The Fact

The Fact Poster_1Edit

THE FACT

Author : Miss Sunshine
Cast. : Jang Hyunseung (B2ST)
Jung Hye Raa (OC)
Genre : Mellow Romance
Rate. : General

Aku masih mengayunkan langkahku di sekitar Hoegi Station. Melangkah dengan tapak-tapak berat di kakiku. Mataku tak henti memandang sebuah kursi berwarna putih di stasiun ini.

~~

Aku melihat seorang namja tampan celingak-celinguk tak jelas. Sebentar-sebentar dia mengeser duduknya. Beberapa menit kemudian wajahnya menunduk melihat jam tangan silver yang melingkar di pergelangan tangannya. Raut wajahnya tampak tak tenang.

“Elmo mencemaskanku?” kulihat seorang gadis manis dengan pita kecil putih di poninya tiba-tiba menjejeri namja itu dan duduk di sampingnya sambil tersenyum jahil. Namja itu mendengus kesal dan memalingkan wajahnya sekilas.
Namja yang mengenakan white jacket dengan t-shirt senada itu berdiri dan melangkah meninggalkan gadis itu tanpa menoleh lagi.

Yaa! Elmo! Are you angry?” gadis manis yang membawa sebuah boneka berwarna merah di tangannya itu membuntutinya.

~~

Aku tersenyum melihat kejadian di masa lalu itu. Ada getar sakit di dada ini. Namun, aku berusaha menangkisnya dan menghibur diriku sendiri.

Kenyataan memang kadang tak seindah mimpi. Bisikku dalam hati kecilku.

~~

Aku sampai di tempat yang kutuju. Kyunghee University. Salah satu universitas bergengsi di Asia Timur ini membawa banyak kenangan yang mungkin tak mampu kuingat seluruhnya.

Sebuah sekolah yang terkenal dengan bangunan tuanya yang megah serta pemandangan indah dari pohon cherry yang mengagumkan mata. Aku memandang sekeliling. Sekali lagi mataku terpaku pada sosok namja itu.

~~

Dia bersandar di dekat terowongan. Beberapa kelopak cherry yang menghiasi musim semi itu mulai terjatuh.

Yaa! Elmo! Kau di sini lagi.”

Gadis itu lagi. Aku menatapnya tak bisa menyembunyikan tawa kecilku memandang tingkah aegyonya.

“Apa urusanmu?” ujar namja yang melipatkan kedua tangannya di dadanya itu dengan datar.

“Bisakah kau lebih manis pada Hoobae-mu ini?” gadis yang masih membawa boneka Elmo itu memanyunkan bibirnya sekilas. Aku tersenyum melihat ekspresi wajah itu.

“Panggil aku Oppa, maka kau akan dapatkan porsimu sebagai… Ehm…” Namja itu menaikan sedikit alisnya dan meletakkan jari telunjuknya di bibir.

“Sebagai apa? Yeodongsaeng? Nde, Oppa aku mau,” mata gadis itu berbinar terang. Kilauan kristal bening pun mungkin tak akan sanggup menyamai tatapan mata yang begitu murni itu.

Namja itu menghentakkan kakinya kesal. Wajahnya bersungut. Dia langsung berbalik dan melangkah pergi meninggalkan gadis yang kini tampak bingung itu tanpa sepatah katapun.

“Elmo Oppa! Where are you going?” gadis itu kembali mengikutinya.

Lagi-lagi aku tersenyum kecil dibalik pikiranku yang lain.

~~

Aku berdiri di bawah sebuah pohon cherry. Keindahan bunga berwarna putih bersemu pink ini selalu menggoda indra penglihatanku. Hingga rasanya enggan untuk mengalihkan perhatianku pada yang lain.

“Elmo Oppa! Tunggu aku! Kau belum sarapan tadi! Aku sudah buatkan Bibimbap spesial untukmu,” gadis itu menyodorkan sekotak makanan pada namja yang tampak tak menghiraukannya.

Oppa makanlan sedikit. Nanti kau sakit kalau tidak makan,” gadis itu terus merajuk manja tak menyerah.

“Apa pedulimu! Pergilah dan temui namja babo yang kau panggil Master Prince itu!” Namja itu menekuk wajahnya sekilas. Dia menghela nafasnya berat dan menghembuskannya seperti menahan amarah.

Aku tersenyum dan tanpa sadar pipiku menghangat karena setitik bening air mulai menetes dari pelupuk mataku yang kini mungkin sudah sangat sayu ini.

~~

Aku melangkah perlahan meninggalkan sedikit gambaran memori itu dan berusaha menahan rasa pedih di hatiku. Kuusap butiran bening ini dan kukerjapkan kelopak mataku perlahan.

Hembusan angin musim semi perlahan membuat helaian rambut hitam kecoklatanku melayang pelan.

~~

Aku menghentikan langkahku di dekat parkiran sekolah ini. Kulihat seorang namja dengan blazer hitam selututnya turun dari sebuah mobil bertipe Audy R8 Spider silver. Namja itu melepaskan kacamata yang dikenakannya dan menatap sekeliling dengan pandangan yang penuh arti. Bola matanya yang mengitari setiap sisi tempat ini seolah menyuguhkan untaian-untaian kenangan lama yang ingin diulang kembali.

~~

Aku tersenyum bahagia melihatnya datang hari ini. Sore ini, 17 April 2013 setelah satu tahun aku menunggunya. Akhirnya aku bisa melihat wajah tampan yang selalu menggetarkan hatiku itu.

Dia tersenyum dan memandang ke arahku berdiri. Aku tersenyum dan kulangkahkan kakiku dengan sangat hati-hati. Berharap dia tak pernah melupakanku. Tak pernah melupakan gadis yang selama ini menyayanginya dan menunggunya dengan sepenuh hati.

~~

Kami semakin dekat. Dan kini, hanya tinggal selangkah saja tubuh kami akan bertemu di satu titik tanpa penghalang.

“Elmo Oppa,” panggilku lirih.

Tapi ada yang sedikit aneh dari raut wajahnya. Senyum yang sejak tadi mengembang seolah sirna bersamaan terpaan angin yang tiba-tiba berhembus tenang.

~~

[Hyunseung pov.]

Aku memandang sekeliling tempat ini. Kurasakan getaran hangat menjalar di seluruh tubuhku. Sosok cantik dengan binar mata bening seorang yeoja yang selama setahun ini kurindui seperti sedang tersenyum menyapaku lagi. Aku tersenyum dengan hati tak menentu. Injakan kakiku sedikit goyah saat satu hal kusadari.

~~

Aku duduk di atas rerumputan hijau di bawah sebuah pohon cherry yang sudah menampakan bunga-bunga indahnya.

Kubuka sebuah kertas lusuh yang sedari tadi kusimpan di dalam saku blazerku ini.

~the latter~

To: Nae Elmo Oppa

Oppa. Jika kita berpisah nanti, kuharap Oppa tak melupakanku. Aku ingin sekali mengganggumu seperti biasa lagi. Mengikutimu saat kau sedang tak ada teman. Menggodamu saat sedang marah. Membawakan makanan saat kau tak sarapan pagi. Atau mengerjaimu saat kau merasa kesepian. Agh, Oppa. Bisakah kita bertemu lagi di lain waktu. Jika bisa, kuharap 17 April tahun yang akan datang kau bersedia mengunjungi universitas kita. Ada yang ingin kukatakan padamu.

By: Hye Raa

~~

Aku masih menggenggam surat lusuh ini. Bercak darah akibat kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu, masih tampak jelas walau warnanya sudah sedikit memudar. Pandanganku sedikit kabur di antara tulisan-tulisan yang kubaca.

Kuraih sebuah kotak putih kecil dari sakuku.

Bayangan wajah manis dengan bibir mungil yang selalu membuatku tak tahan ingin memberinya kecupan itu hadir kembali.

Kubuka kotak di tanganku dan kupandangi sebuah cincin sederhana dengan ukiran namaku ini.

“Kau melanggar janjimu sendiri gadis bodoh!” umpatku lirih dalam hati.

Kututup kotak itu lagi. Kuhela nafasku berat.
Aku memberanikan diri menatap langit yang selalu memantulkan senyuman menawan gadis yang diam-diam selalu terbayang di otakku.

Saranghanta, Hye Raa-ya

~~Hyunseung pov.end~~
Aku terperangah mendengar kalimat itu keluar dari bibir tipisnya yang tampak manis itu.
Aku duduk di sisinya,tak bisa kualihkan mataku pada hal yang lain. Namun kini, aku mulai menyadari. Ragaku tak bisa lagi bersamanya. Tak mampu lagi menyentuhnya. Tak sanggup lagi membelainya.

Butiran bening menggenang di pipiku. Kutatap wajah sedih itu lekat-lekat. Matanya sedikit memerah, seakan menahan tangis yang tak sanggup untuk dia tumpahkan.

Mianhae, Oppa. Nado saranghae,” bisikku lirih. Angin musim semi menerbangkan segala anganku tentangnya.

Bagaimanapun juga. Kenyataan kadang memang tak seindah mimpi dan harapan kita.

Hanya satu pintaku pada Tuhan. Kuharap, Tuhan mempertemukan dan menyatukan hati kami di waktu yang lain.

♫ ♬ ♪ ♩ ♪ ♫ ♬ ♪ ♩ ♪
niga itda eobseu nikka
sumeul swil su eobseo
gyeote eobseu nikka meomul sudo eobseo
naneun jugeo ganeunde neoneun
jigeum eobtneunde
eobtneunde eobtneunde
♫ ♬ ♪ ♩ ♪ ♫ ♬ ♪ ♩ ♪

Because you were here
but not anymore, I can’t breathe
Because you’re not next to me,
I can’t linger around you anymore
I am dying but right now,
you’re not here, not here, not here
♫ ♬ ♪ ♩ ♪ ♫ ♬ ♪ ♩ ♪

[OST.closing_Sistar19_Gone Not Around Any Longer]

~END~
Iseng-iseng pengen bikin ff pendek disaat WB kayak gini. Jadinya kayak gini dehh,,haha!!gaje banget!!

NOTE :

Sebelumnya ff ini juga sudah pernah di post di wattpad pribadi. Tapi di sini dengan sedikit perubahan.

Kritik dan saran di persilahkan,

Kamsahamnida.

~~~~~¤Sunshine_beat a.k.a Jung Hye Raa¤~~~~~

Advertisements

8 thoughts on “The Fact

  1. WB » wonderful beast
    ㅎㅎㅎㅎ
    Sering iseng ngarang kepanjangan WB.

    Wew, multi POV. Karena baca komen2 sebelumnya jadi ga terjebak » tau Hyera has passed away 😦

    I love your diction. Suasana hidup.
    Tak hanya sekedar cerita. Tapi bisa menampilkan setiap adegan cukup jelas. Dengan latar dan gambaran karakter.

    Fighting!

  2. Hei Sunshine, dirimu berhasil menipuku…. Aku kira Hyera-nya masih hidup, lah ternyata sudah meninggal

    Huh, kenapa FFnya pada galau? *ngga sadar FFnya sendiri galau hahahahah*

  3. Menyedihkan…ternyata Hyeraa dh meninggal
    awalnya agak bingung sm jalan ceritanya tp sedikit demi sedikit mulai mengerti dan agak terkejut jg dgn endingnya.
    awal baca blm dpt feelnya tp pas scene Hyunseung memegang kotak cincin dan memegang surat Hyeraa smbl menitikan air mata beuh feelnya dpt bgt!!
    good job Hyeraa ttp semangat Hwaiting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s