Mr. Bossy & Ms. Expression

Mr Bossy & Ms Expression copy

“Mr. Bossy & Ms. Expression”

by thecuties (강민화)

AU, Romance | PG-15 | One-shot

Cast : Nam Woohyun (Infinite) and Ji Eunbi (OC)

A/N : Annyeong… FF ini sebenarnya sudah saya posting di FP Paradise, tetapi yang saya posting itu baru POV dari cast perempuan, dan untuk FF yang ini saya melengkapinya dengan POV dari cast lelaki-nya. Well happy reading all, don’t forget to leave your comment ^^

∞ώ Mr. Bossy & Ms. Expression ώ∞

Ji Eunbi POV

Aku menatap punggungnya yang sedang menghadap ke arah jendela besar ruang kelas kami. Tadi Mr. Bossy itu baru saja membagikan tugas yang harus kami kerjakan, sedangkan dia sibuk dengan smartphone-nya. Seperti biasa, dia tahu betul bagaimana caranya memerintah.

Aku terus mengutuk dalam hati. Kenapa teman-teman yang satu kelompok dengan kami belum juga datang. Apakah mereka tidak tahu, kalau aku dan tuan pemerintah ini tidak pernah akur?

Mr. Bossy yang bernama asli Nam Woohyun ini, sebenarnya bukan pribadi yang menyebalkan bagi banyak orang. Hanya sifatnya yang suka memerintah saja, yang membuatku muak. Kalau dilihat dari segi fisik, tuan menyebalkan ini memiliki tubuh yang cukup atletis, terutama bagian lengannya. Aku tidak mau munafik, lengannya itu benar-benar sangat memikat dan begitu pas dalam genggaman tanganku. Tidak usah bingung bagaimana caranya aku bisa menyentuh lengannya. Saat itu, kami sedang mengikuti study tour dan aku yang mempunyai kebiasaan unik selalu menyisipkan tanganku di lengan teman yang berjalan di sebelahku, tanpa sengaja menyisipkan tanganku ke lengan Mr. Bossy yang entah bagaimana ceritanya, saat itu bisa berjalan di sebelahku. Cukup sepuluh detik saja, aku langsung menyadari kebodohan yang telah aku lakukan. Cepat, aku melepaskan tanganku dari lengannya dan berjalan mendahuluinya sambil tidak henti-hentinya merutuk dalam hati. Selain itu, Mr. Bossy ini memiliki wajah yang bisa dibilang cukup tampan. Matanya sipit dan pipinya sedikit chubby membuatnya terlihat menarik.

Just for your information, kalau Mr. Bossy ini memiliki banyak penggemar. Andai sifat suka memerintahnya hilang, aku akan dengan berani mengatakan kalau aku adalah salah satu penggemarnya. Ya, siapa juga yang tidak tertarik dengan pria menyebalkan ini. Tampan, bertubuh altetis, lumayan pintar, dan bersuara merdu. Banyak wanita yang jatuh dalam pesonanya ini.

Saat melihat bahunya berputar ke arah belakang, aku buru-buru menundukkan wajahku dan berpura-pura sibuk dengan laptopku.

“Aku sudah menghubungi yang lainnya, mereka mengatakan, begitu mereka selesai dengan kuliahnya di kelas lain, mereka akan menyusul kemari,” beritahu Woohyun sambil duduk di hadapanku.

“Ehm,” responku dingin.

Sejak awal, aku memang tidak begitu menyukai mata kuliah tentang kebijakan bisnis ini, tetapi aku terpaksa harus mengambilnya, karena mata kuliah ini masuk ke dalam mata kuliah wajib untuk kelulusan. Dan aku semakin tidak menyukai mata kuliah ini, ketika harus berada satu kelompok dengan Mr. Bossy ini.

“Ji Eunbi,” panggilnya.

Mwo?” jawabku tanpa mau menatapnya sama sekali.

“Lelaki yang kemarin itu siapa?” tanyanya.

“Lelaki yang mana?”

Ish, yang pergi makan siang bersamamu kemarin,” Woohyun terdengar kesal karena aku membalas pertanyaannya dengan pertanyaan.

Aku membuka kotak memori di dalam otakku, berusaha mengingat siapa lelaki yang dimaksud oleh Mr. Bossy ini. Maklum, daya ingatku tidak bisa dikatakan baik.

“Oh, Seunghyun Sunbae,” jawabku setelah akhirnya aku mengingat sosok yang kemarin mengajakku makan siang.

“Siapa dia?” Woohyun mengulang lagi pertanyaannya, seolah dia masih belum puas dengan jawabanku tadi. Dan pria menyebalkan itu dengan tidak sopannya, menurunkan layar laptop yang sejak tadi aku tatap.

Dengan kesal aku menatap pria yang ada di hadapanku saat ini. “Apa urusanmu? Kenapa kau ingin tahu siapa dia? Kau cemburu?” semburku.

Ne, aku cemburu,” jawab Woohyun cepat. “Karena sebenarnya aku menyukaimu.”

Well, saat ini juga aku merasa kalau dunia berhenti berputar.

∞ώ Mr. Bossy & Ms. Expression ώ∞

Nam Woohyun POV

Ne, aku cemburu,” jawabku cepat. “Karena sebenarnya aku menyukaimu.”

Aku bisa melihat kedua matanya membesar. Sudah bisa kuduga kalau nona ekspresif ini akan terkejut dengan perkataanku tadi, tetapi aku sudah tidak bisa menahan perasaanku lagi. Aku rasa satu semester saja sudah cukup, aku hanya menjadi ‘musuh’nya. Sekarang saatnya dia tahu kalau aku menaruh perasaan padanya.

Aku membagi tiga kategori untuk seorang gadis. Pertama, gadis cantik. Untuk kategori ini, sejak detik pertama aku melihatnya, aku bisa melihat kecantikannya. Kedua, gadis manis, di mana kita baru akan melihat sisi menarik saat sudah lama memperhatikannya. Ketiga, gadis cute. Pengertian cute di sini berarti gadis itu memiliki bentuk wajah yang menggemaskan, bukannya lucu seperti badut. Dan gadis yang saat ini ada di hadapanku, masuk ke dalam kategori gadis manis dan cute. Saat pertama kali melihat sosoknya, aku sama sekali tidak tertarik. Tetapi, setelah cukup lama memperhatikannya secara diam-diam, aku bisa menyimpulkan kalau dia adalah gadis manis yang cute.

Ji Eunbi, dia memiliki mata yang unik. Kecil dan berkelopak. Kedua alisnya melengkung natural, membingkai matanya yang cantik. Hidung dan bibirnya yang mungil, terlihat pas dengan bentuk wajahnya yang bulat. Sedangkan pipinya yang chubby membuat dia jadi tampak menggemaskan. Aku benar-benar berusaha keras menahan diri, untuk tidak mencubit kedua pipinya itu.

Jujur saja, aku jarang bertemu dengan gadis yang begitu ekspresif dalam mengungkapkan perasaannya. Eunbi memang bukan gadis yang pintar, saat di kelas, dibandingkan dengan mendengarkan penjelasan dosen, dia lebih sering larut dalam dunianya sendiri. Yang aku maksud dengan dunianya sendiri adalah, dia sibuk dengan laptopnya. Entah, apa yang sedang dilihatnya. Tetapi, kalau untuk perkara tugas kuliah, aku mengakui kalau dia adalah gadis yang rajin. Makanya, saat mendengar aku satu kelompok dengannya, aku merasa sangat senang.

Selama satu semester yang lalu, aku dan Eunbi tidak pernah akur, teman-teman yang sering satu kelas dengan kami, memberikan julukan Tom and Jerry, karena setiap kali bertemu, kami pasti akan bertengkar. Dan aku tahu sekali kalau Eunbi menganggapku sebagai musuh terbesarnya. Tetapi, bagiku, Eunbi bukan musuh, gadis itu adalah ‘mainan’ menarik yang bisa aku utak-utik saat bosan. Karena selain ekspresif, Eunbi juga tergolong gadis yang mudah marah. Dan semakin Eunbi marah, maka aku akan merasa semakin terhibur.

Awalnya aku kira, kalau perasaanku ini hanya sesaat saja, tetapi ternyata saat melihatnya pergi makan siang dengan lelaki lain, membuat hatiku terbakar oleh cemburu, karena selama satu semester kami bersama, aku mengetahui kalau Eunbi tidak memiliki hubungan khusus dengan lelaki manapun.

Aku bertekad semester ini, gadis itu harus mengetahui perasaanku yang sebenarnya, karena mulai semester depan, kami akan jarang bertemu. Sepertinya, semester yang akan datang, Eunbi sengaja merubah semua jadwal kuliahnya agar berbeda denganku.

“Awas matamu jatuh,” ujarku dengan nada yang dibuat sedatar mungkin. Eunbi dengan cepat mengerjapkan matanya dan kembali menatapku, tapi kali ini aku bisa melihat keningnya berkerut.

“Kau sedang bercanda, kan, Woohyun-ssi?” tanyanya sambil menatapku dengan pandangan waspada.

Ani,” jawabku singkat. Kedua mata Eunbi yang tadi menyipit kembali membesar.

Okay, Ji Eunbi, bisakah kau berhenti menunjukkan ekspresi yang menggemaskan itu di depanku? Atau aku terpaksa harus menciummu, runtukku dalam hati.

Eunbi lalu terkekeh pelan. “Woohyun-ssi, berhentilah menggodaku, aku sama sekali tidak akan tertipu,” ujar Eunbi di sela-sela kekehannya. Dia lalu kembali menaikkan layar laptopnya yang tadi aku tutup.

Okay, cukup sudah, sepertinya aku harus melakukan sesuatu agar gadis ini percaya dengan ucapanku.

Cepat, aku menurunkan lagi layar laptopnya. Sebelum, gadis itu sempat protes aku sudah menangkup wajah Eunbi dengan kedua tanganku dan mendaratkan sebuah ciuman lembut di bibirnya.

Omona, apa yang kalian lakukan?”

Suara cempreng Moon Heejin sahabat Eunbi segera menyentak kami berdua.

“Tidak ada,” kata Eunbi cepat.

“Kami sedang berdiskusi soal pembagian tugas saja,” kilahku. Okay, still not convincing karena Heejin menatap kami dengan wajah curiga.

“Se-sepertinya aku mau mencari minuman dulu,” Eunbi bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkanku bersama Heejin.

Begitu Eunbi menghilang Heejin masih menatapku dengan pandangan curiga. “Berdiskusi pembagian tugas? Oh, please. Bisakah kau mencari alasan yang lebih masuk akal lagi, Woohyun-ssi,” ujar Heejin sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Aku hanya bisa tersenyum masam. Sepertinya saat ini aku berada di dalam sebuah masalah.

∞ώ -끝- ώ∞

Advertisements

About thecuties

Ordinary girl... My 1st boyfriend is chocolate and my 2nd one is ice cream... I love reading, writing, and dreaming... Why I like dreaming? Because when you dreaming, you will get something that impossible to be possible... ;)

15 thoughts on “Mr. Bossy & Ms. Expression

  1. Elahh….katanya Eunbi benci, tapi kok muji2 gitu sih?? -_-

    Apa? bukan musuh tapi ‘mainan’?? *jederr

    Waaaa…….Namu main nyosor aje bang… 😀 tapi so sweett 🙂

    keren lah pokoknya. 😀

    1. Annyeong Aida Onnie,

      Iya, kemaren sengaja bikin POVnya Mr Bossy, tapi kalau untuk lanjutannya masih belum tahu bisa atau ngga, masih belum ada ide heheheheh

      Makasih banyak Aida Onnie untuk komentarnya ^^

  2. Hahaha… Mang bener-bener nekat tuh Woohyun mpe kisseu Eunbi buat ngeyakinin doang kalo dia mang bener-bener suka. Mana gak ngeliat sikon lagi, tu masih di dlam kelas ‘kan? ckckck…

    Dua-duanya jinak-jinak merpati, diam-diam saling memendam perasaan yang sma.. hihi..

    Well, Eonni.. I think it’s based your really your true story hehe.. #sotoy
    Ceritanya aku kirain bakalan panjang, tapi ternyata ngegantung khas banget Eonni dah..
    Klo da sequelnya tambah bagus lagi, Eon hahaha.. *digeplak Nana Eonni*

    LOVE

    1. Hai Sica,

      Iya, itu perbuatan nekad banget, di kelas, sambil nunggu temen-temennya yang laen dateng heheheheheh

      Ya mereka sebenernya suka, cuman kalau Eunbi ngga begitu mau nunjukin, kalau Woohyun sok-sok nyebelin buat narik perhatian Eunbi hahahahaha *jadul banget deh triknya*

      My real story? Ehm, kayaknya ngga deh say, cuman emang ada temen aku yang bossy abis hehehehehehe. Sequel? Belum tau bakalan ada atau ngga, soalnya masih belum kepikiran :p

      Makasih untuk komentarnya ya Sica ^^

  3. Seneng bisa comment disini…
    Ceritanya bikin penasaran…
    Dan aku suka bangettt…
    Tp kalau ingin tau kelanjutannya gimana???

    1. Hello Femmy,

      Eh, soal kelanjutannya, saya masih belum tahu akan membuatnya atau tidak, karena jujur sekarang saya masih belum ada ide sama sekali *author cacat* hehehehehe

      Terima kasih sudah suka dan meninggalkan komentar di sini ^^

  4. ckckckckckckckckckck

    Benci dan cinta jaraknya mungkin gak ada sejengkal tangan,,

    kkkkkkkkkk

    Aku gak bisa bayangin gimana mangkelnya eonni ngadepin mr.bossy yg nyebelin tpi cute seperti Namu oppa,,
    dilema,,hoho

    aaiisshh,,tapi siapa juga yang akan sanggup menolak pesona seorang Namu oppa,,

    Aku suka adegan kissing shocknya,,
    woow,,sekali lagi aku gak bisa bayangin gimana merahnya pipi eonni,,

    hoho,,

    1. Hai Sunshine,

      Bukan lagi sejengkal tangan. tapi kulit bawang aja kalah tipis hehehehehehe

      Itu mangkelnya udah nyaris ke ubun-ubun, dan bener tuh dilema banget, sebel tapi orang yang disebelin mukanya cute hehehehehehe

      Kissing shocknya bikin orang jantungan tuh, kalau Eunbi ngidap jantung lemah, bisa langsung kena serangan tuh haahahahahha

      Makasih ya Sunshine udah mau ninggalin komentar di sini ^^

  5. Waaaah benci jadi cinta aniya lebih tepat’y pura2 benci 😀

    Eonnie jujur ne aq kurang suka ma kata “Eunbi bukan musuh, gadis itu adalah ‘mainan’ menarik yang bisa aku utak-atik saat bosan” #menurutku 😀

    Dan butuh seqeul eonnie #kekekke

    1. Hahahahaha sebenernya kalau Eunbi itu benci gara-gara Woohyun-nya sok nge-bos, tukang ngatur dan perintah :p

      Dan untuk kata ‘mainan’ yang menarik itu maksudnya bukan ke arah negatif kok, makanya dikasih tanda kutip

      Tapi, biar gimana juga saya mengucapkan banyak terima kasih untuk komentarnya, kalau untuk sequel saya tidak bisa menjamin akan ada atau tidak, karena saya masih belum ada ide untuk membuat sequelnya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s