknya erat, menggendongnya dan memutar-mutar tubuh mereka. Tak ia hiraukan pandangan orang-orang yang berjalan melewati mereka.

Sungjong tak ingin melupakan malam ini. Sungguh.

 

Ѡ First Kiss Ѡ

Sungjong melirik Gaeul yang duduk di sampingnya yang tengah memejamkan kedua matanya, menghirup aroma bunga sakura yang sedang bermekaran. Pemuda itu tersenyum. Hubungannya dengan Gaeul sudah berjalan hampir 6 bulan.

Ia tersenyum geli ketika mengingat teman-teman kampus mereka tekejut mengetahui hubungan mereka, terlebih Woohyun yang tak menyukai Gaeul. Namun, toh ia tak mempermasalahkannya.

Sungjong mengernyitkan keningnya ketika melihat Gaeul sedang serius mendengarkan MP3yang ia dengarkan melalui headset-nya.

“Apa yang sedang kau dengar, Gaeul-ah?” tanyanya sembari mengambil satu headset yang terpasang di telinga Gaeul dan memasangkannya sendiri di telinganya. Alisnya bertaut heran manakala ia tak mendengar suara apa pun.

“Kau tak sedang mendengar lagu apa-apa?” tanyanya lagi bingung.

“Aku sedang mendengar angin berhembus,” jawab Gaeul tenang lalu menirukan suara angin, “Lalu aku juga mendengar suara gesekan dahan-dahan pohon. Apa kau juga mendengarnya?”

“Hu um,” Sungjong mengangguk.

“Aku rasa mereka sedang berbicara,” ujar Gaeul sambil menyipitkan kedua matanya.

“Berbicara?”

“Mereka sedang berbicara tentang kita. Mana ada pasangan datang ke taman pohon sakura tengah malam begini?” sungut Gaeul kesal.

Sungjong terdiam lalu tersenyum kaku, “Oh, aku hanya ingin kita berdua saja di sini, sama sekali tak terganggu dengan orang lain. Bukankah ini romantis?”

“Cih!” desis Gaeul lalu tersenyum

Kemudian tiba-tiba angin bertiup lumayan kencang, membuat bunga-bunga sakura jatuh berguguran. Indah. Mereka memandang takjub. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Sungjong untuk memotret. Mereka pun mulai mengambil posisi, berfoto serta tertawa bersama.

Gaeul melihat sebuah bunga sakura jatuh di rambut Sungjong yang legam. Dengan diam-diam ia merogoh ponselnya dari dalam tasnya dan memotret pemuda itu tanpa sepengetahuan Sungjong.

Neomu kyeopta!” jerit Gaeul.

Yakk! Apa yang kau lakukan?” kata Sungjong kaget.

“Memotretmu,” jawab Gaeul cuek.

“Hapus!” teriak Sungjong tersipu.

Andwae!” tolak Gaeul lalu segera memasukkan ponselnya ke dalam tas.

“Aku hanya ingin membuktikan diri bahwa aku mempunyai seorang namja chingu yang amat manis,” ungkapnya.

Wajah Sungjong merona, “Aishh!”

Omo! Nae Sungjong benar-benar manis, ne?” goda Gaeul sambil memegang kedua sisi kepala pemuda itu.

Gadis itu menciumnya tepat di bibir Sungjong karena tak tahan melihat wajah pacarnya yang sangat imut itu. Sementara itu jantung Sungjong berdegup cepat, tak menyangka Gaeul akan menciumnya. Biasanya ia yang akan menciumnya terlebih dahulu. Kini, entah mengapa gadis itu berinisiatif menciumnya terlebih dahulu untuk yang pertama kalinya.

“Lain kali aku akan sering membawamu kemari supaya kau menciumku lagi,” balas Sungjong menggoda usai ciuman mereka.

Gaeul memukul pundak Sungjong pelan sambil menggigit bibir bawahnya. Semburat merah mewarnai pipinya.

Yakk! Kau itu… hmmp…”

Sungjong mengunci bibir Gaeul dengan bibirnya. Melumatnya dengan penuh perasaan hingga batas kehidupan memisahkannya.

___FIN___

Aloha!! Well, setelah dua hari ngebut bikin FF nie, terciptalah FF gaje ini.. Sebenernya bingung mau nulis apaan. Pas ngeliat MV ‘Man in Love’ and ngeliat Sungjong yang unyu-unyu, kepikiranlah bikin beginian hehe… Semoga kalian suka ma yang aku tulis ini.. Btw, salam kenal semua ^^

So, berkenankah kalian meninggalkan jejak di sini ^^

Advertisements

About ansicangel

I'm extraordinary girl. Like listening music, reading, and watching movie. Cassie, ELF_Cloud&Angel_ Inspirit 송눈아..^^

27 thoughts on “First Time

  1. daebak! 😀
    aku suka banget ceritanya thor konyol, sweer dan kereeen deh..

    Ne~ sungjong emang unyu banget disitu,.. Lebih unyu dari kucingnya Xd

    Ditunggu ne FF selanjutnya 🙂

    1. Annyeong ^^

      Hahaha.. Sungjong mang unyu banget hihi.. betul sekali anda.. saya setuju kalo dia lebih imut dari kucingnya LOL

      Thank you for reading and giving the review 🙂
      Jeongmal gamsahamnida ^^
      *deep bow*

      LOVE

  2. man in love..^^
    jalan cerita yg jelas dan sangat manis.. 🙂
    aku suka cara author menggambarkan sosok sungjong.. 😀
    magnae yg satu ini emank polos2 gmn gtu.. 😀
    pas baca ini jd senyum2 gaje.. hahaha

    1. Annyeong, Thilma ^^

      Man in Love mang keren 🙂

      Wajah Sungjong mang polos and unyu2 gitu..haha..
      Tolong, jangan panggil saya author dunk.. agak gimana gitu hehe… panggil aja Sica..^^

      Thank you for reading and giving the review ^^
      Jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

  3. man in love.. ^^
    ceritanya simple, jelas, dan sangat manis.. 🙂
    suka bgt cara author menggambarkan sosok sungjong disini.. 😀 hehehe
    magnae satu ini emank polos2 gmn gtu.. 😀

  4. hmm, karena harus timbal balik, jadi saya harus komen TT-TT #pengruhuhsiksaan *ditimpuk*

    beneran ini komennya, kumpulan drabble ini keren loh, feelnya kerasa, walaupun ini buatnya ngebut 😀 kkkkkkk~ xp
    walaupun sudah sering baca di folder pribadi, tapi tak apa 😀

    kali-kali buatkan aku sama woohyun atau sunggyu dong 😛

    gitu aja, keep writing!! ^^9

    1. Haha..Oh, begitu yaa mentang-mentang yee.. Gayanya aduuh..*geleng2 kepala*

      Kebiasaan yang tak bisa dihilangkan ckck..*bukannya sendiri yang nyuruh baca, yaa* #plakk

      Haha… yang jadi Inspirit dadakan ikut2an aja ckck, mana minta buatin mereka lagi haduuh PR dah *geplak Sica*
      Sabar, nunggu ide datang dlu, yaa hohoho *ketawa sadis*

      Thank you so much my lil sist atas RCL-nya 🙂

      LOVE

    1. Annyeong Ryu-ssi ^^

      Haha, ternyata kita sama2 cinta ma magnae satu ini.. *high five bareng*

      Thank you for reading and giving the review 🙂
      Jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

  5. Sica….

    Akhirnya muncul juga FF pertamanya di blog ini, FF ini bener-bener deh bikin senyum-senyum pas bacanya, kebayang gimana Sungjong yang manis dapet first kiss dan itu cewenya duluan yang nyium hehehehehhe

    Well, aku nunggu FF selanjutnya deh

    *mian lagi ngga bisa banyak-banyak komen, otak lagi penat banget hehehehehe*

    1. Nana Eonni…

      Yup, muncul Eon walau telat dikit hehe,, ^^V

      Karena Sungjong manis, imut, unyu2 Sica bkin yang manis-manis ja FF kali ini *mang permen* haha… Abis gak tahan ngeliat yang imut2, ceweknya ja yang dluan nyium hoho #yadong

      Sebenernya ngebuat FF ini Sica rada stak, eonni..huhu WB mulai menyerang euy.. *curcol*

      *Hahaha it’s oke kok, eon.. baru kelar kuliah, ya mpe penat banget*

      Thank you eonni dah mau baca n ninggalin review ^^
      *deep bow*

      LOVE

  6. Hwalaaaah Sica
    It’s your first FF here

    So cuuuteee
    My little brother Sungjongi
    Bener2 kerasa suasana Man in Love

    Well, andai adikku ini first kissnya semanis ini, dia akan senang. Meskipun di FF ini atau real sama2 dicuri.
    dalam real, ada cwek yg dy kenal, curi first kiss 😥
    Sungjong dorong dy
    Gue jambak tuh cwek. Kalo Sungjongi dorong, dy ga suka
    ㅎㅎㅎㅎㅎㅎ

    1. Gee Eonni…

      Hahaha.. Yes, Eonni. Sedikit telat posting dari hari yang ditentukan hehe.. 😀

      Gara2 FF Eonni ‘Man in Love’ Sica penasaran ma mereka dan sekarang jadi Inspirit dadakan wkwkwk… terutama Sungjong, Hoya ma Sungyeol hoho..

      o.O ternyata uri Sungjong pernah dicuri kisseu-nya weleh2.. beruntung banget yang bisa nyium, pengeeeen *digeplak Eonni*

      Thank you Eonni for reading and giving the review
      Jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

      1. Hadeuh ternyata naksir si jangkung bibir merah pula *tunjuk bibir Sungyeol* :-*
        Itu bibir juga menggoda Nana 😉

        Ngomong2 soal FFku Man in Love, ga nyangka lama banget nangkring di most read 😉 meski SR tetep dominasi. hehe

        Welcome to Inspirit world.

        Semoga mereka bisa menginspirasi Sica. 😉

        1. Haha.. ya, Eon itu bibirnya seksi gimana gitu hihihi… Jadi pengen xxx *Stop! mulai kumat* wkwkwk

          Ya, tu masih setia nangkring disana haha.. Ya, wajarlah Eon tu FF mang kece jadi masih bnyak dibaca biarpun SR mang merajalela.. 🙂

          Thank you, Eon.. Mereka dah mulai memberi inspirasi, tu juga karena Eonni ^^
          Sekarang malah ada yang minta buatin hehehe.. 😉

  7. So sweet bgt…
    suka bgt karakter Sungjong yg polos dan pemalu berbanding terbalik dgn Gaeul.
    Baca ff ini bkn aku ngebayangin trus wajah cute Sungjong aih aih
    scene kisseunya bikin senyum2 gaje
    selamat buat author yg dh bs memberikan perasaan berbunga-bunga buat aku setelah baca ff ini..brasa muda lagi kkkkkk

    1. Annyeong, Aida Eonni ^^ Salam kenal, ne 😉
      Sica imnida ^^

      Saya mang sengaja gambarin Sungjong ma Gaeul bagai langit dan bumi hehe.. sebenernya idenya sendiri dah saya godok pas masih kuliah dlu *berasa gak muda lagi*, cuma baru sekarang ada kesempatan *curcol* wkwk…

      Waduh, asalkan jangan senyam-senyum sendirian Eonni hehe.. Saya masih perlu banyak belajar kok.

      Thank you Eonni dah mau baca and ninggalin RCL.
      Jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

  8. Ini ceritanya keren banget ..
    Drabble yang so sweet banget ..

    Man in Love emang banyak inspirasinya ..

    #Jadi pengen bikin yang bagian Dong Woo ..

    1. Annyeong, Iswinda-ssi ^^

      Man in Love mang banyak inspirasinya keke… wajahnya keliatan unyu-unyu semua, bikin hati klepek-klepek hehe…

      Thank you for reading and giving the review
      jeongmal gamsahamnida
      *deep bow*

      LOVE

    1. Annyeong Rinie-ssi ^^

      Haha.. yup, yang kisseu disitu Gaeul duluan, jadinya dikasih judul-nya ‘First Kiss’ hehe.. kan biasanya Sungjong yang nyomot duluan *bahasa apaa tuh*

      Well, thank you for reading and giving your review ^^
      Jeongmal gamsahmnida 🙂

      LOVE

        1. Aku juga baru jadi Inspirit dadakan hoho… gara2 penasaran karena para eonnideul disini ada yang penggemar mereka wkwk *curcol*

          Oh, untuk Sungjong, my lovely ‘lil brother, yang paling cantik, unyu2, yang nemu kado isinya kucing hehe..
          Well, silakan lihat and perhatikan bagaimana unyu2nya uri Seungjong ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s